Setelah
2020 selama 6 bulan Sa les piano (dan kebetulan dapat guru muda, yang membuat
banyak kekecewaan) selesai semester 1 di les ini, Sa gak melanjutkan. Tahun 2021 kita membuat perbedaan, kali ini
ke arah yang juga positif dan banyak manfaat. Oktober mulainya, Sa setuju untuk
ikut les renang yang bukan Cuma membuatnya berani sama air dalam jumlah banyak,
tapi juga jadi mahir berenang sampai hari ini, masih lanjut.
Teringat
saya, beberapa tahun silam, Sa usia 2th yang sangat amat takut air. Setiap
paginya, saat mandi untuk berangkat ke pre-schoolnya dia akan mimisan dalam
jumlah banyak, kadang.. sejak itu, menurutku jadi trigger yang membuat dia malas mandi pagi, saya
paham dan ngerti betul rasanya, jadi saya coba pahami. Saya juga sudah
berkonsultasi dengan dr THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter
bilang, tidak apa, nanti bertambah usia akan semakin membaik dan berkurang
intensitas mimisan & volume darahnya.
bila ditarik sedikit lebih ke belakang, Ya, Sa bayi pun sebenarnya paling anti bila kepalanya terkena air sedikit saja... jadi harus extra kuat kuping ini, mendengar suara tangisan dan teriakan, saat mandiin dan ingin shampoo-in dia. Setiap kali itu menjadi sulit, selalu datang Budhe-nyayang selalu jadi pilihan untuk memandikan dia. Iya! dia pilih sendiri siapa yang mau mandikan dia.
fast forward ke waktu dimana kami sudah meninggalkan Jakarta, segala sesuatu berubah kearah kebaikan dan Sa seolah menjadi fearless baby of all time. Dia berani naik speedboad, berani naik becak (traditional transportration), mau hujan-hujanan atau motor-an panas panasan, semua dia mau, tidak ada keengganan. Berjalan
waktu, suatu weekend, siang hari, saya iseng pergi ke kolam, awalnya, Sa hanya
main di kolam anak dengan kedalaman 50cm, yang mudah banget buat dia (gak akan
kelelep), ternyata dia yang senang making friends kemudian melihaat teman teman
kolamnya sebagian besar Les Berenang, dan membuatnya tertarik untuk ikutan ‘nyemplung’
ke kolam dalam 1,6m. minggu berikutnya dan berikutnya lagi,, Sa, saya latih
sendiri untuk menggerakan kakinya, dia mulai berani nyebur dengan penjagaan
saya, seminggu kemudian, Sa memulai
latihan didalam les renang. Coach nya cukup flexible dengan bilang, tidak usah
membayar dulu.. kita lihat mood anaknya saja dulu.. ibarat kata ‘trial class’
gitu lah..
Jalan
beberapa kali pertemuan dengan coach ini dan tim nya, Sa mulai nyaman di air,
awalnya masih dituntun, dipegangi ujung ke ujung (lebar kolam 15 meter) kemudian
dilepas per 5meter bertahap sampai ditunggu ditengah kolam, lanjut ke ujung
kolam dengan berenang sendiri. Semua dia lakukan dengan sangat gembira, bagi
saya pribadi sangat bahagia rasanya saya bisa menemukan minat, despite
ketakutan air dimasa lalunya, Sa 5tahun
dan sudah lancar berenang.
Semoga
lanjut ke tahap yang lebih pro ya…