Friday, October 1, 2021

Khayal jadi nyata ( part II)

Setelah 2020 selama 6 bulan Sa les piano (dan kebetulan dapat guru muda, yang membuat banyak kekecewaan) selesai semester 1 di les ini, Sa gak melanjutkan.  Tahun 2021 kita membuat perbedaan, kali ini ke arah yang juga positif dan banyak manfaat. Oktober mulainya, Sa setuju untuk ikut les renang yang bukan Cuma membuatnya berani sama air dalam jumlah banyak, tapi juga jadi mahir berenang sampai hari ini, masih lanjut.

Teringat saya, beberapa tahun silam, Sa usia 2th yang sangat amat takut air. Setiap paginya, saat mandi untuk berangkat ke pre-schoolnya dia akan mimisan dalam jumlah banyak, kadang.. sejak itu, menurutku jadi trigger yang membuat dia malas mandi pagi, saya paham dan ngerti betul rasanya, jadi saya coba pahami. Saya juga sudah berkonsultasi dengan dr THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter bilang, tidak apa, nanti bertambah usia akan semakin membaik dan berkurang intensitas mimisan & volume darahnya.

bila ditarik sedikit lebih ke belakang, Ya, Sa bayi pun sebenarnya paling anti bila kepalanya terkena air sedikit saja... jadi harus extra kuat kuping ini, mendengar suara tangisan dan teriakan, saat mandiin dan ingin shampoo-in dia. Setiap kali itu menjadi sulit, selalu datang Budhe-nyayang selalu jadi pilihan untuk memandikan dia. Iya! dia pilih sendiri siapa yang mau mandikan dia. 

fast forward ke waktu dimana kami sudah meninggalkan Jakarta, segala sesuatu berubah kearah kebaikan dan Sa seolah menjadi fearless baby of all time. Dia berani naik speedboad,  berani naik becak (traditional transportration), mau hujan-hujanan atau motor-an panas panasan, semua dia mau, tidak ada keengganan. Berjalan waktu, suatu weekend, siang hari, saya iseng pergi ke kolam, awalnya, Sa hanya main di kolam anak dengan kedalaman 50cm, yang mudah banget buat dia (gak akan kelelep), ternyata dia yang senang making friends kemudian melihaat teman teman kolamnya sebagian besar Les Berenang, dan membuatnya tertarik untuk ikutan ‘nyemplung’ ke kolam dalam 1,6m. minggu berikutnya dan berikutnya lagi,, Sa, saya latih sendiri untuk menggerakan kakinya, dia mulai berani nyebur dengan penjagaan saya, seminggu  kemudian, Sa memulai latihan didalam les renang. Coach nya cukup flexible dengan bilang, tidak usah membayar dulu.. kita lihat mood anaknya saja dulu.. ibarat kata ‘trial class’ gitu lah..

Jalan beberapa kali pertemuan dengan coach ini dan tim nya, Sa mulai nyaman di air, awalnya masih dituntun, dipegangi ujung ke ujung (lebar kolam 15 meter) kemudian dilepas per 5meter bertahap sampai ditunggu ditengah kolam, lanjut ke ujung kolam dengan berenang sendiri. Semua dia lakukan dengan sangat gembira, bagi saya pribadi sangat bahagia rasanya saya bisa menemukan minat, despite ketakutan air dimasa lalunya, Sa  5tahun dan sudah lancar berenang.

Semoga lanjut ke tahap yang lebih pro ya…