Showing posts with label #coffeelover. Show all posts
Showing posts with label #coffeelover. Show all posts

Wednesday, October 2, 2019

Review Villa: Thani Villa - Ubud

View Depan Villa jam 7 WITA ( masih kelihatan kabut)

Omong-omong soal Ubud.. dibenak saya selalu membayangkan Julia Robert di film Eat, Pray, Love. namun, Ubud kali ini minus bersepeda, dan plus anak.. the love of my life, Sa Prajna, my Monkey. Disini, Ubud versi saya mencakup semua hal, Eat (a lot), Pray (a little), Love (MOREE).

Setelah naksir banyak hal tentang Ubud yang utamanya adalah = hijaunya hamparan Paddy field, dan jatuh hati pada tampilan Thani Villa (again saya book lewat situs booking.com) jadilah saya jatuhkan pilihan ke Thani Villa, yang ternyata setelah disana, baru percaya kalau lokasinya itu jauh dari UBUD CENTRE **yang mana akhirnya butuh 100k (PP) untuk menghantarkan kita lunch dan JJS kesana. 

Pesawat malam menghantarkan kami dari Surabaya ke Denpasar, dan perjalanan selanjutnya ditempuh dengan jasa *AIRPORT PICKUP* yang ditawarkan owner Thani Villa. Manisnya si Owner jemput kami dengan mengajak serta isterinya. Jadi pas datang, dan Bli bantu angkat ransel saya, dia bilang "maaf saya ajak istri saya.." dijalan, mampir ke minimart untuk beli susu& isi data internet (iya tamu dikasih internet yang mumpuni untuk tetap bisa terhubung dengan dunia luar/ pekerjaan dll, meskipun rasanya susah mendapat sinyal selama di Villa.

hasil foto Sa. dekorasi di ruang tidur

Sampai Villa udah tengah malam menjelang dini hari, hujan tercampur dengan embun yang membuat jalan setapak di sawah menuju ke Villa jadi tantangan tersendiri untuk saya ( Sa tidur, saya gendong sambil dipayungi Bli, sambil jinjing sandal Sa juga, sementara Istri Bli, bantu membawa sisa barang yang lain). sampai disana, setelah beberes sekenanya saya ikutan tertidur. kita stay disini 29 Sept - 2Okt 2019.

dapur. letak nya disebelah kiri Villa

Room Rate di Thani 800k/night. tapi dengan kenyamanan dan Fasilitas yang ada, saya rasa semuanya worth-it banget.. itu sudah include breakfast, yang harus saya akui, sangat amat simple ( Vegetarian Breakie) tapi enak dan juga Sa suka, sekalipun itu Vegetarian dan ada sayur-sayuran juga.. dan untuk dinner bisa request dan di charge biaya 35k ( atau sekitar $2.. masih masuk akal dan rasanya juga juarakk). 

omellete for breakie, plus mix fruits, juice and milk

Banana Pancake for breakie day 2

Nasi Goreng. Vegetarian. Sa seporsi habis!!! 
di Kitchen ada kulkas 2 pintu, kompor canggih, teko untuk rebus air, thermos untuk simpan air hangat, alat makan dan alat masak, bisa banget sebenernya kalau mau masak sendiri, karena umumnya yang stay di UBUD untuk meditasi dan relaksasi, bahkan dari hasil obrol-obrol sama Bli, pernah ada beberapa tamu yang stay di Thani Villa selama 3 bulan!! emang sih Villa nya sangat amat nyaman, rasanya mau kasih ratting lebih dari bintang 5, karena emang sebagus itu sih.. dan untuk stay selama itu, mereka masak-masak sendiri, dan bisa banget... karena fasilitas yang disediakan juga lengkap. 


Nah, untuk kamar, ranjangnya idaman saya banget.. dibuat ala-ala ranjang jaman kolonial Belanda yang ada tirai penutup semacam kelambu, yang bisa difungsikan kalau malam, kalau takut kena gigitan nyamuk.. atau buat tambah pengalaman lah, minimal pernah tidur di ranjang romantis namun fungsional ini.. lampunya kataku so-so pencahayaan emang kayaknya sengaja gak dibuat terlalu terang, mungkin mau memberi efek ala ala pedesaan yang minim cahaya... (mungkin loh ya... )


di teras nan luas, ada meja makan, di tengah tengah dan ada juga kursi bersantai lengkap dengan beberapa novel impor ( novel berbahasa Inggris), kalau kalau mau santai sore sambil baca novel. kalau saya disini karena ada tamu lain (baca: para kucing) dan bertebaran bulu kucing, saya gak terlalu pakai kursi ini, tapi sempat berjemur disini karena sinar matahari sampai kekursi, biar aman, aku alasi dulu dudukannya pakai handuk yang disediakan hotel (fyi, hotel siapin 4 handuk bersih).
Oh, dan handuk ini pun, karena cukup panjang, aku pakai juga buat alas berjemur ditaman Villa, sekalipun masih kena gigitan semut in the process. 

pintu kamar. antik sekali ya!
Sekalipun pintu terlihat kuno, karena memang iya, tapi pintu juga canggih! dilengkapi dengan selot dibeberapa titik dan tentu saja kunci. kan gak lucu kalau sepulang jalan-jalan, sampai Villa, barang-barang kita raib! Sekalipun aman, better keep pintu terkunci.. walaupun ini sering lupa saya lakukan.. maklumi lah ke pikunan saya...


Dressing Room. natural & beratapkan langit

Dressing room isinya lengkap dan etnic natural semua. ada toilet, ada wastafel dengan baru besar sebagai wadahnya, ada kaca besar, dan ada shower plus sabun&shampoo juga. Karena gak beratap alias langsung kena ekspos matahari, saya juga sempat curi curi berjemur disini, sekalipun akhirnya pegal karena berdiri, akhirnya yah puas berjemur di taman Villa yang membuat (bisa dibilang ) persentasi tanning saya sukses 20%, dan tanning selanjutnya yang lebih puas terlaksana di SEMINYAK. 

our piece of heaven 

Over all traveloro suka sekali dan BETAH stay di Thani Villa. ownernya sangat amat baik, informatif dan helpful banget, bahkan karena tahu saya suka kopi, Bli selalu siapin kopi hitam plus isi penuh thermos air (in case gw mau bikin lagi.. terbaik emang) fasilitas jempolan, gak ada wifi tapi diberikan sim card untuk internetan, no AC tapi UBUD sudah cukup dingin (cukup membuat selimutan every single night), dapurnya asyik, kompor gas nya canggih... sempat kecewa pas tahu kolam renang nya belum dibuat, dan Thani Villa yang dilengkapi kolam renang sudah full book sampai pertengahan tahun depan katanya.. eh bahkan Bli Sentana ini mencarikan driver untuk mengantarkan kita kemana-mana, dengan best deal harga.. suksma ya Bli!! long life and we will come back SOOOOOOOOON!!

Saturday, August 31, 2019

hangout: @Hungerbelt - Spazio (Surabaya)

Dari dulu hampir setiap kali meeting diluar saya pasti pilih coffee shop, dimanapun itu, kayak di bandara sekalipun, pasti di coffee shop karena tempat dan aroma itu membuat saya bahagia, wis pasti presentasi ataupun dealing lancar jaya setiap kali.. terimakasih kopi untuk aroma-mu yang begitu bersahaja..



Lalu bermukim sementara di Surabaya, sekonyong-konyong membuat saya bertekuk lutut dengan lalu lintas dan tata kota yang apik,, dan banyaknya coffee shop beraneka segment, saya jadi semakin sayang deh dan betah disini, dan kebetulan pekerjaan saya yang cukup fleksible ( note: fleksibel in my term artinya gak cuma dibalik meja, kadang dibalik debu dan terik matahari gak cuma ketemu orang penting, kadang juga ketemu ular.. seru kan..) 

Sampailah saya pada acara yang cukup unik ini, diadakan nya di cafe (yang kebetulan di dalam cafe ada kedai kopi-nya), nah.. ya udah keterusan deh,, betah dan nyaman banget disini tuh.. nama tempatnya "Hungerbelt" yang terletak di Spazio ( Surabaya Barat) [ sekalipun saya masih gak ngerti term-nya Surabaya Barat, Surabaya Timur,d..s..t..] 


Beberapa saat sebelum event terlaksana, saya duluan masuk ke ruko ruko di sebelahnya yang ada Hokky buah.. dan emang siy dari luar, kafe ini kelihatannya menarik banget.. apalagi kalau bukan karena interiornya yang kalau kelihatan dari luar, mengadopsi disain industrialis.. udah pasti jadi list nongkrong jika ada waktu.. karena interior Industrialis ini umumnya akan memutar lagu lagu Jazz ( pokoknya gue banget dah..)  


Ketepatan dengan acara ini, saya jadi bisa sekalian kerja sekalian nongkrong,, pas banget juga sekolahan masih libur.. beneran serba pas, cuma aja kalau mau kesini dari kost, kayaknya usaha banget,, karena macetnya itu,, 13KM rasa 1 jam setengah.. macetnya, berasa lagi di Jakarta deh.. Dan begitu sampai,, rasanya segala keruwetan terurai dengan segelas cappuccino hangat buatan mas barista yang ramah.. 

Sudah beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, saya memesan hot cappuccino di situ, dan aseli, rasanya tidak pernah mengecewakan, walau pas order pertama kali, mood saya hancur karena late art nya rusak akibat dibawa jalan 4 meter jauhnya dari tempat barista ke kursi saya.. Di Hungerbelt tiap malam Sabtu & Minggu ini tuh yaa.. Selalu ada live music nya di outdoor, kebayang kan.. beratapkan langit Surabaya dengan sinaran bulan dan lampu kendaraan yang lalu lalang nan seksi yakin deh sendirianpun disini bakalan membuatmu bahagia.. 

Untuk yang belum pernah ke Hungerbelt, disini mereka udah pakai sistem, jadi beli-beli pakai kartu elektronik yang diberikan pas kita masuk, order dari tenant manapun disini, akan dikasih semacam alarm yang bakalan berbunyi dan bergetar jika makanan / minuman mu sudah bisa di pick up.. kerennya lagi, dan semua yang kamu beli udah terekam di e-card mu, jadi gak ada cerita lupa pesan apa tadi ya,, 

Disini yang kurang disini menurutku cuma satu, adalah toiletnya.. jadi dipojokan sebelah dalam dekat arena main anak, ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, yang masing-masing dapat 1 bilik. Namun masalahnya adalah, ruang bilik yang dipaksakan muat untuk 1 closet jongkok, 1 tong sampah buat sanitary napkins, dan i tong sampah untuk tissue. dan pas pintu dibuka atau ditutup ya mepet banget sama closetnya.. badan harus berusaha keras untuk gak terjepit in between.. selebihnya semuanya OK dan sangat ku sukaiiiiiiiiiiii.. 


Sebagai tambahan nilai plus dari saya, pernah sekali waktu saking lupanya saya pindah duduk dari sofa ke kursi kayu dekat area main anak disini, dan lupa kalau ipad saya masih ada di sofa, lalu.. udah berjam-jam yang lewat dan saya juga udah pack tas siap pulang, lalu kemudian seseorang datang menghampiri saya dengan menyodorkan ipad saya ketangan saya.. duh langsung nyes banget.. mungkin kalau ini adalah tempat lain juga bakalan lain ceritanya,, tapi disini, kayak 5jam ipad lupa taro, dan masih ada, utuh.. dan penemunya pun fair enough untuk menyerahkan kembali ke saya.. 

happy weekend everybody.. uh and i LOVE you HUNGERBELT


-MONK-  

Wednesday, April 24, 2019

Nupi ( Nugas & Ngopi ) di : Coffee Toffee



Ini adalah hari pertama saya setelah sekitar dua bulanan di Surabaya, merasakan yang namanya Tua Di Jalan tuanya itu karena bapak ojeknya kesasar.. padahal saya sendiri udah wanti-wanti, pak lewat Mayjen Sungkono aja, tapi bapake insist lewat Banyu Urip dengan alasan de'e tahu jalan pintas dan dijamin gak akan kena macet. tapi ya boro-boro sampai tempat ONTIME, setelah setengah jam-an lebih ngalor ngidur keliling kertajaya kesonoan dikit, akhirnya saya sedikit tegas ke bapak bilang saya mau cepet sampai atau saya better turun dan sorry to say rating akan saya kasih jelek..


iced americano ( no sugar )

Udah minta mba nya jemputin Sa di sekolah karena emang mau nugas sih di Coffee Toffee Manyar,, ehm.. malah ketuaan di jalan sampai di lokasi udah jam 7 kurang dikit.. iya udah surut niat buat nugasnya,, soalnya ini tugas kelompok dan musti rundingan theme bareng,, yah gitulah.. untung aja disini kopinya juara,, boleh lah mlipir kalo lagi kena macet di jalan pas pulang kerja gitu.. 

Jadi coffee toffee ini pas ada di Jakarta, justru gak pernah saya lirik sama sekali,, malah pas di Surabaya membuat saya tertarik banget karena konsepnya ini cafe yang bangunannya ditambahkan trailer mencolok warna kuning gitu.. hampir di semua store coffee toffee itu ada yellow trailer-nya lhoo,, yuhuii..  kopinya sih arabica apa ya.. pokoknya asli Indonesia.. mereka nge-klaim kalo kopi yang mereka jual cuma dari Indonesia & yang terbaik.. dan emang juara sih rasanya.. seketika itu, lupa sudah tua dijalan dan misuh-misuh kesasar tadi, berganti nikmat segarnya americano dingin pesanan saya.. 



Selain menu coffee ada side dish dan bahkan menu berat macem nasi goreng, dll.. aku sih ngemil aja dan milih menu yang Indonesia semua,, singkong santan ( singkong thai) dan pisang goreng.. sambil ngobrol dan nugas habis juga itu cemilannya,, kita bertiga bergembira.. karena sekalipun nyampai lokasi gak bareng.. tapi tetap bisa merasakan rasa kopi pilihan kita dengan teduh dan syahdu,, sekaligus tugas yang dibicarakan jadi menemukan titik cerah..  

harus coba ngopi di sini karena :

  • WiFi yang mumpuni
  • interior yang ngademi mata
  • bersih
  • colokan disetiap table, pas banget buat yang mau nugas.. 
  • harga ramah dikantong mahasiswa
  • rasa kopinya juara
  • mas nya ramah ( penting) bahkan untuk customer bawel macam saya gini ( minta air mineral terpisah, tidak dingin tidak hangat), tanpa gula, nanya kopi dari mana, minta tambahin singkongnya ( Biar banyak & kenyang)
  • pilihan menu yang banyak.. 

xx,
Traveloro



Tuesday, April 23, 2019

Dinner di: Jiraiya Ramen @Nginden Intan - Surabaya


Sudah sejak lama saya suka ramen, bahkan saya sampai belajar bikin udon sendiri dan sukses besar, kuah kaldunya pun tangan saya sudah mahir betul meraciknya, tanpa perlu lihat contekan resep yang saya buat,,  itu adalah bukti nyata cinta saya pada mie secara umum, dan khususnya cinta pada Ramen.

Weekend yang lalu saya pergi jalan-jalan mengajak Sa ke taman yang ada ayunannya ( kalau kata Sa) Taman ini berlokasi nggak begitu jauh dari rumah tempat kami tinggal, yah kalo sore hari cuaca mendung gloomy gloomy tanpa matahari mentereng, saya berani deh jalan kaki, kalau panas terik, jangan kan jalan kaki, naik ojek aja aku emoh.. panas cyiiint..Setelah main-main sampai kulineran sekitaran situ, saya lihat ada lapak ramen di parkiran Alfa Midi-nya Nginden Intan, wah wah.. saya tertarik beneran mau coba, lihat yang makan menyeruput kuah dan bercucuran keringat, membuat saya, duh rek ngiler bangetlah pokoknya mah..

Lalu timbulah niat untuk makan disini, dan nunggu Sa bobo, karena kebetulan Ramen buka sampai jam 23.00 ( jika lihat di Google), setelah Sa tidur dan saya jalan ke sana, ternyata sudah habis ( padahal belum jam 11malam lhoo),, huhu sedih banget lah.. namanya kepingin,, lalu lihat ada mamang somay, beli lah, untungnya masih ada, eh ndilalah, somay yang saya beli jatuh ke jalanan dan plastic pembungkusnya pecah,, saya pulang dengan hati sedih dan mangkel, kok yo ngunu banget yak lagi laper tapi gak direstui makan,, haha

buku menu

Jadilah, saya niat dan merencanakan icip-icip kemari selepas kerja,, jemput Sa di sekolah. Lha kok lupa ada janji sama anak wedhok ini untuk pergi groceries shopping apple dan susunya dia, jadilah ke superindo Nginden Semolo baru setelahnya, sekitaran jam 7 malam, saya ke Jiraiya Ramen.
Ramen ini mengklaim sebagai Ramen Asli Indonesia sekalipun, ramen kan aslinya dari Jepang ya,, yang saya wonder adalah, waktu tunggunya, untuk ukuran orang yang puluhan tahun tinggal di Jakarta yang –apa apa serba cepet- menunggu 15 menitan ( kayaknya lebih deh) untuk dapat merasakan semangkuk Ramen, rasanya udah puluhan kali mulut gatal pengin bolak balik nanya, karena aku lihat mie nya masih di dalam rebusan, kok iso lama segitu ya, apa mie nya gak lodoh ( pikir saya)..



Datang minuman duluan, aku lupa deh ini namanya minuman apa ya.. pokoknya kopi sih,, harga nya murah pisan, 6k, ada layer kesukaan saya 70% isinya susu putih, sisanya kopi capucinno.. ini udah diaduk sih sama Sa jadi gak terlalu keliatan lagi deh ini layernya, tapi rasa, lumayan lah, gurih, gak kemanisan, dan gak enek.. dan ini membantu banget pas lagi kepedesan trus nyruput ini, rasa pedas dileher hilang seketika.


maunya suap sendiri.. 

Lalu pesanan kami datang, saya kongsi dengan Sa, dia bertugas menghabiskan ayam, dan bakso, bagian saya menghabiskan telur, sementara Mie, Sa makan duluan, sisanya baru saya habiskan, mungkin saya belum pernah cerita, tapi Sa juga suka mie kayak saya.. porsi semangkuk cukup besar, ini saya pesan yang tidak pedas, tapi bisa ditambahkan cabai kering yang disediakan di setiap meja.
Pertama kali makan ini, rasanya, maaaaaaaaaaaaaaaak… mienya lembut beneran, kok bisa ya, padahal direbus kayak 10 menit lebih, gak kelembekan atau kematangan sama sekali, rasanya pas banget.. 


Sa bayar dan menunggu kembalian

Dan dipastikan traveloro bakalan segera mampir lagi kesini dalam waktu dekat, harga permangkuk 16k, bisa di gojek pula. Kapan lagi bisa nge-Ramen yang enakk dan harganya cocok dikantong.

Xx
traveloro  

Monday, April 1, 2019

ngopi hemat di : Starbucks




Pertemuan pertama saya dengan waralaba kopi dari Amrik ini terbilang cukup umum, karena dulu, jauh sebelum ngopi menjadi gaya hidup, kopi sudah menjadi nafas kami, anak-anak mamake. Dan ya, jadi pergi ke Mall dekat rumah bersama rekan kuliah dan ngobrol sambil ngopi itu ya lumrah aja, pada saat itu, 2007, coffeeshop yang gampang dijumpai di mall ya kalau ngga starbuks ya jco atau excelso. Tapi emang, membayar puluhan ribu untuk segelas kopi, ya biasa aja, pikir saya, emang karena kelas dan jenis kopinya beda, kok. Kopi enak emang mahal, kalo kata bapake.

Beberapa tahun berlalu, dengan anggapan ‘ngopi mahal’ di starbucks, bagi saya tetap lumrah, alias umum! Kalau mau mengehemat silakan pergi ke coffeeshop tetangga yang harganya lumayan hemat, soal rasa dan kenyamanan, tiap orang punya preferensi yang berbeda, dan untuk saya pribadi, sbux yang identik dengan interior minimalis/industrialis dan lambang dewi sheren hijau, menyatu dengan jiwa bebas dan serabutan saya. Menyamankan.  


kesini sama Sa ngerjain tugas atau sambi kerja

Starbucks terjauh yang pernah saya kunjungi adalah Starbucks Kuala Namu Airport, Sumatera Utara, saat menunggu jadwal pesawat saya tiba, saat itu, saya emang sengaja tiba lebih awal dibandara, karena letak airport yg cukup jauh dari kota, dan seringnya saya ketinggalan pesawat, membuat saya merasa ‘aman’ saat sudah di bandara beberapa jam sebelum jam keberangkatan, sekalian bisa maem maem lucuk, atau ngopi ngopi cantik..

cookie daypart break enak semua

Selain di airport, saya juga pernah coba ngopi di sbux Stasiun Gambir, awalnya, saya ngga tau nih, kalau sbux ada di stasiun, sampai saya follow sosmednya starbucks, dan sedang ada promo hemat sekian persen khusus pembelian sbux di outlet stasiun terdekat, dan gambir salah satunya. Hihii.. menang banyak. Nyaman? selalu!

tumbler pemberian kawan dari Jepang
Dan, sejak makin banyaknya coffeeshop lokal dengan konsep serupa dan harga yang ‘minim’, coffee shop kesayangan saya ini terus berinovasi untuk menjaga para customer dan bahkan menjaring customer baru. Banyak sekali promo-promo menarik yang dihadirkan untuk menjaga eksitensi starbucks sebagai pelopor Ngopi terang-terangan di CafĂ© ini. Contohnya banyak diskon jika beli pakai sbux card, promo LINE buy one get one free, promo half price dihari tertentu, atau promo ½ harga atau bahkan gratis bagi pemegang Starbucks Tumbler dan Oh by the way, starbucks sejak dulu sudah berdedikasi untuk menjaga kelestarian alam loh, buktinya, mereka selalu encourage customer untuk beli tumbler, mengratiskan atau memberi setengah harga untuk customer yang punya tumbler starbucks tiap tanggal 22 tiap bulan. Dan untuk pemegang tumbler, anytime, bakalan dapat potongan harga 5k-an dalam program #BYOT atau #BringYourOwnTumbler Quite Cool doesn’t it?


Vegan Cookie ( to die for ) 
Ok, dan belakangan ini, kayak 4 bulan belakangan, Stabucks menyediakan F&B yang jika dibeli sepaket kita bakal mendapatkan potongan harga, kayak kalau pagi sampai jam maksi itu ada breakfast time, yang mana kalau beli paket minuman dan makanan bakalan dikasih harga spesial, ada juga promo makan siang, yang sama, memberi harga spesial untuk paket minum dan makan tertentu, nah yang selalu saya incer adalah -daypart coffee break- mereka yang mulai dari jam 3 – toko tutup, yang mana pilihan makanan itu  menggugah mata saya, bagaimana tidak? Ada Vegan Cookie yang mereka jual! Dan saya sebagai Vegan menyambutnya dengan girang hati. Sambil berharap Vegan cookie ini jadi menu tetap, bukan cuma menu seasonal. Semoga ya, J

kindda day at Starbucks

Ini nih, tips ngopi hemat di starbucks versi saya:
-   beli dan aktifkan sbux card! Ini udah kayak bisnis sampingan-nya beberapa orang kreatif di toko online. Menjual sbux card, dan mendapatkan keutungan. Disain card nya juga cakep cakep,, saya sendiri punya 3 card, yang salah satunya adalah kartu generasi pertama sejak card ini diterbitkan tahun 2013 kalo gak salah. #banggak. Nah, jika punya sbux card, kadang kayak beli aja gak bayar, karena ada free star yang didapat dari akumulasi pembelian apa aja di sbux.
-   aktif di socmed nya starbucks, karena biasanya informasi ttg promo bisa didapatkan dengan mudah  lewat socmed, terutama nih, official account Sbux. Tapi disini, kita harus modal mobile data, karena proses redeem vouchernya itu perlu koneksi internet.
-   Bawa sendiri tumbler sbux mu! bagi saya ini bukan semata untuk keuntungan secara materi sih, kayak kalau pakai gelas plastik sbux kan keren ya kak dinamain trus diposting ke socmed, eh tapi kakk… plastic cup itu butuh waktu ratusan tahun sampai benar-benar hancur. Jadi kalau sayang lingkungan, better kita beli tumblernya deh, mungkin mahal di awal, tapi setelahnya, kita bisa menjadi lebih bijak karena membantu mengurangi sampah plastik DAN bisa promo half price, atau potongan #BYOT tiap kali transaksi. Cakep kaan..
-   Memilih menu paket F&B yang tersedia. Ini variatif juga kok. Dan kayak yang sebelumnya udah ku mention diatas,, emang saya sih ngincer yang daypart coffee break ini yak.. Tall Americano + vegan cookies cukup membayar 33k, atau suatu saat Tall Americano + Seven seed cookies dengan hanya 29k! lidah girang, perut kenyang dan badan sehat..
-   Ngajak teman, karena gak jarang sbux berpromo buy one get one kalau pergi sendirian, gandeng aja mba atau mas yang lagi queue dikasir, siapa tahu bisa jadi teman selajutnya, atau bahkan berjodoh??
-   Bawa pulang gula. Ini sudah saya lakukan sejak ngekos di Jakpus dulu, bawa pulang gula dan gulanya bisa buat masak, bahkan manis-in puddingnya Sa.. #ngakudosa deh jadinya, tp bener loh, sekali ngopi lalu bawa beberapa gula ke rumah,, gak masalah kan.. karena aku ngopi pahit, jadi jatah gula ta bawa pulang buat main masak-masakan.
-   Berteman dengan barista. Dijamin, minumanmu akan gratis…tis..tis…

Selamat mencoba
traveloro

Tuesday, February 19, 2019

Ngopi di : the coffee theory - Jl Jaksa / Jakarta


coffee move on

Dua bulan terakhir, traveloro banyak menghabiskan waktu daytime di seputaran Menteng – Sarinah dan sekitarnya. Karena kebetulan saya ikut kelas knitting yang berlangsung tiap Selasa siang. Mau ngga mau ya jadi akamsi Menteng lah, mulai dari Jalan kaki sampai depan Bank Indonesia, mampir ke total buah untuk beli sambal bu Rudy ( penting eiym), jajan jajan di Jalan Sabang, sampai nyoba ngopi selain di starbucks skyline Sarinah, well, karena bukannya ku bosan, tapi ku bertekad untuk mencoba explorasi rasa-rasa kopi di kafe dengan owner local. Itulah mengapa kami memutuskan ngopi di The Coffee Theory Jaksa.

Awalnya cuma lewat aja pas kami mau staycation dan sejekap membuat saya teringat seseorang yang saya kenal (alm) Ajie yang adalah sahabatnya Abdul & The Coffee Theory, dari situ saya tahu kalau kafe ini miliknya. Kalau boleh cerita dikit soal Ajie, dia adalah teman chat YM saya awal masa kuliah dulu, kami bertukar cerita soal banyak hal, misalnya saja MU grup bola kesukaannya, atau pada saat Abdul baru awal karier, Ajie juga sering bercerita bagaimana marketing selalu rugi, sekalipun saat itu saya ngga ngerti karena baru awal kuliah dan nyambi kerja shift sebagai admin kantor. Sampai suatu hari saya dapat notif di friendster dari keluarga Ajie, memberi tahu bahwa Ajie meninggal karena sakit, dari ratusan IM yang kami pertukarkan, sakit adalah hal yang tidak pernah Ajie ceritakan ke saya. Dan sekalipun saya pernah ketemu Abdul di back stage dan menanyakan soal Ajie, Abdul ngga sempat kasih tahu saya dimana Ajie dikuburkan (iyalah dia lagi ribet banget) Wes dalam hati saya berucap, saya akan mampir ke situ.

Ajaibnya Tuhan dengan kecepatanNYA menjawab doa-doa saya, belakangan ini. Lalu tibalah waktu saya berkesempatan datang ke sini, sehabis menyelesaikan kelas Knitting yang makin mumet aja.. segelas kopi mungkin bisa jadi penawarnya. Dan benar, setengah cangkir pun rasanya udah cukup untuk menyejukan kepala saya…


Ya seenak itu kopinya, sampai saya lupa loh moto-moto banyak.. cuma beberapa foto aja sih.. padahal pas kami datang kayak gak terlalu rame pengunjung,, tapi ya itu saking keasyikan ngopi sambil ngobrol, akhirnya lupa foto-foto. Tempatnya adem sih, sekalipun view di luar yang nyaris tanpa pohon pohon hijau, terik dan puanassss…

Gak terlalu yakin konsep interior kafe nya apa, tebakan saya minimalis/industrialis. O ya.. kafe ini bersatu dengan kantor gitu, jadi ya sembari ngopi ada orang lalu lalang keluar masuk kantor dan bercakap-cakap  kadang memecah kenyamanan kami saat ngobrol. Tapi kopinya enak, scoring lidah saya 7.2/10. Lokasinya pun gampang banget dicari, karena siapa yang gak tahu Jalan Jaksa?? Dan selain di Jaksa, mereka juga punya beberapa lokasi lain di sekitaran Jakarta.
XX

Traveloro

Tuesday, September 25, 2018

Ngopi di: Olly's Cafe & Cake - Kedoya


Belum pernah cerita ke siapa-siapa, tapi diam-diam, saya suka tempat ini. Bermula di kuliah tahun ke 5 ( saya kuliah 8tahun), sering bolak-balik lewat Tol Kebon Jeruk karena dapat event di Tangerang dan juga di daerah Grogol. Selama berbulan-bulan lewat tol, ada satu cafe yang membuat saya tersenyum setiap  kali saya melihatnya.


Adalah Olly's Cafe & Cake, yang terletak di pinggir tol kebon jeruk, selurusan dengan kantor LION AIR, juga Restoran A&W, ruko yang dijadikan cafe ini, menarik perhatian saya karena tulisannya mirip dengan nama OLIVE OYL yang jika disingkat menjadi Olly's. Dan plang nama kafenya merah pula, mirip-mirip baju nya Olive. saya gak tahu ya, ownernya suka Olive Oyl atau tidak, tapi dengan referensi itu, timbul rasa ingin tahu, apa sih yang dijual di dalamnya??


Selesai beberapa event dan uang cukup lumayan waktu itu, saya mampir kesini, untuk take away Tiramisu yg Slice. makkkkkkk... enaknyaa... lidah saya seketika kayak lagi makan awan rasa kopi dan coklat yang lembut sekali... dan mereka pun mengklaim kalau produk roti&kue mereka memang rendah gula, sehat iya enak iya banget!!! dan begitulah, setiap kali saya ada duit lebih ( ya gak sering juga sih.. ) saya pastikan kaki saya melangkah ke dalam Cafe ini untuk satu slice Tiramisu Cake.



Dan, kali ini, saya berkesempatan mengajak Sa, ngopi cantik disini. engga fancy ya, karena emang signature nya bukan kopi, lebih ke Cake & Bakery, tapi, saya harus bilang bahwa menu mereka sangat lengkap, cake aneka ukuran, cake slice, roti dengan berbagai bentuk dan rasa, ada juga roti tawar, roti gandum, juga makanan berat hingga salad-salad. Kalau minuman, gak kalah menarik, ada berbagai menu minuman yang bisa di pilih jika ingin santai disini, kalau saya tetep kopi item panas dan minta tidak di gula-i. Karena, pas banget siang itu Sa habis makan siang, jadinya saya cuma pesankan Sa satu porsi french fries, yang habis dalam hitungan menit. 


Oh ya, Traveloro sarankan untuk datang kesini diluar jam makan siang, karena pasti penuh dengan orang kantoran yang ingin makan siang, bahkan ketika di luar ada meja kosong, plus tidak ada yang merokok, kan ngga enak jika harus kepanasan karena matahari yang terik. kami gak sempat banyak memfoto interiornya, gak spesial sih menurut saya, meja dan kursi ala cafe di film hollywood gitu, smoking area di luar cafe, tapi, rasa cake nya itu, kayak terkenang terus sampai ke hati ( ciyeee, K) dan bahkan banyak yang datang hanya untuk beli roti dan juga mengambil cake pesanan saja. Jadi, menurut saya, kadang interior cafe itu gak terlalu penting, asalkan nyaman, dan juga makanan yang di jual enak plus sehat ( karena rendah gula) pasti ramai kayak Olly's ini.


Kekurangannya cuma satu, buat rakyat jelata seperti kami ini, karena jika ingin kesini, harus naik taksi atau ojek, atau ya tentu saja kendaraan pribadi, karena lokasinya tidak dilewati angkutan umum. selebihnya, purfect bangett, tunggu kami balik kesini lagi ya Olly's 


xx,

Traveloro