Showing posts with label #travelorokebali. Show all posts
Showing posts with label #travelorokebali. Show all posts

Tuesday, December 28, 2021

review hotel : The Studio Seminyak - Bali

 

the lovely POOL 

Pandemi memang merubah banyak hal dalam hidup, termasuk ‘budaya’ traveling-nya anak Milenial. Tidak, saya gak akan ngaku-ngaku jadi anak milenial (sekalipun usia saya masih termasuk didalam golongan anak-anak Milenial), karena pola pikir, cara berpakaian dan lagu kesukaan masih suka-suka saya, saya tidak suka yang template, saya gak suka dijuluki anak senja, dan saya menolak disamakan dengan orang-orang yang suka musik jazz karena zaman. Anak muda… saya sudah suka jazz saat manusia bumi menggilai POP/ R N B.

Baik, back to topic. Masih dalam rangka bday celebration #sederhanadanmembumi Tahun ini, begitu ajaib nya satu mimpi untuk kembali ke Bali, rasanya bisa terwujud. This time, kita akan berbosan-bosan di Seminyak, tepatnya di The Studio Seminyak. Pertama kali yang saya lakukan setelah membayar tiket citilink kami, adalah melihat lihat available room di tanggal ulangtahun saya. Karena sebegitu niatnya, ada beberapa apps yang saya download hari itu; traveloka, tiket.com, booking.com, trip, membandingkan rate & availability dari apps satu ke apps lain, dan begitu masuk ke pembayaran, tidak ada satupun apps yang support pembayaran dengan debit card, (atau mungkin bisa.. tapi card debit saya masih yang jadul dan tidak berlogo Visa –waktu itu dengan alasan murah biaya admin, jadi tidak mau yang berlogo vis*--), merasa kesal, saya lalu iseng menelepon beberapa hotel yang menarik perhatian saya. Fokus utama saya adalah kenyamanan karena mengajak anak dan menginap adalah hal yang cukup tricky untuk saya.

The Studio lewat apps, dan juga hasil googling, memiliki kamar dengan luas 50sqm alias 50 meter persegiiiiii.. iyak gak salah baca.. beneran 50sqm dan itu seluas rumah-rumah milenial,, bahkan lebih luas.. sekarang rumah-rumah dipasaran mungkin hanya seluas 20sqm, 33 sqm, 36sqm, dan bahkan apartment studio atau 1 BR sekalipun, sepertinya jarang ada yang seluas itu. Bersyukur rate-nya hanya 200k/ night, kebayang kan 4 hari di kamar luas dan dikasih rate super ciamik.. berasa dikasih kado aja terus menerus oleh semesta. Setelah menelepon saya semakin yakin untuk booking, memang ada beberapa tipe kamar, ada yang 1 villa juga, dengan interior yang lumayan manjain mata, dan super nyaman. Tetapi, karena budget sangat minim, saya akhirnya setuju untuk booking superior suit room, via telepon, dan hanya perlu mentransfer ke rekening owner, dan juga menulis (via text) apa apa saja special request (mis: tambah bantal, ganti handuk 2x sehari, no smoking room atau malah smoking room) saya cukup kaget dengan kenyataan bahwa booking price  via aplikasi dan via telepon akan lebih murah bila booking via telepon, saya anggap itu sebagai hadiah, karena saya BUKAN PEMAKAI/ PENGGUNA KARTU KREDIT.

Bli hotel juga bilang, mereka ada jasa airport pick up ( mereka bisa arrange airport pickup bilamana tamu mau dijemput dari bandara Ngurahrai –tentu dengan harga terpisah dari harga room). Yang setelah saya pikir-pikir, seminyak cukup dekat dari ngurah rai, harusnya saya bisa manage untuk pergi sendiri ke hotel, tapi akhirnya pun,, saya booking airport pick up di Bli yang menyewakan Skuter untuk kami, katanya sih best price, jadi saya percaya saja. hotel check, airport pick up check, rent bike check. Selanjutnya saya hanya perlu menunggu beberapa bulan lain dengan sabar hati, saya merahasiakan trip Bali ini dari monkey, untuk menjaga kelancaran belajar di sekolah dan ritme les renangnya.

Hari yang ditunggu tiba, penerbangan yang smooth, landing yang super smooth, sampai penjemputan oleh Bli rent bike pun tepat waktu membuat saya sangat bahagia. Sampai di hotel dan check in, saya kembali di kagetkan karena satu hotel ini hanya kami yang menginap!! Wohoooo.. tamu lain memilih budget Villa yang letaknya 20 meter ke Utara, alias beda gedung. The Studio sebetulnya terletak diperbatasan seminyak, dan saya beruntung The Studio lokasinya benar benar berada di luar hiruk pikuk semaraknya Seminyak, masuk gang, 1 mobil, posisi di ujung gang buntu, sangat amat menjadikan The Studio tempat nyaman untuk tidur tanpa banyak basa basi. Sebab lokasi yang cukup ‘masuk gang’ dengan row jalan kemungkinan hanya 3,5 – 4 meter, Hotel ini hanya menyediakan parkiran motor, syukurlah kami memang menyewa motor (gak ada uang juga untuk sewa mobil). Sebetulnya bisa juga parkir mobil di tanah kosong dekat hotel, tapi tetap saja menurutku, lebih enak sewa motor, lebih hemat dan kita kan Cuma pergi berdua, saya juga sudah mengantongi SIM A dan C, jadi tetap aman selalu.

Sewaktu check in, saya dipermudah karena sudah confirm terlebih dahulu waktu kedatangan saya dengan meberikan tiket pesawat kami. Kamar sudah disiapkan, lokasinya dilantai 2. Sejujurnya saya sangat mencintai Bali, dan segala hal tentangnya. Mendaki tangga sambil membawa koper ditangan satu, dan memegang tangan anak balita ditangan yang lain adalah hal lain. Perlu effort dan nafas yang panjang. Kamar kami diujung, dan yah.. sedikit PR untuk bolak-balik ke bawah (karena kolam ada dilantai 1).  Tiap kali naik atau turun tangga, rasanya bobot badan saya  berkurang 0.50 gram.

Sampai di kamar setelah naik tangga, rasanya seperti dapat jackpot! 50sqm didepan mata, masuk kamar langsung ketemu lorong, ada 3 ruangan terpisah, kamar tidur dengan 2 pintu ( 1 pintu menuju ke lorong, 1 pintu lagi menuju langsung ke kamar mandi), kamar mandi dengan 2 pintu (1 pintu direct ke bedroom, 1 pintu lagi menuju lorong dan ruang tamu/ruang tv). Ruang tamu sendiri sangat lega dan interiornya tidak sia-sia, cukup fungsional dan nyaman. Terdapat lukisan Buddha berukuran besar menempel didinding. TV dan meja TV, meja & sofa L, meja makan dan kursi makan. Tempat sampah dan aircon. Whouuw 50sqm dan dibawah sejuta, kayanya Cuma the Studio yang punya.. diruang tamu juga ada pintu dan jendela kaca (all wooden & glass) menuju ke balcony. Pemandangan sunset & sunrise dari balcony cukup memuaskan.

Kamar 50 meter persegi adalah alasan ku memilih The Studio. Dan harga juga sangat terjangkau bahkan menurutku murah. Gimana enggak?? 200ribu, bisa santai rebahan sambil nonton di ruang TV, bisa memandangi langit di balkon, bisa berendam di bathtub-nya, bisa juga nyantai di kamar, semuanya masih satu interior yang sama tapi beda-beda kesan. Bahkan ada meja makan dan kursi makan di pojok dinding dekat meja TV. Betulan toughful deh arsitek dan ownernya. Betul-betul memikirkan tamunya. Oh dan selain luas kamar dan rate, ku pilih The Studio karena tempatnya yang cukup ‘terasing’ dari hiruk pikuk Seminyak tapi masih di perbatasan Seminyak dan itu membuat kami tetap bisa skuteran kepantai Kuta – Legian – seminyak dengan leluasa, one way tidak ada artinya karena jarak hotel ke destinasi yang ada di list kami dekat-dekat saja.

Di Bali artinya harus percaya perbuatan baik ataupun buruk akan ada buahnya, LANGSUNG. Atau paling tidak itulah yang saya percayai, perdana sewa motor dan motor-nya pun yang mahal (sebetulnya sengaja karena mimpi someday punya vespa, tapi karena belum ada rejekinnya, akhirnnya sewa dulu) takut pas tiba-tiba lagi di parkir, motornya hilang, musti ganti rugi pakai uang apa.. syukurlah terjadi hanya yang baik baik saja.. walaupun sempat lupa kunci bagasi motor dan terparkir semalaman, tapi barang-barangku di bagasi termasuk STNK motornya, masih duduk cantik, aman, nggak hilang. Haa.. jadi rindu Bali, lagi.

Hal – hal unik yang ku perhatikan:

n  Hotel ini bukan hotel baru, begitupun arsitekturnya, interiornya dan exteriornya. Tapi saya suka, terlebih perpaduan elemen kayu dan kaca pada setiap pintu (pintu kamar, pintu kamar tidur ke kamar mandi, jendela kamar ke balkon). Dan kuncinya pun kunci jadul dan cukup berat. Saya selalu menitipkan kunci hotel di reception, kalau-kalau saya lupa atau kuncinya yang menghilang dari tas saya. Bisa saja.

n  Entah kenapa, tanaman di balcony kamarku sama sekali tidak ada, hanya pot berisikan tanah kering. Too bad, saya padahal suka yang hijau-hijau..

there's fridge under the wash basin. its magic

n  Masih di kamar, semuanya Nampak sempurna, bahkan untuk hotel bintang 3 dengan rate 200k, mendapatkan kamar mandi dengan bathtub adalah sebuah keniscayaan, tapi disini, setiap kamar memang dilengkapi dengan bathtub, dan huge wash basin dengan kaca yang juga super huge, too bad, ngga ada hairdryer (tenang, saya bawa hairdryer dan catokan juga) padahal kiri kanan kaca washbasin ada terminal electric (colokan), kalau mereka provide hairdryer pasti lebih ok. Sempat mikir, pasti nggak ada kulkas lah… ternyata pas buka wash basin didepan kamar mandi, ada kulkas tersembunyi dengan cantiknya dilemari bawah wash basin. TAKJUB. Titik.


n  Bed, idk badan ku yang terlalu hulk apa gimana, setiap pindah posisi tidur pasti papan divan akan berbunyi ‘kreeeek’ takut sewaktu waktu papannya patah, dan kasur kami amblas ke lantai **untung aja nggak terjadi**

n  Cupboard nya HULK sekali! Ini tuh ya.. baju, kulkas 2 pintu, anak & cucu masuk semua deh saking huge nya lemari. Memang, the studio adalah pilihan stay orang-orang yang menjalani WFB *Work from Bali* atau memang sedang dinas pekerjaan di Bali, mereka juga menyediakan rate special untuk yang tinggal bulanan (seperti indekos gitu modelannya). Jadi jangan heran sama lemari yang guedheeeeee banget itu yaa…

n  Kolam renang tidak besar, tapi cukup untuk alternative kegiatan keluarga. Monkey sangat senang berenang disini, sekalipun berjarak 1 meter dari kolam renang, ada aliran kali yang suaranya cukup bising, no problem, saya suka sama arsitekturnya, seriusan… cukup sulit disain kolam dengan kontur tanah dan posisi tanah yang sebelahan dengan Kali, karena rawan sekali longsor, dan arsitek the studio bisa mendisain dengan baik.

n  Tidak ada breakfast, I specifically asking them lewat aplikasi traveloka, dan no.. mereka memang tidak menyediakan breakfast, 200k for room only. but they provide plate & cutlery so we can always take away or cook something.

n  Canang everywhere. Saya tahu canang memang bagian dari tradisi, tapi saya sedikit takut karena posisi nya dekat saya parkir motor, saya cukup khawatir motor sewaan akan secara tidak sengaja menyentuh canang. Dan juga canang yang ada di ujung tangga (bagian atas), kadang saya takut terinjak oleh kaki saya atau kaki anak saya. Huffttt… disini bener bener menjaga dan melihat betul-betul jalan yang akan kita lewati.

n  Dimalam hari, akan ada saat dimana reception pergi untuk membeli makan / hal lain, sehingga Bli nya tidak stand by, tapi mereka cukup bertanggung jawab dengan memberikan tulisan dan juga mencantumkan nomor hp mereka yang terhubung dengan aplikasi perpesanan, sehingga kita pun tetap bisa menyampaikan request atau pertanyaan kepada bli yang jaga.

n  Hotelnya sangat sunyi. Sangat ‘nggak seminyak banget!’ tapi justru saya sukakk.. kenapa? Karena dekat dengan warung banyuwangi yang bisa di gofood / dine in, masakannya enak-enak, juga nasi tempong bu Devie yang sambelnya juara! Dekat dengan lokasi makanan dan pusat hiburan (kafe, coffeeshop, bar, etc), lokasinya yang memang di gang, perumahan, bukan di lokasi seminyak yang sibuk, betulan bisa buat tempat persemedian juga (I call it –little ubud—) mungkin hanya sesekali terdengar suara anjing menggonggong.

BIG SPIDER in the bathroom. FYI, theyre nice

Secara keseluruhan HOTEL ini memenuhi segala keinginan, kalau biasa cari hotel murah-murah aja yang penting ada tempat buat tidur (karena bakalan kelayapan ALL DAY), artinya lagi nggak perlu space kamar yang luas. Nah The Studio ini berbeda, kamu mau satu minggu semedi didalam kamar hotel pun pasti nyaman karena spacious room yang ditawarkan. Mau nonton TV sampai bosan, ada ruang tamu.. memandangi kehidupan, bisa duduk terbengong dibalcony nya.. mau tidur seharian hayuuk pindah ke kamar.. atau mau bermain air dengan sedikit privacy ada bathtub dikamar mandi.. makan bisa gofood/ sejenisnya karena di dalam juga ada meja makan- kulkas, piring, gelas minum, gelas kopi bahkan wash bashin untuk cuci cuci berserta kelengkapannya. 

Saturday, December 18, 2021

BDAY TRIP KE : BALI ISLAND!!!!

 

always put a smile even we wore a mask

Saya, kami, sangat excited untuk ada didalam pesawat yang membawa kami berlibur ke pulau BALI. Setelah selama covid kami tidak kemana mana, sebuah trip pasti akan membuat kami melupakan kesedihan, kesesakan dan perasaan tersegarkan oleh angin dan pemandangan pulau Bali yang begitu memanjakan.

Bila taun lalu  tujuan kami adalah UBUD, kali ini tujuan kami hanya seputar SEMINYAK – KUTA – LEGIAN saja. mengapa demikian? Banyak teman yang menyarankan untuk mencoba pantai disaat covid (mungkin karena super sepi jadi akan nyaman dan tidak begitu crowd seperti biasanya), juga saya sudah terlanjur pesan NEW VESPA sebagai kendaraan kami keliling selama liburan. Not sure bila stay di UBUD apakah ada local bike rental yang harganya sesuai kantong saya. Iya bokek.


our flight with Citilink

Entah mengapa semesta memberi ijin dan kemudahan kami. Bagaimana tidak? Di bulan oktober 2021 saat iseng mengecek apps BETTER FLY Citilink bisa bisanya harga tiket PP ke Bali untuk 2 orang hanya 1,100k, LIKE IS IT REALL… sebab sebelumnya, perjalanan PP ke Bali termurah 2.000k berdua. Juga kenyataan bahwa setelah berhasil membeli tiket, kami juga mendapatkan harga murah untuk hotel tempat kami stay selama di Seminyak. Perfect combo yang mmbuat saya jadi berpikir bahwa ini adalah tanda dari semesta, restu dari NYA.

Bally.. here we come!!!

Sejujurnya, ini bukan pertama kalinya kami berdua trip… tapi saya agak gugup karena harus membawa BALITA yang belum vaksin ini berpergian,, Saya sendiri baru mendapatkan vaksin shoot dosis kedua beberapa hari menjelang keberangkatan kami ke Denpasar. Syukurlah efek dosis kedua ini lebih soft daripada dosis yang petama. Anyway, dengan beberapa hari sebelumnya brief Sa, dan sebelumnya selama berbulan bulan afirmasi ( Oktober – November – desember) dia pun berjanji untuk selalu memakai masker bila kami keluar (sekalipun hanya turun untuk berenang di bawah, tetap harus bermasker)

Siang itu, cuaca mendung tanpa hujan menyapa kami. Saya berhasil arrange penjemputan oleh tim sewa vespa yang sudah menunggu kami di terminal kedatangan sambil membawa kertas bertuliskan nama saya. Senang? Ya tentu saja, artinya kami bisa langsung handsfree karena koper dan barang lain langsung berpindah tangan dan dibawakan Bli nya. Tujuan petama, tentu saja hotel.. saya cukup lelah, agak gugup juga dipesawat karena sudah berbulan bulan lalu off naik pesawat. Terakhir kami naik pesawat adalah pada saat saya menjemput Sa di bandara Soetha dan bersama kembali ke Juanda.

ikkhousha ramen. shoyu ramen

Selesai meletakan koper dan mencuci muka dan berganti baju, kamipun berangkat untuk makan ramen di sekitar hotel. Senang sekali ramen yang sudah bertahun tahun tidak saya makan, hari ini, dihari ulangtahun saya.. saya bisa merasakan kembali lembutnya ramen dipadu dengan gurihnya Shoyu broth, saya rasanya mau terbang saat akhirnya lidah kembali merasakan kenikmatan ini.


Selesai makan kami langsung menuju toko oleh oleh krisna yang di Sunset Road, sedikit mengisi tas belanja kami #BringYourOwnShoppingBag untuk hadiah natal para saudara, ipar dan keponakan di Jakarta, mampir ke minimarket untuk membeli air minum, kemudian kembali ke hotel dalam sekejap. Tidak lama, saya kembali mengorder nasi tempong sebagai penutup hari lahir saya, senang, nasi tempongnya sangat nikmat dan juga harganya cukup murah.


Pagi hari, kami memulai dengan berenang, karena hotel tidak menyediakan breakfast (room only), kamipun memulai hari dengan skuteran ke Pantai Kuta, well… rodok sedikit kecewa karena di pantai ramai manusia, yah sebenarnya sepi pengunjung, tapi ramai pedagang, mulai dari kelapa muda seharga 40k, meni pedi & nail art, per-kalung-an, per-kaos-an, sampai per-kepang-an. Too bad, menawarkan jasa sampai memaksa, yang membuat kami akhirnya setuju untuk di kepang dengan harga sesuai yang ditawar. Dalam hati sambil berharap.. lain kali boleh kan ya kami duduk santai dipantai, menikmati suara ombak tanpa ‘paksaan’ menggunakan jasa jasa yang ada.. untuk minuman, kami pasti akan membeli dipantai juga untuk support local business. Selesai dikepang, kami langsung meninggalkan pantai, pergi ke parkiran dan pindah ke pasar seni Legian, too bad, saya gak sempat beli apapun disana karena, lagi lagi saya keburu takut di tembak harga, (berdasarkan pengalaman saya sebelum sebelumnya… kami sering dikira tourist jadi dikasih harga tourist). Perjalanan pulang dan Sa insist pergi ke warung gelato terkenal yang berlokasi tidak jauh dari tempat kami menginap.

menikmati traffic Bali dengan scooter sewaan

Gelato ini lain cerita, disini kami mendapatkan perlakuan TIDAK RAMAH oleh para waiters dan petugas disana. Untuk rasa gelato OK, tapi pelayanan sorry to say, saya secara personal lebih memilih untuk TIDAK LAGI PERGI KESINI. Karena pembeli butuh rasa nyaman yang sayangnya tidak tersedia di toko ini. FYI, kesini saya MEMBELI, MEMBAYAR SEJUMLAH UANG, bukan menukarkan tiket / kupon hadiah giveaway untuk se-cup gelato. Miris memang, toko ini langsung saya blacklist, hehehe.. gak apa saya gak sebut merk kan.. aman kamu.. kemudian kamipun pulang, dengan membawa serta si gelato yang masih tersisa, iya bawaannya pengin pergi aja kalau tempatnya tidak nyaman, Karena kami kesini untuk berlibur dan have fun, segala yang buat not fun akan langsung kami tinggalkan.

sudah pengin kesini sejak Pepita buka beberapa tahun lalu.

Tiba di hotel kami lalu order gofood untuk makan, this time pilih nasi goreng local, rasanya nikmat. Setelahnya kami skuteran agak jauh untuk bertemu seseorang mentor vegan keren yang rumahnya, berhasil membuat kami nyasar. Kebayang kan, di kota orang, motoran modal googlemaps, dan tapi Jalan di denpasar dan sekitarnya itu kebanyakan Jalan satu arah yang membuat saya bingung sendiri, karena bolak balik nyasar.. waktu tempuh yang harusnya hanya 30 menit or so, menjadi satu jam lebih.. tapi ini ku syukuri karena bisa ngobrol lepas bersama mba Mitha di rumah beliau. Sebelum perjalanan makin memusingkan, kami juga sudah mampir ke Pepita n Sons untuk ngopi dingin dan merasakan nikmatnya vegan donut buatan mba Sophie Navita. Saat saya mengetik ini, terbayang lembutnya choco vegan donut yang saat itu saya rasakan, FIXX saya akan kesana lagi pada trip to Bali yang selanjutnya.. sampai hotel dan mandi.. kemudian kami pergi ke jimbaran untuk menikmati seafood dan sunset sepanjang Jalan. Merasakan nyamannya mengendarai vespa impian yang entah kapan akan dimiliki… malam belum berakhir, kami pergi ke Made’s di Seminyak untuk menikmati LIVE MUSIC.\

Made's Seminyak on Friday

Bersyukur lagi, jauh sebelum mengunjungi Warung ini, saya sudah menelepon nya terlebih dahulu untuk menanyakan perihal live music ini, awalnya saya berharap ada Bali dance atau local show lainnya. Dari informasi yang saya dapatkan lewat telpon, selama covid ini tidak ada traditional Bali dance, hanya ada LIVE MUSIC di hari Jumat dan Salsa night di Malam Sabtu. Jadi hari Jumat berakhir dengan ber-live music-ria dengan lagu lagu yang saya hapal semua lyricnya menikmati indahnya suara kakak penyanyi sambil nyemil marinara pizza dan menyesap kopi cappuccino saya..


Sabtu pagi berawal dengan berenang…. Sa kebetulan lagi GIAT SANGAT berenang jadi ya hampir setiap hari dan dalam sehari bisa beberapa kali berenang bersama. Pagi ini sarapan nasi tempong lagi di warung banyuwangi dekat hotel. Entah sudah berapa porsi nasi tempong dan menu khas banyuwangi lainnya yang sudah kami nikmati selama di Bali. Lost count karena memang SE ENAK ITU dan mudah dipilih daripada terjebak memakan daging B yang tidak kami konsumsi. Selesai sarapan kami lalu berangkat sedikit ke tengah, ke Cangu untuk mengunjungi warung kakak kandung saya (ngarepdotcom) Teh Manis Bali. Perjalanan ke Cangu dengan motor tidaklah begitu menyenangkan diterik nya matahari Bali dan ramainya jalanan oleh para tourist local dan tourist asing. Saya harus berkali kali mengerem dan membuat jari saya kapalan, iya se---sering---itu ngeremnya. Dan rem Vespa memang keras, jadi perlu tenaga dan kesabaran dan kekuatan yang penuh. Sekembalinya dari cangu, kami langsung ngemall, kali ini tujuannya, discovery mall, mall kecintaan saya yang tidak banyak berubah, dan luckily kami bisa memanjakan mata karena selain dibelakang mall persis ada hamparan laut kuta nan indah dengan langit yang aduhaii,, di dalam mall.. sedang ada pameran karya seni (lukisan dan sejenisnya) yang betulan membuat hati terkagum kagum melihat rupanya dan harganya.. (lihat saja, belum sanggup membeli). Seolah belum terlalu kapalan si jari, kami lanjutkan perjalanan ke Krisna, kali ini Krisna terbesar yang ada di Bypass, baru petama kali kesini dan kagum aja gitu.. segitu banyaknya lahan untuk parkir, sampai penuh dan harus di refer ke parkiran lain yang jaraknya beberapa meter dari lokasi, untunglah motor tetap bisa parkir di basement. Beli – beli sedikit lagi kado natal untuk diberikan ke keluarga, setelahnya kami pulang dengan kardus menyempil dibagian depan vespa, perjalanan balik ke hotel menjadi pelan dan sedikit mendebarkan karena cukup tricky membawa kardus besar disela sela kali saya yang panjang.

warung banyuwangi dekat hotel, dine in or takeaway

Malam ditutup dengan MAKAN MALAM NASI TEMPONG LAGI. hehehe bingung mau makan apa, warung banyuwangi selalu jadi jawaban. Dan rasa masakan yang mirip mirip dengan masakan Suroboyoan----masakanku, membuatnya menjadi sangat kusukai..

Nusa Dua Skies

Ya sebetulnya mau extend di NUSA DUA, dan hotelpun sudah di lunasi, tapi tiket pesawat tidak bisa di extend Karena flight nya sedang penuh sampai Natal. Dengan berat hati kami harus pulang sesuai jadwal dan merelakan booking-an hotel di Nusa Dua hangus sia sia.. anyway.. kami merasakan kenyamanan saat Drive-thru tes antigen dan PCR (untuk Sa) hasilnya cepat dan juga terkoneksi dengan apps PeduliLindungi.

why you grow up so fast, my Monkey?

Sesampainya kembali di bandara Djuanda, kami menunggu lumayan lama untuk baggage claim. Ya, kali ini, pergi dan pulang, selalu ada bagasi yang dititip karena pesawat citilink pesanan kami juga include baggage sebanyak 20kg each, itulah mengapa saya suka terbang dengan citilink, sebab pesawat lainnya, pasti butuh extra money untuk baggage. diusia baru ini, saya tersadar begitu banyak berkat yang boleh saya rasakan sekalipun, disetiap Desember, ada saja cobaan untuk kami, terkhusus di kesehatannya Sa. tahun lalu, bulan Desember, dihari dimana saya harus bimbingan tesis untuk finalisasi menuju sidang tesis, Sa harus dilarikan ke IGD karena muntah terus dan ternyata hasil tes darahnya dia terkena gejala typus. Desember tahun-tahun sebelumnya pun.. tidak mudah untuk kami lalui, tapi kami berhasil sampai di tahun ini. 


cheers, XOXO

Traveloro

Thursday, October 3, 2019

Review Hotel : Bali Reski - Seminyak



WE'RE EXTEND !!!
and YES! SEMINYAK was our destination because near the airport (and also because we had early morning flight) and the main reason was I wanted to get Tanned even more. Ubud gives me a slight tan and I need to be tan more before back to Surabaya.


day before, when we still @ Ubud, i go surfing booking.com to book our room. and i got the best deal from Bali Reski Hotel. the room rate was around $35/night. and to be honest this is my first time Visiting Bali without going to the beaches... yeah because we're reaching Seminyak late ( around 3pm) and we're extremely starving that time we ordered lunch from Gof*** and honestly i didn't had a chance to capture our room just because we ( me and baby)  busy at the pool for hours. literally hours. and i got tanned just like i wanted (thanks to my tanning oil*) 

right after we finished our lunch

pool sides, chit chat places 

on the way to our room (after hours in the water)
















after dark we're going to souvenir shop. Khrisna. and this was the pict that i capture during our wait for online taxi to came...Bali Reski also has a Warung at the front. i bet the food they serve were delicious, because they serve by the heart. 

the warung

where they serve the breafast 

Warung's exterior. kindda COOL



for me, i highlighted 2 things here during our stay :
the hospitality was excellent ( the staff was so kind and informative, room was pretty clean, and the aircon work so well, the pool was clean, there's plenty of towel for us to used)

but, these also things that they need to be fix. such as our room, the water, i mean the tap water just hot, and also the shower water. the closet didn't work properly. but the other was excellence

(and note) this is the best place for someone or family to stay. why? because of our wallet (That full of card and document) was outside the room (on the sofa next) and i just forget but when we're back there to check the wallet's still there.. no one pick it no one steal it!! thank you, LORD.. 

and for breakfast, we skip it because we're on the way to the airport at 4.30AM in the morning.. sayonara Seminyak, sayonara Bali Reski, Sayonara BALI ISLAND.. we're back for sure........

crossing Java Island : Bali




Sempat dibilang jahat karena tidak ajak Sa ke Jakarta untuk nyekar 8th-an mamake..  Padahal sebenarnya sebulan jauh sebelum itu saya sudah mengantongi IJIN day-off selama 3 hari dari boss saya (maacie ya bossque yang cantik dan baik hati). Tentu saja boss saya bolak-balik nanya.. emang kamu mau kemana sih.. lama-lama gitu,,? tentu aja saya bilang "mau ke Bali, ajak anak saya bu.." dan beliaupun akhire bilang "ya udah kamu pergilah.. tapi syarat dan ketentuan berlaku ya, kamis harus masuk.. kan kamu bisa pergi dari hari Minggu (whaaaaaat Minggu kan aku masih kudu sekolah dulu, ada kelas dari pagi..--- eh tapi jujur itu yang terusnya menumbuhkan ide saya untuk ngambil flight ke BALI hari Minggu di jam sore) dan untuk penerbangan pulang, saya extend sehari, karena pindah dari Ubud ke Seminyak, cause im desperately need to REST and RELAX 


Kenapa UBUD?? jawabannya simple, karena saya belum pernah.. Sa juga pasti senang senang aja selama itu ada saya.. dan tentu saja sedikit sogokan berupa susu dan candy... flight kami berjalan mulus tanpa turbulence, kayaknya cuma 35menitan deh,, dan di Ngurah Rai, kami tenang karena sudah minta airport pickup sama owner Villa kami di Ubud 


Sampai Ubud tengah malam disambut guyuran hujan, adem banget.. meni Sa tidur dari pas dijalan ya,, dan Villa nya itu ada di tengah sawah (Dalam arti yang sebenarnya), jadi sambil gendong dimalam gelap dan hujan, bener-bener pengalaman yang tidak terlupakan, tau kan persawahaan itu jalannya cuma setapak dan sliperry juga,, untung aja bisa menjaga keseimbangan badan, karena salah langkah kami bakalan nyusruk ke Sawah..




Sampai dan diberi sedikit room tour sama Bli owner.. dan dia juga tanya mau sarapan jam berapa, dan info menu sarapannya juga.. dan kami tidur terlelap di empuknya kasur dan dinginnya udara UBUD. sempet kecewa pas tahu kalau kamar kami, gak ada Aircon, tapi begitu lepas sepatu, dan bertelanjang kaki, baru deh tahu dinginnya lantai. Sempat Bli tanya besok mau kemana, saya jawab mau istirahat aja di Villa.. 



Bangun pagi setelah sarapan omellete (isi bayam dan tomat cincang) singkat cerita, Bli tidak punya gayung untuk mandi (sa gak suka mandi pakai shower) sebagai gantinya, Bli bilang bahwa 2 menit jalan lurus kebawah, ada air terjun mini dan mata air alami yang biasa dicari orang seperti holly water dan kita beruntung bahwa area itu masih punya nya Bli, jadi sekalipun lumayan jauh dari Villa, air terjun dan mata air ini private, dan Sa bisa mandi disana. lalu coba turun kebawah, masih persawahan sih.. tapi berundak dan yang cukup PR adalah gimana caranya ajak Sa turun dengan digendong, kondisi tanah basah dan lumut juga berat badan Sa yang lumayan dengan panjang badan yang udah gak bisa dilipat macam bayi dulu... tapi bisa sih dengan sedikit usaha dan banyak keringat (hueheheh...) terus dia mandi deh dengan asyiknya dipancuran itu.. niat awal mau istirahat dan sepeda-an (macem Julia Robert di film Eat, Pray, Love gitu kan ya,, ) taunya apa coba....siangan dikit, karena laper, kami minta di drop ke Ubud Center.... ciye.. terus makan siang di salah satu warung.. yang menunya enak-enak (tapi juga) mahal-mahal.. dan strolling around Pasar Seni Ubud, karena Sa insist beli sandal buat mba nya dirumah setelah dapet ya senyum aja dengan muka cemong penuh gellato yang lagi dia makan..  malamnya untuk dinner kita pesan di Villa dan dibuatkan Veggie Curry oleh istrinya Bli, rasanya TDF sekalipun later i got diare karena si kuah nan inak itu berbahan dasar santan



Pagi-pagi ada yang komplain gak mau mandi kalau gak ke pancuran air lagi... dan emang jadwal kita hari ini cukup padat. Goa Gajah - Tirta Gangga - mampir pantai sepanjang karangasem (kalau sempat) DAN kelakon juga semua itu.. first stop kita Kimia Farma, disitu saya beli obat untuk mengatasi diare dan kami ke Goa Gajah setelahnya. disitu, rasa magis kental terasa menghampiri raga, ada semacam aura yang membuat saya merasa tempat ini sakral sekali.. saya sempat goosebump saat masuk ke salah satu goa yang ada benda peninggalan dewa dewa,, ditempat ini juga ada tulisan yang intinya, kalau perempuan dengan kondisi lagi period, gak diperbolehkan masuk ke areal yang sudah dibatasi,, berani melanggar ya tanggung sendiri akibatnya yah.. untunglah pas kemarin kesana, aku gak lagi period, bisa explore lebih dan berkeringat secukupnya.. 



right before the big fish come out and kiss her 

Tirta gangga adalah lain hal,, dan disini saya bahkan sempat berenang bersama ikan-ikan didalam kolam pancur.. gak terbayangkan tapi terjadi juga sih.. ternyata saya cukup berani berbusana renang dan dilihatin banyak mata.. sempat lama di sini, Sa bahkan mengalami adegan cukup membuat jantungnya berdegup keras sampai dia tersungkur dan menangis.. saat dia kasih makan ikan, dan salah satu ikan besarnya loncat dari permukaan air, nyaris mencium pipinya (mirip adegan dolphin kiss penunjung seaworld di film-film). Juga karena disini cukup lama, kami memutuskan makan di kafe tirta gangga, pajaknya 21% dan saya inget nominalnya Rp.51.000 wagelaseeh.. bangkrut kakk!!! perjalanan Pulang kami sempat mampir ke 2 lokasi lain, masih di seputaran wilayah karangasem, Bali. dan sempat juga lho lewatin Padang Bai, wah........ pikiran langsung melayang,,,,,,, seandainya dulu saya ambil sekolah diving di Padang Bai yah.. saya pasti gak bakalan sekolah di Surabaya, apalagi dapet kerjaan yang bisa mengantarkan traveloro ke Bali-Ubud-Seminyak (terimakasih Tuhan eniwey sepanjang jalan pergi-pulang pas lewat perbukitan kita melihat kawanan monyet dikiri-kanan jalan... Sa jerit jerit dan semangat banget lihatnya, this is her first time lihat Monyet.. 


say hello to the Villa @Ubud

hari ketiga, kami sempat keteteran packing dan lost track time... karena Bli yang bakalan antar kami ke Seminyak mengalami kendala di kendaraannya, sehingga jam cek out jadi keteteran lebih dari 2 jam.. ditunggu-tunggu bli gak kunjung datang, saya sampai bolak balik mandi-berjemur-mandi-berjemur, untuk bilas tanning oil yang saya apply selama berjemur... dan tibalah di Seminyak dengan waktu perjalanan 2 jam, lumayan padat jalanan Ubud - Seminyak. Nginap di Bali Reski Hotel dan puas puasin tanning karena ini adalah matahari terakhir sebelum beraktivitas kembali.. 




Sa keren,, dia mau berenang sendiri, gak mau dipegang atau di jagain....... kita sampai berjam-jam dalam air dan cuma naik untuk makan siang yang kami pesan lewat aplikasi gofood. mulai gelap, kami naik dan bilas.. jalan lah kami ke Krisna. untuk beli Oleh-oleh dan ada niat juga paketin oleh-oleh ke keluarga di Jakarta. di Krisna, kasirnya lucu sih.. terpisah antara kasir kartu dan kasir tunai.. dan karena tunai gak banyak.. saya sampai mengembalikan tas rajut incaran karena males untuk antre panjang di kasir non tunai



untuk menutup malam ini, kita mampir ke Made;s Warung di Seminyak. ah.. rindu.. its been a while since my last visit.. ga berubah.. masih tetap indah.. Sa pesan gelato strawberry dan saya pesan kopi.. keduanya enak..dan tambah enak lagi karena kami menikmatinya sambil melihat penampilan tari Bali.. di panggungnya Warung.. sampai hotel.. Sa tidur.. saya packing dan gak bisa tidur, takut ketinggalan pesawat......



xx
Traveloro














** untuk yang mau ke Ubud, harus nabung lama........ karena pajak restonya 21% ( iyak sebesar itu) *bangkrut in an instant* belum lagi yah.. kemana-mana jauh, harus sewa kendaraan minimal sepeda atau motor. Kita cukup beruntung Bli Santana (villa owner) berikan harga terbaik untuk tour seharian & layanan drop off - Pick up yang luar biasa, bahkan pak Supir nya mau-mauan gendong Sa selama tour ( tour lumayan jauh, mendaki banyak tangga, dan padat [ Gua Gajah - Tirta Gangga - Lunch - Taman Soekasada Ujung - Pantai Wates Yeh Malet]