monkey swimming |
Sudah seminggu kami di Jakarta, betulan gak berasa loh udah seminggu di Jakarta.. seperti nya baru kemarin naik kereta dari stasiun Pasar Turi, dan mengantre untuk tes antigen,, dan karena angka positif covid yang lumayan tinggi di Jakarta, kamipun hampir gak kemana-mana, hanya full dirumah dan Sa yang puas main dengan saudara seumurannya, dan juga kegiatan sekolah online yang dia jalani hampir setiap paginya.
my list |
jauh sebelum ke Jakarta, saya sudah menulis makanan apa saja yang ingin saya makan selama di Jakarta, seminggu disana, saya bahkan hanya berhasil mencentang beberapa makanan, dan tersisa beberapa makanan lain yang tidak sempat saya cicipi. Padahal list nya pun nggak banyak-banyak amat.. jadi rangkuman 7 hari di Jakarta hanya waktu berkualitas sama anak & saudara-saudara (again, angka covid yang tinggi bikin kita gak bisa kumpul setiap hari, full team kumpul hanya di hari minggu, sewaktu adiknaburju Mitoni & gender reveal dirumah mama) karenanya, ku putuskan untuk staycation sehari sebelum kami kembali ke Surabaya.
the view from the pool |
Alasannya? karena ingin sedikit memanjakan anak satu-satunya yang lagi senang berenang, ke jakarta, hal pertama yang dilakukan nya adalah memastikan baju renangnya ada di koper, untuk dibawa kejakarta, karena ingin sekali berenang dengan sepupu-sepupunya, atau memperlihatkan ke budhe-budhe nya bahwa dia sudah berenang dengan sangat baik (personally untuk Sa, masuk ke kolam renang tanpa menangis dan kepalanya terkena air tanpa penolakan adalah memang sebuah prestasi. pernah nggak anakmu mimisan setiap habis mandi pagi?? itulah yang belum lama yang lalu terjadi pada Sa, karena ternyata ketidak-suka-annya terhadap air adalah karena pembuluh darah nya yang sensitif sehingga apabila terkena air dikepala, sering langsung mimisan karena pembuluh darah di hidung begitu tipis sehingga kena air sedikit dingin dipagi hari akan membuatnya pecah begitu saja).
tired after swimming |
Beberapa hotel ada
dikepala saya, tapi akhirnya saya pilih untuk bermalam di grand tropic karena; kolam renangnya bisa dipakai dan ukurannya
cukup besar, ratenya hemat dikantong, spacious room (asli besar banget untuk
ukuran hotel hemat dikantong), cukup dekat dari stasiun, mengingat besok pagi
sehabis subuh kita harus berangkat ke stasiun untuk kembali ke Surabaya, dan
yang terakhir, bisa pandangi cityview dari dalam kamar, dengan membayar
300ribuan saja, kami bisa menginap di hotel bagus ini. menurut hasil googling
dan hasil scroll applikasi, hotel ini termasuk kedalam hotel bintang 4, lumayan
banget sih rate untuk hotel bintang 4. kami sendiri HANYA PESAN ROOM ONLY,
karena, berpikir pasti akan sarapan di stasiun.
Sehabis check in, dan diberikan kunci kamar,
kami langsung naik, lift dengan smooth membawa kami ke lantai 12, kamar kami
tidak begitu jauh dari lift, dan kami langsung meletakan koper dan barang lain,
dan kembali turun kebawah untuk berenang, di lift saat turun, kami berpapasan
dengan keluarga yang baru saja selesai berenang, saat itu saya sedikit worry
kolam akan ramai.. ternyata begitu sampai di kolam hanya ada 1 anak kecil yang
berenang di kolam kedalaman 1,15m. sepi begini disaat lagi pandemi membuat hati
tenang bukan main.. karena kalau kolam ramaipun, kami tidak akan berenang.
takut tertular virus.
the bathtub |
Disini ada beberapa kolam, dengan berbagai kedalaman. Sa memilih berenang di kolam kedalaman 1,15 hanya karena kolam yang lebih rendah (80cm kalau tidak salah) ada isi pasir-parisnya yang menurut dia bakal membuat renang tidak nyaman. saya pun duduk sambil menikmati kolam dan suara air terjun buatan, sungguh sebuah definisi santai sore yang sebenarnya. Puas berenang, kami lalu kembali ke kamar. Sa sendiri melanjutnya 'main air' dengan berendam air hangat di bathtub hotel. senangnya... fasilitas kamar memang luar biasa.
dinning table |
spacious living room |
the kitchen |
also the kitchen |
kamar terbagi menjadi 2 ruangan, ruang tamu & ruang tidur. ruang tidur, terdapat 3 ruangan terpisah; ruang tidur, wardrobe dan kamar mandi. sementara, ruang tamu dilengkapi dengan dapur, meja makan, dan kulkas 1 pintu. interiornya mirip apartemen dengan 1 kamar, luas ruangan juga dimanfaatkan dengan sangat baik, interiornya betulan seperti apartemen 1BR. satu hal yang membuat saya kurang nyaman adalah, suara berisik di area ruang tamu setiap kali air hangat di kamar mandi saya nyalakan. saya jadi berfikir apakah instalasinya ada di setiap kamar atau gimana.. kurang paham tapi cukup mengganggu.
Hotel juga menjual popcorn di
lobby, Sa sudah bolak balik minta dibelikan popcorn, jadilah beli popcorn dan
juga berbelanja sedikit makanan dan air minum di Daily foodhall yang ada di
lantai bawah dekat lobby utama yang menyatukan tower hotel dan tower apartemen
nya. saya juga order online Burgreens,
karena di Surabaya nggak ada Burgreens, ada sih.. tapi cuma beberapa menu saja,
dan itupun collab dengan coffee shop kecintaan saya SBUX. senangnya bisa
merasakan makanan burgreens yang enak DAN MAHAL ITU.
TV di ruang tamu, work properly. Tidak ada kesulitan mengoperasikannya, dan thankfully, program tv kabel juga bisa di tonton dan gambarnya bagus. malam hari kami habiskan mengobrol sambil menonton sementara dia juga sibuk nyemil pop corn nya. Malam berlalu semakin larut, Sa saya ajak ke kamar untuk tidur, karena besok subuh (jam 6 pagi) sudah harus check out dan tes antigen di Stasiun. dia pun setuju dan tidak lama setelah saya bacakan cerita, dia tertidur pulas. Sementara saya sendiri cukup takut ketiduran dan ketinggalan kereta (cukup sudah masa muda ku habiskan dengan ketinggalan pesawat berulang kali) memang semesta ini selalu punya cara untuk membuat kita tetap rendah hati, bila dulu santai walaupun uang hilang sia sia, tiket hangus karena ketinggalan pesawat, hari ini saya bisa takut tiket kereta hangus padahal nominalnya hanya 10% dari tiket pesawat. tapi i manage to fall asleep juga beberapa jam..
re-pack koper dan tas jinjing, supaya besok pagi bisa check out dengan nyaman... menikmati sekali lagi pemandangan jalanan jakarta dimalam hari.. begitu indah nya lampu lampu kendaraan yang lalu lalang,, dan tetidur sekitar jam 2 pagi.. sudah lama rasanya tidak tidur se-pulas-ini,, senang.. sampai sampai..
jakarta'S Traffic @5AM |
terbangun jam 3 pagi dan menghabiskan makanan yang tersisa, merebus air di electric jar dan menuangnya kedalam termos yang memang saya bawa untuk berpergian. entah... sekalipun selalu pakai masker, polusi Jakarta tetap membuat kami flu dan bersin bersin nyaris radang. jam 5 pagi saya membangunkan Sa, kami pun bersiap dan turun ke lobby jam 6 pagi, tidak berapa lama, taksi online yang kami pesan pun datang.. dan kami kembali ke Surabaya.
See you on
another stories of US.