Saturday, May 25, 2019

Malnen di : Es Krim Legendaris Zangrandi




i love ice cream, tapi gak terlalu maniac juga sih.. 
tapi kalau urusannya sama eskirm enak,, saya maju paling depan!!!


Dulunya waktu bolak balik kerjaan, liburan atau main ke rumah saudara di Surabaya, makan ice cream Zangrandi ini cuma wishful thinking aja.. niat tok.. tapi ada aja kendala yang bikin batal terus.. kok yaaa.. sekarang setelah resmi jadi penduduk migran Surabaya dan ada Sa dan beberapa kali ngeh lewatin lokasi yang di Yos Sudarso, dan Zangrandi grande itu, jadi kepengin deh ngeskrim..


asking for more tomato ketchup

Rencana sudah ada di kepala, lalu waktu untuk kesana yang gak ada.. liburan kemaren-kemaren cuma ngajak Sa ke Kidzoona aja yang buka sampai malam dan kalau udah jam 7-an malam itu udah sepi jadi bisa main semua permainan dengan leluasa..... eniwey,, karena sebelumnya juga Sa ikutan saya buka puasa teman-teman kantor di Sono Kembang, dan ada menu eskrim yang dia sampek nambah2x,, hari2 selanjutnya diisi dengan rengekan,, "Ibu aku mau makan eskrim sama temen-temen ibu"pas banget Minggu saya lihat dia semangat pas ditinggal sekolah, akhirnya saya janji "nanti pulang sekolah ibu, kita ngeskrim yaa.." dan mukanya jadi sumringah sekaliii.. dan berkali-kali manggil saya yang udah jalan,,, "ibu bener ya eskrim.." "eskrim ya ibu...." hehehe sepanjang sekolah ( kebetulan pelajaran statistik FULL DAY ) saya ikutan semangat keinget nanti pulang bakalan quality time sama Sa.




Pulang sekolah, langit udah mulai gelap, kita langsung ke Zangrandi pusat yang di Yos Sudarso itu, lokasinya dekat balai kota (bahasan Balai Kota, terpisah ya,, traveloro juga ingin JJS kesitu). sampai langsung disambut beberapa karyawan dan menawarkan duduk didalam atau diluar, didalam sangat nyaman, katanya, karena ada AC sementara diluar, ya kadang ada yang merokok.. (  tapi tadi sih gak ada yang rokoan... ) Sa langsung lari kedalam dan memilih kursinya sendiri.. 


buku menu


Tidak lama kemudian, hadirlah buku menu, kaget nya saya, dikasihnya 2, Sa juga dikasih menu,, dan bahkan dia milih menunya sendiri.. gak lama setelah buku menu diangkat, datang lah waiters lain untuk memberikan segelas airputih, sebetulnya 2 gelas, tapi karena saya membawa air dari rumah, saya bilang 1 saja gelasnya cukup. Buku menunya spesial ramadan, not sure menu diluar ramadan sama atau ganti lagi ya... gak lama karena melihat kursi terlalu rendah dan meja yang cukup tinggi, kayak Sa kesusahan banget untuk menggapai mangkuk eskrimnya, akhirnya kami pindah ke luar.



langit yang mulai temaram dengan warna warni lampu kendaraan yang lalu lalang membuat malam ini terasa begitu spesial, romantis dan manis menurut saya.. saya akan selalu ingat senyum Sa saat diajak makan eksrim,,, senyum saat dia melihat menu dan saat menu pesanannya datang.. anway kita pesan banana split ( ataas pilihan Sa) lalu apalagi kalau bukan kentang goreng... jadi setelah makan es krim dia lanjut makan kentang sebanyak yang dia bisa.. dan seperti biasa juga, saus tomatnya habis duluan,, untuk melatih metalnya, dan keberaniannya, saya ijinkan dia nambah saus tomat 'asalkan' dia berani minta sendiri sama mba-mas waitress nya..



Interiornya sih simple banget kataku, banyak foto BW terpampang didinding, kayak menunjukan perjalanan eskrim ini sejak awal berdiri tahun 1930, dan sekarang setelah tahun 2019, eskrim ini masih ada, ini bukti bahwa rasa yang otentik adalah segalanya, dan Zangrandi membuktikan eksistensinya bahkan sampai saat ini dimana tukang eskrim itu buanyaak banget dan juga harganya juga beragam banget.. kursi yang outdoor cakep deh, kursi jadul anyaman bambu / rotan. satu hal yang menurut saya perlu diperbaiki adalah parkirannya yang kayaknya kecil banget,, padahal ramai pengunjung juga, jadi pas saya mau pulang, pas pasan sama pengunjung lain, kebanyakan dari mereka menggunakan bahu jalan untuk memarkirkan kendaraannya.


Untuk eskrimnya sendiri saya suka yang ditengah dan paling atas, rasa citrus / lemony gitu.. segar sekali, dan buat saya seporsi gini udah banyak sekalii sekalipun makan nya kongsi sama Sa, tetep kenyang.. eskrimnya enak, ngga bikin eneg, manis sih untuk lidah saya agak terlalu manis dikit ya ( maklum biasa minum kopi pahit), tapi kesukaan dan selera orang kan beda-beda ya.. overall pelayanannya bagus, mas dan mbak nya ramah-ramah, tempatnya strategis untuk tempat menghabiskan waktu dengan orang yang dikasihi..

traveloro
xx



Thursday, May 9, 2019

Uniknya Surabaya


Memperhatikan lingkungan sekitar adalah hal yang saya sukai, karena dari proses itulah, kemudian saya berfikir, dan karena berfikir, saya merasa hidup. Secara ajaib, sekarang traveloro tinggal dan menetap di S. Terbilang mudah menyesuaikan diri karena kedua orangtua memang arek dan bonek, stay di S menjadikan kami ibarat going back home alias Pulang Kampung. Lucu memang, seminggu di S dan kami balik ke Jakarta, hanya semalam, dan Sa langsung flu, dan kembali sehat sekembalinya di S. Ini membuktikan bahwa Sa luarbiasa cepat beradaptasi dengan lingkungan S. Jalan dua bulan stay, traveloro menemukan keunikan-keunikan yang kayaknya hanya ada di Surabaya deh.. yuk simak :

1. Penjual Sate Jinjing



Pernah kebayang gak, bawa bara api diatas kepala? engga? sama! saya juga sams sekali gak kepikiran, tapi disini, lain cerita. saya pikir ini cuma ada di satu perumahan aja, karena awal liatnya di rumah sodara di Pacar Keling, dan pas pindah, ndilalah.. ada tukang sate jinjing begini lewat depan rumah, dan Sa panggil. Kebetulan Sa suka sate, dan sate jinjing ini amazing banget.. si ibu bawa tampah dikepalanya, isinya bumbu sate, sate yang sudah ditusuk-tusuk, dan bara api sak tungku-tungku’e. dan satenya, sate Madura asli, penjualnya pun, asli Madura, dengan aksen dan logat yang kental. Rasa satenya, enak sepertinya, Sa lahap makan.. seporsi Sate Jinjing Rp. 12.000 ( isi nya 10bh sate dan lontong). Jika sate nya saja dihargai Rp. 1.000,-/pc


 2.  Angkot yang suantai dan jarang nonggol



Satu kata untuk angkutan umum di Surabaya. Angel ( Bahasa jawa yang artinya: susah). Dari yang saya amati, kita harus nunggu di terminal untuk waktu yang sedemikian lamanya, sampai si angkot datang dan mulai beroperasi, jumlahnya yang terbatas, kalau berdasarkan hasil wawancara saya sama warga asli sini adalah karena memang warga Surabaya yang dari dulunya adalah warga yang mandiri, lebih senang pergi-pergian berjalan kaki, bersepeda atau motoran. Itulah sebabnya angkot hanya sedikit. Ditambah lagi kedatangan ojek online beberapa tahun silam, buat angkot semakin jarang dan supirnya suantai. Masalah lainnya adalah, warna yang hampir mirip antar trayek satu dengan lainnya, juga tujuan yang tidak ditulis di kendaraan, buat pendatang, pasti sulit sekali.. itulah kenapa saya belum pernah coba naik angkot disini.

3. Naik bis bayar pakai sampah

foto dari google images

Sebetulnya ini adalah salah satu program uniknya pemerintah Surabaya dalam rangka meminimalisir sampah plastic yang bertebaran di ruas jalan atau di kali. Cukup ampuh tapi bagi saya yang memang selalu bawa tumbler dari rumah jadi kesulitan naik bis ini. Sedangkan Sa pengin banget naik, untung aja pas di sekolahnya Sa ngadain trip dengan bis ini, saya jadi lega deh, keinginannya naik bis terpenuhi juga, sekalipun saya masih tetep ditagihi “kapan naik bis boyo” dan tiap kali lihat sampah botol dikampus, pasti saya bawa pulang.. hihiihi.. tapi minggu lalu, professor saya bilang kalau ini sekarang menjadi polemik karena pemerintah bingung mau diapakan sampah-sampah ini, karena kan pada akhirnya ini jadi pemasukan kas daerah dan mau gak mau harus di konversikan ke dalam bentuk uang.. nah... masih PR juga dari segi penukaran botol yang setahu saya cuma di terminal Purabaya ( rodok lumayan jauh sih dari lokasi tempat tinggal saya), botol nantinya akan ditukar menjadi stiker perjalanan yang berlaku selama 2 jam. selengkapnya nanti jika saya sudah berhasil naik, saya akan ceritakan detailnya yaa.. ^^


   
      4.Mural yang diawasi CCTV



Suatu pagi saat macet di simpang jalan Aditya Warman dari arah Kutei, saya gak sengaja lihat mural disebelah kiri jalan, mural-nya bagus pisan sih menurut saya, dan artistic sekali, menyatu dengan bangunan yang tampaknya tidak dipakai. Dan yang membuat saya terkejut adalah, tulisan yang ditempel di pojok kanan atas yang intinya “ mural ini diawasi CCTV, siapapun yang merusak akan kena sanksi dari institusi terkait”  pas selesai baca jadi mikir, ternyata mural ini memang  merupakan contoh ril support pemerintah Surabaya untuk seniman mural. Karena memang dinding disepanjang jalan di Surabaya saya perhatikan pasti ada mural beragam corak dan warna dan theme yang semuanya cantik-cantik dan instagramable..


 5.Jual kerupuk setinggi rumah


Dulunya, saya gak tahu stigma ini, tapi waktu kerja di The EAST dan ada teman yang kayaknya ga bisa hidup jika gak makan kerupuk dan kebetulan dia adalah orang Surabaya (Jawa) dan timbul stigma “pantang bagi orang jawa makan tanpa krupuk” dan okey saya melihatnya sendiri di rumah, adik saya yang bisa dibilang selalu cari kerupuk saat makan, bahkan kadang keripik macem lays atau citato gitu dijadikan kerupuk jika kepepet gak ada stok kerupuk sama sekali. Pas pagi hari jalan kaki ke pasar Simo, ketemu distributor kerupuk setinggi ini.. gak Cuma satu atau dua ya, tapi buanyaaaaaaaaaaaaaaak,, mulai dari yang pakai sepeda onthel sampai yang rodok modern pakai motor, semuanya bawa kerupuk seplastik besar setinggi-tinggi ini, dan kayaknya habis setiap hari. Sampai pas beli makan di warung, ga ada cerita kerupuk alot,seringnya kaleng kosong karena kehabisan kerupuk,,



6. JPO dengan lift


Ini lho, saya sampai sekarang belum pernah merasakan.. tapi sering lewat.. dan banyak banget JPO yang difasilitasi dengan Lift, dan ini keren! Sumpah ya.. saya sampai mikir gimana caranya ide itu tercetus sampai terwujud nyata. Karena pertama, harga lift gak murah, dan kedua, gimana caranya lift ini jadi fasilitas umum, trus terbengkalai, terus di coret coret oknum, terus jorok, terus.. terus.. ternyata engga sih.. masih pada berfungsi dengan baik semua.. walaupun beberapa masih bertuliskan “percobaan”.

Saturday, May 4, 2019

Main di : Kidzoona Marvel City Surabaya


kayaknya pada sepakat ya semua kalau setiap anak suka bermain........... kenapa?? yah kalau yang dari saya pelajari di kelas sih, karena otak anak lagi develop dan itu di sisi motoriknya. jadi anak usia 0-5th itu gak boleh dipaksakan CALIS- apalagi TUNG, jangan dipaksa ya bu-ibu,,,,, klo udah bisa ya anggap aja bonus,,, klo belum,, jangan ditekan apalagi dipaksa untuk bisa, nanti pada saatnya mereka akan bisa kok,, yang penting pola asuh tepat dan gak jauh dari kaidah yang ada,, usahakan no gadget juga ya!!!


Beginilah ceritanya Sa, anak usia balita yang lagi suka banget main di Kidzoona, awalnya ke Marvel ini kita nonton Dumbo pas banget nyoblos day yang libur itu.. trus ngeliat ada kidzoona dilantai 2, setelah hari itu,, kata-kata indah terus terucap dari dia, supaya ibunya mau mengajak ke situ.. dan yah kayak udah 4 kali main disitu, mengutip kata Sa "Mah.. besok main sini lagi ya" itulah yang membuat kita regularly kemari ( dompet menangis sedu)...



Awalnya sih rodok ragu ya masuk ke Kidzoona, gak cuan rasanya, karena tempatnya gak sebesar yang di Lippo Puri, Jakarta tapi pikir-pikir demi membuat anak senang karena jarang punya waktu untuk dia dan juga memenuhi stempel 10 ( supaya dapat member card --dan diskon tentu saja-- ) jadilah kami pergi sepulang saya Sekolah. ya kayak jam 7-an malam gitu deh sampai di Kidzoona Marvel City. Rasanya sih tetap worth-it karena jam segini, kidzoona sudah lumayan sepi. kayak serasa semua mainan ini punya dia,, jadi puas explore..


warna biru untuk 1 jam
warna pink untuk seharian

Pas banget masuk, langsung dikasih kunci locker dan kita udah siap dengan kaus kaki di kaki kita ( gak bawa kaus kaki, ada additional fee sebesar 20k/ pasang kaus kaki) lalu langsung Sa lari-lari ke arena Role Play yang jadi penjual burger, penjual es krim, penjual bunga, terus pemadam kebakaran, terus coba deh untuk naik perosotan yang sebelumnya gak pernah mau dicoba.. kali ini berani bahkan manjat sendiri,, harus saya akui kalau sejak sekolah, segala keberanian dan kepekaan Sa bertambah, dan Kidzoona memfasilitasi itu, makanya saya senang..

magnet block



puzzle


wooden train


Balik lagi ke pemahaman anak usia 0-5th yang motoriknya harus dipelihara, disini kebanyakan mainan memang memfasilitasi hal itu. banyak mainan berbagai ukuran yang tersedia berguna untuk melatih motorik anak. satu hal lagi yang membuat saya senang saat disini adalah... pendamping tidak dikenakan biaya, dan lebih penting, arena yang dijaga kebersihannya. kayak kalau masuk harus pakai kaus kaki, ada arena khusus untuk bayi (iya bayi 0th masih gratis loh), ada arena role play rumah-rumahan kayu beserta toilet, ranjang, dll yang Sa sukai... ada juga mainan baby- mini di booth Doktor yang kalau Sa, dia pakai untuk bolak-balik copot-pasang baju dan celananya, ini juga membantu banget anak se-usia Sa yang lagi belajar self help ( bantu diri) membuka dan memasang kembali celana dan bajunya.


Warna warni mainan dan arena juga menjadi perhatian saya. Owner sepertinya mempertimbangkan betul hal tersebut, tercermin sekali dari pemilihan warna pada tiap mainan yang cenderung cerah dan mencolok, warna ini berfungsi untuk mengembangkan juga imajinasi anak dan membangkitkan keceriaan anak saat bermain. Entah bagaimana, ibu-ibu seperti saya prefer mainan seperti ini ketimbang mainan lain di Mall yang menggunakan kacang / bahan makanan lain, sebagai media untuk melatih motorik anak, karena sekalipun Indonesia menghasilkan banyak kacang/ itu bersih/ diganti regularly, tetap saja menurut saya kurang bijaksana merubah makanan jadi mainan dan dibuang begitu saja pada akhirnya. 

Untuk yang mau bermain disini, cukup siapkan uang kurang dari 100ribu/anak ( ini sudah termasuk biaya 1 orang pendamping), dan diataas 100rb/ anak ( untuk main seharian). kenapa saya tidak kasih rate yang pasti, karena kayaknya tiap kidzoona itu beda-beda ya rate nya ( murah di Surabaya daripada di Jakarta, dan lebih murah lagi jika kamu sudah mempunyai member card) Untuk Member card, kita harus ngumpulkan 10 stamp selama setahun, dan member card masa berlakunya juga cuma 1tahun, tapi berasa banget jika punya member card, potongan harga s/d 3 anak/ sekali main.. dan untuk saya sih 1 jam main udah lebih dari cukup, apalagi jika anaknya seaktif Sa.. emaknya gak dikasih istirahat muter-muter terus keliling arena... tapi pada akhirnya, saya bahagia.. karena Sa bahagia dan tidur nyenyak selepas main👭

xx
Traveloro