Showing posts with label traveloronginep. Show all posts
Showing posts with label traveloronginep. Show all posts

Saturday, November 2, 2019

Staycation di: Verwood Hotel - Surabaya

drawers nya besar

Cuaca kota S yang cukup extreme (panasnya -- 35 feels like 45 C--) membuat kami berdua sempat tepar. Dan terkhusus Sa, sampai 2 kali ke dokter dan dokter yang kedua itu ada di RS Internasional yang biayanya gak usah diceritain deh.. INTInya karena dapat dokter senior yang bagus, obat yang dikasihkan juga memberi efek baik ke Sa, dia jadi makan tiap malam sebelum tidur, porsi makannya pun lumayan banget.. jadi balik lagi deh BB yang sempat turun itu..

berpose di lobby hotel

Nah, minggu setelahnya, tepatnya hari ini, kami putuskan untuk staycation, ceritanya aji mumpung, mumpung saya bisa, mumpung jadwal sekolah juga cuma sampai sore (biasanya sampai malam), mumpung ada kesehatan, dan mumpung gak ada kerjaan pas weekend.. jadilah saya putuskan untuk staycation di Verwood Hotel. Verwood adalah hotel bintang 4 dengan rate superior roomnya di harga 650k/night (include breakfast for 2) Pilih hotel ini, karena salah satunya sempat beberapa kali adain event kantor disini, dan tahu kalau service mereka lebih dari 100% (sekalipun respon untuk hal-hal tertentu kadang juga gak langsung, tapi mereka mengupayakan untuk bisa secepatnya menangani keluhan atau pertanyaan)

view sekeluar lift

Beruntungnya lagi, sekolah saya, yang kebetulan lagi diajar dosen tamu, membubarkan kelas lebih awal, jadi yah bisa mulai check in jam 4.30-sore.. terus terang yang saya incar dari nginep disini adalah breakfast nya.. karena saya udah tahu, lidah saya udah duluan dapat bocoran, tentang rasa hidangan disini.. dan rasanya tidak mengecewakan, tentang hal ini, beberapa rekan bilang kalau rasa masakan disini memang juara. Sekalipun saya cuma 'makan tumbuh-tumbuhan' karena hidangannya enak, saya jadi betah deh..


menggambar dimanapun (-__-)

dapat superior room di lantai 4 dan kebetulan twin bed. gak masalah sih, Sa juga biasa tidur sendiri. terus kita lansgung taro' tas masing-masing (iyak.. S juga bawa tas nya sendiri), di tempat yang tersedia. disini kataku interiornya cukup standard hotel pada umumnya, dan somehow penataannya apik banget deh, jadi memanfaatkan ruang yang ada dengan maksmal, dan juga masih ada space untuk Sa lari-larian.


hair dryer penyelamat (selesai breakfast langsung check out)
 untuk kuliah kelas pagi pulaaaaaaaaaaak

amenities (ada cottonbuds nya)


Pas di Lobby tadi, sempat tanya sama bagian reception, boleh gof*** atau gimana.. mereka bilang boleh,, cuma batas Lobi Hotel saja. lalu pas sampai kamar dan ketemu buku menu, dan lihat harganya yang lumayan (around $5/menu) awalnya cuma pengin gof* kopi jadi gof*** dinner sekalian. biar ringkes, aku gunain dua-dua nya, Go & Gr** jadi sekalian turun ke Lobi sekalian semua pesanan datang berbarengan.. Sa juga kelihatan antusias sekali stay disini sambil nonton TV (soalnya dirumah emang gak ada TV..)


Sebelum langit gelap, kita udah balik lagi ke kamar dengan membawa serta makanan yang kita pesan via online.. dan langit Surabaya nampak begitu indah dari view yang kelihatan dari kaca jendela kamar kami..

before

after


Dan selesai makan,,,,,,,,,,, dia minta berendem di bathub, saya ingat betapa dia senangnya berendam dulu waktu masih tinggal di Jakarta.. kayaknya hampir tiap hari minta berendem,, dan saya kayak dapat bonus karena beneran gak tahu kalau superior room dilengkapi dengan bathub.. dan dia menghabiskan hampir 1/2 jam nya didalam situ... dan dia sangat heppy gak lama setelah itu balik nonton lalu terlelap jam 8an.. 

Sa tidur, saya masih terjaga dengan membaca novel yang belum juga selesai saya baca; Never the Twain (novel salah asuhan yang sudah di terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris) padahal novel itu udah bertahun tahun saya miliki, belum kelar juga bacanya sampai hari ini.. omong-omong saya juga sambil nonton FOX dan FOX CRIME sebuah kesenangan sendiri buat saya kalau berhasil nembak siapa bad guy di film, sekalian mengasah naluri psikolog berdasarkan apa yang sudah saya dapatkan di sekolah.. lalu 4 jam setelahnya, saya juga ikutan terlelap.

esok hari nya, saya terbangun jam 4, sejak ada Sa, itu adalah jam bangun saya, lalu, lanjut nonton, kali ini nonton The Intern lewat Hp, ini adalah film request-an Pak Prof dosen untuk ditonton sebelum kelas selanjutnya (yang adalah nanti jam 9 pagi) cukup menggambarkan tentang apa yang beliau ajarkan di kelas, kemarin (sabtu). selesai nonton dan bangunin Sa, kita turun sama-sama ke Lantai 2 untuk Sarapan.. puas sarapan (dan juga kenyang) kami balik ke kamar dan packing.. huhuhu.. padahal masing mau leyeh leyeh do nothing berduaan.. lalu keinget udah janji dengan prof dosen untuk mulai kelas jam 9 ( sebelumnya beliau menawarkan mulai kelas jam 8pagi) mandi - packing (yang tak seberapa itu), lalu turun dan berangkat sekolah.. Sa saya tinggal dirumah bersama mbak kesayangannya..   

"over all, kita suka.. betah dan kalau ada rejeki mah, mau lagi staycation disini.. menurutku yang paling utama disini adalah pelayanannya dan masakannya yang mouthwatering dan juga kebersihan lobi, kamar, lorong dan lift,serta toilet (diluar kamar) yang menjadi fav. kami!"


(bonus photo)  

kulkas dan coffee set, minibar as per requested

lobby hotel. saat nunggu babang go &gr datang membawa bahagia


BREAKFAST @Buffet Terakota (Verwood lt. 2)




all-yummy-Vegetarian breakfast so YUUUUMY

BOWL of BLUEBERRY Yougurt 


Wednesday, January 2, 2019

Sarapan di: Adele Dining ( Ashley Hotel)

Adele Dining




Akhirnya tiba juga hari ini, hari yang baru baru aja di mimpikan dan didoakan, cukup kaget karena lumayan instan terkabulnya. Kemarin Natalan, kami Staycation di ASHLEYHOTEL tapi pulang pas malamnya, karena Sa nangis mau tidur di kasurnya sendiri ( sekalipun pas sampai rumah, kembali nangis-nangis sambil bilang “aku mau nginep” sungguh membingungkan, memang.. )

Pada malam pergantian tahun, Good Friend of mine, text saya, detail hotel pesanannya, untuk saya, untuk kami, untuk traveloro! Saya kaget campur seneng, lebih banyak senengnya sih, karma baik menimpa kami bertubi-tubi dan kami sangat bersyukur karenanya. Tapi memang, saya cerita ke dia bahwa kemarin saya tidak jadi nginep, padahal saya mau! Sungguh ingin mencoba sarapan disini yang menurut review banyak website booking, rasanya enak-enak dan menu nya variatif.

Jadilah pas tanggal 1 Januari 2019, siang, kami berangkat ke Hotel itu lagi ( memang berjodoh.. senangnyaaa), kembali disambut dengan reception yang cantik cantik dan cekatan, cukup mengeluarkan KTP / ID CARD gak berapa lama langsung diserahkan kunci Room beserta informasih jam dan lokasi breakfast esok hari. Saya terkesan dengan waktu breakfast yang panjang yakni jam 6AM-10AM. Itu rentan waktu sarapan yang cukup panjang menurut saya.

Pertama, saya kaget, karena DELUXE TWIN kali ini, malah dapet superior room sepertinya karena kamar penuh ya ( full book), gak masalah di saya, dapat bed King Size, view tak langsung ke jalanan ( melainkan ke gedung hotel sebelah), tapi, saya agak masalah dengan ruangannya yang lebih kecil dibanding room kami pada tanggal 25 kemarin. Padahal pesannya sama, saya cek lagi email, betul, masih rate sama dengan kelas room yang sama. Dan masalah lain adalah kamar mandi yang bau, entah dari mana baunya. Sorry to say, saya sampai tuang minyak Tea Tree Oil saya ke dalam gelas berisi air hangat, agar bau tak sedap itu tersamarkan, dan saya bisa tidur. Puji Tuhan, iya saya bisa tidur jam 2 pagi. Hahaha dan jam 6an saya sudah bangun, nonton TV sebentar lalu bangunin Sa untuk turun breakfast pada jam 7-an.

Turun lift adalah hal lain, karena kamar kami posisinya persis di depan lift, kayak merasa lucu aja buka pintu langsung lift, ya gak sih.. saya sih iya merasanya begitu. Sampai di Adele Dining, mba-mba nya bertanya kami dari room berapa, dan saya langsung teringat untuk melakukan hal ini, boleh dibilang agak nekad atau apalah, karena belum mengecek menu yang tersedia, saya langsung tanya sama chef nya apakah bisa membuatkan saya sarapan Vegan, lalu chef nya bilang, bisa, saya langsung semangat, dan ada 2 pilihan, “nasi goreng sayuran atau palingan semacam cap cay gitu bu” kata chef. Saya awalnya agak tergiur dengan cap cay, pasti chef gak akan kesulitan untuk buatin, dan pasti enak, saya yakin betul. Tapi karena saya ini anaknya nasi goreng banget, alias rodok maniak dengan nasi goreng, saya putuskan untuk menjatuhkan pilihan pada nasi goreng, cross my finger, semoga enak itu ya nasi gorengnya.

Sarapan Sa pilihan Ibu ( atas persetujuan dia)

Sambil menunggu sarapan vega request-an saya datang, saya tuntun Sa duduk, sementara saya keliling, untuk mengambil sarapan untuk Sa. Pada ujung meja dibagian awal, ada roti, mesin pemanggang dan butter beserta 3 selai; selai coklat, selai kacang dan selai strawberry. Disini ada bagguete juga ya ( roti keras ala prancis gitu)  saya pilihkan sa selembar roti dengan mengoles sedikit butter dan sesendok penuh selai strawberry. Selai starberry biasa, bukan homemade nya mereka. Saya gak sempat coba, tapi Sa habis, berati enak. Bisa dipastikan.

Selesai dengan roti, sebelahnya ada bubur ternyata, tau gitu saya gak repot-repot nyusain chef masak untuk saya. Sebelah bubur ada nasi putih & nasi goreng, lalu ikan tepung ( gak tahu ikan apa saya gak buka.. tapi ini lumayan sering di refill, jadi pikir saya ikan ini pasti enak banget), sebelah ikan ada kari ayam, ini saya juga gak buku tutupnya, tapi sepertinya enak, karena banyak juga tamu yang ambil kari ini. Sebelah kari ada kentang & sosis ayam. Nah itulah perhentian saya selanjutnya, mengambil kentang dan sosis ayam, beserta saus tomatnya.
Pecel Sayur & Orek Tempe yang enak itu

Selanjutnya ada Veggie Lasagna, ini nampaknya enak, saya sempat intip, tapi kelihatan agak gak beraturan karena pada ngambil tidak sesuai dengan potongan ( risik banget mata saya lihat yang gini gini,, ). Sebelahnya ada Pakcoy masak bawang putih, ini saya ambil, rada telat jadi sayurnya udah overcook / over-heated, tapi rasanya enak, & hampir plain, no micin detected. Lalu ada orek tempe & pecel sayuran, saya ambil dong, hahaha enak deh,, yummy banget pecelnya, bumbunya berasa dan tidak pedas, lalu orek tempenya sedep, sekalipun agak terlalu kering tempenya ( menurut saya), maklum gusiku lagi sakit, kan, jadi gak bisa ambil banyak-banyak, tapi klo lagi sehat, aku pastikan udah nyendok nasi putih dan makan pakai pecel ber-lauk-an orek tempe ini. Betulan enak.

Lalu ada minuman, jus jambu – air mineral – jus jeruk. Kami ambil jus jambu dan berkali kali refill air mineral. Segelas kopi untuk saya dan segelas susu segar untuk Sa. Telur ceplok dan telur dadar ala hotel juga mereka sediakan dan refill berkali-kali selama kami makan ( laris sepertinya), tepat dipojokan ada salad, dengan beragam sayuran. Ada buah & pudding juga! Saya ambil buahnya dan Puddingnya untuk Sa. Sebetulnya ada burjo & burtan ( both not my fave) jadi saya gak ambil, tapi saya yakin ini enak,,,
Nasi Goreng Vegan ( made by request )

Beginilah penampakan Vegan Nasi Goreng-nya Ashley Hotel, isinya nasi dengan beragam sayuran, mulai dari wortel, kol, sawi hingga tauge & juga ada potongan jamur. Untuk rasa, saya harus bilang kalau B aja sih, cuma rasa lada dan garam, maaf yaa, mas Chef… tapi untuk effort, saya salut sama effort mereka yang mau-maunya susah payah bikinin request tamunya.

Setelah bosan cocol kentang ke saus, Sa saya ajak untuk coba makan Sosisnya, eh dia suka.. Jujur aja, inilah pertama kalinya Sa makan sosis ayam, karena saya emang terbilang jarang banget kasih Sa makanan kemasan & frozen gitu, sosis sapi pun, dia gak doyan, sekalipun cuma sepotong di pingiran pizza atau di dalam roti, dia pasti singkirin. Eh karena dia suka, cepet banget habisnya sosis ini, lalu lanjut dia makan telur dadar ala hotel & sambil sesekali minum susu – jusnya.

Kami menghabiskan waktu cukup lama disini, saya senang. Gak biasanya saya bolehkan Sa makan lebih dari 30 menit. Tapi kali ini, sepertinya ada 1 jam lebih kami duduk dan menikmati makanan disini. Saya selesai duluan, jadi bisa baca novel sambil ngopi oh ya.. kopinya lumayan, untuk ukuran kopi hotel, rasanya gak buruk, agak over-roast tapi masih kategori normal, masih enak diminum hangat tanpa gula sekalipun.

Begitulah pengalaman pertama kali traveloro breakfast di hotel. Rasanya campur aduk sih, tapi utamanya, saya bangga karena Sa bisa behave selama makan dan bahkan gak lari sana sini apalagi ngacakin susunan piring / barang pecah belah lainnya. Dia juga bisa duduk dikursi yang sama dengan tamu lain, kursi yang sama dengan saya. Sekalipun hotel menyiapkan booster seat / high chair, Sa mau dan bisa dan nyampe mulutnya untuk duduk di kursi umum dan makan sendiri ( tanpa disuapin) dan makannya HABIS. Dan bagi teman travel dimanapun berada, biasakan untuk bersikap bijak dalam makan, baik itu makan di rumah ataupun di luar rumah ( hotel, resto, warung pinggir jalan, warung pecel lele dsb) terlebih jika menu prasmanan gini, sebetulnya menurut saya pribadi kelebihan menu prasmanan adalah kita bisa ambil sesuai yang kita mau dan sebanyak yang kita kuat, bukan sebanyak yang kita mau yah.. Karena itu adalah dua hal yang sangat berbeda. mengambil makanan sebanyak yang kita mau, jika gak habis, jatuhnya mubazir dan please deh, sekalipun duit mu banyak dan saldo ATM mu engga habis-habis, tapi ingatlah BUANG MAKANAN itu DOSA!! Dan ingatlah, untuk ambil makanan seperlunya, sambil mengingat saudara-saudara kita di belahan bumi lain mungkin sedang kelaparan dan kehausan.. dan jika makan per porsi, dan sisa, bungkuslah sisa makanmu, jika mungkin minta kemasan pembungkus yang reusable, bukan disposable.



XX

TRAVELORO