Tuesday, January 1, 2019

Misa awal tahun di Gereja St. Teresia - Menteng


Dari banyak hal di dunia ini. Salah satu yang saya tidak percaya adalah: Kebetulan. Kalau orang suka bilang “ kebetulan banget ya kita ketemu disini..” atau “ well,, kebetulan aku bawa lebih..” no I didn’t believe it at ALL..
Kami, atau saya ( karena merasa masih terlalu dini untuk menyebut bahwa Sa akan sepaham dengan saya) lebih percaya dengan atau sebutlah ini ucapan “ Pasti udah diatur sama Tuhan”atau "beruntungnya..."
Sebetulnya, dari dulu, saya sangat senang Jalan-jalan, dan bukan berarti kehadiran Sa bakalan menghalangi hal yang saya sukai, tapi sekarang lebih ke priority sih, karena saya Stay at Home Mum, alias 24/7 untuk Sa, budget Jalan-jalan jadi terbatas, dan juga kemanapun dan apapun yang dibeli, harus berfikir ratusan atau ribuan kali, tanpa bermaksud lebay, saya, sering atau bahkan selalu melakukannya, berpikir ribuan kali hanya untuk pergi ke taman, misalnya. Dari apa yang harus dibawa sampai apa apa aja yang bakalan dilakukan. Karena berpergian cuma berdua, saya selalu memikirkan worst scenario misalkan Sa jatuh tersandung dan keningnya benjol atau berdarah, atau scenario kocak kayak gak kepikiran dia bakalan ngompol di starbucks atau di pangkuan saya saat kami nonton bioskop ( maklum udah gak ber-diapers dia sekarang), kayak harus berkali kali di sounding tentang “ kalau mau potty bilang ya” bawa baju dan celana lebih sih pasti, buat anaknya, ibunya? Ngga pernah! Jadi ya waktu itu harus ngeringin rok yang kebasahan di mesin pengering tangan, yang ada di dalam toilet. Dan karena biasanya kami pergi cuma berdua, saya pastikan selalu pakai back pack atau tas ransel supaya gampang dibawa dan muat banyak, sekalipun harus dibawa sambil lari mengejar Sa yang larinya nge gas banget.
Well, ok, um… karena umumnya orang old & new di luar kota, dan kami pun, kayaknya indah jika awal tahun ini diisi dengan hal yang positif dan bersahaja. Jadi itu lah yang kami lakukan.
Selama 30tahun, ( Upss setua itu yees.. im old but young at heart,, percayalah) saya selalu merayakan Old & New bersama keluarga besar, bersyukurnya, sekalipun satu persatu dari mereka berkeluarga, punya banyak uang dan anak-anak yang lucu dan menggemaskan, mereka tetap luangkan waktu untuk berkumpul, untuk bercanda dan makan malam bersama sampai waktu pergantian tahun tiba, kami berdoa bersama, dan saling mengucapkan permohonan yang positif satu dengan lainnya.
Dan selama itu pula lah, saya nggak pernah aware kalau gereja Katolik punya semacam perayaan saat old & new. Karena waktu nya yang berdekatan dengan  xMas, saya merasa apa perlu misa ini? Toh di rumahpun kami selalu panjatkan doa saat malam pergantian tahun. Dulu saya pernah ditawari ikut misa tutup tahun di Gereja, tapi, saya tolak, wong saya harus di rumah bersama keluarga, pikir saya begitu.
Malam tahun baru pun tiba, doa doa dan berbagai hidangan sudah tersedia dan kami habiskan. Tapi, rasanya ada yang kurang. Selain doa bersama keluarga, saya merasa perlu berdoa juga di Gereja, untuk berterimakasih kepada Tuhan yang sudah memelihara saya dan Sa selama tahun 2018. Begitu banyak kesehatan, suka cita dan tawa yang boleh kami rasakan. Untuk itulah saya merasa perlu pergi ke Gereja. Dan berutungnya saya, hal itu bisa terwujud.
Bukan kebetulan namanya kalau Tuhan sudah merencanakan. Dan Yup. Sedikit guyuran hujan pun tak jadi soal, kami berdua tiba di Gereja tepat sesaat sebelum misa di mulai. Dan boleh dibilang kami beruntung karena masih tersedia kursi kosong di bagian dalam gereja, pas untuk 2 orang, saya dan Sa. 


Diawali dengan doa Santo Angelus, kami pun, mampu mengikuti misa awal tahun yang mulai pukul 18.00 dengan khidmat sekalipun sedikit kedinginan karena sisa hujan yang menempel di kulit & baju kami tertiup hebusan air AC di dalam Gereja. Dan Sa, cukup anteng bahkan tidak minta ke toilet untuk cuci tangan atau potty. Beneran anteng di bangkunya, pikir saya, dia pasti juga senang kami bisa pergi ke Gereja. Bahkan percaya atau tidak, Sa lah yang membuat saya tidak pernah melewatkan misa minggu-an di Gereja…selesai Misa, Sa sempat mengantre untuk bisa berdoa di patung Bunda MARIA ( Sa bilangnya Bunda Ria) mengambil 1 lilin dan membakarnya sendiri begitu ada tempat kosong..
Secara sederhana, saya bisa bilang bahwa banyak hal yang pasti akan terjadi di tahun yang baru ini. Saya tidak banyak memanjatkan keinginan-keinginan ataupun mimpi-mimpi saya, cukuplah dengan permintaan supaya Tuhan selalu mengundang saya, kami, ke Gereja. Supaya kami selalu memiliki ketenangan hati dan pikiran, selalu mau mencoba dekatkan diri kepadaNYA dan segala kebaikan pasti akan mengikutinya…


Xx
Traveloro..

No comments:

Post a Comment