Showing posts with label #travelorodiSurabaya. Show all posts
Showing posts with label #travelorodiSurabaya. Show all posts

Friday, May 8, 2020

khayalku (jadi nyata part 1)

gak tahu sejak kapan, saya hobi membuat virtual list ( kalau inget ya aku tulis.. tapi sekalipun gak aku tulisPUN aku hapal apa aja wish ku.. mimpiku 'kalau aku punya anak nanti.. aku mau this that.. blablabla.. sejenisnya ) dan satu BIG WISHku adalah memasukan anakku ke kelas ballet. mimpi yang sudah ada bahkan saat aku masih duduk di bangku SMP. Setelah bermukim di Surabaya, aku langsung ngincer salah satu dance class ( ballet was the one of their best selling-- karena emang udah goes international, dan banyak cabang..) iya MAR**PI. tapi karena kemarenan masih bingung siapa yang bakalan nungguin dia, jadinya mimpi itu aku postpone. 

Kla Satriani & Prajna sedang berduet.. 

Kesininya, karena dia juga udah gak sekolah. timbul niat untuk masukin dia les. yang terpikir (Selain les ballet) adalah les musik dan vocal. karena anakku ini tipe anak yang enerjic, expressive dan suka gerak... jadi ya pas lah untuk menyalurkan waktu luang dia ke musik / vocal atau ballet.. terlebih pas kemarin balik ke Jakarta, dan lihat aku main gitar, dia juga ambil ukulele dan duduk dihadapanku sambil memainkan ukulele itu layaknya udah jago,, bangku nya dia sendiri yang gotong supaya bisa duduk berhadapan..


future maestro

Dan kebetulan, di rumah Kakak juga ada drum, dan ya anak itu dengan polosnya memukul-mukul drum itu pakai stick yang ada.. gak ada minder atau ragu.. pukul kabeh... dengan PD nya.. dan seperti biasa, dia memang selalu membuatku wonder dengan tingkah lakunya.. 

Pas bulan lalu, aku beli gitar akustik, sempat kepikiran buat beliin dia ukulele juga.. terus mikir-mikir.. kenapa gak daftarin dia aja kursus musik. dan yang ku pilih les piano. mulai deh cari cari tempat les musik yang provide les piano. Setelah googling tanya kanan kiri dan dapat bisikan bisikan.. akhirnya aku putuskan untuk ke tempat les itu, untuk daftar ( sebelumnya tentu aku sudah tanya tanya via text tentang waktu les, biaya dan sebagainnya). Dan letaknya dari rumah yang cukup dekat membuatku tenang. Kalau ku mulai kerja lagi, ada mbaknya yang bisa antar dia Les ( tapi sih semoga aku bisa selalu antar dia les nantinya... karena aku juga penasaran sama progress nya.. ) 


Sayangnya, karena PSBB, kelas sementara ditiadakan.. owner  kemudian menginformasikan bahwa kelas akan dimulai Juni 2020 yang akan datang.. hari ini dia kasih baby trial main.. melihat expresi wajah gembira dan sumringahnya saat jari jari mungilnya menekan tuts piano.. rasanya duniaku yang sedang berantakan jadi gak berarti.. oh ya.. baby jadi murid termuda di tempat les itu, karena teman teman lainnya usia diatas 5th. 


sampai dirumah, kami mengobrol pengalaman main piano nya tadi.. baby bilang  mau les piano (psst... dia bahkan minta langsung dibelikan piano) sejenak aku bersyukur.. kali ini aku benar-benar menanyakan pendapatnya, tidak egois menentukan pilihanku sendiri.. terima kasih anakku.. 



(update tentang les piano baby akan aku posting setelah kursusnya mulai berjalan ya.. nantikan!)

xx
traveloro

Saturday, November 2, 2019

Staycation di: Verwood Hotel - Surabaya

drawers nya besar

Cuaca kota S yang cukup extreme (panasnya -- 35 feels like 45 C--) membuat kami berdua sempat tepar. Dan terkhusus Sa, sampai 2 kali ke dokter dan dokter yang kedua itu ada di RS Internasional yang biayanya gak usah diceritain deh.. INTInya karena dapat dokter senior yang bagus, obat yang dikasihkan juga memberi efek baik ke Sa, dia jadi makan tiap malam sebelum tidur, porsi makannya pun lumayan banget.. jadi balik lagi deh BB yang sempat turun itu..

berpose di lobby hotel

Nah, minggu setelahnya, tepatnya hari ini, kami putuskan untuk staycation, ceritanya aji mumpung, mumpung saya bisa, mumpung jadwal sekolah juga cuma sampai sore (biasanya sampai malam), mumpung ada kesehatan, dan mumpung gak ada kerjaan pas weekend.. jadilah saya putuskan untuk staycation di Verwood Hotel. Verwood adalah hotel bintang 4 dengan rate superior roomnya di harga 650k/night (include breakfast for 2) Pilih hotel ini, karena salah satunya sempat beberapa kali adain event kantor disini, dan tahu kalau service mereka lebih dari 100% (sekalipun respon untuk hal-hal tertentu kadang juga gak langsung, tapi mereka mengupayakan untuk bisa secepatnya menangani keluhan atau pertanyaan)

view sekeluar lift

Beruntungnya lagi, sekolah saya, yang kebetulan lagi diajar dosen tamu, membubarkan kelas lebih awal, jadi yah bisa mulai check in jam 4.30-sore.. terus terang yang saya incar dari nginep disini adalah breakfast nya.. karena saya udah tahu, lidah saya udah duluan dapat bocoran, tentang rasa hidangan disini.. dan rasanya tidak mengecewakan, tentang hal ini, beberapa rekan bilang kalau rasa masakan disini memang juara. Sekalipun saya cuma 'makan tumbuh-tumbuhan' karena hidangannya enak, saya jadi betah deh..


menggambar dimanapun (-__-)

dapat superior room di lantai 4 dan kebetulan twin bed. gak masalah sih, Sa juga biasa tidur sendiri. terus kita lansgung taro' tas masing-masing (iyak.. S juga bawa tas nya sendiri), di tempat yang tersedia. disini kataku interiornya cukup standard hotel pada umumnya, dan somehow penataannya apik banget deh, jadi memanfaatkan ruang yang ada dengan maksmal, dan juga masih ada space untuk Sa lari-larian.


hair dryer penyelamat (selesai breakfast langsung check out)
 untuk kuliah kelas pagi pulaaaaaaaaaaak

amenities (ada cottonbuds nya)


Pas di Lobby tadi, sempat tanya sama bagian reception, boleh gof*** atau gimana.. mereka bilang boleh,, cuma batas Lobi Hotel saja. lalu pas sampai kamar dan ketemu buku menu, dan lihat harganya yang lumayan (around $5/menu) awalnya cuma pengin gof* kopi jadi gof*** dinner sekalian. biar ringkes, aku gunain dua-dua nya, Go & Gr** jadi sekalian turun ke Lobi sekalian semua pesanan datang berbarengan.. Sa juga kelihatan antusias sekali stay disini sambil nonton TV (soalnya dirumah emang gak ada TV..)


Sebelum langit gelap, kita udah balik lagi ke kamar dengan membawa serta makanan yang kita pesan via online.. dan langit Surabaya nampak begitu indah dari view yang kelihatan dari kaca jendela kamar kami..

before

after


Dan selesai makan,,,,,,,,,,, dia minta berendem di bathub, saya ingat betapa dia senangnya berendam dulu waktu masih tinggal di Jakarta.. kayaknya hampir tiap hari minta berendem,, dan saya kayak dapat bonus karena beneran gak tahu kalau superior room dilengkapi dengan bathub.. dan dia menghabiskan hampir 1/2 jam nya didalam situ... dan dia sangat heppy gak lama setelah itu balik nonton lalu terlelap jam 8an.. 

Sa tidur, saya masih terjaga dengan membaca novel yang belum juga selesai saya baca; Never the Twain (novel salah asuhan yang sudah di terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris) padahal novel itu udah bertahun tahun saya miliki, belum kelar juga bacanya sampai hari ini.. omong-omong saya juga sambil nonton FOX dan FOX CRIME sebuah kesenangan sendiri buat saya kalau berhasil nembak siapa bad guy di film, sekalian mengasah naluri psikolog berdasarkan apa yang sudah saya dapatkan di sekolah.. lalu 4 jam setelahnya, saya juga ikutan terlelap.

esok hari nya, saya terbangun jam 4, sejak ada Sa, itu adalah jam bangun saya, lalu, lanjut nonton, kali ini nonton The Intern lewat Hp, ini adalah film request-an Pak Prof dosen untuk ditonton sebelum kelas selanjutnya (yang adalah nanti jam 9 pagi) cukup menggambarkan tentang apa yang beliau ajarkan di kelas, kemarin (sabtu). selesai nonton dan bangunin Sa, kita turun sama-sama ke Lantai 2 untuk Sarapan.. puas sarapan (dan juga kenyang) kami balik ke kamar dan packing.. huhuhu.. padahal masing mau leyeh leyeh do nothing berduaan.. lalu keinget udah janji dengan prof dosen untuk mulai kelas jam 9 ( sebelumnya beliau menawarkan mulai kelas jam 8pagi) mandi - packing (yang tak seberapa itu), lalu turun dan berangkat sekolah.. Sa saya tinggal dirumah bersama mbak kesayangannya..   

"over all, kita suka.. betah dan kalau ada rejeki mah, mau lagi staycation disini.. menurutku yang paling utama disini adalah pelayanannya dan masakannya yang mouthwatering dan juga kebersihan lobi, kamar, lorong dan lift,serta toilet (diluar kamar) yang menjadi fav. kami!"


(bonus photo)  

kulkas dan coffee set, minibar as per requested

lobby hotel. saat nunggu babang go &gr datang membawa bahagia


BREAKFAST @Buffet Terakota (Verwood lt. 2)




all-yummy-Vegetarian breakfast so YUUUUMY

BOWL of BLUEBERRY Yougurt 


Sunday, September 15, 2019

ngopi di : Liberia eatery cafe - Surabaya


Sudah lama aku naksir banget sama kafe ini.. Sudah lama juga rasanya, niat ini aku simpan, niat untuk menyesap kopi hangat yang disajikan dengan pemandangan surga kecil versi kami, dan ketika itu terlaksana, rasanya, duh.......... gak mau kemana-mana lagi!!

salah satu book shelf-nya

Setelah semester yang lalu sekolahku hampir sama sekali gak beli buku, dan karena ini juga kami dipaksa ambil 3 mata kuliah semester 3, dengan harapan semester 3 nanti lebih santai dan punya waktu cukup untuk mulai menyusun thesis.. jadilah saya berangkat ke toko buku Uranus yang mana, kagetnya saya, menyediakan buku-buku psikologi (juga buku kedokteran) yang bisa dibilang cukup lengkap dan komplit. saya dapat buku PPDGJ (panduan gangguan jiwa) yang selama ini saya cari-cari, juga dapat 2 buku lain yang sangat dibutuhkan untuk semester ini.. 

pose disalah satu sudut

Pas menoleh ke cafe sebelah toko buku kok lumayan sepi ya... soalnya biasa rame banget, males aja klo ngopi ditempat yang terlalu crowd (gue sih gitu.....) ya karena pas banget nih Minggu, pulang sekolah belum terlalu malam, dan bisa sekalian quality time sama Sa, jadilah kami putuskan untuk ngongkong dulu disini.. 

Buka pintu cafe, sapaan lembut aroma kopi mengelitik hidungku.. kami segera pilih duduk yang cukup strategis, dekat kasir dan juga dekat toilet, dan yang paling asyik, dekat rak buku tinggi yang mana isinya bisa kita pinjam untuk kita baca sembali ngopi atau ngemil.. 


Sebelum duduk, kami pesan menu dikasir, karena Sa cukup yakin bahwa dia lapar dan mau makan kentang pakai keju.. jadilah akhirnya kami pesan cappuccino for me dan potato wedges cocol keju dan saus tomat untuk Sa.  


Disini, banyak banget literatur bagus yang bisa dibaca. Sa aku ambilkan buku Petter Rabbit nya Beatrix Potter yang kebetulan ada di rak itu, sepintas lihat interiornya, aku langsung tahu bahwa owner emang pecinta buku kelas gilaaaaaaa! dari koleksinya sudah kelihatan bahwa buku-buku itu bukan cuma sekedar 'pajangan' pemanis interior cafe semata, Nat Geo, buku impor, you name it, pasti ada disini.. Semua buku juga disampul rapi dan ada kata-kata yang intinya, boleh baca, tapi dipelihara.. karena buku itu sumber ilmu.. 


Terakhir, overall.. kami happy sekali bisa punya kesempatan ngopi dan ber quality time yang menyenangkan dan syahdu disini..... karena jujur sejak naksir kafe ini dari lama, tapi tiap kali mau kesini ada aja halangan yang bikin batal dan postpone,, nah, pas akhirnya kami kesini, aku lho senangnya bukan main...... senang sekali... Sa juga senang karena cukup banyak buku anak-anak yang bisa dibaca selama kita disini.. 

Tulisan ini khusus untuk owner yang 'gue banget' suka baca dan suka ngopi.. semoga diberikan pencerahan untuk membuka kafe selanjutnya yang berkonsep library cafe gini.. aku tunggu lhooooo..


xx
traveloro

Saturday, August 31, 2019

hangout: @Hungerbelt - Spazio (Surabaya)

Dari dulu hampir setiap kali meeting diluar saya pasti pilih coffee shop, dimanapun itu, kayak di bandara sekalipun, pasti di coffee shop karena tempat dan aroma itu membuat saya bahagia, wis pasti presentasi ataupun dealing lancar jaya setiap kali.. terimakasih kopi untuk aroma-mu yang begitu bersahaja..



Lalu bermukim sementara di Surabaya, sekonyong-konyong membuat saya bertekuk lutut dengan lalu lintas dan tata kota yang apik,, dan banyaknya coffee shop beraneka segment, saya jadi semakin sayang deh dan betah disini, dan kebetulan pekerjaan saya yang cukup fleksible ( note: fleksibel in my term artinya gak cuma dibalik meja, kadang dibalik debu dan terik matahari gak cuma ketemu orang penting, kadang juga ketemu ular.. seru kan..) 

Sampailah saya pada acara yang cukup unik ini, diadakan nya di cafe (yang kebetulan di dalam cafe ada kedai kopi-nya), nah.. ya udah keterusan deh,, betah dan nyaman banget disini tuh.. nama tempatnya "Hungerbelt" yang terletak di Spazio ( Surabaya Barat) [ sekalipun saya masih gak ngerti term-nya Surabaya Barat, Surabaya Timur,d..s..t..] 


Beberapa saat sebelum event terlaksana, saya duluan masuk ke ruko ruko di sebelahnya yang ada Hokky buah.. dan emang siy dari luar, kafe ini kelihatannya menarik banget.. apalagi kalau bukan karena interiornya yang kalau kelihatan dari luar, mengadopsi disain industrialis.. udah pasti jadi list nongkrong jika ada waktu.. karena interior Industrialis ini umumnya akan memutar lagu lagu Jazz ( pokoknya gue banget dah..)  


Ketepatan dengan acara ini, saya jadi bisa sekalian kerja sekalian nongkrong,, pas banget juga sekolahan masih libur.. beneran serba pas, cuma aja kalau mau kesini dari kost, kayaknya usaha banget,, karena macetnya itu,, 13KM rasa 1 jam setengah.. macetnya, berasa lagi di Jakarta deh.. Dan begitu sampai,, rasanya segala keruwetan terurai dengan segelas cappuccino hangat buatan mas barista yang ramah.. 

Sudah beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, saya memesan hot cappuccino di situ, dan aseli, rasanya tidak pernah mengecewakan, walau pas order pertama kali, mood saya hancur karena late art nya rusak akibat dibawa jalan 4 meter jauhnya dari tempat barista ke kursi saya.. Di Hungerbelt tiap malam Sabtu & Minggu ini tuh yaa.. Selalu ada live music nya di outdoor, kebayang kan.. beratapkan langit Surabaya dengan sinaran bulan dan lampu kendaraan yang lalu lalang nan seksi yakin deh sendirianpun disini bakalan membuatmu bahagia.. 

Untuk yang belum pernah ke Hungerbelt, disini mereka udah pakai sistem, jadi beli-beli pakai kartu elektronik yang diberikan pas kita masuk, order dari tenant manapun disini, akan dikasih semacam alarm yang bakalan berbunyi dan bergetar jika makanan / minuman mu sudah bisa di pick up.. kerennya lagi, dan semua yang kamu beli udah terekam di e-card mu, jadi gak ada cerita lupa pesan apa tadi ya,, 

Disini yang kurang disini menurutku cuma satu, adalah toiletnya.. jadi dipojokan sebelah dalam dekat arena main anak, ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, yang masing-masing dapat 1 bilik. Namun masalahnya adalah, ruang bilik yang dipaksakan muat untuk 1 closet jongkok, 1 tong sampah buat sanitary napkins, dan i tong sampah untuk tissue. dan pas pintu dibuka atau ditutup ya mepet banget sama closetnya.. badan harus berusaha keras untuk gak terjepit in between.. selebihnya semuanya OK dan sangat ku sukaiiiiiiiiiiii.. 


Sebagai tambahan nilai plus dari saya, pernah sekali waktu saking lupanya saya pindah duduk dari sofa ke kursi kayu dekat area main anak disini, dan lupa kalau ipad saya masih ada di sofa, lalu.. udah berjam-jam yang lewat dan saya juga udah pack tas siap pulang, lalu kemudian seseorang datang menghampiri saya dengan menyodorkan ipad saya ketangan saya.. duh langsung nyes banget.. mungkin kalau ini adalah tempat lain juga bakalan lain ceritanya,, tapi disini, kayak 5jam ipad lupa taro, dan masih ada, utuh.. dan penemunya pun fair enough untuk menyerahkan kembali ke saya.. 

happy weekend everybody.. uh and i LOVE you HUNGERBELT


-MONK-  

Sunday, August 4, 2019

meet the Green @ Surabaya


gak kerasa ( kata siape..) udah 5 bulan sejak kita stay di Surabaya, 
rasanya.. kayak udah ada di comfort zone yang 100x lebih sederhana tapi mewah klo di Surabaya tuh.. kenapa mewah tapi sederhana coba?? mewah nya itu karena waktu di perjalanan yang gak seberapa membuat saya lebih banyak waktu luang yang dulu kayak "ya ampun udah malem lagi..." kalau sekarang seringnya "kok masih sore ya.. ngapain lagi yaa........." semewah itu jadinya waktu senggang bisa dipakai sekedar untuk masak yang simple atau ngopi karena kebetulan juga di Surabaya banyak banget ya warung kopi, mulai dari yang 3ribuan/ gelas sampai kelas kafe yang membanderol sekitar puluhan - ratusan ribu lah ( tergantung pilihan kopinya apa.. ) 

Nah, waktu lowong yang banyak banget ini kerasa lagi nih, setelah sekolah mulai liburan, UAS kelar dan badan merasa harus bergerak kalau ngga yak eman-eman di waktu yang 'lowong' ini.. 

Pencarian pertama itu yang pasti Googling dan akhirnya, ketemu 2 driving range yang jaraknya dekat banget dari kantor,, YGC dan BDR dekatnya ini sama-sama sekitaran 4KM, weiits 4KM di Surabaya itu bisa cuma 10 menit sampek loh ( enak tho tinggal di Surabaya...?) timbulah keinginan untuk driving lagi.. tapi nyari waktu yang pas, masih belum ketemu.. 

2 bulan sebelum ini, saya udah nyari nyari glove yang 21 dan sepasang, too bad di Garuda Sport Mayjen Sungkono gak ada yang sepasang, adanya yang sebelah kiri doang, which is untuk golfer cowok dan juga sizenya diatas 24, daripada kedodoran,, ya udah gak saya beli.. tapi emang di suggest cari di toko golf yang di Brawijaya sih,, disini katanya lebih lengkap.. trus saya lupa karena banyaknya PEER Sekolah dan Kerjaan.. 

Tidak lama setelahnya, hasil ngobrol-ngobrol over lunch, temen-temen kantor ngide untuk manggil Guru Yoga dan sekantor Yoga bareng after office, dan ditentukanlah harinya, yaitu setiap Kamis. Saya langsung senang, karena bisa ikut, lain cerita kalau Yoga nya tiap Jumat, saya pasti gak bisa deh, karena kan Sekolah mulai sore - malam. 


Dapat sebulan jalan Yoga, lalu disusul UAS di Sekolah, saya jadi beneran sibuk buk buk.. waktu yang mewah itu terasa langka banget, karena beneran tiap tidur cuma dapet 1,5jam atau sama sekali gak tidur karena nugas dan langsung berangkat kerja paginya,, gitu terus selama 2 minggu-an dan sampailah di akhir masa UAS, tepat hari ini, (ciyeee) saya mulai Yoga lagi, dan pulangnya mampirlah ke YGC.

YGC atau Yani Golf Club adalah green ternama dan salah satu yang tertua di Indonesia yang sekaligus pertama di Jawa Timur, menurut informasi lapangan ini sudah ada sejak tahun 1898. Setelah beberapa kali ganti nama & kepemilikan, tahun '65 namanya berubah jadi Lapangan Golf Ahmad Yani untuk mengenang Jenderal Ahmad Yani (Surabaya kota Pahlawan, reeeeeeeeek) Sebelumnya udah estimasi kalau harus beli glove duluan, sayangnya lupa, untung banget di YGC sediain sarung tangan, dan yah saya pakai ukuran 23 siy.. kelonggaran dikit, dan cuma sebelah kiri, hahaha gak papa lah, daripada gak pakai glove sama sekali..


Terkenal dengan tempatnya golfer cowok, bahkan se-caddy-caddy-nya pun,, kayaknya cuma saya deh yang perempuan malam itu,, tapi saya bonek rek,, aku WANI!!! Pas banget lagi pake baju Persebaya edisi Independence day yang warna nya merah, dan celana Yoga masih nempel di badan.. Dan disini saya disambut sama Pak Chandra yang adalah pengelola Driving Range, baik orangnya, dan informatif banget.. buat yang mau ke YGC, harus siapkan uang cash ya,, kalau saya karena malam itu pas banget gak ada cash, Pak Chandra nawarkan untuk bayar via ebanking saja, bisa kok.. tapi mereka memang gak sediakan mesin EDC ya... tapi di kompleks itu ada ATM BNI sih.. kalau keasyikan main dan cash gak cukup, bisa mlipir ke ATM dulu..


YGC pasang tarif flat Rp. 60.000/100 Bola..dan ada tambahan buat yang mau di bantu Caddy, kalo saya engga pakai Caddy, cukup PD dengan kemampuan sendiri ( ciyee gitu..) nah buat yang gak punya stick golf juga atau kebetulan lagi gak bawa, disini juga sediakan stik yg bisa di sewa di pinjam, pak Chandra kasih saya stick no. 7 dan 8 yang lumayan ringan ya, enak juga buat swing ( kalau udah biasa), pas banget gaya-gayaan nambah 100 bola ke dua, udah lumayan malam nyaris tutup YGC nya ( mereka tutup jam 9 malam, tapi boleh juga lanjut main jika masih mampu,, atau bola sisanya bisa di simpan untuk dimainkan kapan-kapan klo driving lagi.. akhirnya saya tinggal pulang beberapa bola itu.. 


Sabtunya, 3 Agustus, saya mau balik main di YGC, tapi atas bisikan seseorang, akhirnya coba deh di Brawijaya.. sebelum datang saya udah tanya-tanya by phone ke reception nya karena saya gak mau gak prepare uang lalu disana gak ada mesin EDC dan ATM, malu rek.. Brawijaya Driving Range ini terletak di Jl. Hayam Wuruk, dan kayaknya termasuk ke salah satu Lapangan tertua juga ya di Jawa Timur, tapi emang saya akui, di Jawa Timur ini emang banyak sekali lapangan golf ya,, compare to Jakarta, kayaknya enakan main di Surabaya deh,, panas terik, angin sepoy sepoy dan orang orang yang masih mau saling sapa membuat Driving saya di Surabaya bakalan jadi kegiatan yang rutin saya lakukan, demi apa? nambah skill tentunya, siapa tahu besok besok bisa ikut turnamen amateur golf.. sekarang mimpi dulu dan latihan rutin biar bisa lancar mukul.. 



Barawijaya pasang tarif Rp. 105.000/100 Bola untuk weekend, dan ada promo potongan harga jika kita datang weekday ( di jam 6 - 2 siang #cmiww) dan Rp. 100.000 untuk sewa stick se-bag selama 3 jam. Bisa bayar pakai debit/ CC dan minimal harus 200 bola, ih gempor kan.. hahaha... tapi karena santai selepas kerja dan hari juga masih siang, ya sudah 200 bola hajar juga.. di sini persis Driving Range di Senayan yah, bertingkat gitu,,, saya tetap pilih yang lantai 1, biar bisa tau pukulan lurus atau zig-zag.. 


Dan dari ke dua lapangan ini, aku prefer YGC sih,, tempatnya homie banget.. inget jaman kecil lihat bokap main golf, ngintip dari dalam mobil.. sebenernya kedua lapangan ini sama bagus, cuma aku kurang suka pas ke Brawijaya ini, lagi pas ada event di GOR nya, dengan lagu Dangdut sebagai backsound, alahmak.. kasihan telingaku.. kalau YGC lagu-lagunya enak-enak, satu selera kayaknya,, dan sekalipun malam, penerangan yang memadai tersedia kok,,, di YGC jadinya bisa tetap main..(jika mau)


traveloro
xx

Thursday, May 9, 2019

Uniknya Surabaya


Memperhatikan lingkungan sekitar adalah hal yang saya sukai, karena dari proses itulah, kemudian saya berfikir, dan karena berfikir, saya merasa hidup. Secara ajaib, sekarang traveloro tinggal dan menetap di S. Terbilang mudah menyesuaikan diri karena kedua orangtua memang arek dan bonek, stay di S menjadikan kami ibarat going back home alias Pulang Kampung. Lucu memang, seminggu di S dan kami balik ke Jakarta, hanya semalam, dan Sa langsung flu, dan kembali sehat sekembalinya di S. Ini membuktikan bahwa Sa luarbiasa cepat beradaptasi dengan lingkungan S. Jalan dua bulan stay, traveloro menemukan keunikan-keunikan yang kayaknya hanya ada di Surabaya deh.. yuk simak :

1. Penjual Sate Jinjing



Pernah kebayang gak, bawa bara api diatas kepala? engga? sama! saya juga sams sekali gak kepikiran, tapi disini, lain cerita. saya pikir ini cuma ada di satu perumahan aja, karena awal liatnya di rumah sodara di Pacar Keling, dan pas pindah, ndilalah.. ada tukang sate jinjing begini lewat depan rumah, dan Sa panggil. Kebetulan Sa suka sate, dan sate jinjing ini amazing banget.. si ibu bawa tampah dikepalanya, isinya bumbu sate, sate yang sudah ditusuk-tusuk, dan bara api sak tungku-tungku’e. dan satenya, sate Madura asli, penjualnya pun, asli Madura, dengan aksen dan logat yang kental. Rasa satenya, enak sepertinya, Sa lahap makan.. seporsi Sate Jinjing Rp. 12.000 ( isi nya 10bh sate dan lontong). Jika sate nya saja dihargai Rp. 1.000,-/pc


 2.  Angkot yang suantai dan jarang nonggol



Satu kata untuk angkutan umum di Surabaya. Angel ( Bahasa jawa yang artinya: susah). Dari yang saya amati, kita harus nunggu di terminal untuk waktu yang sedemikian lamanya, sampai si angkot datang dan mulai beroperasi, jumlahnya yang terbatas, kalau berdasarkan hasil wawancara saya sama warga asli sini adalah karena memang warga Surabaya yang dari dulunya adalah warga yang mandiri, lebih senang pergi-pergian berjalan kaki, bersepeda atau motoran. Itulah sebabnya angkot hanya sedikit. Ditambah lagi kedatangan ojek online beberapa tahun silam, buat angkot semakin jarang dan supirnya suantai. Masalah lainnya adalah, warna yang hampir mirip antar trayek satu dengan lainnya, juga tujuan yang tidak ditulis di kendaraan, buat pendatang, pasti sulit sekali.. itulah kenapa saya belum pernah coba naik angkot disini.

3. Naik bis bayar pakai sampah

foto dari google images

Sebetulnya ini adalah salah satu program uniknya pemerintah Surabaya dalam rangka meminimalisir sampah plastic yang bertebaran di ruas jalan atau di kali. Cukup ampuh tapi bagi saya yang memang selalu bawa tumbler dari rumah jadi kesulitan naik bis ini. Sedangkan Sa pengin banget naik, untung aja pas di sekolahnya Sa ngadain trip dengan bis ini, saya jadi lega deh, keinginannya naik bis terpenuhi juga, sekalipun saya masih tetep ditagihi “kapan naik bis boyo” dan tiap kali lihat sampah botol dikampus, pasti saya bawa pulang.. hihiihi.. tapi minggu lalu, professor saya bilang kalau ini sekarang menjadi polemik karena pemerintah bingung mau diapakan sampah-sampah ini, karena kan pada akhirnya ini jadi pemasukan kas daerah dan mau gak mau harus di konversikan ke dalam bentuk uang.. nah... masih PR juga dari segi penukaran botol yang setahu saya cuma di terminal Purabaya ( rodok lumayan jauh sih dari lokasi tempat tinggal saya), botol nantinya akan ditukar menjadi stiker perjalanan yang berlaku selama 2 jam. selengkapnya nanti jika saya sudah berhasil naik, saya akan ceritakan detailnya yaa.. ^^


   
      4.Mural yang diawasi CCTV



Suatu pagi saat macet di simpang jalan Aditya Warman dari arah Kutei, saya gak sengaja lihat mural disebelah kiri jalan, mural-nya bagus pisan sih menurut saya, dan artistic sekali, menyatu dengan bangunan yang tampaknya tidak dipakai. Dan yang membuat saya terkejut adalah, tulisan yang ditempel di pojok kanan atas yang intinya “ mural ini diawasi CCTV, siapapun yang merusak akan kena sanksi dari institusi terkait”  pas selesai baca jadi mikir, ternyata mural ini memang  merupakan contoh ril support pemerintah Surabaya untuk seniman mural. Karena memang dinding disepanjang jalan di Surabaya saya perhatikan pasti ada mural beragam corak dan warna dan theme yang semuanya cantik-cantik dan instagramable..


 5.Jual kerupuk setinggi rumah


Dulunya, saya gak tahu stigma ini, tapi waktu kerja di The EAST dan ada teman yang kayaknya ga bisa hidup jika gak makan kerupuk dan kebetulan dia adalah orang Surabaya (Jawa) dan timbul stigma “pantang bagi orang jawa makan tanpa krupuk” dan okey saya melihatnya sendiri di rumah, adik saya yang bisa dibilang selalu cari kerupuk saat makan, bahkan kadang keripik macem lays atau citato gitu dijadikan kerupuk jika kepepet gak ada stok kerupuk sama sekali. Pas pagi hari jalan kaki ke pasar Simo, ketemu distributor kerupuk setinggi ini.. gak Cuma satu atau dua ya, tapi buanyaaaaaaaaaaaaaaak,, mulai dari yang pakai sepeda onthel sampai yang rodok modern pakai motor, semuanya bawa kerupuk seplastik besar setinggi-tinggi ini, dan kayaknya habis setiap hari. Sampai pas beli makan di warung, ga ada cerita kerupuk alot,seringnya kaleng kosong karena kehabisan kerupuk,,



6. JPO dengan lift


Ini lho, saya sampai sekarang belum pernah merasakan.. tapi sering lewat.. dan banyak banget JPO yang difasilitasi dengan Lift, dan ini keren! Sumpah ya.. saya sampai mikir gimana caranya ide itu tercetus sampai terwujud nyata. Karena pertama, harga lift gak murah, dan kedua, gimana caranya lift ini jadi fasilitas umum, trus terbengkalai, terus di coret coret oknum, terus jorok, terus.. terus.. ternyata engga sih.. masih pada berfungsi dengan baik semua.. walaupun beberapa masih bertuliskan “percobaan”.

Saturday, May 4, 2019

Main di : Kidzoona Marvel City Surabaya


kayaknya pada sepakat ya semua kalau setiap anak suka bermain........... kenapa?? yah kalau yang dari saya pelajari di kelas sih, karena otak anak lagi develop dan itu di sisi motoriknya. jadi anak usia 0-5th itu gak boleh dipaksakan CALIS- apalagi TUNG, jangan dipaksa ya bu-ibu,,,,, klo udah bisa ya anggap aja bonus,,, klo belum,, jangan ditekan apalagi dipaksa untuk bisa, nanti pada saatnya mereka akan bisa kok,, yang penting pola asuh tepat dan gak jauh dari kaidah yang ada,, usahakan no gadget juga ya!!!


Beginilah ceritanya Sa, anak usia balita yang lagi suka banget main di Kidzoona, awalnya ke Marvel ini kita nonton Dumbo pas banget nyoblos day yang libur itu.. trus ngeliat ada kidzoona dilantai 2, setelah hari itu,, kata-kata indah terus terucap dari dia, supaya ibunya mau mengajak ke situ.. dan yah kayak udah 4 kali main disitu, mengutip kata Sa "Mah.. besok main sini lagi ya" itulah yang membuat kita regularly kemari ( dompet menangis sedu)...



Awalnya sih rodok ragu ya masuk ke Kidzoona, gak cuan rasanya, karena tempatnya gak sebesar yang di Lippo Puri, Jakarta tapi pikir-pikir demi membuat anak senang karena jarang punya waktu untuk dia dan juga memenuhi stempel 10 ( supaya dapat member card --dan diskon tentu saja-- ) jadilah kami pergi sepulang saya Sekolah. ya kayak jam 7-an malam gitu deh sampai di Kidzoona Marvel City. Rasanya sih tetap worth-it karena jam segini, kidzoona sudah lumayan sepi. kayak serasa semua mainan ini punya dia,, jadi puas explore..


warna biru untuk 1 jam
warna pink untuk seharian

Pas banget masuk, langsung dikasih kunci locker dan kita udah siap dengan kaus kaki di kaki kita ( gak bawa kaus kaki, ada additional fee sebesar 20k/ pasang kaus kaki) lalu langsung Sa lari-lari ke arena Role Play yang jadi penjual burger, penjual es krim, penjual bunga, terus pemadam kebakaran, terus coba deh untuk naik perosotan yang sebelumnya gak pernah mau dicoba.. kali ini berani bahkan manjat sendiri,, harus saya akui kalau sejak sekolah, segala keberanian dan kepekaan Sa bertambah, dan Kidzoona memfasilitasi itu, makanya saya senang..

magnet block



puzzle


wooden train


Balik lagi ke pemahaman anak usia 0-5th yang motoriknya harus dipelihara, disini kebanyakan mainan memang memfasilitasi hal itu. banyak mainan berbagai ukuran yang tersedia berguna untuk melatih motorik anak. satu hal lagi yang membuat saya senang saat disini adalah... pendamping tidak dikenakan biaya, dan lebih penting, arena yang dijaga kebersihannya. kayak kalau masuk harus pakai kaus kaki, ada arena khusus untuk bayi (iya bayi 0th masih gratis loh), ada arena role play rumah-rumahan kayu beserta toilet, ranjang, dll yang Sa sukai... ada juga mainan baby- mini di booth Doktor yang kalau Sa, dia pakai untuk bolak-balik copot-pasang baju dan celananya, ini juga membantu banget anak se-usia Sa yang lagi belajar self help ( bantu diri) membuka dan memasang kembali celana dan bajunya.


Warna warni mainan dan arena juga menjadi perhatian saya. Owner sepertinya mempertimbangkan betul hal tersebut, tercermin sekali dari pemilihan warna pada tiap mainan yang cenderung cerah dan mencolok, warna ini berfungsi untuk mengembangkan juga imajinasi anak dan membangkitkan keceriaan anak saat bermain. Entah bagaimana, ibu-ibu seperti saya prefer mainan seperti ini ketimbang mainan lain di Mall yang menggunakan kacang / bahan makanan lain, sebagai media untuk melatih motorik anak, karena sekalipun Indonesia menghasilkan banyak kacang/ itu bersih/ diganti regularly, tetap saja menurut saya kurang bijaksana merubah makanan jadi mainan dan dibuang begitu saja pada akhirnya. 

Untuk yang mau bermain disini, cukup siapkan uang kurang dari 100ribu/anak ( ini sudah termasuk biaya 1 orang pendamping), dan diataas 100rb/ anak ( untuk main seharian). kenapa saya tidak kasih rate yang pasti, karena kayaknya tiap kidzoona itu beda-beda ya rate nya ( murah di Surabaya daripada di Jakarta, dan lebih murah lagi jika kamu sudah mempunyai member card) Untuk Member card, kita harus ngumpulkan 10 stamp selama setahun, dan member card masa berlakunya juga cuma 1tahun, tapi berasa banget jika punya member card, potongan harga s/d 3 anak/ sekali main.. dan untuk saya sih 1 jam main udah lebih dari cukup, apalagi jika anaknya seaktif Sa.. emaknya gak dikasih istirahat muter-muter terus keliling arena... tapi pada akhirnya, saya bahagia.. karena Sa bahagia dan tidur nyenyak selepas main👭

xx
Traveloro

Tuesday, April 23, 2019

Dinner di: Jiraiya Ramen @Nginden Intan - Surabaya


Sudah sejak lama saya suka ramen, bahkan saya sampai belajar bikin udon sendiri dan sukses besar, kuah kaldunya pun tangan saya sudah mahir betul meraciknya, tanpa perlu lihat contekan resep yang saya buat,,  itu adalah bukti nyata cinta saya pada mie secara umum, dan khususnya cinta pada Ramen.

Weekend yang lalu saya pergi jalan-jalan mengajak Sa ke taman yang ada ayunannya ( kalau kata Sa) Taman ini berlokasi nggak begitu jauh dari rumah tempat kami tinggal, yah kalo sore hari cuaca mendung gloomy gloomy tanpa matahari mentereng, saya berani deh jalan kaki, kalau panas terik, jangan kan jalan kaki, naik ojek aja aku emoh.. panas cyiiint..Setelah main-main sampai kulineran sekitaran situ, saya lihat ada lapak ramen di parkiran Alfa Midi-nya Nginden Intan, wah wah.. saya tertarik beneran mau coba, lihat yang makan menyeruput kuah dan bercucuran keringat, membuat saya, duh rek ngiler bangetlah pokoknya mah..

Lalu timbulah niat untuk makan disini, dan nunggu Sa bobo, karena kebetulan Ramen buka sampai jam 23.00 ( jika lihat di Google), setelah Sa tidur dan saya jalan ke sana, ternyata sudah habis ( padahal belum jam 11malam lhoo),, huhu sedih banget lah.. namanya kepingin,, lalu lihat ada mamang somay, beli lah, untungnya masih ada, eh ndilalah, somay yang saya beli jatuh ke jalanan dan plastic pembungkusnya pecah,, saya pulang dengan hati sedih dan mangkel, kok yo ngunu banget yak lagi laper tapi gak direstui makan,, haha

buku menu

Jadilah, saya niat dan merencanakan icip-icip kemari selepas kerja,, jemput Sa di sekolah. Lha kok lupa ada janji sama anak wedhok ini untuk pergi groceries shopping apple dan susunya dia, jadilah ke superindo Nginden Semolo baru setelahnya, sekitaran jam 7 malam, saya ke Jiraiya Ramen.
Ramen ini mengklaim sebagai Ramen Asli Indonesia sekalipun, ramen kan aslinya dari Jepang ya,, yang saya wonder adalah, waktu tunggunya, untuk ukuran orang yang puluhan tahun tinggal di Jakarta yang –apa apa serba cepet- menunggu 15 menitan ( kayaknya lebih deh) untuk dapat merasakan semangkuk Ramen, rasanya udah puluhan kali mulut gatal pengin bolak balik nanya, karena aku lihat mie nya masih di dalam rebusan, kok iso lama segitu ya, apa mie nya gak lodoh ( pikir saya)..



Datang minuman duluan, aku lupa deh ini namanya minuman apa ya.. pokoknya kopi sih,, harga nya murah pisan, 6k, ada layer kesukaan saya 70% isinya susu putih, sisanya kopi capucinno.. ini udah diaduk sih sama Sa jadi gak terlalu keliatan lagi deh ini layernya, tapi rasa, lumayan lah, gurih, gak kemanisan, dan gak enek.. dan ini membantu banget pas lagi kepedesan trus nyruput ini, rasa pedas dileher hilang seketika.


maunya suap sendiri.. 

Lalu pesanan kami datang, saya kongsi dengan Sa, dia bertugas menghabiskan ayam, dan bakso, bagian saya menghabiskan telur, sementara Mie, Sa makan duluan, sisanya baru saya habiskan, mungkin saya belum pernah cerita, tapi Sa juga suka mie kayak saya.. porsi semangkuk cukup besar, ini saya pesan yang tidak pedas, tapi bisa ditambahkan cabai kering yang disediakan di setiap meja.
Pertama kali makan ini, rasanya, maaaaaaaaaaaaaaaak… mienya lembut beneran, kok bisa ya, padahal direbus kayak 10 menit lebih, gak kelembekan atau kematangan sama sekali, rasanya pas banget.. 


Sa bayar dan menunggu kembalian

Dan dipastikan traveloro bakalan segera mampir lagi kesini dalam waktu dekat, harga permangkuk 16k, bisa di gojek pula. Kapan lagi bisa nge-Ramen yang enakk dan harganya cocok dikantong.

Xx
traveloro