Showing posts with label kegiatan ibu dan anak. Show all posts
Showing posts with label kegiatan ibu dan anak. Show all posts

Friday, October 1, 2021

Khayal jadi nyata ( part II)

Setelah 2020 selama 6 bulan Sa les piano (dan kebetulan dapat guru muda, yang membuat banyak kekecewaan) selesai semester 1 di les ini, Sa gak melanjutkan.  Tahun 2021 kita membuat perbedaan, kali ini ke arah yang juga positif dan banyak manfaat. Oktober mulainya, Sa setuju untuk ikut les renang yang bukan Cuma membuatnya berani sama air dalam jumlah banyak, tapi juga jadi mahir berenang sampai hari ini, masih lanjut.

Teringat saya, beberapa tahun silam, Sa usia 2th yang sangat amat takut air. Setiap paginya, saat mandi untuk berangkat ke pre-schoolnya dia akan mimisan dalam jumlah banyak, kadang.. sejak itu, menurutku jadi trigger yang membuat dia malas mandi pagi, saya paham dan ngerti betul rasanya, jadi saya coba pahami. Saya juga sudah berkonsultasi dengan dr THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter bilang, tidak apa, nanti bertambah usia akan semakin membaik dan berkurang intensitas mimisan & volume darahnya.

bila ditarik sedikit lebih ke belakang, Ya, Sa bayi pun sebenarnya paling anti bila kepalanya terkena air sedikit saja... jadi harus extra kuat kuping ini, mendengar suara tangisan dan teriakan, saat mandiin dan ingin shampoo-in dia. Setiap kali itu menjadi sulit, selalu datang Budhe-nyayang selalu jadi pilihan untuk memandikan dia. Iya! dia pilih sendiri siapa yang mau mandikan dia. 

fast forward ke waktu dimana kami sudah meninggalkan Jakarta, segala sesuatu berubah kearah kebaikan dan Sa seolah menjadi fearless baby of all time. Dia berani naik speedboad,  berani naik becak (traditional transportration), mau hujan-hujanan atau motor-an panas panasan, semua dia mau, tidak ada keengganan. Berjalan waktu, suatu weekend, siang hari, saya iseng pergi ke kolam, awalnya, Sa hanya main di kolam anak dengan kedalaman 50cm, yang mudah banget buat dia (gak akan kelelep), ternyata dia yang senang making friends kemudian melihaat teman teman kolamnya sebagian besar Les Berenang, dan membuatnya tertarik untuk ikutan ‘nyemplung’ ke kolam dalam 1,6m. minggu berikutnya dan berikutnya lagi,, Sa, saya latih sendiri untuk menggerakan kakinya, dia mulai berani nyebur dengan penjagaan saya, seminggu  kemudian, Sa memulai latihan didalam les renang. Coach nya cukup flexible dengan bilang, tidak usah membayar dulu.. kita lihat mood anaknya saja dulu.. ibarat kata ‘trial class’ gitu lah..

Jalan beberapa kali pertemuan dengan coach ini dan tim nya, Sa mulai nyaman di air, awalnya masih dituntun, dipegangi ujung ke ujung (lebar kolam 15 meter) kemudian dilepas per 5meter bertahap sampai ditunggu ditengah kolam, lanjut ke ujung kolam dengan berenang sendiri. Semua dia lakukan dengan sangat gembira, bagi saya pribadi sangat bahagia rasanya saya bisa menemukan minat, despite ketakutan air dimasa lalunya, Sa  5tahun dan sudah lancar berenang.

Semoga lanjut ke tahap yang lebih pro ya…

 

  

Sunday, August 9, 2020

stop by: Bengawan Solo - POM Bensin Wiyung ( Surabaya)

Hari ini akan menjadi hari yang panjang. Setelah semalam, mata bisa terpejam lewat pukul 1 dini hari ( atau mungkin lebih). Mataku hanya bisa terpejam selama beberapa saat, dan kemudian 'body alarm'-ku membangunkan ku untuk langsung beranjak dari kasur dan mulai beraktivitas! 



Sejak totally jadi stay at home mum (again!) [ walaupun masih suka keliaran juga sesekali buat ketemu orang terkait kerjaan ataupun antar kaka les. dan tentunya ke pasar dan supermarket buat groceries-an] bangun pagi adalah sebuah keniscayaan. Tapi belakangan setelah Sa aku masukin sekolah TK, dan awalnya kayak gak ikhlas gitu masuk sekolah jam 1/2 8 pagi dan via online, ---entah dari mana datangnya si motivasi itu..--- pokoknya tiap hari, gak perduli semalam apapun aku tidur (atau bahkan cuma 30 menit merem) aku bakalan bangun sebelum subuh!


DAN hari ini tuh, setelah masak simple buat bekal diperjalanan, kami lalu berangkat ke kampus(ku). Perjalanan yang cukup jauh kali ini, membuatku harus berhenti sejenak, buat meluruskan kaki dan mengisi bensin kendaraan. Tibalah kami di SPBU Wiyung yang gak besar-besar amat, tapi lengkap, ada ATM Gallery, ada Donat 24 jam dan ada BENGAWAN SOLO KOPI yang juga 24 jam. Sebelumnya, aku udah lihat warung kopi ini, disini, dari tahun lalu.. Tapi ya buat apa mampir ( pikirku dulu) toh perginya selalu bareng oranglain dan selalu dengan kegiatan lain yang gak membuat ku gak bisa bebas mampir-mampir.. Jadinya.. pas kebetulan lewat sini, dan perginya pun berdua Sa. ku putuskan untuk mampir beli kopi to go.



Tempatnya cukup luas ya.. aku jadi inget bengawan solo coffee di pombensin Penjernihan (yang juga 24jam) bedanya, disini, smoking room & non smoking tidak dipisah. digabung dalam 1 ruangan hanya berbeda area saja (dan tidak ada sekat sama sekali-- hanya pilar pilar kayu kecil yang menurut mata awamku, cuma sebagai bagian dari dekorasi interior-nya ajah). Dan yah tanpa pikir panjang (walaupun udah tahunan gak ngopi disini) aku pesen cookies & cream, demi masa lalu bersama sahabat yang menggenalkan ku dengan coffee shop ini. 


 Aku pesan segelas iced cookies n cream fav kalau di bengawan solo (selain cappucinno nya tentu saja!) ukuran sedang, yang dibanderol dengan harga 39k (kalau gak salah inget), gak lama itu kita melanjutkan perjalan (karena tujuan masih jauh.. hehehe) terus fyi, di pom bensin ini juga ada Dunkin Donut, padahal gak yang seberapa besar juga pom bensin-nya, tapi mungkin karena 24 hour jadi selalu rame.. gak sabar buat balik lagi kesini secepatnya.. tentu saja kalau COVID-19 sudah hilang dari muka bumi.. 



x0x0,

monk

Friday, May 8, 2020

khayalku (jadi nyata part 1)

gak tahu sejak kapan, saya hobi membuat virtual list ( kalau inget ya aku tulis.. tapi sekalipun gak aku tulisPUN aku hapal apa aja wish ku.. mimpiku 'kalau aku punya anak nanti.. aku mau this that.. blablabla.. sejenisnya ) dan satu BIG WISHku adalah memasukan anakku ke kelas ballet. mimpi yang sudah ada bahkan saat aku masih duduk di bangku SMP. Setelah bermukim di Surabaya, aku langsung ngincer salah satu dance class ( ballet was the one of their best selling-- karena emang udah goes international, dan banyak cabang..) iya MAR**PI. tapi karena kemarenan masih bingung siapa yang bakalan nungguin dia, jadinya mimpi itu aku postpone. 

Kla Satriani & Prajna sedang berduet.. 

Kesininya, karena dia juga udah gak sekolah. timbul niat untuk masukin dia les. yang terpikir (Selain les ballet) adalah les musik dan vocal. karena anakku ini tipe anak yang enerjic, expressive dan suka gerak... jadi ya pas lah untuk menyalurkan waktu luang dia ke musik / vocal atau ballet.. terlebih pas kemarin balik ke Jakarta, dan lihat aku main gitar, dia juga ambil ukulele dan duduk dihadapanku sambil memainkan ukulele itu layaknya udah jago,, bangku nya dia sendiri yang gotong supaya bisa duduk berhadapan..


future maestro

Dan kebetulan, di rumah Kakak juga ada drum, dan ya anak itu dengan polosnya memukul-mukul drum itu pakai stick yang ada.. gak ada minder atau ragu.. pukul kabeh... dengan PD nya.. dan seperti biasa, dia memang selalu membuatku wonder dengan tingkah lakunya.. 

Pas bulan lalu, aku beli gitar akustik, sempat kepikiran buat beliin dia ukulele juga.. terus mikir-mikir.. kenapa gak daftarin dia aja kursus musik. dan yang ku pilih les piano. mulai deh cari cari tempat les musik yang provide les piano. Setelah googling tanya kanan kiri dan dapat bisikan bisikan.. akhirnya aku putuskan untuk ke tempat les itu, untuk daftar ( sebelumnya tentu aku sudah tanya tanya via text tentang waktu les, biaya dan sebagainnya). Dan letaknya dari rumah yang cukup dekat membuatku tenang. Kalau ku mulai kerja lagi, ada mbaknya yang bisa antar dia Les ( tapi sih semoga aku bisa selalu antar dia les nantinya... karena aku juga penasaran sama progress nya.. ) 


Sayangnya, karena PSBB, kelas sementara ditiadakan.. owner  kemudian menginformasikan bahwa kelas akan dimulai Juni 2020 yang akan datang.. hari ini dia kasih baby trial main.. melihat expresi wajah gembira dan sumringahnya saat jari jari mungilnya menekan tuts piano.. rasanya duniaku yang sedang berantakan jadi gak berarti.. oh ya.. baby jadi murid termuda di tempat les itu, karena teman teman lainnya usia diatas 5th. 


sampai dirumah, kami mengobrol pengalaman main piano nya tadi.. baby bilang  mau les piano (psst... dia bahkan minta langsung dibelikan piano) sejenak aku bersyukur.. kali ini aku benar-benar menanyakan pendapatnya, tidak egois menentukan pilihanku sendiri.. terima kasih anakku.. 



(update tentang les piano baby akan aku posting setelah kursusnya mulai berjalan ya.. nantikan!)

xx
traveloro

Saturday, November 9, 2019

Sat-Dine @ The Cafe ( Java Paragon Hotel) - Surabaya



Pekerjaan saya telah membawa saya ketempat-tempat keren di Surabaya, dan saya pikir cukup adil kalau saya ajak Sa, sesekali. Dan kali ini, kita dinner di The Cafe. Berlokasi di lantai dasar Hotel Java Paragon. 

Sebetulnya, saya gak pengin pengin banget makan disini, lebih pengin bobo cantik, tapi belum lama udah staycation di hotel lain, jadi kesini cukup Dinner aja, pas banget malam Minggu, pas banget hari libur Maulid-an, jadi sekolah saya pun libur, dan sedari bangun pagi sampai tidur malam, kami ber-Quality Time yang benaran berkualitas. 

Surabaya sedikit mendung (tapi gak hujan), jam dinner mulai jam 6PM, jadilah jam 5.30-an selesai Magrib, kami berangkat naik online taxi. Senang ya, lihat anak sendiri bisa behave selama makan,berasa yang saya ajarkan ke dia sedari bayi betulan dia lakukan sekarang. 


Menu buffet di the Cafe terbilang cukup variatif. yang saya suka adalah fresh corner nya.. karena pilihan saladnya, buanyaaak bangettt... ada yang sudah di mix, ada yang kita bisa pilih sendiri sayuran dan dressingnya.. dan pas awal datang aku lihat orang orang udah pada bawa-bawa piring besar berisi seafood (kepiting, cumi-cumi, kerang & ikan) yang dibakar dengan bumbu, kayaknya enak karena laris manis.. pas terakhir cuma lihat ikan yang dibakar ( cumi, kerang dan kepiting sudah habis..) 


Ga berapa lama saya datang, banyak meja yang juga sudah terisi penuh,, rata-rata dinner untuk merayakan ulangtahun keluarganya, karena pada bawa bday cake semua,, dan emang pas dari aku datang, tiap meja sudah ada reserve dan tertulis nama pemesan, seperti mejaku gini.. merasa gimana gitu kalau lihat nama sendiri ada di meja makan..  


Ehm,, aku cuma sempat fotokan corner roti-roti-an (menu pembuka). Harusnya sih ini yang dimakan dulu, tapi aku lebih pilih makan saladku dulu untuk menu pembuka, baru setelahnya makanan lain.. psst.. karena buffet aku ambil yang kira-kira bisa aku makan dan Sa aku ambilkan ayam ungkep yang aku kasih kecap manis sebagai cocolan dia, dia senang dan suka sekali.. plus pudding dan buah.. cake dia makan juga tapi gak seberapa banyak.. 


dan, dari banyak corner, yang hampir semuanya jadi antri-an karena emang enak-enak semua kan yaa.. aku tertarik juga sama corner masakan jepang gitu.. karena ada ramennya, dan juga bisa pilih broth (ini broth asli cuma nori aja sih sama soy sauce ala jepang gitu) rasanya almost plain dan ramen sekali yaa.. terharu banget, ku rindu ramen dan disini aku mendapatkannya Vegetarian pulak.. sebetulnya ada topping slice chicken gitu, tapi aku minta tidak dipakaikan topping because im vegetarian AF!!! Selain ramen, disini juga ada okonomiyaki, takoyaki dan kawan-kawan sejawat.. ada sushi juga lho.. 



Sayang banget aku gak sempat fotokan corner tradisionalnya, karena full antrian, disini pilihan menunya juga beragam, semuanya khas Indonesia, ada rujak cingur, pecel, lalu bubur madura, minuman herbal (Sinom & Beras Kencur), es campur, es macem2 sampai es krim beberapa rasa dan bahkan bisa pilih topping sendiri ( tersedia banyak sauce juga Madu, Nutella, Mapple Syrup, dll) aku minat banget sama es campurnya, karena isiannya rame, gak cuma buah, ada cincau, rumput laut dan masih banyak lainnya.. plus roti dan kolang kaling warna merah.. lalu disebelahnya itu roti biji-bijian yang aku kasih butter dan juga ada pudding roti yang rasanya meleleh di lidah.. enak banget deh.. 



Sebagai penutup,, setelah puas makan dan Sa juga kenyang (penting) kami order online taxi untuk pulang ke rumah.. sebelumnya foto dulu, buat kenang-kenangan.. hahaha.. selesai foto, ada yang ngajak ke Toilet untuk pee.. artinya dia kenyang dan betah!! Thank You The Cafe! you make our sat-night wonderful!! Untuk yang mau Dinner disini, mereka pasang rate Rp. 200.000/ orang ya..  (dan free untuk anak sampai usia 5th)


xx
Traveloro

Saturday, June 15, 2019

Jakarta : to DO Least


di detik akhir packing barang untuk ke Malang, Sa nangis saat video call tante unda nya, dan jadi impulsif mengajak saya ke ATM untuk bayar tiket kereta. eniwey setelah banyak pertimbangan, akhirnya saya iya-in juga deh permintaannya Sa, karena sesungguhnya otak saya udah membuat list apa-apa saja yang ingin saya lakukan dan nikmati selama di Jakarta. So, here's the list :

1. MAKAN TAHU



Untuk aktivitas yang ini boleh dibilang, saya agak maksa sih.. dan sekalipun orang-orang akan tanya juga,, kayak "ngapain sih jauh jauh ke Jakarta cuma makan tahu" itu karena,, karena hanya karena di Surabaya ini saya belum pernah ketemu tahu yang rasanya enak, lembut. Dan terakhir kali makan tahu enak itu di warung penyetan CJDW dekat kos yang gak rela memberi tahu asal muasal tahunya.. *nangissambilngemutbandalem* 

2. LETTING GO


Ini yang memang udah diniati, didalam hati dan juga masih saya pelajari sampai detik ini. Selalu mensugestikan otak bahwa "letting go is EASY" tapi ngunu yaa..... Karena ada keterikatan secara emosional sama baju-baju ini,, kayak berat banget ngelepas semuanya,, but since ini adalah hal yang baik untuk dilakukan, jadii ya saya lakukan, bukan karena saya senang melakukannya atau karena saya gak mampu untuk simpan barang-barang ini lebih lama, tapi lebih ke pemikiran bahwa ada orang lain yang lebih layak untuk memilikinya, dan hoarder adalah sikap yang buruk, TUHAN benci itu. 

3. NASI PADANG-AN


Setelah jalan 4 bulan di Surabaya, sama sekali saya belum pernah merasakan masakan Padang, ini karena yang pertama, tukang warung Padang kayak emang so-so aja, beda dengan di Jakarta yang tiap 20m mungkin ada warung Padang,, Palingan Sederhana yang ada di SBY, dan yang lain bukannya malem, mosok malam-malam saya nimbun kolesterol ( santen bwook) jadinya pas banget di Jakarta, sekalian deh ya makan Nasi Padang, ditempat, no plastic waste deh.. Sa juga makan yang sama.. ayam sayur kayak meresap banget, sampai dia habiskan sisa tulangnya doang. ( nasinya kami sharing karena buanyak juga yaa.. porsinya).

4. Hangout sama Kaka


Baru berasa mudik kalo udah menapakan kaki ke dalam Mall Puri ( its a MUST) and btw,, selalu heppy kesini,, apalagi perginya bareng kakak2 yang selama ini selalu sibuk kerja, jarang bisa ngumpul yang gini-gini, terakhir hangout begini emak2 sama anak2 ke Mall itu tahun 2011 bulan Agustus, sebulan sebelum mamake meninggal jadi ya kayak udah 8th ini gak begini.. saya girang banget, plus plus karena klo dulu saya mendampingi ponakan2,, sekarang saya mendampingi anak sendiri dan ponakan yang udah beranjak ABG.. Seru, Fun, Rame.... 


5. ORDER KULA KOPI


Ini yang beneran saya rindukan selama saya di Surabaya, ialah "es kopi keluarga coconut" yang rasanya nempel di lidah dan di hati..... selama ini saya cari cari, kayak ga ada yang rasanya mirip plek dengan Kula Kopi, good to be back,, bisa order by GOFOOD dan hati rasa berendam es kopi.. ademmmm.. ini aku order di siang sebelum pulang kembali ke S,hopefully ini bakalan membuatku semangat terjaga sampai bisa menemukan KULA (mendadak ambigu)

6. PACKING 


Bawa taas tote bag 2 dalam kondisi kosong, yoga bag pun pas pergi cuma keisi oleh2 untuk keluarga,, dan TARAAAAAAAAAAAAA~~~~ Saat pulang, bawaanku sebanyak ini.. makasih ya pak nya, baik hati sungguhan. tote bag ditarok di jok paling belakang dan AMAN sampai SURABAYA.. Syenangnyaaa. Emang jodoh gak kemana.. gak sia-sia pack meringkes 3 kamar kedalam 4 bag selama 5 hari bisa sepuas ini.. hehe no waste.. semuanya kepakai dan kebawa.. gak ada yang ketinggalan kecuali jaket Sa..  ( tetep aja ada yang ketinggalan...)


7. Paketin Barang


Biar aja orang bilang kaki saya panjang, emang iya kenyataannya gitu.. dan itulah yang membuat saya semacam jadi kolektor sepatu,, maksudnya beli-beli terus.. karena kaki yang panjang dan sepatu yang mumpuni itu adalah sebuah keniscayaan,, makanya pas ketemu yang pas.. saya langsung beli deh.. tapi PR nya adalah,, gimana bawa nya ke Surabaya sedangkan sepatu saya gak cuma sepasang, dan dari segi panjangnya, gak mungkin bisa diringkas ke dalam Tas. Solusinya? Paketin ajah... ya walapun tarif paketnya juga gak murah sih.. yah tapi daripada kebanyakan bawaan dan saya lupa dijalan,, untuk sepatu dan sandal2 ( both Sa dan saya) kami kirim ke Sby via Paket, pulang yang tempo bulanpun, kami paketkan sepatu ke Sby.. gak ada ruginya, semuanya kepakai buat ganti-ganti klo kepatu yang satu kehujanan di jalan atau becek pas di proyek...


itu dulu yaahh.. 

xx
traveloro

Saturday, May 4, 2019

Main di : Kidzoona Marvel City Surabaya


kayaknya pada sepakat ya semua kalau setiap anak suka bermain........... kenapa?? yah kalau yang dari saya pelajari di kelas sih, karena otak anak lagi develop dan itu di sisi motoriknya. jadi anak usia 0-5th itu gak boleh dipaksakan CALIS- apalagi TUNG, jangan dipaksa ya bu-ibu,,,,, klo udah bisa ya anggap aja bonus,,, klo belum,, jangan ditekan apalagi dipaksa untuk bisa, nanti pada saatnya mereka akan bisa kok,, yang penting pola asuh tepat dan gak jauh dari kaidah yang ada,, usahakan no gadget juga ya!!!


Beginilah ceritanya Sa, anak usia balita yang lagi suka banget main di Kidzoona, awalnya ke Marvel ini kita nonton Dumbo pas banget nyoblos day yang libur itu.. trus ngeliat ada kidzoona dilantai 2, setelah hari itu,, kata-kata indah terus terucap dari dia, supaya ibunya mau mengajak ke situ.. dan yah kayak udah 4 kali main disitu, mengutip kata Sa "Mah.. besok main sini lagi ya" itulah yang membuat kita regularly kemari ( dompet menangis sedu)...



Awalnya sih rodok ragu ya masuk ke Kidzoona, gak cuan rasanya, karena tempatnya gak sebesar yang di Lippo Puri, Jakarta tapi pikir-pikir demi membuat anak senang karena jarang punya waktu untuk dia dan juga memenuhi stempel 10 ( supaya dapat member card --dan diskon tentu saja-- ) jadilah kami pergi sepulang saya Sekolah. ya kayak jam 7-an malam gitu deh sampai di Kidzoona Marvel City. Rasanya sih tetap worth-it karena jam segini, kidzoona sudah lumayan sepi. kayak serasa semua mainan ini punya dia,, jadi puas explore..


warna biru untuk 1 jam
warna pink untuk seharian

Pas banget masuk, langsung dikasih kunci locker dan kita udah siap dengan kaus kaki di kaki kita ( gak bawa kaus kaki, ada additional fee sebesar 20k/ pasang kaus kaki) lalu langsung Sa lari-lari ke arena Role Play yang jadi penjual burger, penjual es krim, penjual bunga, terus pemadam kebakaran, terus coba deh untuk naik perosotan yang sebelumnya gak pernah mau dicoba.. kali ini berani bahkan manjat sendiri,, harus saya akui kalau sejak sekolah, segala keberanian dan kepekaan Sa bertambah, dan Kidzoona memfasilitasi itu, makanya saya senang..

magnet block



puzzle


wooden train


Balik lagi ke pemahaman anak usia 0-5th yang motoriknya harus dipelihara, disini kebanyakan mainan memang memfasilitasi hal itu. banyak mainan berbagai ukuran yang tersedia berguna untuk melatih motorik anak. satu hal lagi yang membuat saya senang saat disini adalah... pendamping tidak dikenakan biaya, dan lebih penting, arena yang dijaga kebersihannya. kayak kalau masuk harus pakai kaus kaki, ada arena khusus untuk bayi (iya bayi 0th masih gratis loh), ada arena role play rumah-rumahan kayu beserta toilet, ranjang, dll yang Sa sukai... ada juga mainan baby- mini di booth Doktor yang kalau Sa, dia pakai untuk bolak-balik copot-pasang baju dan celananya, ini juga membantu banget anak se-usia Sa yang lagi belajar self help ( bantu diri) membuka dan memasang kembali celana dan bajunya.


Warna warni mainan dan arena juga menjadi perhatian saya. Owner sepertinya mempertimbangkan betul hal tersebut, tercermin sekali dari pemilihan warna pada tiap mainan yang cenderung cerah dan mencolok, warna ini berfungsi untuk mengembangkan juga imajinasi anak dan membangkitkan keceriaan anak saat bermain. Entah bagaimana, ibu-ibu seperti saya prefer mainan seperti ini ketimbang mainan lain di Mall yang menggunakan kacang / bahan makanan lain, sebagai media untuk melatih motorik anak, karena sekalipun Indonesia menghasilkan banyak kacang/ itu bersih/ diganti regularly, tetap saja menurut saya kurang bijaksana merubah makanan jadi mainan dan dibuang begitu saja pada akhirnya. 

Untuk yang mau bermain disini, cukup siapkan uang kurang dari 100ribu/anak ( ini sudah termasuk biaya 1 orang pendamping), dan diataas 100rb/ anak ( untuk main seharian). kenapa saya tidak kasih rate yang pasti, karena kayaknya tiap kidzoona itu beda-beda ya rate nya ( murah di Surabaya daripada di Jakarta, dan lebih murah lagi jika kamu sudah mempunyai member card) Untuk Member card, kita harus ngumpulkan 10 stamp selama setahun, dan member card masa berlakunya juga cuma 1tahun, tapi berasa banget jika punya member card, potongan harga s/d 3 anak/ sekali main.. dan untuk saya sih 1 jam main udah lebih dari cukup, apalagi jika anaknya seaktif Sa.. emaknya gak dikasih istirahat muter-muter terus keliling arena... tapi pada akhirnya, saya bahagia.. karena Sa bahagia dan tidur nyenyak selepas main👭

xx
Traveloro

Saturday, March 9, 2019

JJP ke : Taman Flora - Surabaya


Anrean Rusa
Semalam, setelah menutup percakapan dengan si Capt tentang apa yang akan saya lakukan esok hari, saya lalu tertidur dan terbangun dengan membaca text dari mba yg memberi tahu bahwa hp nya tidak bisa digunakan.. jadilah hari ini selain ke toko stationary, saya, kami, bakalan mampir ke toko Hp untuk membelikan mba Hp baru. Untungnya kami terbiasa Jalan kaki, Dan jalannya sampai keterusan ngelewati Taman Flora dan akhirnya tanpa keraguan, mampirlah kami kemari.


Ini cukup nyebrang aja kok dari toko Hp di Manyar. Eits.. buat yang belum tahu, kalau mau nyebrang disini harus modal NEKAD karena kalau nunggu, mereka gak akan pernah berhenti dan kasih kita kesempatan untuk nyebrang jadi kalo gak nekad ya sampai ganti bulan juga gak bakalan sampai di sebrang jalan.. ehehe


Berlokasi di Jalan Manyar, taman ini sungguh menarik perhatian karena lokasinya itu loh yang dekat banget sama terminal Bratang. Mungkin cuma 150-step dari terminal, kalian bisa sampai di Taman ini dengan menyelinap diantara pepohonan rindangnya. Karena, kami mengalami kendala menemukan pintu masuknya. Jadi terpaksa nyelip nyelip.. ( untung udah slim :P ) oke, satu kata pertama yang muncul di otak saya adalah ADEM. Jadi sekalipun namanya taman, akan lebih pantas kalau kita menyebutnya hutan kota, karena emang seadem dan serindang itu pohon-pohonnya.


Satu yang saya sesali disini adalah, toiletnya. Bayangkan aja, lagi butuh banget buang air lalu pas ke toilet duduk ( Karena toilet jongkoknya occupied) ada oknum yang meninggalkan jejak di dalam toilet, saya langsung enggan.. untung Sa juga bisa tahan pipis! Anak pinter <3 . saya sampai mikir kok ada ya manusia kayak gitu, memang toilet nya tidak bisa di flush ya tapi ada bak penampungan air, kenapa gak disiram sih, bikin ilfeel taukkk!!


Oke selanjutnya disini juga ada semacam ruangan untuk akses internet,, keren… awalnya dari jauh saya pikir.. rumah ini isinya buku-buku bacaan ternyata, pas masuk, ada beberapa computer yang sudah occupied sama anak-anak yang main games. Kita harus isi buku tamu 2x, pertama yang manual, lalu kemudian yang online juga.. habis itu youtuban deh, Sa ta setelin video dan saya lihat hal lain di internet.. nyamannya ruangan ini tersedia dengan AC yang mumpuni, jadi adeem rek..rekk…

feed the deer

Karena merasa udah capek dan rasanya kok panas.. kami putuskan untuk ke WTC lagi-lagi mau cari HP untuk mba pakai.. udah pesan gojek dan meninggalkan taman, lalu Sa byebye ke taman, kami baru tahu klo taman ini ada RUSA dan burung-burung.. sedih sih karena mereka harus dikandang dan kayak mau gak mau menghisap debu kendaraan bermotor yang massive,,  

Darah penasaran saya mendidih,, bangkitlah keinginan untuk kesini lagi jika ada waktu dan pas cuaca bagus.. kok datang juga hari itu,,, kali ini udah lebih pinter karena order gojek ( kemarin jalan kaki), dan pak-nya udah tahu turun dimana, jadi pas banget.. pas banget kita kesana untuk kedua kalinya,, lagi ada acara kontes ayam se Indonesia.. keren nya rek Suroboyoku rek,,,,,


Oh ya, di pintu masuk yang sebenarnya ( Soale kemarin lewat reruputan samping) ada bapak-bapak penjual kacang panjang untuk pakan rusa yang dibanderol dengan harga 1k/ikat, ada juga makanan ikan yang dibanderol 500-perak. Lumayan murah menurut saya, dan jumlahnya pas.. awalnya saya beli seikat.. lalu beli lagi karena Sa terlihat antusias sekali melihat rusa ( ini pertama kalinya Sa lihat rusa.. semoga dia gak kehilangan konsep menyayangi binatang setelah melihat aktivitas ini..

ada burung juga

Kelar dari situ sih… kemudian kita cari makan di semacam foodcourt yang disediakan dan pssst,,, mie ayam    disini enak sekaliii.. sekalipun ndak pakek ayam.. mie ini lumayan berkesan dilidah dan di hati saya..
Update: will definitely go back to see swing and all..
traveloro

Thursday, January 3, 2019

JJS ke: MCD



Sebetulnya nongkrong di kafe cepat saji adalah hal yang saya hindari, karena, semacam me-YES-kan prilaku tak sehat kepada Sa, tapi saya membuat pengecualian karena satu alasan. Dan alasan itu adalah, tak lain tak bukan, karena saya lagi mau cari suasana baru. Kemarin nya persis, saya baru aja ngopi di 3 tempat dalam waktu 1 hari, Strabucks skyline Sarinah, Upnormal Coffee Roasters sebelah Ashley Hotel & Dunkin Donut Kramat. Lalu teman saya ingin ketemu, ngajaknya kok nongkrong di Starbucks Lippo Puri, wes lah saya ganti aja tempat ketemuannya jadi di MCD Puri. Dengan pertimbangan, ada pojok tempat main anak disini.

di candid teman saya. hehe lucu ya.. 

Karena kebetulan ada motor, akhirnya kali itu, kami berdua pergi motoran ke MCD. Ada parkir dan cukup luas karena Mcd ini ada di bangunan sendiri, bukan di dalam mall, atau hanya ruko. Dan setelah beberapa lama free, akhirnya MCD memasang mesin parkiran ( kayaknya sih karena keseringan pengunjung mall sebelah ‘numpang’ parkir di sini.. saya termasuk,, dulu banget sih,, soalnya parkir di mall khusus mobil, sedang saya bawanya motor.. ) tapi, penjaga loket parkiran gak sampai meriksa STNK sih ( soalnya kami engga bawa) yang penting bawa uang buat bayar parkir dan juga struk parkiran tersimpan rapi dan tak tercecer.

Jarak yang hanya beberapa KM dari rumah dan jalanan yang cukup lancar pasca liburan old n new, membuat motoran sore itu hanya memakan waktu 10 menit. Yang lebih lama adalah cari parkiran karena, ya gitu.. masih banyak pengunjung mall yang numpang parkir disini, soalnya pas lihat MCD gak terlalu ramai juga, masih ada banyak bangku kosong tapi alamak parkirannya penuh sekali!  

the famous apple pie, walaupun enakan buatan sendiri

Inilah yang saya pesan untuk kami. Since saya gak mau memperlihatkan kehidupan dan polamakan yang salah ke Sa, sore ini pilihan saya jatuh ke Apple Pie, Chicken Bite & untuk minum saya pesan thai Tea sesuai request dia. Dan nongkrong di Resto Cepat Saji bisa seru juga! Walaupun Sa gak mau main di tempat mainan anak2, malah bolak balik minta diajak cuci tangan. Cinta kebersihan dan cinta main air adalah hal yang pembedanya  setipis kulit bawang.

Disini, teman saya memberikan Biji Kopi yang dia janjikan hari sebelumnya. Senang? Tentu saja! saya suka kopi, dan saya selalu senang diberi kopi, terlebih kopi yang kali ini diberikan masih berbentuk bean! Makin giranglah saya karena ini Arabica, <3 Tidak lupa, kami juga ber wefie-ria. sekalipun pakai timer supaya kena semua, dan dari beberapa kali jepret, ini yang agak lumayan, pipi tak tumpah, foto gak blur dan Sa berpose dengan gayanya sendiri. everybody  happy.

nongkrong di MCD boleh dibilang hal yang perlu sesekali dilakukan, dan pilihan menu yang tepat bahkan memungkinkan kita untuk nongkrong disini sekalipun tanggal tua, penting adalah selalu menjaga anak saat bermain atau mendampingi saat pergi ke toilet. Ingat, jika anak laki-laki tolonglah ayahnya yang ajak ke toilet, jangan ibunya. Kalian tidak akan membayangkan bagaimana reaksi anak-anak perempuan yang melihat anak laki di toilet perempuan. Mungkin mereka tidak terlalu menganggap serius, tapi segala sesuatu dimulai dari kebiasaan, dan marilah menumbuhkan kebiasaan yang baik sejak dini. Bukan hanya untuk anak kalian saja, tapi untuk anak-anak yang tumbuh di sekitarnya.

Cheers,
Traveloro