Showing posts with label #ashleyhotel. Show all posts
Showing posts with label #ashleyhotel. Show all posts

Wednesday, January 2, 2019

Sarapan di: Adele Dining ( Ashley Hotel)

Adele Dining




Akhirnya tiba juga hari ini, hari yang baru baru aja di mimpikan dan didoakan, cukup kaget karena lumayan instan terkabulnya. Kemarin Natalan, kami Staycation di ASHLEYHOTEL tapi pulang pas malamnya, karena Sa nangis mau tidur di kasurnya sendiri ( sekalipun pas sampai rumah, kembali nangis-nangis sambil bilang “aku mau nginep” sungguh membingungkan, memang.. )

Pada malam pergantian tahun, Good Friend of mine, text saya, detail hotel pesanannya, untuk saya, untuk kami, untuk traveloro! Saya kaget campur seneng, lebih banyak senengnya sih, karma baik menimpa kami bertubi-tubi dan kami sangat bersyukur karenanya. Tapi memang, saya cerita ke dia bahwa kemarin saya tidak jadi nginep, padahal saya mau! Sungguh ingin mencoba sarapan disini yang menurut review banyak website booking, rasanya enak-enak dan menu nya variatif.

Jadilah pas tanggal 1 Januari 2019, siang, kami berangkat ke Hotel itu lagi ( memang berjodoh.. senangnyaaa), kembali disambut dengan reception yang cantik cantik dan cekatan, cukup mengeluarkan KTP / ID CARD gak berapa lama langsung diserahkan kunci Room beserta informasih jam dan lokasi breakfast esok hari. Saya terkesan dengan waktu breakfast yang panjang yakni jam 6AM-10AM. Itu rentan waktu sarapan yang cukup panjang menurut saya.

Pertama, saya kaget, karena DELUXE TWIN kali ini, malah dapet superior room sepertinya karena kamar penuh ya ( full book), gak masalah di saya, dapat bed King Size, view tak langsung ke jalanan ( melainkan ke gedung hotel sebelah), tapi, saya agak masalah dengan ruangannya yang lebih kecil dibanding room kami pada tanggal 25 kemarin. Padahal pesannya sama, saya cek lagi email, betul, masih rate sama dengan kelas room yang sama. Dan masalah lain adalah kamar mandi yang bau, entah dari mana baunya. Sorry to say, saya sampai tuang minyak Tea Tree Oil saya ke dalam gelas berisi air hangat, agar bau tak sedap itu tersamarkan, dan saya bisa tidur. Puji Tuhan, iya saya bisa tidur jam 2 pagi. Hahaha dan jam 6an saya sudah bangun, nonton TV sebentar lalu bangunin Sa untuk turun breakfast pada jam 7-an.

Turun lift adalah hal lain, karena kamar kami posisinya persis di depan lift, kayak merasa lucu aja buka pintu langsung lift, ya gak sih.. saya sih iya merasanya begitu. Sampai di Adele Dining, mba-mba nya bertanya kami dari room berapa, dan saya langsung teringat untuk melakukan hal ini, boleh dibilang agak nekad atau apalah, karena belum mengecek menu yang tersedia, saya langsung tanya sama chef nya apakah bisa membuatkan saya sarapan Vegan, lalu chef nya bilang, bisa, saya langsung semangat, dan ada 2 pilihan, “nasi goreng sayuran atau palingan semacam cap cay gitu bu” kata chef. Saya awalnya agak tergiur dengan cap cay, pasti chef gak akan kesulitan untuk buatin, dan pasti enak, saya yakin betul. Tapi karena saya ini anaknya nasi goreng banget, alias rodok maniak dengan nasi goreng, saya putuskan untuk menjatuhkan pilihan pada nasi goreng, cross my finger, semoga enak itu ya nasi gorengnya.

Sarapan Sa pilihan Ibu ( atas persetujuan dia)

Sambil menunggu sarapan vega request-an saya datang, saya tuntun Sa duduk, sementara saya keliling, untuk mengambil sarapan untuk Sa. Pada ujung meja dibagian awal, ada roti, mesin pemanggang dan butter beserta 3 selai; selai coklat, selai kacang dan selai strawberry. Disini ada bagguete juga ya ( roti keras ala prancis gitu)  saya pilihkan sa selembar roti dengan mengoles sedikit butter dan sesendok penuh selai strawberry. Selai starberry biasa, bukan homemade nya mereka. Saya gak sempat coba, tapi Sa habis, berati enak. Bisa dipastikan.

Selesai dengan roti, sebelahnya ada bubur ternyata, tau gitu saya gak repot-repot nyusain chef masak untuk saya. Sebelah bubur ada nasi putih & nasi goreng, lalu ikan tepung ( gak tahu ikan apa saya gak buka.. tapi ini lumayan sering di refill, jadi pikir saya ikan ini pasti enak banget), sebelah ikan ada kari ayam, ini saya juga gak buku tutupnya, tapi sepertinya enak, karena banyak juga tamu yang ambil kari ini. Sebelah kari ada kentang & sosis ayam. Nah itulah perhentian saya selanjutnya, mengambil kentang dan sosis ayam, beserta saus tomatnya.
Pecel Sayur & Orek Tempe yang enak itu

Selanjutnya ada Veggie Lasagna, ini nampaknya enak, saya sempat intip, tapi kelihatan agak gak beraturan karena pada ngambil tidak sesuai dengan potongan ( risik banget mata saya lihat yang gini gini,, ). Sebelahnya ada Pakcoy masak bawang putih, ini saya ambil, rada telat jadi sayurnya udah overcook / over-heated, tapi rasanya enak, & hampir plain, no micin detected. Lalu ada orek tempe & pecel sayuran, saya ambil dong, hahaha enak deh,, yummy banget pecelnya, bumbunya berasa dan tidak pedas, lalu orek tempenya sedep, sekalipun agak terlalu kering tempenya ( menurut saya), maklum gusiku lagi sakit, kan, jadi gak bisa ambil banyak-banyak, tapi klo lagi sehat, aku pastikan udah nyendok nasi putih dan makan pakai pecel ber-lauk-an orek tempe ini. Betulan enak.

Lalu ada minuman, jus jambu – air mineral – jus jeruk. Kami ambil jus jambu dan berkali kali refill air mineral. Segelas kopi untuk saya dan segelas susu segar untuk Sa. Telur ceplok dan telur dadar ala hotel juga mereka sediakan dan refill berkali-kali selama kami makan ( laris sepertinya), tepat dipojokan ada salad, dengan beragam sayuran. Ada buah & pudding juga! Saya ambil buahnya dan Puddingnya untuk Sa. Sebetulnya ada burjo & burtan ( both not my fave) jadi saya gak ambil, tapi saya yakin ini enak,,,
Nasi Goreng Vegan ( made by request )

Beginilah penampakan Vegan Nasi Goreng-nya Ashley Hotel, isinya nasi dengan beragam sayuran, mulai dari wortel, kol, sawi hingga tauge & juga ada potongan jamur. Untuk rasa, saya harus bilang kalau B aja sih, cuma rasa lada dan garam, maaf yaa, mas Chef… tapi untuk effort, saya salut sama effort mereka yang mau-maunya susah payah bikinin request tamunya.

Setelah bosan cocol kentang ke saus, Sa saya ajak untuk coba makan Sosisnya, eh dia suka.. Jujur aja, inilah pertama kalinya Sa makan sosis ayam, karena saya emang terbilang jarang banget kasih Sa makanan kemasan & frozen gitu, sosis sapi pun, dia gak doyan, sekalipun cuma sepotong di pingiran pizza atau di dalam roti, dia pasti singkirin. Eh karena dia suka, cepet banget habisnya sosis ini, lalu lanjut dia makan telur dadar ala hotel & sambil sesekali minum susu – jusnya.

Kami menghabiskan waktu cukup lama disini, saya senang. Gak biasanya saya bolehkan Sa makan lebih dari 30 menit. Tapi kali ini, sepertinya ada 1 jam lebih kami duduk dan menikmati makanan disini. Saya selesai duluan, jadi bisa baca novel sambil ngopi oh ya.. kopinya lumayan, untuk ukuran kopi hotel, rasanya gak buruk, agak over-roast tapi masih kategori normal, masih enak diminum hangat tanpa gula sekalipun.

Begitulah pengalaman pertama kali traveloro breakfast di hotel. Rasanya campur aduk sih, tapi utamanya, saya bangga karena Sa bisa behave selama makan dan bahkan gak lari sana sini apalagi ngacakin susunan piring / barang pecah belah lainnya. Dia juga bisa duduk dikursi yang sama dengan tamu lain, kursi yang sama dengan saya. Sekalipun hotel menyiapkan booster seat / high chair, Sa mau dan bisa dan nyampe mulutnya untuk duduk di kursi umum dan makan sendiri ( tanpa disuapin) dan makannya HABIS. Dan bagi teman travel dimanapun berada, biasakan untuk bersikap bijak dalam makan, baik itu makan di rumah ataupun di luar rumah ( hotel, resto, warung pinggir jalan, warung pecel lele dsb) terlebih jika menu prasmanan gini, sebetulnya menurut saya pribadi kelebihan menu prasmanan adalah kita bisa ambil sesuai yang kita mau dan sebanyak yang kita kuat, bukan sebanyak yang kita mau yah.. Karena itu adalah dua hal yang sangat berbeda. mengambil makanan sebanyak yang kita mau, jika gak habis, jatuhnya mubazir dan please deh, sekalipun duit mu banyak dan saldo ATM mu engga habis-habis, tapi ingatlah BUANG MAKANAN itu DOSA!! Dan ingatlah, untuk ambil makanan seperlunya, sambil mengingat saudara-saudara kita di belahan bumi lain mungkin sedang kelaparan dan kehausan.. dan jika makan per porsi, dan sisa, bungkuslah sisa makanmu, jika mungkin minta kemasan pembungkus yang reusable, bukan disposable.



XX

TRAVELORO

Tuesday, December 25, 2018

Staycation di : Ashley Hotel, Sarinah



Ini adalah pengalaman pertama kami, stay-cation, dan spesialnya adalah karena kami memilih tanggal 25 Desember, bertepatan dengan Hari Natal. Sangat spesial, mengingat tahun lalu, Natal hingga Tahun Baru, kami habiskan dengan duka dan sedih harus bersama di Rumah Sakit, karena Sa dirawat dengan kondisi GERD, diare dan muntah serta sel darah putih yang melonjak mengebabkan dia harus minum antibiotik. Yup, pengalaman, yang selalu menusuk ulu hati saya. Karena dia juga pernah HARUS minum antibiotik sesaat setelah dilahirkan :( 




Seminggu sebelum hari H, bahkan jauh sebelum itu, saya sempat was was, ada rasa 'parno' kalau kalau Sa akan tumbang lagi saat natal, entah, sakitnya Sa selalu menjadi sedih yang ber-ulang dan 'trauma' mendalam buat saya. hiks.. tak pernah putus doa saya supaya Sa  ( juga saya) selalu diberikan kesehatan, well, hotel udah di book dan no-refundable jadinya, cross my finger, tanggal 25 SEHAT!!!!

 ( foto di Sarinah)

Terletak di Jakarta Pusat, ASHLEY HOTEL menjadi pilihan karena dekat dengan Sarinah, Starbucks Coffee - Jalan Sabang ( tempat nongkrong favorite saya waktu kos dulu), dan beberapa Mall besar. Maksud saya sih, biar enak ajak Sa kemana-mana jika bosan di hotel. Eh bener sih, sorean, kita berdua sempat JJS ( jalan jalan sore) ke Sarinah. nyari batik couple tapi belum ada yang ditaksir karena si anak kecil itu sibuk lari sana lari sini, hehe... 


Kami tiba di Hotel, jam 1 Siang, dan ternyata boleh early-checkin karena kamar pesanan kami sudah siap. Cukup menunjukan ID Card dan semenit kemudian, saya sudah memegang kunci kamar dan di tunjukan kemana harus naik dan juga jam breakfast. Berjalan menuju lift, aromaterapi sereh merebak di hidung, sungguh sungguh sangat nyaman.. Eniwey, Sa sempat ngeri naik lift, dan pas udah di dalam lift, lha kok gak jalan lift nya ( dasar wong ndesoooo) pas ketemu orang baru dikasih tahu kalau lift hanya akan berfungsi jika kita men-klik kunci kamar di electric machine dekat tombol angka angka di lift, barulah lift langsung naik dan membawa kami ke lantai tujuan, yaitu lantai 9. cepat dan nyaman, Sa yang biasa nangis di dalam lift kali ini bisa cukup santai, walaupun masih harus memeluk saya.. hehehe...



Sesampainya di kamar, saya cukup kaget karena kamar ini cukup 'mini' dalam bayangan saya kamar type Deluxe itu bakalan yah lumayan lah buat lari lari atau koprol.. yah engga koprol juga sih,, minimal kayang lah ( hehe just kidding) tapi yang saya senang dari kamar ini, langsung berasa kayak ada di rumah, di kamar sendiri yang udah di tata seapik mungkin sehingga mirip hotel, karena luas nya dengan kamar kami dirumah, sama. Yang membedakan adalah city view nya dan kendaraan lalu lalang yang terlihat sangat cantik dari atas sini. Deluxe Twin, supaya nyaman karena saya dan Sa sudah terbiasa tidur terpisah. 


























Saya juga langsung mengecek kamar mandi, bersih, wangi dan eum gak ada bath up, padahal udah bawa baju renang buat Sa berendam, karena tahu kalau hotel ini tidak tersedia swimming pool, tenyata cuma shower dengan sekat kaca yang memisahkan antara toilet dan tempat mandinya. kacanya juga dikelilingi lampu, berasa cantik deh sekalipun keriput ini jadi terlihat jelas jika berkaca disitu.. ada colokan, tapi gak ada hair drayer, agak blunder gak sih.. tapi ketemu sih hair drayer nya ngumpet di drawer bed-side table. Jadi ngeringin rambutnya di coffe table, habis mandi sore, sambil menikmati kopi americano yang kami beli di Starbucks Skyline building tadi, pas JJS.




Dekat Jendela, ada meja semacam coffee table dan satu kursi empuk yang bisa digunakan untuk duduk santai memandangi lalulintas atau langit jakarta nan indah, cantik.. Sa juga saya bawakan peralatan perang berupa buku gambar dan pensil warna, juga beberapa mainan dan board book ( kan rencananya nginep ya khaaan) gak bosen sih dia, senang malah, karena bisa nonton BBC EARTH di TV Hotel, banyak acara binatang, dan kebetulan, saat itu menayangkan Pinguin, Beruang Kutub & Hiu, hewan hewan kesayangan nya.




Disudut lain, ada lemari tinggi yang jika dibuka ada, gantungan baju, dan bagian bawah ada lemari es juga brangkas. cukup minimalis memang, dan tidak makan tempat. dan persis di depan lemari, ada rak untuk meletakan koper/ tas kita, well, disinilah, saya meletakan tas kami, dan juga meletakan sepatu, dan bertelanjang kaki di dalam kamar ( psstt.. kami biasanya ber-kaus-kaki-an saat di rumah, di dalam kamar, its like our thing. aneh tapi kita suka)



Harapan saya awalnya sih, kita bakalan stay a night dan bisa menikmati breakfast yang katanya enak ( kalau baca review di booking.com sih gitu), tapi jam 7-malam, saya tanya Sa, dan dia bersikeras ingin pulang dan tidur di kasur sendiri. akhirnya saya putuskan untuk check out deh.. dan petugas cakep cakep, ramah dan murah senyum, membuat saya berani untuk minta ijin menfoto Sa di meja reception, maafkan muka BT Sa, karena dia habis di tanya " Kok Cewek mainnya mobil sih?" sama mas mas reception nya.. 




Dengan pikiran, kapan lagi kesini ya,, dan gak bisa breakfast juga, jadilah sebelum check out, kami sempat ngecheck resto nya ( asliiikk cakeeep banget.. interiornya,, saya sukaaakk), dan berfoto di pohon Natal dekorasi hotel di sudut reception. Sayang, kami gak sempat ngecheck tempat gym, next time mungkin yaah ( amin aminnn) dan sekalipun saya kecewa karena harus pulang sebelum waktunya, its OK, Nak. gak papa.. saya coba ngerti karena selama ini, hingga Sa berusia 2,5th, dia belum pernah pergi dan stay berdua hanya dengan saya, this is indeed our first time betulan quality time, hanya berdua, di hari Natal, bukan di ranjang Rumah Sakit, bukan di coffee shop, bukan juga di perjalanan, atau di Villa bersama keluarga dan saudara-saudaranya, cuma berdua, (hampir) seharian penuh, dan saya, kami, sangat amat menikmatinya.. dan looking forward to have another chance to stay-cation yang betulan nginep dan menikmati breakfast di hotel ( biar kayak orang-orang gitu lohh..) jadi gak sayang karena no refunable hahaha *nangis di pojokan* #JK



Sekalian kasih review traveloro yah, menurut kami, hotel ini cukup memuaskan 8/10 lah ya.. ( karena gak sempat ngobain breakfast atau order makanan) Hotel bintang 4 ini, kamarnya terbilang sempit untuk ukuran deluxe room ( menurut saya) tapi extremely clean, petugasnya ramah-ramah, kamar mandi bersih dan wangi, ada handuk beberapa ukuran, dan tersedia hair drayer ( sekalipun lokasinya tersembunyi), ada coffee pot dengan teh-kopi & beberapa pilihan gula (eh bukan coffee pot juga sih lebih ke electric thermos), ada kulkas sekalipun ngga ada mini-bar ( padahal berharap menemukan bir di dalam kulkas :D ), ada alarm dan jam digitalnya keren ( JBL bwookkk), ruang cukup senyap sekalipun pas ada cleaning service keberisikan banget padahal yang sedang di bersihkan itu ruangan di sebelah kami dan di sebrang, tapi suara vacum cleaner nya kedengaran sampai di kamar,, aromateraphy juara, sekalipun, pengin kayak tiap lantai ada wangi aromateraphy di kamar atau minimal di lorong hotel gitu..  liftnya spesial sih, Sa yang biasa takut naik-turun pakai lift, kali ini cukup nyaman,, dan lokasinya yang strategis banget, sebelah hotel ada beberapa kafe ( upnormal, bakmi toko tiga) dan kalau mau jalan kaki sedikit juga bisa sampai ke ABUBA STEAK, RM Garuda, dan kulineran di Jl. Sabang atau getting wasted di Jl. Jaksa.
 
xx
Traveloro