Seringnya mampir
ke Mirota Batik di Malioboro, Jogja, membuat saya terkejut melihat isi dari
Mirota Batik yang ada di Surabaya. Karena jujur aja ya.. cukup banyak perbedaan
sekalipun sama-sama menjual batik & pernak-perniknya.
Jika kalian pernah masuk dan menyisir tiap lantai di pusat perbelanjaan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, pasti sudah tidak asing lagi dengan dekorasi etnic yang juga ditampilkan di tiap lantai di Mirota. Karena menurut saya keduanya CUKUP MIRIP. Ada payung kayu/kain khas daerah, manekin yang di’dandani’ dengan apik menggunakan kain batik ( baik yg sudah dijahit ataupun belum), meja, patung, lukisan dan elemen pendukung lainnya, sungguh cantik!
Terletak di Jl. Sulawesi Surabaya, Mirota Batik ini cukup mudah ditemui, saya sendiri setelah 2 mingguan wara wiri di Surabaya, udah beberapa kali melewati/ berpapasan dengan Mirota batik ini. Terbagi ke beberapa lantai yang kesemuanya seru untuk diberi kunjungan, karena betulan memanjakan mata.
Begitu buka pintu masuk ( well, atau dibukain sama petugas yang baik hati) aroma yang tercium adalah campuran antara makanan dan aroma tipis aromatherapy, dan sedikit aroma batik baru.. sungguh menyegarkan hidung kami. Di lantai ini kita bisa temui pernak-pernik khas daerah seperti pajangan berbahan dasar ragam kayu, gantungan kunci, minuman khas daerah ( bahkan aneka kopi), topeng, perhiasan perak, kalung-kalung etnic yang lucu, berjalan lebih dalam lagi, kita bisa menemukan display aromatherapy beragam wangi berserta burner nya, ada yang dijual paket, ada juga yang dijual terpisah, silakan, mana yang mau di beli. Ke dalam lagi ada tangga naik atau jika lurus sudah terhampar luas kain batik berbagai corak dan warna dan harga, dipisahkan sekat tembok, ada aneka tas, lucunya, ada satu tas lucu kecil, bercorak wajah gajah, hampir aja saya ambil untuk Sa, pas lihat harganya ratusan ribu, saya tata balik ke tempatnya, hahaha mihil rupanya!
Kamipun naik dan
disambut display ciamik ini di tengah tengah tangga, lalu langsung mlipir ke
tempat sendal karena sebetulnya memang mau cari sandal buat harian kami disini,
mosok ke warung atau depot aja pakai sepatu.. disini ada banyak sendal yang
menarik hati saya, jujur sekalipun ukuran kaki saya cukup besar ( yak 44 - 45 ) saya suka sama sendal yang unik,
yang modelnya ngga pasaran dan kalau bisa ya pas di kaki ( seringnya lebih
besar kaki daripada sandal, sih) eniwey pas coba sendal, mba minta ke toilet,
walhasil nyekerlah dia ke toilet, dan diperjalanan ke sana ada banyak rupa rupa
yang aduh pengin banget dimampirin..
Adanya dislay buku saat di tangga tadi, tetap membuat saya takjub karena pas banget dilantai 2 ini, ada ratusan atau bahkan ribuan buku import bekas yang dijual dengan harga Rp. 25.000/ 5 buku. Murah banget ya… sayang banget Sa ngeburu-buruin jadi saya ga sempat milih-milih, OK dijadwalkan untuk segera mampir sini lagi yaa! Ada juga beberapa kursi duduk, dengan background yang instagenic, seperti yang terlihat digambar, bagus banget gak sih...
![]() |
sendal Sa, selop only for 12ribuan ( $1) |
Terdapat tangga ke lantai 3, not sure apa aja isinya karena ngga sempat naik, kayaknya patung patung besar gitu sih.. soalnya pajangan di tangga juga patung patung gitu.. ( sok teu ya) tapi bener sih,, untungnya kami ngga naik, kalau naik, besar kemungkinan Sa akan nangis2 takut lihat patung patung besar. Lanjutin Jalan kedekat tangga ada tumpukan kain Bali dengan ragam corak dan warna yang bikin saya naksir. Harga sih ya murahan di Bali, tapi saya pikir daripada harus jauh jauh ke Bali, jadinya lebih hemat juga beli disini, lagipula saya butuh juga buat selimut, karena gak sempat ngepack selimut dari Jakarta. Disini juga ada berbagai macam home & kitchen appliance berbahan dasar batik dan kain daerah, seperti cup mat, table mat, table cloth, water dispenser cover, pillow cover dan banyak lagi. Saya naksir berat sama bedcover dengan corak papan catur khas Bali yang dihargai 75ribu, dan bakalan segera saya adopsi begitu kami mendapatkan tempat tinggal. Semoga secepatnya.
Iseng iseng sebelum membayar di kasir belakang ( begitu mbak penjaga tokonya bilang—karena disini ada banyak kasir) saya lihat batik-batik yang ada di sebelah kanan kasir, ada satu batik abu abu dengan model chiongsam dan corak yang kalem, ketika saya lihat harganya 400ribu—an, kembali lagi saya gantungkan baju itu ke display. Duh.. ada yang salah nih sama mata saya, kenapa yang ditaksir semua diatas 100ribu—an yaak… tapi memang kualitas batiknya bagus, bahan tebal, motif unik, ….
Masih di
seputaran kasir ini, ada sudut oleh-oleh dan makanan ringan, nah yang menarik
perhatian saya adalah display Monggo
Coklat yang cuma dummy aja, dengan tulisan “ yang asli ada di kasir” membuat
saya tergelitik dan timbul pertanyaan “kenapa cuma dummy ?” apakah banyak ‘pencurian’ coklat atau
mungkin karena coklat cepat lumer dan Surabaya panas, jadi coklatnya ditaro
kasir yang punya pendingin.. masuk akal kan yah… soalnya pas ke Mirota Jogja,
Monggo Coklat ya di hamparin aja gitu, engga ada dummy-dummy—an
Lucu itu karena
niat awal kesini ingin beli sendal harian buat kami dan bila mungkin beli batik
couple ibu –anak malahan gak beli batik couple, nanya pun nggak Karena kadung
jiper sama harga harga batiknya, untuk range harga, sepertinya lebih vatiatif
Mirota Jogja daripada Mirota Surabaya, tapi untuk jenis barang yang dijual,
sepertinya saya harus bilang kalau Mirota Surabaya lebih bervatiatif, kayak
kerajinan tangan khas Bali ( Patung, lukisan, topeng),kaus tulisan bali, kaos
barong itu ada di Mirota Surabaya. Dan oh ya, ada resto Gelato persis dekat
pintu masuk ya,, bisa banget buat nongkrong nyender habis belanja atau rehat
sejenak dari teriknya matahari Surabaya..
Terakhir, puas
berbelanja ( eh engga ding puas lihat-lihat) saya beli rujak buah ( Sa yang
kepingin) Gerobak—an yang mangkal persis sebelah Mirota, ini gak tahu ya saya
ditipu atau ngga,, karena perasaan rujaknya sama kok kayak di Jakarta yang
harganya 10k per pack,, nah disini kenapa dijual 13k, tapi ada bonus ngobrol
sama pa penjual sampai gojek menjemput kami.
No comments:
Post a Comment