 |
View Depan Villa jam 7 WITA ( masih kelihatan kabut) |
Omong-omong soal Ubud.. dibenak saya selalu membayangkan Julia Robert di film Eat, Pray, Love. namun, Ubud kali ini minus bersepeda, dan plus anak.. the love of my life, Sa Prajna, my Monkey. Disini, Ubud versi saya mencakup semua hal, Eat (a lot), Pray (a little), Love (MOREE).
Setelah naksir banyak hal tentang Ubud yang utamanya adalah = hijaunya hamparan Paddy field, dan jatuh hati pada tampilan Thani Villa (again saya book lewat situs booking.com) jadilah saya jatuhkan pilihan ke Thani Villa, yang ternyata setelah disana, baru percaya kalau lokasinya itu jauh dari UBUD CENTRE **yang mana akhirnya butuh 100k (PP) untuk menghantarkan kita lunch dan JJS kesana.
Pesawat malam menghantarkan kami dari Surabaya ke Denpasar, dan perjalanan selanjutnya ditempuh dengan jasa *AIRPORT PICKUP* yang ditawarkan owner Thani Villa. Manisnya si Owner jemput kami dengan mengajak serta isterinya. Jadi pas datang, dan Bli bantu angkat ransel saya, dia bilang "maaf saya ajak istri saya.." dijalan, mampir ke minimart untuk beli susu& isi data internet (iya tamu dikasih internet yang mumpuni untuk tetap bisa terhubung dengan dunia luar/ pekerjaan dll, meskipun rasanya susah mendapat sinyal selama di Villa.
 |
hasil foto Sa. dekorasi di ruang tidur |
Sampai Villa udah tengah malam menjelang dini hari, hujan tercampur dengan embun yang membuat jalan setapak di sawah menuju ke Villa jadi tantangan tersendiri untuk saya ( Sa tidur, saya gendong sambil dipayungi Bli, sambil jinjing sandal Sa juga, sementara Istri Bli, bantu membawa sisa barang yang lain). sampai disana, setelah beberes sekenanya saya ikutan tertidur. kita stay disini 29 Sept - 2Okt 2019.
 |
dapur. letak nya disebelah kiri Villa |
Room Rate di Thani 800k/night. tapi dengan kenyamanan dan Fasilitas yang ada, saya rasa semuanya worth-it banget.. itu sudah include breakfast, yang harus saya akui, sangat amat simple ( Vegetarian Breakie) tapi enak dan juga Sa suka, sekalipun itu Vegetarian dan ada sayur-sayuran juga.. dan untuk dinner bisa request dan di charge biaya 35k ( atau sekitar $2.. masih masuk akal dan rasanya juga juarakk).
 |
omellete for breakie, plus mix fruits, juice and milk |
 |
Banana Pancake for breakie day 2 |
 |
Nasi Goreng. Vegetarian. Sa seporsi habis!!! |
di Kitchen ada kulkas 2 pintu, kompor canggih, teko untuk rebus air, thermos untuk simpan air hangat, alat makan dan alat masak, bisa banget sebenernya kalau mau masak sendiri, karena umumnya yang stay di UBUD untuk meditasi dan relaksasi, bahkan dari hasil obrol-obrol sama Bli, pernah ada beberapa tamu yang stay di Thani Villa selama 3 bulan!! emang sih Villa nya sangat amat nyaman, rasanya mau kasih ratting lebih dari bintang 5, karena emang sebagus itu sih.. dan untuk stay selama itu, mereka masak-masak sendiri, dan bisa banget... karena fasilitas yang disediakan juga lengkap.

Nah, untuk kamar, ranjangnya idaman saya banget.. dibuat ala-ala ranjang jaman kolonial Belanda yang ada tirai penutup semacam kelambu, yang bisa difungsikan kalau malam, kalau takut kena gigitan nyamuk.. atau buat tambah pengalaman lah, minimal pernah tidur di ranjang romantis namun fungsional ini.. lampunya kataku so-so pencahayaan emang kayaknya sengaja gak dibuat terlalu terang, mungkin mau memberi efek ala ala pedesaan yang minim cahaya... (mungkin loh ya... )
di teras nan luas, ada meja makan, di tengah tengah dan ada juga kursi bersantai lengkap dengan beberapa novel impor ( novel berbahasa Inggris), kalau kalau mau santai sore sambil baca novel. kalau saya disini karena ada tamu lain (baca: para kucing) dan bertebaran bulu kucing, saya gak terlalu pakai kursi ini, tapi sempat berjemur disini karena sinar matahari sampai kekursi, biar aman, aku alasi dulu dudukannya pakai handuk yang disediakan hotel (fyi, hotel siapin 4 handuk bersih).
Oh, dan handuk ini pun, karena cukup panjang, aku pakai juga buat alas berjemur ditaman Villa, sekalipun masih kena gigitan semut in the process.
 |
pintu kamar. antik sekali ya! |
Sekalipun pintu terlihat kuno, karena memang iya, tapi pintu juga canggih! dilengkapi dengan selot dibeberapa titik dan tentu saja kunci. kan gak lucu kalau sepulang jalan-jalan, sampai Villa, barang-barang kita raib! Sekalipun aman, better keep pintu terkunci.. walaupun ini sering lupa saya lakukan.. maklumi lah ke pikunan saya...
 |
Dressing Room. natural & beratapkan langit
|
Dressing room isinya lengkap dan etnic natural semua. ada toilet, ada wastafel dengan baru besar sebagai wadahnya, ada kaca besar, dan ada shower plus sabun&shampoo juga. Karena gak beratap alias langsung kena ekspos matahari, saya juga sempat curi curi berjemur disini, sekalipun akhirnya pegal karena berdiri, akhirnya yah puas berjemur di taman Villa yang membuat (bisa dibilang ) persentasi tanning saya sukses 20%, dan tanning selanjutnya yang lebih puas terlaksana di SEMINYAK.
 |
our piece of heaven |
Over all traveloro suka sekali dan BETAH stay di Thani Villa. ownernya sangat amat baik, informatif dan helpful banget, bahkan karena tahu saya suka kopi, Bli selalu siapin kopi hitam plus isi penuh thermos air (in case gw mau bikin lagi.. terbaik emang) fasilitas jempolan, gak ada wifi tapi diberikan sim card untuk internetan, no AC tapi UBUD sudah cukup dingin (cukup membuat selimutan every single night), dapurnya asyik, kompor gas nya canggih... sempat kecewa pas tahu kolam renang nya belum dibuat, dan Thani Villa yang dilengkapi kolam renang sudah full book sampai pertengahan tahun depan katanya.. eh bahkan Bli Sentana ini mencarikan driver untuk mengantarkan kita kemana-mana, dengan best deal harga.. suksma ya Bli!! long life and we will come back SOOOOOOOOON!!