tapi kalau urusannya sama eskirm enak,, saya maju paling depan!!!
Dulunya waktu bolak balik kerjaan, liburan atau main ke rumah saudara di Surabaya, makan ice cream Zangrandi ini cuma wishful thinking aja.. niat tok.. tapi ada aja kendala yang bikin batal terus.. kok yaaa.. sekarang setelah resmi jadi penduduk migran Surabaya dan ada Sa dan beberapa kali ngeh lewatin lokasi yang di Yos Sudarso, dan Zangrandi grande itu, jadi kepengin deh ngeskrim..
Rencana sudah ada di kepala, lalu waktu untuk kesana yang gak ada.. liburan kemaren-kemaren cuma ngajak Sa ke Kidzoona aja yang buka sampai malam dan kalau udah jam 7-an malam itu udah sepi jadi bisa main semua permainan dengan leluasa..... eniwey,, karena sebelumnya juga Sa ikutan saya buka puasa teman-teman kantor di Sono Kembang, dan ada menu eskrim yang dia sampek nambah2x,, hari2 selanjutnya diisi dengan rengekan,, "Ibu aku mau makan eskrim sama temen-temen ibu"pas banget Minggu saya lihat dia semangat pas ditinggal sekolah, akhirnya saya janji "nanti pulang sekolah ibu, kita ngeskrim yaa.." dan mukanya jadi sumringah sekaliii.. dan berkali-kali manggil saya yang udah jalan,,, "ibu bener ya eskrim.." "eskrim ya ibu...." hehehe sepanjang sekolah ( kebetulan pelajaran statistik FULL DAY ) saya ikutan semangat keinget nanti pulang bakalan quality time sama Sa.
Pulang sekolah, langit udah mulai gelap, kita langsung ke Zangrandi pusat yang di Yos Sudarso itu, lokasinya dekat balai kota (bahasan Balai Kota, terpisah ya,, traveloro juga ingin JJS kesitu). sampai langsung disambut beberapa karyawan dan menawarkan duduk didalam atau diluar, didalam sangat nyaman, katanya, karena ada AC sementara diluar, ya kadang ada yang merokok.. ( tapi tadi sih gak ada yang rokoan... ) Sa langsung lari kedalam dan memilih kursinya sendiri..
Tidak lama kemudian, hadirlah buku menu, kaget nya saya, dikasihnya 2, Sa juga dikasih menu,, dan bahkan dia milih menunya sendiri.. gak lama setelah buku menu diangkat, datang lah waiters lain untuk memberikan segelas airputih, sebetulnya 2 gelas, tapi karena saya membawa air dari rumah, saya bilang 1 saja gelasnya cukup. Buku menunya spesial ramadan, not sure menu diluar ramadan sama atau ganti lagi ya... gak lama karena melihat kursi terlalu rendah dan meja yang cukup tinggi, kayak Sa kesusahan banget untuk menggapai mangkuk eskrimnya, akhirnya kami pindah ke luar.
langit yang mulai temaram dengan warna warni lampu kendaraan yang lalu lalang membuat malam ini terasa begitu spesial, romantis dan manis menurut saya.. saya akan selalu ingat senyum Sa saat diajak makan eksrim,,, senyum saat dia melihat menu dan saat menu pesanannya datang.. anway kita pesan banana split ( ataas pilihan Sa) lalu apalagi kalau bukan kentang goreng... jadi setelah makan es krim dia lanjut makan kentang sebanyak yang dia bisa.. dan seperti biasa juga, saus tomatnya habis duluan,, untuk melatih metalnya, dan keberaniannya, saya ijinkan dia nambah saus tomat 'asalkan' dia berani minta sendiri sama mba-mas waitress nya..
Interiornya sih simple banget kataku, banyak foto BW terpampang didinding, kayak menunjukan perjalanan eskrim ini sejak awal berdiri tahun 1930, dan sekarang setelah tahun 2019, eskrim ini masih ada, ini bukti bahwa rasa yang otentik adalah segalanya, dan Zangrandi membuktikan eksistensinya bahkan sampai saat ini dimana tukang eskrim itu buanyaak banget dan juga harganya juga beragam banget.. kursi yang outdoor cakep deh, kursi jadul anyaman bambu / rotan. satu hal yang menurut saya perlu diperbaiki adalah parkirannya yang kayaknya kecil banget,, padahal ramai pengunjung juga, jadi pas saya mau pulang, pas pasan sama pengunjung lain, kebanyakan dari mereka menggunakan bahu jalan untuk memarkirkan kendaraannya.
Untuk eskrimnya sendiri saya suka yang ditengah dan paling atas, rasa citrus / lemony gitu.. segar sekali, dan buat saya seporsi gini udah banyak sekalii sekalipun makan nya kongsi sama Sa, tetep kenyang.. eskrimnya enak, ngga bikin eneg, manis sih untuk lidah saya agak terlalu manis dikit ya ( maklum biasa minum kopi pahit), tapi kesukaan dan selera orang kan beda-beda ya.. overall pelayanannya bagus, mas dan mbak nya ramah-ramah, tempatnya strategis untuk tempat menghabiskan waktu dengan orang yang dikasihi..
traveloro
xx
Interiornya sih simple banget kataku, banyak foto BW terpampang didinding, kayak menunjukan perjalanan eskrim ini sejak awal berdiri tahun 1930, dan sekarang setelah tahun 2019, eskrim ini masih ada, ini bukti bahwa rasa yang otentik adalah segalanya, dan Zangrandi membuktikan eksistensinya bahkan sampai saat ini dimana tukang eskrim itu buanyaak banget dan juga harganya juga beragam banget.. kursi yang outdoor cakep deh, kursi jadul anyaman bambu / rotan. satu hal yang menurut saya perlu diperbaiki adalah parkirannya yang kayaknya kecil banget,, padahal ramai pengunjung juga, jadi pas saya mau pulang, pas pasan sama pengunjung lain, kebanyakan dari mereka menggunakan bahu jalan untuk memarkirkan kendaraannya.
Untuk eskrimnya sendiri saya suka yang ditengah dan paling atas, rasa citrus / lemony gitu.. segar sekali, dan buat saya seporsi gini udah banyak sekalii sekalipun makan nya kongsi sama Sa, tetep kenyang.. eskrimnya enak, ngga bikin eneg, manis sih untuk lidah saya agak terlalu manis dikit ya ( maklum biasa minum kopi pahit), tapi kesukaan dan selera orang kan beda-beda ya.. overall pelayanannya bagus, mas dan mbak nya ramah-ramah, tempatnya strategis untuk tempat menghabiskan waktu dengan orang yang dikasihi..
traveloro
xx