Showing posts with label #jalanjalansurabaya. Show all posts
Showing posts with label #jalanjalansurabaya. Show all posts

Saturday, August 31, 2019

hangout: @Hungerbelt - Spazio (Surabaya)

Dari dulu hampir setiap kali meeting diluar saya pasti pilih coffee shop, dimanapun itu, kayak di bandara sekalipun, pasti di coffee shop karena tempat dan aroma itu membuat saya bahagia, wis pasti presentasi ataupun dealing lancar jaya setiap kali.. terimakasih kopi untuk aroma-mu yang begitu bersahaja..



Lalu bermukim sementara di Surabaya, sekonyong-konyong membuat saya bertekuk lutut dengan lalu lintas dan tata kota yang apik,, dan banyaknya coffee shop beraneka segment, saya jadi semakin sayang deh dan betah disini, dan kebetulan pekerjaan saya yang cukup fleksible ( note: fleksibel in my term artinya gak cuma dibalik meja, kadang dibalik debu dan terik matahari gak cuma ketemu orang penting, kadang juga ketemu ular.. seru kan..) 

Sampailah saya pada acara yang cukup unik ini, diadakan nya di cafe (yang kebetulan di dalam cafe ada kedai kopi-nya), nah.. ya udah keterusan deh,, betah dan nyaman banget disini tuh.. nama tempatnya "Hungerbelt" yang terletak di Spazio ( Surabaya Barat) [ sekalipun saya masih gak ngerti term-nya Surabaya Barat, Surabaya Timur,d..s..t..] 


Beberapa saat sebelum event terlaksana, saya duluan masuk ke ruko ruko di sebelahnya yang ada Hokky buah.. dan emang siy dari luar, kafe ini kelihatannya menarik banget.. apalagi kalau bukan karena interiornya yang kalau kelihatan dari luar, mengadopsi disain industrialis.. udah pasti jadi list nongkrong jika ada waktu.. karena interior Industrialis ini umumnya akan memutar lagu lagu Jazz ( pokoknya gue banget dah..)  


Ketepatan dengan acara ini, saya jadi bisa sekalian kerja sekalian nongkrong,, pas banget juga sekolahan masih libur.. beneran serba pas, cuma aja kalau mau kesini dari kost, kayaknya usaha banget,, karena macetnya itu,, 13KM rasa 1 jam setengah.. macetnya, berasa lagi di Jakarta deh.. Dan begitu sampai,, rasanya segala keruwetan terurai dengan segelas cappuccino hangat buatan mas barista yang ramah.. 

Sudah beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, saya memesan hot cappuccino di situ, dan aseli, rasanya tidak pernah mengecewakan, walau pas order pertama kali, mood saya hancur karena late art nya rusak akibat dibawa jalan 4 meter jauhnya dari tempat barista ke kursi saya.. Di Hungerbelt tiap malam Sabtu & Minggu ini tuh yaa.. Selalu ada live music nya di outdoor, kebayang kan.. beratapkan langit Surabaya dengan sinaran bulan dan lampu kendaraan yang lalu lalang nan seksi yakin deh sendirianpun disini bakalan membuatmu bahagia.. 

Untuk yang belum pernah ke Hungerbelt, disini mereka udah pakai sistem, jadi beli-beli pakai kartu elektronik yang diberikan pas kita masuk, order dari tenant manapun disini, akan dikasih semacam alarm yang bakalan berbunyi dan bergetar jika makanan / minuman mu sudah bisa di pick up.. kerennya lagi, dan semua yang kamu beli udah terekam di e-card mu, jadi gak ada cerita lupa pesan apa tadi ya,, 

Disini yang kurang disini menurutku cuma satu, adalah toiletnya.. jadi dipojokan sebelah dalam dekat arena main anak, ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, yang masing-masing dapat 1 bilik. Namun masalahnya adalah, ruang bilik yang dipaksakan muat untuk 1 closet jongkok, 1 tong sampah buat sanitary napkins, dan i tong sampah untuk tissue. dan pas pintu dibuka atau ditutup ya mepet banget sama closetnya.. badan harus berusaha keras untuk gak terjepit in between.. selebihnya semuanya OK dan sangat ku sukaiiiiiiiiiiii.. 


Sebagai tambahan nilai plus dari saya, pernah sekali waktu saking lupanya saya pindah duduk dari sofa ke kursi kayu dekat area main anak disini, dan lupa kalau ipad saya masih ada di sofa, lalu.. udah berjam-jam yang lewat dan saya juga udah pack tas siap pulang, lalu kemudian seseorang datang menghampiri saya dengan menyodorkan ipad saya ketangan saya.. duh langsung nyes banget.. mungkin kalau ini adalah tempat lain juga bakalan lain ceritanya,, tapi disini, kayak 5jam ipad lupa taro, dan masih ada, utuh.. dan penemunya pun fair enough untuk menyerahkan kembali ke saya.. 

happy weekend everybody.. uh and i LOVE you HUNGERBELT


-MONK-  

Saturday, May 25, 2019

Malnen di : Es Krim Legendaris Zangrandi




i love ice cream, tapi gak terlalu maniac juga sih.. 
tapi kalau urusannya sama eskirm enak,, saya maju paling depan!!!


Dulunya waktu bolak balik kerjaan, liburan atau main ke rumah saudara di Surabaya, makan ice cream Zangrandi ini cuma wishful thinking aja.. niat tok.. tapi ada aja kendala yang bikin batal terus.. kok yaaa.. sekarang setelah resmi jadi penduduk migran Surabaya dan ada Sa dan beberapa kali ngeh lewatin lokasi yang di Yos Sudarso, dan Zangrandi grande itu, jadi kepengin deh ngeskrim..


asking for more tomato ketchup

Rencana sudah ada di kepala, lalu waktu untuk kesana yang gak ada.. liburan kemaren-kemaren cuma ngajak Sa ke Kidzoona aja yang buka sampai malam dan kalau udah jam 7-an malam itu udah sepi jadi bisa main semua permainan dengan leluasa..... eniwey,, karena sebelumnya juga Sa ikutan saya buka puasa teman-teman kantor di Sono Kembang, dan ada menu eskrim yang dia sampek nambah2x,, hari2 selanjutnya diisi dengan rengekan,, "Ibu aku mau makan eskrim sama temen-temen ibu"pas banget Minggu saya lihat dia semangat pas ditinggal sekolah, akhirnya saya janji "nanti pulang sekolah ibu, kita ngeskrim yaa.." dan mukanya jadi sumringah sekaliii.. dan berkali-kali manggil saya yang udah jalan,,, "ibu bener ya eskrim.." "eskrim ya ibu...." hehehe sepanjang sekolah ( kebetulan pelajaran statistik FULL DAY ) saya ikutan semangat keinget nanti pulang bakalan quality time sama Sa.




Pulang sekolah, langit udah mulai gelap, kita langsung ke Zangrandi pusat yang di Yos Sudarso itu, lokasinya dekat balai kota (bahasan Balai Kota, terpisah ya,, traveloro juga ingin JJS kesitu). sampai langsung disambut beberapa karyawan dan menawarkan duduk didalam atau diluar, didalam sangat nyaman, katanya, karena ada AC sementara diluar, ya kadang ada yang merokok.. (  tapi tadi sih gak ada yang rokoan... ) Sa langsung lari kedalam dan memilih kursinya sendiri.. 


buku menu


Tidak lama kemudian, hadirlah buku menu, kaget nya saya, dikasihnya 2, Sa juga dikasih menu,, dan bahkan dia milih menunya sendiri.. gak lama setelah buku menu diangkat, datang lah waiters lain untuk memberikan segelas airputih, sebetulnya 2 gelas, tapi karena saya membawa air dari rumah, saya bilang 1 saja gelasnya cukup. Buku menunya spesial ramadan, not sure menu diluar ramadan sama atau ganti lagi ya... gak lama karena melihat kursi terlalu rendah dan meja yang cukup tinggi, kayak Sa kesusahan banget untuk menggapai mangkuk eskrimnya, akhirnya kami pindah ke luar.



langit yang mulai temaram dengan warna warni lampu kendaraan yang lalu lalang membuat malam ini terasa begitu spesial, romantis dan manis menurut saya.. saya akan selalu ingat senyum Sa saat diajak makan eksrim,,, senyum saat dia melihat menu dan saat menu pesanannya datang.. anway kita pesan banana split ( ataas pilihan Sa) lalu apalagi kalau bukan kentang goreng... jadi setelah makan es krim dia lanjut makan kentang sebanyak yang dia bisa.. dan seperti biasa juga, saus tomatnya habis duluan,, untuk melatih metalnya, dan keberaniannya, saya ijinkan dia nambah saus tomat 'asalkan' dia berani minta sendiri sama mba-mas waitress nya..



Interiornya sih simple banget kataku, banyak foto BW terpampang didinding, kayak menunjukan perjalanan eskrim ini sejak awal berdiri tahun 1930, dan sekarang setelah tahun 2019, eskrim ini masih ada, ini bukti bahwa rasa yang otentik adalah segalanya, dan Zangrandi membuktikan eksistensinya bahkan sampai saat ini dimana tukang eskrim itu buanyaak banget dan juga harganya juga beragam banget.. kursi yang outdoor cakep deh, kursi jadul anyaman bambu / rotan. satu hal yang menurut saya perlu diperbaiki adalah parkirannya yang kayaknya kecil banget,, padahal ramai pengunjung juga, jadi pas saya mau pulang, pas pasan sama pengunjung lain, kebanyakan dari mereka menggunakan bahu jalan untuk memarkirkan kendaraannya.


Untuk eskrimnya sendiri saya suka yang ditengah dan paling atas, rasa citrus / lemony gitu.. segar sekali, dan buat saya seporsi gini udah banyak sekalii sekalipun makan nya kongsi sama Sa, tetep kenyang.. eskrimnya enak, ngga bikin eneg, manis sih untuk lidah saya agak terlalu manis dikit ya ( maklum biasa minum kopi pahit), tapi kesukaan dan selera orang kan beda-beda ya.. overall pelayanannya bagus, mas dan mbak nya ramah-ramah, tempatnya strategis untuk tempat menghabiskan waktu dengan orang yang dikasihi..

traveloro
xx



Thursday, May 9, 2019

Uniknya Surabaya


Memperhatikan lingkungan sekitar adalah hal yang saya sukai, karena dari proses itulah, kemudian saya berfikir, dan karena berfikir, saya merasa hidup. Secara ajaib, sekarang traveloro tinggal dan menetap di S. Terbilang mudah menyesuaikan diri karena kedua orangtua memang arek dan bonek, stay di S menjadikan kami ibarat going back home alias Pulang Kampung. Lucu memang, seminggu di S dan kami balik ke Jakarta, hanya semalam, dan Sa langsung flu, dan kembali sehat sekembalinya di S. Ini membuktikan bahwa Sa luarbiasa cepat beradaptasi dengan lingkungan S. Jalan dua bulan stay, traveloro menemukan keunikan-keunikan yang kayaknya hanya ada di Surabaya deh.. yuk simak :

1. Penjual Sate Jinjing



Pernah kebayang gak, bawa bara api diatas kepala? engga? sama! saya juga sams sekali gak kepikiran, tapi disini, lain cerita. saya pikir ini cuma ada di satu perumahan aja, karena awal liatnya di rumah sodara di Pacar Keling, dan pas pindah, ndilalah.. ada tukang sate jinjing begini lewat depan rumah, dan Sa panggil. Kebetulan Sa suka sate, dan sate jinjing ini amazing banget.. si ibu bawa tampah dikepalanya, isinya bumbu sate, sate yang sudah ditusuk-tusuk, dan bara api sak tungku-tungku’e. dan satenya, sate Madura asli, penjualnya pun, asli Madura, dengan aksen dan logat yang kental. Rasa satenya, enak sepertinya, Sa lahap makan.. seporsi Sate Jinjing Rp. 12.000 ( isi nya 10bh sate dan lontong). Jika sate nya saja dihargai Rp. 1.000,-/pc


 2.  Angkot yang suantai dan jarang nonggol



Satu kata untuk angkutan umum di Surabaya. Angel ( Bahasa jawa yang artinya: susah). Dari yang saya amati, kita harus nunggu di terminal untuk waktu yang sedemikian lamanya, sampai si angkot datang dan mulai beroperasi, jumlahnya yang terbatas, kalau berdasarkan hasil wawancara saya sama warga asli sini adalah karena memang warga Surabaya yang dari dulunya adalah warga yang mandiri, lebih senang pergi-pergian berjalan kaki, bersepeda atau motoran. Itulah sebabnya angkot hanya sedikit. Ditambah lagi kedatangan ojek online beberapa tahun silam, buat angkot semakin jarang dan supirnya suantai. Masalah lainnya adalah, warna yang hampir mirip antar trayek satu dengan lainnya, juga tujuan yang tidak ditulis di kendaraan, buat pendatang, pasti sulit sekali.. itulah kenapa saya belum pernah coba naik angkot disini.

3. Naik bis bayar pakai sampah

foto dari google images

Sebetulnya ini adalah salah satu program uniknya pemerintah Surabaya dalam rangka meminimalisir sampah plastic yang bertebaran di ruas jalan atau di kali. Cukup ampuh tapi bagi saya yang memang selalu bawa tumbler dari rumah jadi kesulitan naik bis ini. Sedangkan Sa pengin banget naik, untung aja pas di sekolahnya Sa ngadain trip dengan bis ini, saya jadi lega deh, keinginannya naik bis terpenuhi juga, sekalipun saya masih tetep ditagihi “kapan naik bis boyo” dan tiap kali lihat sampah botol dikampus, pasti saya bawa pulang.. hihiihi.. tapi minggu lalu, professor saya bilang kalau ini sekarang menjadi polemik karena pemerintah bingung mau diapakan sampah-sampah ini, karena kan pada akhirnya ini jadi pemasukan kas daerah dan mau gak mau harus di konversikan ke dalam bentuk uang.. nah... masih PR juga dari segi penukaran botol yang setahu saya cuma di terminal Purabaya ( rodok lumayan jauh sih dari lokasi tempat tinggal saya), botol nantinya akan ditukar menjadi stiker perjalanan yang berlaku selama 2 jam. selengkapnya nanti jika saya sudah berhasil naik, saya akan ceritakan detailnya yaa.. ^^


   
      4.Mural yang diawasi CCTV



Suatu pagi saat macet di simpang jalan Aditya Warman dari arah Kutei, saya gak sengaja lihat mural disebelah kiri jalan, mural-nya bagus pisan sih menurut saya, dan artistic sekali, menyatu dengan bangunan yang tampaknya tidak dipakai. Dan yang membuat saya terkejut adalah, tulisan yang ditempel di pojok kanan atas yang intinya “ mural ini diawasi CCTV, siapapun yang merusak akan kena sanksi dari institusi terkait”  pas selesai baca jadi mikir, ternyata mural ini memang  merupakan contoh ril support pemerintah Surabaya untuk seniman mural. Karena memang dinding disepanjang jalan di Surabaya saya perhatikan pasti ada mural beragam corak dan warna dan theme yang semuanya cantik-cantik dan instagramable..


 5.Jual kerupuk setinggi rumah


Dulunya, saya gak tahu stigma ini, tapi waktu kerja di The EAST dan ada teman yang kayaknya ga bisa hidup jika gak makan kerupuk dan kebetulan dia adalah orang Surabaya (Jawa) dan timbul stigma “pantang bagi orang jawa makan tanpa krupuk” dan okey saya melihatnya sendiri di rumah, adik saya yang bisa dibilang selalu cari kerupuk saat makan, bahkan kadang keripik macem lays atau citato gitu dijadikan kerupuk jika kepepet gak ada stok kerupuk sama sekali. Pas pagi hari jalan kaki ke pasar Simo, ketemu distributor kerupuk setinggi ini.. gak Cuma satu atau dua ya, tapi buanyaaaaaaaaaaaaaaak,, mulai dari yang pakai sepeda onthel sampai yang rodok modern pakai motor, semuanya bawa kerupuk seplastik besar setinggi-tinggi ini, dan kayaknya habis setiap hari. Sampai pas beli makan di warung, ga ada cerita kerupuk alot,seringnya kaleng kosong karena kehabisan kerupuk,,



6. JPO dengan lift


Ini lho, saya sampai sekarang belum pernah merasakan.. tapi sering lewat.. dan banyak banget JPO yang difasilitasi dengan Lift, dan ini keren! Sumpah ya.. saya sampai mikir gimana caranya ide itu tercetus sampai terwujud nyata. Karena pertama, harga lift gak murah, dan kedua, gimana caranya lift ini jadi fasilitas umum, trus terbengkalai, terus di coret coret oknum, terus jorok, terus.. terus.. ternyata engga sih.. masih pada berfungsi dengan baik semua.. walaupun beberapa masih bertuliskan “percobaan”.

Saturday, May 4, 2019

Main di : Kidzoona Marvel City Surabaya


kayaknya pada sepakat ya semua kalau setiap anak suka bermain........... kenapa?? yah kalau yang dari saya pelajari di kelas sih, karena otak anak lagi develop dan itu di sisi motoriknya. jadi anak usia 0-5th itu gak boleh dipaksakan CALIS- apalagi TUNG, jangan dipaksa ya bu-ibu,,,,, klo udah bisa ya anggap aja bonus,,, klo belum,, jangan ditekan apalagi dipaksa untuk bisa, nanti pada saatnya mereka akan bisa kok,, yang penting pola asuh tepat dan gak jauh dari kaidah yang ada,, usahakan no gadget juga ya!!!


Beginilah ceritanya Sa, anak usia balita yang lagi suka banget main di Kidzoona, awalnya ke Marvel ini kita nonton Dumbo pas banget nyoblos day yang libur itu.. trus ngeliat ada kidzoona dilantai 2, setelah hari itu,, kata-kata indah terus terucap dari dia, supaya ibunya mau mengajak ke situ.. dan yah kayak udah 4 kali main disitu, mengutip kata Sa "Mah.. besok main sini lagi ya" itulah yang membuat kita regularly kemari ( dompet menangis sedu)...



Awalnya sih rodok ragu ya masuk ke Kidzoona, gak cuan rasanya, karena tempatnya gak sebesar yang di Lippo Puri, Jakarta tapi pikir-pikir demi membuat anak senang karena jarang punya waktu untuk dia dan juga memenuhi stempel 10 ( supaya dapat member card --dan diskon tentu saja-- ) jadilah kami pergi sepulang saya Sekolah. ya kayak jam 7-an malam gitu deh sampai di Kidzoona Marvel City. Rasanya sih tetap worth-it karena jam segini, kidzoona sudah lumayan sepi. kayak serasa semua mainan ini punya dia,, jadi puas explore..


warna biru untuk 1 jam
warna pink untuk seharian

Pas banget masuk, langsung dikasih kunci locker dan kita udah siap dengan kaus kaki di kaki kita ( gak bawa kaus kaki, ada additional fee sebesar 20k/ pasang kaus kaki) lalu langsung Sa lari-lari ke arena Role Play yang jadi penjual burger, penjual es krim, penjual bunga, terus pemadam kebakaran, terus coba deh untuk naik perosotan yang sebelumnya gak pernah mau dicoba.. kali ini berani bahkan manjat sendiri,, harus saya akui kalau sejak sekolah, segala keberanian dan kepekaan Sa bertambah, dan Kidzoona memfasilitasi itu, makanya saya senang..

magnet block



puzzle


wooden train


Balik lagi ke pemahaman anak usia 0-5th yang motoriknya harus dipelihara, disini kebanyakan mainan memang memfasilitasi hal itu. banyak mainan berbagai ukuran yang tersedia berguna untuk melatih motorik anak. satu hal lagi yang membuat saya senang saat disini adalah... pendamping tidak dikenakan biaya, dan lebih penting, arena yang dijaga kebersihannya. kayak kalau masuk harus pakai kaus kaki, ada arena khusus untuk bayi (iya bayi 0th masih gratis loh), ada arena role play rumah-rumahan kayu beserta toilet, ranjang, dll yang Sa sukai... ada juga mainan baby- mini di booth Doktor yang kalau Sa, dia pakai untuk bolak-balik copot-pasang baju dan celananya, ini juga membantu banget anak se-usia Sa yang lagi belajar self help ( bantu diri) membuka dan memasang kembali celana dan bajunya.


Warna warni mainan dan arena juga menjadi perhatian saya. Owner sepertinya mempertimbangkan betul hal tersebut, tercermin sekali dari pemilihan warna pada tiap mainan yang cenderung cerah dan mencolok, warna ini berfungsi untuk mengembangkan juga imajinasi anak dan membangkitkan keceriaan anak saat bermain. Entah bagaimana, ibu-ibu seperti saya prefer mainan seperti ini ketimbang mainan lain di Mall yang menggunakan kacang / bahan makanan lain, sebagai media untuk melatih motorik anak, karena sekalipun Indonesia menghasilkan banyak kacang/ itu bersih/ diganti regularly, tetap saja menurut saya kurang bijaksana merubah makanan jadi mainan dan dibuang begitu saja pada akhirnya. 

Untuk yang mau bermain disini, cukup siapkan uang kurang dari 100ribu/anak ( ini sudah termasuk biaya 1 orang pendamping), dan diataas 100rb/ anak ( untuk main seharian). kenapa saya tidak kasih rate yang pasti, karena kayaknya tiap kidzoona itu beda-beda ya rate nya ( murah di Surabaya daripada di Jakarta, dan lebih murah lagi jika kamu sudah mempunyai member card) Untuk Member card, kita harus ngumpulkan 10 stamp selama setahun, dan member card masa berlakunya juga cuma 1tahun, tapi berasa banget jika punya member card, potongan harga s/d 3 anak/ sekali main.. dan untuk saya sih 1 jam main udah lebih dari cukup, apalagi jika anaknya seaktif Sa.. emaknya gak dikasih istirahat muter-muter terus keliling arena... tapi pada akhirnya, saya bahagia.. karena Sa bahagia dan tidur nyenyak selepas mainđź‘­

xx
Traveloro

Wednesday, April 24, 2019

Nupi ( Nugas & Ngopi ) di : Coffee Toffee



Ini adalah hari pertama saya setelah sekitar dua bulanan di Surabaya, merasakan yang namanya Tua Di Jalan tuanya itu karena bapak ojeknya kesasar.. padahal saya sendiri udah wanti-wanti, pak lewat Mayjen Sungkono aja, tapi bapake insist lewat Banyu Urip dengan alasan de'e tahu jalan pintas dan dijamin gak akan kena macet. tapi ya boro-boro sampai tempat ONTIME, setelah setengah jam-an lebih ngalor ngidur keliling kertajaya kesonoan dikit, akhirnya saya sedikit tegas ke bapak bilang saya mau cepet sampai atau saya better turun dan sorry to say rating akan saya kasih jelek..


iced americano ( no sugar )

Udah minta mba nya jemputin Sa di sekolah karena emang mau nugas sih di Coffee Toffee Manyar,, ehm.. malah ketuaan di jalan sampai di lokasi udah jam 7 kurang dikit.. iya udah surut niat buat nugasnya,, soalnya ini tugas kelompok dan musti rundingan theme bareng,, yah gitulah.. untung aja disini kopinya juara,, boleh lah mlipir kalo lagi kena macet di jalan pas pulang kerja gitu.. 

Jadi coffee toffee ini pas ada di Jakarta, justru gak pernah saya lirik sama sekali,, malah pas di Surabaya membuat saya tertarik banget karena konsepnya ini cafe yang bangunannya ditambahkan trailer mencolok warna kuning gitu.. hampir di semua store coffee toffee itu ada yellow trailer-nya lhoo,, yuhuii..  kopinya sih arabica apa ya.. pokoknya asli Indonesia.. mereka nge-klaim kalo kopi yang mereka jual cuma dari Indonesia & yang terbaik.. dan emang juara sih rasanya.. seketika itu, lupa sudah tua dijalan dan misuh-misuh kesasar tadi, berganti nikmat segarnya americano dingin pesanan saya.. 



Selain menu coffee ada side dish dan bahkan menu berat macem nasi goreng, dll.. aku sih ngemil aja dan milih menu yang Indonesia semua,, singkong santan ( singkong thai) dan pisang goreng.. sambil ngobrol dan nugas habis juga itu cemilannya,, kita bertiga bergembira.. karena sekalipun nyampai lokasi gak bareng.. tapi tetap bisa merasakan rasa kopi pilihan kita dengan teduh dan syahdu,, sekaligus tugas yang dibicarakan jadi menemukan titik cerah..  

harus coba ngopi di sini karena :

  • WiFi yang mumpuni
  • interior yang ngademi mata
  • bersih
  • colokan disetiap table, pas banget buat yang mau nugas.. 
  • harga ramah dikantong mahasiswa
  • rasa kopinya juara
  • mas nya ramah ( penting) bahkan untuk customer bawel macam saya gini ( minta air mineral terpisah, tidak dingin tidak hangat), tanpa gula, nanya kopi dari mana, minta tambahin singkongnya ( Biar banyak & kenyang)
  • pilihan menu yang banyak.. 

xx,
Traveloro



Tuesday, April 23, 2019

Dinner di: Jiraiya Ramen @Nginden Intan - Surabaya


Sudah sejak lama saya suka ramen, bahkan saya sampai belajar bikin udon sendiri dan sukses besar, kuah kaldunya pun tangan saya sudah mahir betul meraciknya, tanpa perlu lihat contekan resep yang saya buat,,  itu adalah bukti nyata cinta saya pada mie secara umum, dan khususnya cinta pada Ramen.

Weekend yang lalu saya pergi jalan-jalan mengajak Sa ke taman yang ada ayunannya ( kalau kata Sa) Taman ini berlokasi nggak begitu jauh dari rumah tempat kami tinggal, yah kalo sore hari cuaca mendung gloomy gloomy tanpa matahari mentereng, saya berani deh jalan kaki, kalau panas terik, jangan kan jalan kaki, naik ojek aja aku emoh.. panas cyiiint..Setelah main-main sampai kulineran sekitaran situ, saya lihat ada lapak ramen di parkiran Alfa Midi-nya Nginden Intan, wah wah.. saya tertarik beneran mau coba, lihat yang makan menyeruput kuah dan bercucuran keringat, membuat saya, duh rek ngiler bangetlah pokoknya mah..

Lalu timbulah niat untuk makan disini, dan nunggu Sa bobo, karena kebetulan Ramen buka sampai jam 23.00 ( jika lihat di Google), setelah Sa tidur dan saya jalan ke sana, ternyata sudah habis ( padahal belum jam 11malam lhoo),, huhu sedih banget lah.. namanya kepingin,, lalu lihat ada mamang somay, beli lah, untungnya masih ada, eh ndilalah, somay yang saya beli jatuh ke jalanan dan plastic pembungkusnya pecah,, saya pulang dengan hati sedih dan mangkel, kok yo ngunu banget yak lagi laper tapi gak direstui makan,, haha

buku menu

Jadilah, saya niat dan merencanakan icip-icip kemari selepas kerja,, jemput Sa di sekolah. Lha kok lupa ada janji sama anak wedhok ini untuk pergi groceries shopping apple dan susunya dia, jadilah ke superindo Nginden Semolo baru setelahnya, sekitaran jam 7 malam, saya ke Jiraiya Ramen.
Ramen ini mengklaim sebagai Ramen Asli Indonesia sekalipun, ramen kan aslinya dari Jepang ya,, yang saya wonder adalah, waktu tunggunya, untuk ukuran orang yang puluhan tahun tinggal di Jakarta yang –apa apa serba cepet- menunggu 15 menitan ( kayaknya lebih deh) untuk dapat merasakan semangkuk Ramen, rasanya udah puluhan kali mulut gatal pengin bolak balik nanya, karena aku lihat mie nya masih di dalam rebusan, kok iso lama segitu ya, apa mie nya gak lodoh ( pikir saya)..



Datang minuman duluan, aku lupa deh ini namanya minuman apa ya.. pokoknya kopi sih,, harga nya murah pisan, 6k, ada layer kesukaan saya 70% isinya susu putih, sisanya kopi capucinno.. ini udah diaduk sih sama Sa jadi gak terlalu keliatan lagi deh ini layernya, tapi rasa, lumayan lah, gurih, gak kemanisan, dan gak enek.. dan ini membantu banget pas lagi kepedesan trus nyruput ini, rasa pedas dileher hilang seketika.


maunya suap sendiri.. 

Lalu pesanan kami datang, saya kongsi dengan Sa, dia bertugas menghabiskan ayam, dan bakso, bagian saya menghabiskan telur, sementara Mie, Sa makan duluan, sisanya baru saya habiskan, mungkin saya belum pernah cerita, tapi Sa juga suka mie kayak saya.. porsi semangkuk cukup besar, ini saya pesan yang tidak pedas, tapi bisa ditambahkan cabai kering yang disediakan di setiap meja.
Pertama kali makan ini, rasanya, maaaaaaaaaaaaaaaak… mienya lembut beneran, kok bisa ya, padahal direbus kayak 10 menit lebih, gak kelembekan atau kematangan sama sekali, rasanya pas banget.. 


Sa bayar dan menunggu kembalian

Dan dipastikan traveloro bakalan segera mampir lagi kesini dalam waktu dekat, harga permangkuk 16k, bisa di gojek pula. Kapan lagi bisa nge-Ramen yang enakk dan harganya cocok dikantong.

Xx
traveloro  

Monday, April 1, 2019

ngopi hemat di : Starbucks




Pertemuan pertama saya dengan waralaba kopi dari Amrik ini terbilang cukup umum, karena dulu, jauh sebelum ngopi menjadi gaya hidup, kopi sudah menjadi nafas kami, anak-anak mamake. Dan ya, jadi pergi ke Mall dekat rumah bersama rekan kuliah dan ngobrol sambil ngopi itu ya lumrah aja, pada saat itu, 2007, coffeeshop yang gampang dijumpai di mall ya kalau ngga starbuks ya jco atau excelso. Tapi emang, membayar puluhan ribu untuk segelas kopi, ya biasa aja, pikir saya, emang karena kelas dan jenis kopinya beda, kok. Kopi enak emang mahal, kalo kata bapake.

Beberapa tahun berlalu, dengan anggapan ‘ngopi mahal’ di starbucks, bagi saya tetap lumrah, alias umum! Kalau mau mengehemat silakan pergi ke coffeeshop tetangga yang harganya lumayan hemat, soal rasa dan kenyamanan, tiap orang punya preferensi yang berbeda, dan untuk saya pribadi, sbux yang identik dengan interior minimalis/industrialis dan lambang dewi sheren hijau, menyatu dengan jiwa bebas dan serabutan saya. Menyamankan.  


kesini sama Sa ngerjain tugas atau sambi kerja

Starbucks terjauh yang pernah saya kunjungi adalah Starbucks Kuala Namu Airport, Sumatera Utara, saat menunggu jadwal pesawat saya tiba, saat itu, saya emang sengaja tiba lebih awal dibandara, karena letak airport yg cukup jauh dari kota, dan seringnya saya ketinggalan pesawat, membuat saya merasa ‘aman’ saat sudah di bandara beberapa jam sebelum jam keberangkatan, sekalian bisa maem maem lucuk, atau ngopi ngopi cantik..

cookie daypart break enak semua

Selain di airport, saya juga pernah coba ngopi di sbux Stasiun Gambir, awalnya, saya ngga tau nih, kalau sbux ada di stasiun, sampai saya follow sosmednya starbucks, dan sedang ada promo hemat sekian persen khusus pembelian sbux di outlet stasiun terdekat, dan gambir salah satunya. Hihii.. menang banyak. Nyaman? selalu!

tumbler pemberian kawan dari Jepang
Dan, sejak makin banyaknya coffeeshop lokal dengan konsep serupa dan harga yang ‘minim’, coffee shop kesayangan saya ini terus berinovasi untuk menjaga para customer dan bahkan menjaring customer baru. Banyak sekali promo-promo menarik yang dihadirkan untuk menjaga eksitensi starbucks sebagai pelopor Ngopi terang-terangan di CafĂ© ini. Contohnya banyak diskon jika beli pakai sbux card, promo LINE buy one get one free, promo half price dihari tertentu, atau promo ½ harga atau bahkan gratis bagi pemegang Starbucks Tumbler dan Oh by the way, starbucks sejak dulu sudah berdedikasi untuk menjaga kelestarian alam loh, buktinya, mereka selalu encourage customer untuk beli tumbler, mengratiskan atau memberi setengah harga untuk customer yang punya tumbler starbucks tiap tanggal 22 tiap bulan. Dan untuk pemegang tumbler, anytime, bakalan dapat potongan harga 5k-an dalam program #BYOT atau #BringYourOwnTumbler Quite Cool doesn’t it?


Vegan Cookie ( to die for ) 
Ok, dan belakangan ini, kayak 4 bulan belakangan, Stabucks menyediakan F&B yang jika dibeli sepaket kita bakal mendapatkan potongan harga, kayak kalau pagi sampai jam maksi itu ada breakfast time, yang mana kalau beli paket minuman dan makanan bakalan dikasih harga spesial, ada juga promo makan siang, yang sama, memberi harga spesial untuk paket minum dan makan tertentu, nah yang selalu saya incer adalah -daypart coffee break- mereka yang mulai dari jam 3 – toko tutup, yang mana pilihan makanan itu  menggugah mata saya, bagaimana tidak? Ada Vegan Cookie yang mereka jual! Dan saya sebagai Vegan menyambutnya dengan girang hati. Sambil berharap Vegan cookie ini jadi menu tetap, bukan cuma menu seasonal. Semoga ya, J

kindda day at Starbucks

Ini nih, tips ngopi hemat di starbucks versi saya:
-   beli dan aktifkan sbux card! Ini udah kayak bisnis sampingan-nya beberapa orang kreatif di toko online. Menjual sbux card, dan mendapatkan keutungan. Disain card nya juga cakep cakep,, saya sendiri punya 3 card, yang salah satunya adalah kartu generasi pertama sejak card ini diterbitkan tahun 2013 kalo gak salah. #banggak. Nah, jika punya sbux card, kadang kayak beli aja gak bayar, karena ada free star yang didapat dari akumulasi pembelian apa aja di sbux.
-   aktif di socmed nya starbucks, karena biasanya informasi ttg promo bisa didapatkan dengan mudah  lewat socmed, terutama nih, official account Sbux. Tapi disini, kita harus modal mobile data, karena proses redeem vouchernya itu perlu koneksi internet.
-   Bawa sendiri tumbler sbux mu! bagi saya ini bukan semata untuk keuntungan secara materi sih, kayak kalau pakai gelas plastik sbux kan keren ya kak dinamain trus diposting ke socmed, eh tapi kakk… plastic cup itu butuh waktu ratusan tahun sampai benar-benar hancur. Jadi kalau sayang lingkungan, better kita beli tumblernya deh, mungkin mahal di awal, tapi setelahnya, kita bisa menjadi lebih bijak karena membantu mengurangi sampah plastik DAN bisa promo half price, atau potongan #BYOT tiap kali transaksi. Cakep kaan..
-   Memilih menu paket F&B yang tersedia. Ini variatif juga kok. Dan kayak yang sebelumnya udah ku mention diatas,, emang saya sih ngincer yang daypart coffee break ini yak.. Tall Americano + vegan cookies cukup membayar 33k, atau suatu saat Tall Americano + Seven seed cookies dengan hanya 29k! lidah girang, perut kenyang dan badan sehat..
-   Ngajak teman, karena gak jarang sbux berpromo buy one get one kalau pergi sendirian, gandeng aja mba atau mas yang lagi queue dikasir, siapa tahu bisa jadi teman selajutnya, atau bahkan berjodoh??
-   Bawa pulang gula. Ini sudah saya lakukan sejak ngekos di Jakpus dulu, bawa pulang gula dan gulanya bisa buat masak, bahkan manis-in puddingnya Sa.. #ngakudosa deh jadinya, tp bener loh, sekali ngopi lalu bawa beberapa gula ke rumah,, gak masalah kan.. karena aku ngopi pahit, jadi jatah gula ta bawa pulang buat main masak-masakan.
-   Berteman dengan barista. Dijamin, minumanmu akan gratis…tis..tis…

Selamat mencoba
traveloro

Saturday, March 9, 2019

JJP ke : Taman Flora - Surabaya


Anrean Rusa
Semalam, setelah menutup percakapan dengan si Capt tentang apa yang akan saya lakukan esok hari, saya lalu tertidur dan terbangun dengan membaca text dari mba yg memberi tahu bahwa hp nya tidak bisa digunakan.. jadilah hari ini selain ke toko stationary, saya, kami, bakalan mampir ke toko Hp untuk membelikan mba Hp baru. Untungnya kami terbiasa Jalan kaki, Dan jalannya sampai keterusan ngelewati Taman Flora dan akhirnya tanpa keraguan, mampirlah kami kemari.


Ini cukup nyebrang aja kok dari toko Hp di Manyar. Eits.. buat yang belum tahu, kalau mau nyebrang disini harus modal NEKAD karena kalau nunggu, mereka gak akan pernah berhenti dan kasih kita kesempatan untuk nyebrang jadi kalo gak nekad ya sampai ganti bulan juga gak bakalan sampai di sebrang jalan.. ehehe


Berlokasi di Jalan Manyar, taman ini sungguh menarik perhatian karena lokasinya itu loh yang dekat banget sama terminal Bratang. Mungkin cuma 150-step dari terminal, kalian bisa sampai di Taman ini dengan menyelinap diantara pepohonan rindangnya. Karena, kami mengalami kendala menemukan pintu masuknya. Jadi terpaksa nyelip nyelip.. ( untung udah slim :P ) oke, satu kata pertama yang muncul di otak saya adalah ADEM. Jadi sekalipun namanya taman, akan lebih pantas kalau kita menyebutnya hutan kota, karena emang seadem dan serindang itu pohon-pohonnya.


Satu yang saya sesali disini adalah, toiletnya. Bayangkan aja, lagi butuh banget buang air lalu pas ke toilet duduk ( Karena toilet jongkoknya occupied) ada oknum yang meninggalkan jejak di dalam toilet, saya langsung enggan.. untung Sa juga bisa tahan pipis! Anak pinter <3 . saya sampai mikir kok ada ya manusia kayak gitu, memang toilet nya tidak bisa di flush ya tapi ada bak penampungan air, kenapa gak disiram sih, bikin ilfeel taukkk!!


Oke selanjutnya disini juga ada semacam ruangan untuk akses internet,, keren… awalnya dari jauh saya pikir.. rumah ini isinya buku-buku bacaan ternyata, pas masuk, ada beberapa computer yang sudah occupied sama anak-anak yang main games. Kita harus isi buku tamu 2x, pertama yang manual, lalu kemudian yang online juga.. habis itu youtuban deh, Sa ta setelin video dan saya lihat hal lain di internet.. nyamannya ruangan ini tersedia dengan AC yang mumpuni, jadi adeem rek..rekk…

feed the deer

Karena merasa udah capek dan rasanya kok panas.. kami putuskan untuk ke WTC lagi-lagi mau cari HP untuk mba pakai.. udah pesan gojek dan meninggalkan taman, lalu Sa byebye ke taman, kami baru tahu klo taman ini ada RUSA dan burung-burung.. sedih sih karena mereka harus dikandang dan kayak mau gak mau menghisap debu kendaraan bermotor yang massive,,  

Darah penasaran saya mendidih,, bangkitlah keinginan untuk kesini lagi jika ada waktu dan pas cuaca bagus.. kok datang juga hari itu,,, kali ini udah lebih pinter karena order gojek ( kemarin jalan kaki), dan pak-nya udah tahu turun dimana, jadi pas banget.. pas banget kita kesana untuk kedua kalinya,, lagi ada acara kontes ayam se Indonesia.. keren nya rek Suroboyoku rek,,,,,


Oh ya, di pintu masuk yang sebenarnya ( Soale kemarin lewat reruputan samping) ada bapak-bapak penjual kacang panjang untuk pakan rusa yang dibanderol dengan harga 1k/ikat, ada juga makanan ikan yang dibanderol 500-perak. Lumayan murah menurut saya, dan jumlahnya pas.. awalnya saya beli seikat.. lalu beli lagi karena Sa terlihat antusias sekali melihat rusa ( ini pertama kalinya Sa lihat rusa.. semoga dia gak kehilangan konsep menyayangi binatang setelah melihat aktivitas ini..

ada burung juga

Kelar dari situ sih… kemudian kita cari makan di semacam foodcourt yang disediakan dan pssst,,, mie ayam    disini enak sekaliii.. sekalipun ndak pakek ayam.. mie ini lumayan berkesan dilidah dan di hati saya..
Update: will definitely go back to see swing and all..
traveloro