Showing posts with label #weekenddiJakarta. Show all posts
Showing posts with label #weekenddiJakarta. Show all posts

Sunday, February 20, 2022

Staycation @ Grand Tropic Hotel Jakarta

monkey swimming

Sudah seminggu kami di Jakarta, betulan gak berasa loh udah seminggu di Jakarta.. seperti nya baru kemarin naik kereta dari stasiun Pasar Turi, dan mengantre untuk tes antigen,, dan karena angka positif covid yang lumayan tinggi di Jakarta, kamipun hampir gak kemana-mana, hanya full dirumah dan Sa yang puas main dengan saudara seumurannya, dan juga kegiatan sekolah online yang dia jalani hampir setiap paginya.

my list

jauh sebelum ke Jakarta, saya sudah menulis makanan apa saja yang ingin saya makan selama di Jakarta, seminggu disana, saya bahkan hanya berhasil mencentang beberapa makanan, dan tersisa beberapa makanan lain yang tidak sempat saya cicipi. Padahal list nya pun nggak banyak-banyak amat.. jadi rangkuman 7 hari di Jakarta hanya waktu berkualitas sama anak & saudara-saudara (again, angka covid yang tinggi bikin kita gak bisa kumpul setiap hari, full team kumpul hanya di hari minggu, sewaktu adiknaburju Mitoni & gender reveal dirumah mama) karenanya, ku putuskan untuk  staycation sehari sebelum kami kembali ke Surabaya. 

the view from the pool

Alasannya? karena ingin sedikit memanjakan anak satu-satunya yang lagi senang berenang, ke jakarta, hal pertama yang dilakukan nya adalah memastikan baju renangnya ada di koper, untuk dibawa kejakarta, karena ingin sekali berenang dengan sepupu-sepupunya, atau memperlihatkan ke budhe-budhe nya bahwa dia sudah berenang dengan sangat baik (personally untuk Sa, masuk ke kolam renang tanpa menangis dan kepalanya terkena air tanpa penolakan adalah memang sebuah prestasi. pernah nggak anakmu mimisan setiap habis mandi pagi?? itulah yang belum lama yang lalu terjadi pada Sa, karena ternyata ketidak-suka-annya terhadap air adalah karena pembuluh darah nya yang sensitif sehingga apabila terkena air dikepala, sering langsung mimisan karena pembuluh darah di hidung begitu tipis sehingga kena air sedikit dingin dipagi hari akan membuatnya pecah begitu saja). 

tired after swimming

Beberapa hotel ada dikepala saya, tapi akhirnya saya pilih untuk bermalam di grand tropic karena; kolam renangnya bisa dipakai dan ukurannya cukup besar, ratenya hemat dikantong, spacious room (asli besar banget untuk ukuran hotel hemat dikantong), cukup dekat dari stasiun, mengingat besok pagi sehabis subuh kita harus berangkat ke stasiun untuk kembali ke Surabaya, dan yang terakhir, bisa pandangi cityview dari dalam kamar, dengan membayar 300ribuan saja, kami bisa menginap di hotel bagus ini. menurut hasil googling dan hasil scroll applikasi, hotel ini termasuk kedalam hotel bintang 4, lumayan banget sih rate untuk hotel bintang 4. kami sendiri HANYA PESAN ROOM ONLY, karena, berpikir pasti akan sarapan di stasiun.

Sehabis check in, dan diberikan kunci kamar, kami langsung naik, lift dengan smooth membawa kami ke lantai 12, kamar kami tidak begitu jauh dari lift, dan kami langsung meletakan koper dan barang lain, dan kembali turun kebawah untuk berenang, di lift saat turun, kami berpapasan dengan keluarga yang baru saja selesai berenang, saat itu saya sedikit worry kolam akan ramai.. ternyata begitu sampai di kolam hanya ada 1 anak kecil yang berenang di kolam kedalaman 1,15m. sepi begini disaat lagi pandemi membuat hati tenang bukan main.. karena kalau kolam ramaipun, kami tidak akan berenang. takut tertular virus.

the bathtub

Disini ada beberapa kolam, dengan berbagai kedalaman. Sa memilih berenang di kolam kedalaman 1,15 hanya karena kolam yang lebih rendah (80cm kalau tidak salah) ada isi pasir-parisnya yang menurut dia bakal membuat renang tidak nyaman. saya pun duduk sambil menikmati kolam dan suara air terjun buatan, sungguh sebuah definisi santai sore yang sebenarnya. Puas berenang, kami lalu kembali ke kamar. Sa sendiri melanjutnya 'main air' dengan berendam air hangat di bathtub hotel. senangnya... fasilitas kamar memang luar biasa. 

dinning table
spacious living room

the kitchen
also the kitchen


kamar terbagi menjadi 2 ruangan, ruang tamu & ruang tidur. ruang tidur, terdapat 3 ruangan terpisah; ruang tidur, wardrobe dan kamar mandi. sementara, ruang tamu dilengkapi dengan dapur, meja makan, dan kulkas 1 pintu. interiornya mirip apartemen dengan 1 kamar, luas ruangan juga dimanfaatkan dengan sangat baik, interiornya betulan seperti apartemen 1BR. satu hal yang membuat saya kurang nyaman adalah, suara berisik di area ruang tamu setiap kali air hangat di kamar mandi saya nyalakan. saya jadi berfikir apakah instalasinya ada di setiap kamar atau gimana.. kurang paham tapi cukup mengganggu. 

Hotel juga menjual popcorn di lobby, Sa sudah bolak balik minta dibelikan popcorn, jadilah beli popcorn dan juga berbelanja sedikit makanan dan air minum di Daily foodhall yang ada di lantai bawah dekat lobby utama yang menyatukan tower hotel dan tower apartemen nya. saya juga order online Burgreens, karena di Surabaya nggak ada Burgreens, ada sih.. tapi cuma beberapa menu saja, dan itupun collab dengan coffee shop kecintaan saya SBUX. senangnya bisa merasakan makanan burgreens yang enak DAN MAHAL ITU.

TV di ruang tamu, work properly. Tidak ada kesulitan mengoperasikannya, dan thankfully, program tv kabel juga bisa di tonton dan gambarnya bagus. malam hari kami habiskan mengobrol sambil menonton sementara dia juga sibuk nyemil pop corn nya. Malam berlalu semakin larut, Sa saya ajak ke kamar untuk tidur, karena besok subuh (jam 6 pagi) sudah harus check out dan tes antigen di Stasiun. dia pun setuju dan tidak lama setelah saya bacakan cerita, dia tertidur pulas. Sementara saya sendiri cukup takut ketiduran dan ketinggalan kereta (cukup sudah masa muda ku habiskan dengan ketinggalan pesawat berulang kali) memang semesta ini selalu punya cara untuk membuat kita tetap rendah hati, bila dulu santai walaupun uang hilang sia sia, tiket hangus karena ketinggalan pesawat, hari ini saya bisa takut tiket kereta hangus padahal nominalnya hanya 10% dari tiket pesawat. tapi i manage to fall asleep juga beberapa jam.. 

pintu ke kamar tidur. 

re-pack koper dan tas jinjing, supaya besok pagi bisa check out dengan nyaman... menikmati sekali lagi pemandangan jalanan jakarta dimalam hari.. begitu indah nya lampu lampu kendaraan yang lalu lalang,, dan tetidur sekitar jam 2 pagi.. sudah lama rasanya tidak tidur se-pulas-ini,, senang.. sampai sampai..  

jakarta'S Traffic @5AM

terbangun jam 3 pagi dan menghabiskan makanan yang tersisa, merebus air di electric jar dan menuangnya kedalam termos yang memang saya bawa untuk berpergian. entah... sekalipun selalu pakai masker, polusi Jakarta tetap membuat kami flu dan bersin bersin nyaris radang. jam 5 pagi saya membangunkan Sa, kami pun bersiap dan turun ke lobby jam 6 pagi, tidak berapa lama, taksi online yang kami pesan pun datang.. dan kami kembali ke Surabaya.

See you on another stories of US.  





Saturday, December 8, 2018

Main di : Taman Banteng - Jakarta Pusat



Kayaknya udah jadi semacam keinginan yang cukup terjaga di hati, bagi saya untuk mengajak Sa ke Taman. Taman mana saja boleh. Selama itu rumputnya hijau, bukan artificial, ada mainan untuk anak-anak lebih bagus, tidak ada pun, tak masalah, yang penting engga ada orang pacaran yang sliweran dan kelihatan mata Sa. Karena dia pasti akan langsung Tanya, ngapain kakaknya, bu.. bisa linglung ibu jawabinnya.. hehehe
Saya sampai bikin semacam list, taman-taman mana saja yang sudah pernah kami berdua kunjungi since Sa masih bayi piyik.. taman pertama, will be, taman depan rumah, yup! Rumah di depan taman punya banyak manfaat emang.. bersyukurnya orangtua saya dulu memilih rumah ini dan kami bisa menjaganya sampai hari ini, pun taman depan rumah yang selalu ditata baik sama tim dari dinas pertamanan & pemakaman DKI Jakarta sejak bertahun-tahun lalu. Bahagia.

Lalu kemudian, taman di belakang rumah. Curang gak sih? Enggak kan ya.. hahah karena emang perumahannya di taman, jadi wajar kan ya kalau disekitaran rumah banyak taman. Tambah lagi, banyak RPTRA bermunculan yang membuat saya girang dan lega, ada tempat untuk mengajak Sa Jalan Jalan sore untuk menghabiskan waktu dan energi beliau. Maklum untuk ukuran bayi, Sa termasuk energic dan akan sangat bagus jika energy  nya bisa tersalur dan ujungnya dia bisa tidur nyenyak sebelum jam 7 malam.

Oke-oke, bakalan gak kelar kelar ini ya kalau bahas taman yang didatangi tapi lokasinya di dekat rumah, sekalipun RPTRA sih ya kayak effortless aja, ke taman kok Jalan kaki, Bu!! Nah, taman pertama terjauh yang pernah kami kunjungi adalah taman Ayodia ( dikawasan blok M, Barito), back then, ayodia pancorannya lagi trouble jadi cuma air kolam menggenang dan rodok kotor, saya sih senang senang aja Jalan disana, saat itu Sa lagi belajar Jalan ( June 2017) dan juga banyak ikan di kolam, Sa girang bukan main. Dan Ya. Dia sudah bisa Jalan di usia 1th.

Taman kedua, adalah taman yang letaknya tidak begitu jauh dari taman Ayodia, cuma nyebrang dan sedikit turun tangga. Ketemu deh sama taman ini. Taman Langsat namanya. Lumayan lebih rapi, sekalipun ada beberapa fasilitas yang rusak/ tidak terawat, dan letaknya yang agak tersembunyi ( dibawah jembatan) jadi taman ini cukup sepi, dan kemungkinan besar dipenuhi orang pacaran jika hari sudah mulai gelap. Banyak bench gitu, dan banyak pohon membuat banyak nyamuk yang siap sedia menggigit kapan saja. kami gak betah lama-lama disini, lalu memutuskan pulang.

panorama dekat musalla Taman Banteng

Lalu taman yang baru-baru aja kami kunjungi adalah Taman Banteng, di Jakarta Pusat. Lokasi nya yang dekat dengan pusat pemerintahan, layak diberi kunjungan karena Luasnya, Fasilitasnya dan yang pasti pengin kami ketahui adalah ketersediaan toilet& kamar mandi beserta kebersihannya. Dulu, beberapa tahun yang lalu, saat saya masih suka mampir untuk ibadah di Katedral, taman ini masih biasa-biasa aja, ntah terbuka untuk umum atau tidak, tapi kondisi dari luar yang terlihat gersang dan tandus membuat saya enggan untuk coba menjelajah, tapi kini, taman ini sudah bebenah diri, banyak hal yang berubah, pastinya menjadikan taman ini tempat nongkrong kesukaan Sa.



Bagaimana tidak, baru tiba saja, Sa udah langsung lari nge gass,, sore itu, saat matahari masih betul-betul diatas kepala dan sinarnya masih menusuk kulit, Sa malah lari-lari menuju air. Jadi dari kawan, saya tahu bahwa Taman Benteng ini ada kolam luas ber-air mancur yang emang kalau malam malam dan hari tertentu menyala dan berdansa dengan cantiknya ( mungkin persis fountain di Monas ya), tapi karena masih sore, dan weekday, rasanya fountain itu gak akan dancing, dan emang bukan fountain yang mau Sa lihat, tapi air kolam yang membuat nya penasaran, apakah ada ikan di dalamnya. Begitulah Sa, dimana ada air dengan volume yang cukup banyak, dia akan langsung memberikan pertanyaan template yaitu “ ada ikannya gak bu”

Karena kami pergi diatar pa gojek, kami diturunkan persis di pintu masuk yang menghadap Patung. Dan jika Jalan ke Kiri, ada taman main khusus anak-anak, ramah anak, sayang nya masih ada penjual yang masuk berjualan sampai ke dalam taman, yang membuat saya jadi risih, bukan risih sama penjualnya, risihnya itu kalau ada yang beli lalu BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Please deh, banyak banget padahal tempat sampah di dalam taman. Bagus bagus taman dibikin, mental pengunjungnya ya harus dibagusin dong, paling tidak sadar diri untuk buang sampah di tempat yang disediakan. Kalau engga, gak usah jajan deh, atau gak usah datang, bikin mata risih lihatnya..

ngebekal. ketaman yang niat. dan sehat

Traveloro belok ke Kiri untuk mencoba mainan anak-anaknya, cukup komplit dan bersih, serta hijau. Adem mata walaupun sinar matahari lagi terik. Ada beberapa mainan ‘mewah’ yang engga ada di RPTRA manapun ( yang sudah kami kunjungi), dengan kondisi terawat. Eniwey, kami membawa bekal loh. Emang sudah saya biasakan sejak awal kenal makanan, setiap kali pergi pasti bawa bekal. Dan kali ini bekalnya adalah Jus Sayuran ( Kale, Lemon & Banana), Keju, Susu UHT. Semuanya, habis dan Sa masih bilang lapar, oleh karenanya, sepulang main kami putuskan untuk ngopi di KM 56.

jus sayuran saya & Sa. tebak siapa yang habis duluan

Dan selurusan taman anak, ada lapangan basket yang menurut informasi, selalu ramai, artinya, taman ini juga udah membantu anak-anak mendapatkan hak bermainnya. Itu bagus! Mengingat banyak anak-anak yang karena tak ada lahan bermain, mereka nekad main bola, sepeda-an,  di kuburan atau pinggir Jalan, bahaya & rawan.

kami berdua. traveloro

Lalu di tengah lapangan ada fountain dan kolam yang di kelilingi bangku semenan berundak seperti kursi pertunjukan. Kebayang indahnya menonton pertunjukan air mancur berdua Sa di malam hari. Pagi hingga sore hari sering dibuat foto-foto karena memang instagramable sekali, perpaduan warna cat abu-abu dan sulur sulur daun warna hijau tak beraturan terkesan natural namun cantik. kamipun ikutan foto, yah karena minta difotoin, jadi hasil nya begini ini.. heheh cantik kan.. 

Dibelakang kursi undakan ini ada toilet dan wastafel air. Reaksi pertama saya adalah takjub! Setelah pertama kali melihat wastafel air semacam ini hadir di Soetha beberapa tahun lalu, kali ini saya melihat wastafel ini di taman. Sungguh kemajuan yang cukup jempolan. Beberapa kali saya memergoki orang bodoh yang cuci tangan di wastafel ini. Padahal sudah ada tulisannya ini kran ini untuk minum dan bukan untuk cuci tangan, sesulit itu kah membaca informasi di depan mata??  Untuk toilet, bersih tapi lantainya basah, jadi cepat kotor kalau banyak pengunjung.

papan informasi disalah satu sudut taman

Not sure berapa luas taman ini secara keseluruhan, yang pasti luas banget. Kami belum sempat menjelajah semua area, mungkin hanya setengahnya, baru beberapa kali kesini dan juga selalu dibuat Jompo mengejar Sa yang lari sana sini dan terpaksa menggendong dia.. ada beberapa arena bermain anak, ada juga penjual makanan di pinggir taman bagian luar yang makin ramai ketika hari mulai gelap. Tukang nasi goreng, mie ayam, tahu gejrot, somay, hingga batagor, you name it. Semua ada.

cantik ya

Di sudut taman yang lain ada semacam bangunan semi permanen, meja, kursi, ayunan dan panggung yang semuanya terbuat dari kayu. Keren, kreatif tapi ada risky kalau naik ke rumahnya, mungkin udah lama, atau terlalu sering di pijaki dan dipakai untuk berfoto maka para paku sudah mulai mengintip dari kayunya. Eniwey, ada semacam gubuk yang bisa dipakai untuk duduk santai didekat sini, tapi ya gitu, pas kami kesini lagi ada pasangan rebahan, entah apa yang mereka pikirkan, pantaskah melakukan itu di taman umum yang harusnya buat jogging sore atau olahraga atau bonding sama keluarga.. 

Kalau mau Jalan sedikit kearah kiri setelah bangunan ini, kalian akan ketemu sama musolla dan area bermain anak ( lagi) ada ayunan, ada jungkat jungkat jungkit juga perosotan kalau gak salah inget) dan gak jauh dari sini ada fouintain lagi, tapi kurang terawatt, berlumut dan ada banyak sampah plastik menggenang dikolamnya ( suka gemes sama manusia manusia yang buang sampah sembarangan). Menjelang magrib lampu taman akan mulai menyala, bagus deh setiap lampu ada rumahnya dan juga rumahnya ini bercorak jadi memberi efek cantik saat kita melihat bayangan cahayanya sepanjang Jalan. Saya gak sempat disini sampai malam hari karena lokasinya yang cukup jauh dari rumah dan terlebih macet yang akan dihadapi jika pulang terlalu malam atau pulang pas bareng orang kantor pulang.

Menurut saya, taman-taman cantik serupa gini harus selalu diusahakan, harus ada dan jika sudah ada, harus betul betul dijaga dan dirawat, baik dari dinas pertamanan&pemakaman, dan utamanya para pengunjung juga harus tahu how to behave. Pasti taman bakalan selalu bagus dan enak dikunjungi sekalipun usianya sudah tua.


Xx
traveloro

Sunday, April 29, 2018

Weekend ke: @INA CRAFT

sekalipun jadi Stay at Home Mum, saya mengusahakan setiap hari dalam seminggu menjadi hari-hari yang asyik buat Sasa.. biar dia selalu heppy.. karena kalau dia heppy ngasih sugesti apapun, APAPUN pasti lebih ngena lebih masuk daripada kalau dia lagi bad MOOD trus di suggestikan.. bubar jalan deh suggestinya.. 


kayak mungkin kalau weekdays kami biasa ke Taman, atau ke Pasar... pas weekend dia lihat sepupunya jalan, dia pingin ikutan, end up nangis gak udah-udah.. akhirnya saya buru-buru googling, bersyukur ada satu website yang mewadahi event-event selama setahun penuh,,  nih kalian bisa cek sendiri ya.. lengkap banget... dan kebetulan pas tanggal ini,, ada 2 event yang bisa dan mungkin kami datangi,, yang pertama ini event kebudayaan SumBar berlokasi di TIM ( Taman Ismail Marzuki ) dan satu lagi adalah INA CRAFT berlokasi di JCC. dua-dua nya saya pertimbangkan dengan cukup seimbang.. tapi saya pikir kalau ke acara INA CRAFT gak terlalu jauh banget dari rumah,, dan bisa di tempuh pakai angkot.. Dan Syukurlah, Sa tipikal anak yang entengan banget,, bisa naik kendaraan umum, angkot sekalipun, kami berdua bahkan bisa tidur sepanjang perjalanan.. traveloro turun di Palmerah dan lanjut naik gojek ke JCC. 




Saat masuk ke dalam,, langsung disambut dengan booth dari Daerah Lamongan & Banyuwangi. Sebagai arek, saya bangga betul, walaupun di pintu masuk lain, yah booth dari daerah lain juga siy.. hehehe.. at least, pas saya masuk langsung seger mata dengan batik batik cantik dan pernik2 unik dari daerah JAWA TIMUR.. IM PROUD AREK!! 


Tapi tau kan JCC itu ada beberapa bagian,, nah pas masuk ke dalam gedung yang ber AC,, pas banget di pintu masuknya, ada pernak-pernik dari DKI Jakarta. wih.. mata Sa langsung tertuju pada mainan 'Ondel-Ondel' kayu kecil ( kayak 15cm mungkin) sepasang 100k. dan udah di book! kalau mau ya harus PO kayak mingguan gitu.. udah jiper duluan... untung aja Sa mood nya bagus,, Happy banget,,, jadi dia langsung lari ke booth lain..




Nah di booth Pasuruan ini,,, saya naksir kain batik,, beberapa, tapi harganya,, bikin migrain,, bukan apa-apa sih,, kalo dulu mungkin saya gak pakai mikir lagi langsung aja beli.. tapi prioritas berubah sejak ada Sa di hidup saya.. jadinya cuma bisa fotoin booth nya aja sambil berharap entah tahun depan balik ke INA CRAFT atau traveloro bisa berkunjung ke Pasuruan dan hunting batik batik cantik disana.. *lipat tangan* semoga kelakon...


di booth nya Jawa Tengah, kami ada adopsi perkakas dari kayu mahoni. gak kepikiran awalnya, tapi akhirnya setelah menawar dan kedip-kedip,, satu tepat brosur berbentuk robot dan sulit kayu bisa kami bawa pulang dengan harga miring.. penjualnya juga ramah pisan,, bikin saya gak tega ninggalin booth tanpa beli.. untung aja ada tempat brosur itu,, soalnya klo sutil kayu ato sendok garpu dari kayu,, kita udah punya BANYAK!!!




Ini Hasil Selfie setelah belanja perkakas kayu mahoni tadi,, pada ngeh kan traveloro hanya bawa tas slempang dengan kresek di ikat ke tas jadi gak nenteng-nenteng dan juga bisa pegang Sa,, ( kalo gak gitu bisa kemana-mana anaknyaa. banyak mainan lucu juga soalnya disini...) Merupakan kebanggan bagi saya sendiri,, karena Sa udah lulus toilet training diusianya yang baru setahun. jadi kalau pergi ke tempat yang gak terlalu jauh dari rumah dengan durasi yang lumayan singkat, bisa bawa tas slempang super imut ini.. bahkan Sa sempet mampir toilet sini untuk Potty heheh...



Tiba di booth nya ACEH BESAR, ujug-ujug saya kangen ke Aceh, kangen sama keindahan alamnya, kangen mau snorkel di Sabang nya,, duh duhh... semoga lekas kesana kali ya ajak Sa... Well, Ya, karena saya cukup aneh dan selalu cintai sesuatu yang unik dan etnik,, tas-tas rajut Aceh ini sangat amat TO BUY sih... modelnya beragam, trus rajut nya pun cantik pisan, apalagi kalau pada sempet beli yang rajutan 'pintu aceh' youre lucky! me too dong! saya juga lucky karena bisa berkali-kali belanja tas langsung di toko Suvenir 'Putro Aceh' di Kota Langsa dan Banda Aceh.. whehehe soalnya kalau udah di acara-acara kayak gini,, wis mesti MAHALLL.. harganya pun berlipat gandah.. tapi sesuai lah,, jadi gak perlu repot-repot order tiket pesawat ke Banda Aceh hanya untuk belanja tas.. Kopi Gayo dari Aceh juga TO BUY! Rasanya Juaraakkkkkkk... ( pstt.. itu kopi kesukaan Sa loh.. hihihi ) 


Kaki Traveloro sangat amat kuat menjelajahi setiap booth yang ada disana.. beli sih engga ya.. lihat-lihat dulu lah.. siapa tau ada yang ditaksir.... atau minimal ngumpulin kartu namanya dulu ( #Lol) karena sejujurnya emang banyak yg ditaksir,, kayak sarung batal bordiran 'ondel-ondel' yang harga per-piece nya 350k dan pas di booth BALI sama Lombok saya naksir banget sama tas rattan round yang keren banaget sih.. tapi harganya bwoookkk... mihil... pas lihat price tag nya,, saya di tegur sama yang jaga booth dengan kata-kata " ya sesuai lah, kan di impor dari Lombok, kak" okay dengan kata-kata itu saya jadi tahu, ini orang bisa banget ya baca lirikan mata saya..atau tatapan mata saya terlalu judging ya... 


Well, INA CRAFT 2018 indah banget. pengalaman pertama saya ngajak Sa ke event/bazzar sih.. seru.. isi di tas cuma dompet, hp, susu Ultra Mimi dan tissue Basah, tok... dan meskipun Sa seneng jalan dan lari-lari keliling booth,, kadang saking khawatirnya dia nyenggol lukisan ato patung atau karya seni lainnya,, saya gendong juga,, tapi overall,, saya bisa bilang kalo INA CRAFT ini sangat recommended sekali buat habisin weekend ( dan gratis pulak!) dan ramah anak-anak.. 


Sayangnya, pedagang makanan sebelah JCC udah gak bisa liar, semuanya udah di koordinir di food court yang bayarnya pakai Jackcard ato semacamnya lah ya,, dengan harga yang lebih mahal dari biasa,, ini saya gak tahu ya bakalan permanen seperti ini atau hanya karena persiapan ASEAN GAMES aja jadi dibagusin bangunan para tukang jualan ini..