
|
Adele Dining
|
Akhirnya tiba
juga hari ini, hari yang baru baru aja di mimpikan dan didoakan, cukup kaget
karena lumayan instan terkabulnya. Kemarin Natalan, kami Staycation di ASHLEYHOTEL tapi pulang pas malamnya, karena Sa nangis mau tidur di kasurnya sendiri
( sekalipun pas sampai rumah, kembali nangis-nangis sambil bilang “aku mau
nginep” sungguh membingungkan, memang.. )
Pada malam
pergantian tahun, Good Friend of mine, text saya, detail hotel pesanannya,
untuk saya, untuk kami, untuk traveloro! Saya kaget campur seneng, lebih banyak
senengnya sih, karma baik menimpa kami bertubi-tubi dan kami sangat bersyukur
karenanya. Tapi memang, saya cerita ke dia bahwa kemarin saya tidak jadi
nginep, padahal saya mau! Sungguh ingin mencoba sarapan disini yang menurut
review banyak website booking, rasanya enak-enak dan menu nya variatif.
Jadilah pas
tanggal 1 Januari 2019, siang, kami berangkat ke Hotel itu lagi ( memang
berjodoh.. senangnyaaa), kembali disambut dengan reception yang cantik cantik
dan cekatan, cukup mengeluarkan KTP / ID CARD gak berapa lama langsung
diserahkan kunci Room beserta informasih jam dan lokasi breakfast esok hari.
Saya terkesan dengan waktu breakfast yang panjang yakni jam 6AM-10AM. Itu rentan
waktu sarapan yang cukup panjang menurut saya.
Pertama, saya
kaget, karena DELUXE TWIN kali ini, malah dapet superior room sepertinya karena
kamar penuh ya ( full book), gak masalah di saya, dapat bed King Size, view tak
langsung ke jalanan ( melainkan ke gedung hotel sebelah), tapi, saya agak
masalah dengan ruangannya yang lebih kecil dibanding room kami pada tanggal 25
kemarin. Padahal pesannya sama, saya cek lagi email, betul, masih rate sama
dengan kelas room yang sama. Dan masalah lain adalah kamar mandi yang bau,
entah dari mana baunya. Sorry to say, saya sampai tuang minyak Tea Tree Oil
saya ke dalam gelas berisi air hangat, agar bau tak sedap itu tersamarkan, dan
saya bisa tidur. Puji Tuhan, iya saya bisa tidur jam 2 pagi. Hahaha dan jam 6an
saya sudah bangun, nonton TV sebentar lalu bangunin Sa untuk turun breakfast
pada jam 7-an.
Turun lift
adalah hal lain, karena kamar kami posisinya persis di depan lift, kayak merasa
lucu aja buka pintu langsung lift, ya gak sih.. saya sih iya merasanya begitu.
Sampai di Adele Dining, mba-mba nya bertanya kami dari room berapa, dan saya
langsung teringat untuk melakukan hal ini, boleh dibilang agak nekad atau
apalah, karena belum mengecek menu yang tersedia, saya langsung tanya sama chef
nya apakah bisa membuatkan saya sarapan Vegan, lalu chef nya bilang, bisa, saya
langsung semangat, dan ada 2 pilihan, “nasi goreng sayuran atau palingan
semacam cap cay gitu bu” kata chef. Saya awalnya agak tergiur dengan cap cay,
pasti chef gak akan kesulitan untuk buatin, dan pasti enak, saya yakin betul.
Tapi karena saya ini anaknya nasi goreng banget, alias rodok maniak dengan nasi
goreng, saya putuskan untuk menjatuhkan pilihan pada nasi goreng, cross my
finger, semoga enak itu ya nasi gorengnya.
 |
Sarapan Sa pilihan Ibu ( atas persetujuan dia) |
Sambil menunggu
sarapan vega request-an saya datang, saya tuntun Sa duduk, sementara saya
keliling, untuk mengambil sarapan untuk Sa. Pada ujung meja dibagian awal, ada
roti, mesin pemanggang dan butter beserta 3 selai; selai coklat, selai kacang
dan selai strawberry. Disini ada bagguete juga ya ( roti keras ala prancis
gitu) saya pilihkan sa selembar
roti dengan mengoles sedikit butter dan sesendok penuh selai strawberry. Selai
starberry biasa, bukan homemade nya mereka. Saya gak sempat coba, tapi Sa
habis, berati enak. Bisa dipastikan.
Selesai dengan
roti, sebelahnya ada bubur ternyata, tau gitu saya gak repot-repot nyusain chef
masak untuk saya. Sebelah bubur ada nasi putih & nasi goreng, lalu ikan
tepung ( gak tahu ikan apa saya gak buka.. tapi ini lumayan sering di refill,
jadi pikir saya ikan ini pasti enak banget), sebelah ikan ada kari ayam, ini
saya juga gak buku tutupnya, tapi sepertinya enak, karena banyak juga tamu yang
ambil kari ini. Sebelah kari ada kentang & sosis ayam. Nah itulah
perhentian saya selanjutnya, mengambil kentang dan sosis ayam, beserta saus
tomatnya.
 |
Pecel Sayur & Orek Tempe yang enak itu |
Selanjutnya ada
Veggie Lasagna, ini nampaknya enak, saya sempat intip, tapi kelihatan agak gak
beraturan karena pada ngambil tidak sesuai dengan potongan ( risik banget mata
saya lihat yang gini gini,, ). Sebelahnya ada Pakcoy masak bawang putih, ini
saya ambil, rada telat jadi sayurnya udah overcook / over-heated, tapi rasanya
enak, & hampir plain, no micin detected. Lalu ada orek tempe & pecel
sayuran, saya ambil dong, hahaha enak deh,, yummy banget pecelnya, bumbunya
berasa dan tidak pedas, lalu orek tempenya sedep, sekalipun agak terlalu kering
tempenya ( menurut saya), maklum gusiku lagi sakit, kan, jadi gak bisa ambil banyak-banyak,
tapi klo lagi sehat, aku pastikan udah nyendok nasi putih dan makan pakai pecel
ber-lauk-an orek tempe ini. Betulan enak.
Lalu ada
minuman, jus jambu – air mineral – jus jeruk. Kami ambil jus jambu dan berkali
kali refill air mineral. Segelas kopi untuk saya dan segelas susu segar untuk
Sa. Telur ceplok dan telur dadar ala hotel juga mereka sediakan dan refill
berkali-kali selama kami makan ( laris sepertinya), tepat dipojokan ada salad,
dengan beragam sayuran. Ada buah & pudding juga! Saya ambil buahnya dan
Puddingnya untuk Sa. Sebetulnya ada burjo & burtan ( both not my fave) jadi
saya gak ambil, tapi saya yakin ini enak,,,
 |
Nasi Goreng Vegan ( made by request ) |
Beginilah
penampakan Vegan Nasi Goreng-nya Ashley Hotel, isinya nasi dengan beragam
sayuran, mulai dari wortel, kol, sawi hingga tauge & juga ada potongan
jamur. Untuk rasa, saya harus bilang kalau B aja sih, cuma rasa lada dan garam,
maaf yaa, mas Chef… tapi untuk effort, saya salut sama effort mereka yang
mau-maunya susah payah bikinin request tamunya.
Setelah bosan
cocol kentang ke saus, Sa saya ajak untuk coba makan Sosisnya, eh dia suka.. Jujur
aja, inilah pertama kalinya Sa makan sosis ayam, karena saya emang terbilang
jarang banget kasih Sa makanan kemasan & frozen gitu, sosis sapi pun, dia
gak doyan, sekalipun cuma sepotong di pingiran pizza atau di dalam roti, dia
pasti singkirin. Eh karena dia suka, cepet banget habisnya sosis ini, lalu
lanjut dia makan telur dadar ala hotel & sambil sesekali minum susu –
jusnya.
Kami
menghabiskan waktu cukup lama disini, saya senang. Gak biasanya saya bolehkan
Sa makan lebih dari 30 menit. Tapi kali ini, sepertinya ada 1 jam lebih kami
duduk dan menikmati makanan disini. Saya selesai duluan, jadi bisa baca novel
sambil ngopi oh ya.. kopinya lumayan, untuk ukuran kopi hotel, rasanya gak
buruk, agak over-roast tapi masih kategori normal, masih enak diminum hangat
tanpa gula sekalipun.
Begitulah
pengalaman pertama kali traveloro breakfast di hotel. Rasanya campur aduk sih,
tapi utamanya, saya bangga karena Sa bisa behave selama makan dan bahkan gak
lari sana sini apalagi ngacakin susunan piring / barang pecah belah lainnya.
Dia juga bisa duduk dikursi yang sama dengan tamu lain, kursi yang sama dengan
saya. Sekalipun hotel menyiapkan booster seat / high chair, Sa mau dan bisa dan
nyampe mulutnya untuk duduk di kursi umum dan makan sendiri ( tanpa disuapin)
dan makannya HABIS. Dan bagi teman travel dimanapun berada, biasakan untuk bersikap bijak dalam makan, baik itu makan di rumah ataupun di luar rumah ( hotel, resto, warung pinggir jalan, warung pecel lele dsb) terlebih jika menu prasmanan gini, sebetulnya menurut saya pribadi kelebihan menu prasmanan adalah kita bisa ambil sesuai yang kita mau dan sebanyak yang kita kuat, bukan sebanyak yang kita mau yah.. Karena itu adalah dua hal yang sangat berbeda. mengambil makanan sebanyak yang kita mau, jika gak habis, jatuhnya mubazir dan please deh, sekalipun duit mu banyak dan saldo ATM mu engga habis-habis, tapi ingatlah BUANG MAKANAN itu DOSA!! Dan ingatlah, untuk ambil makanan seperlunya, sambil mengingat saudara-saudara kita di belahan bumi lain mungkin sedang kelaparan dan kehausan.. dan jika makan per porsi, dan sisa, bungkuslah sisa makanmu, jika mungkin minta kemasan pembungkus yang reusable, bukan disposable.
XX
TRAVELORO