Dari banyak hal
di dunia ini. Salah satu yang saya tidak percaya adalah: Kebetulan. Kalau orang
suka bilang “ kebetulan banget ya kita ketemu disini..” atau “ well,, kebetulan
aku bawa lebih..” no I didn’t believe it at ALL..
Kami, atau saya
( karena merasa masih terlalu dini untuk menyebut bahwa Sa akan sepaham dengan
saya) lebih percaya dengan atau sebutlah ini ucapan “ Pasti udah diatur sama
Tuhan”atau "beruntungnya..."
Sebetulnya, dari
dulu, saya sangat senang Jalan-jalan, dan bukan berarti kehadiran Sa bakalan
menghalangi hal yang saya sukai, tapi sekarang lebih ke priority sih, karena
saya Stay at Home Mum, alias 24/7 untuk Sa, budget Jalan-jalan jadi terbatas,
dan juga kemanapun dan apapun yang dibeli, harus berfikir ratusan atau ribuan
kali, tanpa bermaksud lebay, saya, sering atau bahkan selalu melakukannya,
berpikir ribuan kali hanya untuk pergi ke taman, misalnya. Dari apa yang harus
dibawa sampai apa apa aja yang bakalan dilakukan. Karena berpergian cuma
berdua, saya selalu memikirkan worst scenario misalkan Sa jatuh tersandung dan
keningnya benjol atau berdarah, atau scenario kocak kayak gak kepikiran dia
bakalan ngompol di starbucks atau di pangkuan saya saat kami nonton bioskop (
maklum udah gak ber-diapers dia sekarang), kayak harus berkali kali di sounding
tentang “ kalau mau potty bilang ya” bawa baju dan celana lebih sih pasti, buat
anaknya, ibunya? Ngga pernah! Jadi ya waktu itu harus ngeringin rok yang
kebasahan di mesin pengering tangan, yang ada di dalam toilet. Dan karena
biasanya kami pergi cuma berdua, saya pastikan selalu pakai back pack atau tas
ransel supaya gampang dibawa dan muat banyak, sekalipun harus dibawa sambil
lari mengejar Sa yang larinya nge gas banget.
Well, ok, um…
karena umumnya orang old & new di luar kota, dan kami pun, kayaknya indah
jika awal tahun ini diisi dengan hal yang positif dan bersahaja. Jadi itu lah
yang kami lakukan.
Selama 30tahun,
( Upss setua itu yees.. im old but young at heart,, percayalah) saya selalu
merayakan Old & New bersama keluarga besar, bersyukurnya, sekalipun satu
persatu dari mereka berkeluarga, punya banyak uang dan anak-anak yang lucu dan
menggemaskan, mereka tetap luangkan waktu untuk berkumpul, untuk bercanda dan
makan malam bersama sampai waktu pergantian tahun tiba, kami berdoa bersama,
dan saling mengucapkan permohonan yang positif satu dengan lainnya.
Dan selama itu
pula lah, saya nggak pernah aware kalau gereja Katolik punya semacam perayaan
saat old & new. Karena waktu nya yang berdekatan dengan xMas, saya merasa apa perlu misa ini?
Toh di rumahpun kami selalu panjatkan doa saat malam pergantian tahun. Dulu
saya pernah ditawari ikut misa tutup tahun di Gereja, tapi, saya tolak, wong
saya harus di rumah bersama keluarga, pikir saya begitu.
Malam tahun baru
pun tiba, doa doa dan berbagai hidangan sudah tersedia dan kami habiskan. Tapi,
rasanya ada yang kurang. Selain doa bersama keluarga, saya merasa perlu berdoa
juga di Gereja, untuk berterimakasih kepada Tuhan yang sudah memelihara saya
dan Sa selama tahun 2018. Begitu banyak kesehatan, suka cita dan tawa yang
boleh kami rasakan. Untuk itulah saya merasa perlu pergi ke Gereja. Dan
berutungnya saya, hal itu bisa terwujud.
Bukan kebetulan
namanya kalau Tuhan sudah merencanakan. Dan Yup. Sedikit guyuran hujan pun tak
jadi soal, kami berdua tiba di Gereja tepat sesaat sebelum misa di mulai. Dan boleh
dibilang kami beruntung karena masih tersedia kursi kosong di bagian dalam
gereja, pas untuk 2 orang, saya dan Sa.
Diawali dengan
doa Santo Angelus, kami pun, mampu mengikuti misa awal tahun yang mulai pukul
18.00 dengan khidmat sekalipun sedikit kedinginan karena sisa hujan yang
menempel di kulit & baju kami tertiup hebusan air AC di dalam Gereja. Dan Sa,
cukup anteng bahkan tidak minta ke toilet untuk cuci tangan atau potty. Beneran
anteng di bangkunya, pikir saya, dia pasti juga senang kami bisa pergi ke
Gereja. Bahkan percaya atau tidak, Sa lah yang membuat saya tidak pernah
melewatkan misa minggu-an di Gereja…selesai Misa, Sa sempat mengantre untuk bisa berdoa di patung Bunda MARIA ( Sa bilangnya Bunda Ria) mengambil 1 lilin dan membakarnya sendiri begitu ada tempat kosong..
Secara
sederhana, saya bisa bilang bahwa banyak hal yang pasti akan terjadi di tahun
yang baru ini. Saya tidak banyak memanjatkan keinginan-keinginan ataupun
mimpi-mimpi saya, cukuplah dengan permintaan supaya Tuhan selalu mengundang
saya, kami, ke Gereja. Supaya kami selalu memiliki ketenangan hati dan pikiran,
selalu mau mencoba dekatkan diri kepadaNYA dan segala kebaikan pasti akan
mengikutinya…
Xx
Traveloro..
No comments:
Post a Comment