Saturday, June 23, 2018

Ngopi di : @kulacoffee.id - Meruya Utara ( Klinik Bamed )



"And i never thought that i'm so strong
i stuck on you and wait so long
but when love comes it can't be wrong
don't ever give up just try and try to get what you want
cause love will find the way"
[ suara latar belakang suatu senja saat ngopi di Kula sama Sa... ]


Kopi, KOPI dan KOPI Lagi.........


Alasan kenapa saya suka sekali kopi adalah,, em kenapa yaa.. kayaknya sih kalo dijabarin bakalan kepanjangan dan membosankan untuk dibaca ( apalagi kalau yang baca tidak suka kopi, as much i do!). intinya aja ya?? intinya, saya menemukan kebahagiaan jika aliran darah saya sudah di-susupi kafein, secara spesifik, kafein dari kopi.


Dan, jadi candu di transisi antara nge-beer dan skripsi. Masih. Saya masih suka beer dan kangen sama rasanya,, tapi,,Kopi mengalahkan itu. kalau Beer membuat saya enak tidur malam ( dan juga pules) maka kopi membuat saya terjaga dan pules sesuai mood. Ada beberapa kopi yang bahkan sama sekali gak ganggu waktu tidur. kalau biasa saya tidur jam 11 malam, sekalipun ngopi 3 gelas, jam 11 malam tetap aja tidur, gak ada cerita kopi bikin saya gak bisa tidur.. saking udah BFF banget darah saya sama yang namanya KAFEIN.


Lalu ada kedai kopi ini, di dekat rumah, berasa kayak harta karun tersembunyi karena, siapa sangka tempatnya yang besebelahan persis dengan apotik Bamed (Klinik Kecantikan Bamed) pas udah di samperi, ternyata nyaman banget.. sebetulnya saya paling naksir interior warung kopi / coffee shop yang bikin " serasa ngopi di ruang tamu " 



Ini, sofa entah ada semacam serbuk santai nya tau emang nyaman aja, kami jadi betah banget duduk disini sekalipun, kayak pengunjung lain pengin juga duduk sini. bodo amat, kita datang duluan, walaupun kopi udah mau abis,, tetep aja duduk disini. Segitu egoisnya demi untuk duduk sans di sofa kesayangan.




Traveloro pernah, pas datang dan kebetulan sepi, nyobain semua bangkunya. mulai dari kursi kayu, kursi kayu dengan bantalan, kursi kayu tinggi ( bisa berputar) ala bar, dan yah sorry aja yang paling nyaman buat kami adalah sofa itu.



Sebetulnya, minuman disini ada yang coffee dan juga non Coffee dan ada menu bite macem kebab atau beberapa makanan ringan lain yang sayangnya selalu gak ada pas kita kesini. Signature Kopi meraka adalah Es Kopi Keluarga [scoring saya 7.8/10 ] ( yang merupakan kopi + condense milk ) karena memang kata "KULA" sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Keluarga, sweet gak sih.. makanya saya dan Sa betah sekali ngopi disini walaupun cuma ngopi segelas berdua.. Eniwey, saya rekomendasikan Es Kopi Keluarga yang Coconut, jadi dia pakai coconut milk dan rasanya gurih pisan, kopi nya juga fresh sekaliii.. 





Thursday, May 31, 2018

WEEKEND DI KERETA




Kalau boleh jujur, wish list traveloro short gateway sih ke Bromo/Ijen atau Teluk Kiluan lihat Dolphin Parade, eh gak di duga-duga kami malahan ke Semarang-Jepara untuk nengokin sahabat saya yang baru saja melahirkan. Cerita nya pun terbilang unik, bagi saya, dan bagi dia tentu saja. Selain itu, ada 2 teman lagi ( semuanya emak-emak ketje yang udah punya anak satu). Awal aku kenal mereka ini, lewat instagram, gak sangka banget, resolusi akhir tahun yang beberapa tahun lalu ku ucap ( target tuh, dalam setahun punya berapa teman baru.. yang beneran baru yah, bukan yang seperguruan,seperkampusan ]walaupun beda jurusan/fakultas dan angkatan[) jadi kenyataan. Aku punya teman2 dan sahabat baru yang baik dan tulus berteman sama traveloro.




Lagi-lagi, saya akan blak-blakan bilang, bahwa tiket kereta PP ( Jakarta- Semarang Poncol, Semarang Tawang – Jakarta) saya dapatkan di tokopedia. Aku dapat cashback 45k yang bisa aku gunakan untuk isi pulsa HP, cara booking dan bayarpun udah sangat simpel, menurutku, aku sendiri pakai VA ( Virtual Account) BRIVA. Untuk tiket PP, menggunakan kereta Ekonomi, traveloro hanya membayar 280k ( dikurangi 45k cashback). Cukup lumayan, mengingat waktu order yang mepet hari keberangkatan dan juga pertengahan bulan puasa dan pas banget long weekend jadi berbarengan sama orang-orang yg ingin pergi liburan. Kalau pas pergi ke Bandung itu adalah pengalaman pertama saya naik kereta, nah, ke Semarang ini juga perdana saya naik kereta, biasa saya naik pesawat atau jalur darat dengan kendaraan pribadi. Memang kehadiran Sa betul-betul merubah segala aspek hidup saya ( IN A GOOD WAY). dan tiketnya juga, udah canggih, tinggal scan QR code atau masukan booking code, lalu tiket akan terprint secara otomatis.



Traveloro berangkat ke St. Senen naik gojek, kita naik kereta malam, yang nanti tiba subuh di St. Poncol. Nah, karena sudah banyak banget perbaikan dan perubahan di stasiun, saya sendiri jadi amaze banget, super rapih, tertib, boleh check in max 1 jam sebelum keberangkatan, dan diperiksa ID CARD Asli per-orang, persis sama jika kita naik pesawat. saya tiba jam 9pm sementara kereta kami tiba jam 11pm, kondisi stasiun lagi super padat, both orang dan barang ya,, akhirnya saya ngide mau masuk duluan, dengan alasan ‘ke nursery room’ sekalipun Sa udah gak ASI lagi sejak usia 18Mos. Eh diijinin loh,, malah di kawal sama satpam sampai ke depan Nursery Room nya. Saya baru kali ini ke ruang ibu&bayi di stasiun, dan saya bisa bilang ruangannya asik banget, bersih, AC dingin, ada kulkas, ada Galon, lengkap deh.



Nah, karena Sa trus bosen, keluarlah saya, dan nge donut dulu sekalian beli kopi hitam untuk bekal melek saya selama 7jam perjalanan. Eh, pas udah duduk di kereta, saya kaget banget, karena ternyata kereta ekonomi yang saya naiki ini duduknya berhadapan, saya kan agak jangkung gitu ya,, jadi dengkul saya terhimpit dan menghimpit kaki mbak2 depan saya, untung aja, Sa cukup santai ( baca: bobo) selama perjalanan, dan untungnya lagi, bangku di sebelah saya kosong, jadi saya bisa angkat kaki, tekuk kaki saya dengan memangku Sa yang pulas tertidur.




Sabtu setiba di Stasiun Poncol, saya nge tes lagi, ke Nursery Roomnya, ukurannya Cuma 2 x 3 meter kalo gak salah, dan tergabung sama ruang kesehatan, terpisah pintu saja, disitu cukup dingin, ada kulkas, sofa empuk, meja untuk ganti diapers, dan AC lumayan dingin lah.. trus kami nunggu Travel kami menjemput untuk lanjut perjalanan ke Jepara. Kami pakai jasa AlloyTravel. Dengan ongkos 70k sampai Mlonggo ( kalau Semarang – Jepara ongkosnya 50k ). Jarak Semarang ke Jepara itu 3 jam jika jalanan lancar. Dan karena ini masih pagi, saya pilih seat yang persis sebelah supir, cukup lega, Sa bisa duduk sendiri dan ransel saya bisa di letakan bawah kaki.



Tiba di Mlonggo jam 12-an mungkin ya, dan akhirnya ketemu baby Satya, si Ganteng yang buat saya selalu kangen. Dan kami planning untuk sleep over alias nginep haha, karena kami beneran perdana ke Jepara juga nih, saya nyengir aja perkiraan saya itu semarang – jepara kayak Jakarta – Bandung lah kan sama 3 jam juga, ternyata JAUHAN Semarang – Jepara kemana-mana, RENCANA sih mau main ke Pantai Empu Rancang, gak jauh lagi dari Jambu-Mlonggo, emang kurang lama sih kami mainnya,,



Minggu Pagi, Alloy Travel menjemput traveloro di Bangjo Mlonggo, dan yup, kami pun memilih seat yang persis sebelah supir, masih pagi, pemandangan indah persawahaan pasti memanjakan mata kami. Nah, lucunya, 45menit sebelum sampai POLL nya alloy yang di JL. Pemuda, Sa tidur aja gitu, dan langsung pules. Saya ada bilang ya, kalau traveloro mengandalkan gojek selama perjalanan, di Bandung pun demikian.



Dari Poll Alloy, saya terpaksa banget bangunin Sa, karena ransel saya full dan ada satu dust bag gedhe berisi oleh-oleh dari mba chaca, dan juga satu tas slempang yang harus saya bawa bersamaan dengan menggendong Sa. Entahlah, menurut saya, gendong anak saat tertidur itu jadi lebih berat. Kalau di Semarang ini, saya udah tahu mau kemana aja, dan ngapain, harus di padatkan jadwalnya mengingat kereta pulang ke Jakarta adalah jam 7PM.



Lawang Sewu gak terlalu jauh sebenernya bisa di tempuh dengan jalan kaki karena Cuma selurusan jalan, ya nggak ada 1km juga sih dari Poll travel. Fyi, ongkos gojek aja Cuma 2k, murce banget kan, itu saya pakai gopay, selain lebih hemat, dan juga praktis dong, gak perlu rogoh kantong atau ribet-ribet buka dompet. Tapi karena barang bawaan segambreng dan kaki lelah banget habis nekuk 3 jam perjalanan tadi, akhirnya gojek jadi pilihan tepat untuk kami.



Hal pertama saat sampai di pintu masuk /loket adalah pertanyaan “ada tempat penitipan tas gak” dan ada, tapi LOKASINYA JAUH BANGET musti muterin Gedung dulu karena posisi penitipan tas ini di pintu keluar dan juga cuma berupa pos satpam gitu, bukan penitipan besar berloker-loker, dan ya kebayang ya ribetnya nenteng dustbag, ransel sambil ngegandeng bocah, tapi saya lakonin juga sih, karena Sa terlihat antusias sekali lihat bangunan tua dan juga kereta-keretaan. Di tempat penitipan tas, segala barang-barang kita di catat di look book dan juga kita HARUS NITIPIN ID CARD ASLI. Disini, saya agak ragu pas ngasih ID CARD karena saya pelupa dan takut ID jadi tercecer, dan ntar gak bisa cek in kereta pulang B.E.R.A.B.E!!!


Kami disini gak lama sih, karena anaknya lari kesana kemari, saya sibuk nyari moment dan lokasi yang cantik untuk foto berdua dia, dan juga kan, kita harus nyuwun ke orang, minta tolong fotokan. Haha.. ngerepotin yang diperlukan kalau kalian mau traveloro seperti kami. Harus berani minta tolong sama orang baru, dan lihat-lihat juga orangnya, tau tau pas kita lagi bergaya, camera atau hp kita di gondol lari ( film MR. Bean banget haha). BTW, habis dari Lawang Sewu, perjalanan kami lanjutkan naik 5km away, ke Strada, berlokasi di Jl. S. Parman, dan ongkos gojek cukup 4k. Murce murce bergembira. Habis ngopi-ngopi cantik, kami lalu mampir ke rumahnya mba Eni untuk beristirahat sejenak.



Rencana saya selanjutnya adalah gereja sore di Katedral Semarang yang gak jauh dari Stasiun Tawang. Saya lupa loh mampir ke Jl. Pandanaran, padahal mau iseng-iseng icip lumpia gitu,, dan Gereja Katedral ini pun lokasinya diujung jalan Pandanaran juga.. emang harus balik sih ke Semarang dan Jepara, yang lama gitu biar bisa ngajak Sa nongkrong di Simpang Lima. Semoga ada rejeki dan usia biar balik kesana agak lamaan..



Dan sampai di Tawang, saya kaget lagi, beginilah banyaknya bawaan saya, hahaha.. dan tambah berat karena ditambahkan oleh-oleh sama cik Evi dan juga mba Eni, ini bikin saya bingung kek mana ntar bawanya pas cek in, soalnya Sa masih melek, dan juga ngrengek mau main dulu di area playground yang tersedia di depan ruang tunggu.. hadeeh..



Seperti biasa, aku cek ruang menyusuinya, sumuk yaa.. gak terlalu besar juga, dan merupakan gabungan dari ruang kesehatan juga seperti yang di Poncol. Trus kami ke Dunkin Donut lagi, Sa makan donatnya ( saya emang ada semacam perjanjian sama dia, donut boleh Cuma every weekend aja, makanya pasti dia akan minta jatah donutnya sekalipun gak lagi di rumah), pas pulang, saya agak was-was, oh Tuhan, batin saya bergolak, muka penumpang kereta di gerbong ini lanang semua, traveloro adalah perempuan seorang, disitu saya niat banget melek sepanjang jalan dengan kondisi baterai HP tinggal seperempat, dan AC persis diatas kepala saya yang kadang netes, disini pun saya di beri tips untuk tidak memilih seat nomer 13C. Ok saya akan ingat saran si bapak. Tapi justru karena seat gak laku, Sa bisa bobo slonjoran sementara saya dengerin lagu sambil ngelirik tas yang ditaro agak jauh dari seat kami.

Saran Traveloro:
  • Jika berpergian bersama balita/batita/bayi. Pilihlah tiket dijam-jam dia biasa tidur, untuk menghindari rewel, jeritan, dan sebagainya. Jangan lupa bawa penutup mata atau kalau lupa ya silakan berpegal ria menutupi matanya sepanjang perjalanan ( ini saya banget)
  • Demi kepraktisan, saya sama sekali gak melonggok WC kereta, sama sekali gak tahu blas kotor atau bersih, traveloro pun ada kekurangannya, apalagi Sa juga masih batita, nah kalo saya tinggal seat dan nganterin Sa pipis, pas balik-balik ransel saya hilang, duh nangis aku rek, bukannya apa-apa, itu ransel satu-satunya, ntar jadi susah pergi-pergian klo ranselnya hilang.



Monday, May 28, 2018

ngopi di @ Strada Coffee, Semarang


Jadi, weekend ini traveloro habiskan di Semarang-Jepara. Sangat spesial memang. Selengkapnya, saya akan ceritakan disini. Seperti diketahui, kami emang cinta kopi.. jadi, selain membahas jalan-jalan, traveloro (semoga) akan sering bahas ngopi-ngopi dan hal lain juga deh yang dilakukan berdua.



Hal pertama yang di cari saat selesai memesan tiket PP ke SMG adalah googling warung kopi enak di sana. karena kan sayang banget kalau sampai gak nyicipi kopi,, dari beberapa artikel,, nama coffee shop ini disebut, yang pertama kali tertangkap di mata saya adalah suasana nya yang nyantai tapi keren, gak terlalu kaku atau terlalu anak muda banget ya.. jadi pas banget kalau usia saya gini nongkrong situ karena pas banget sampai di SMG jam 9.40am, (dan hasil googling strada ini mulai buka jam 10am) saya pun memutuskan untuk mampir ke Lawang Sewu dulu, baru ke sini setelahnya. Sekalipun jarak nya Cuma 5km dari Lawang Sewu ( lebih tepatnya sih 3.3km) yang mana saat itu, Minggu Pagi cukup 9 menit sampai di LOKASI, teman saya bilang itu agak jauh lho mba,, [ saya lupa takaran 'jauh' nya Jakarta berbeda dengan 'jauh'nya Semarang] dan teman yang satu sepakat bilang, ngopi di starbucks DP Mall aja lebih dekat..



pikir saya daripada jadi 'akamsi' nya starbucks,,, lebih baik mencoba kopi enak di Semarang, di tempat lain. Dan saat masuk ke dalam kafe ini, saat itu ada 2 meja yang sudah diduduki, satu meja terisi 4 orang sekeluarga, dan meja di depannya terisi oleh sepasang muda-mudi, hehe.. ini kebayang dong gimana enaknya tempat ini, ya mungkin mereka kesini ngga cuma untuk ngopi ya,, tapi jam bukanya jam 10 pagi, saya tiba disana jam 10.29 dan kafe ini sudah ada pengunjung ( considering Bulan Puasa juga..) saya dibuat amaze dengan keadaan ini. Dan keyakinan semakin tinggi, pasti kopi-kopi disini juara!


Saya pesan kopi Flores Bajawa, ini ke 2 kalinya, saya ngopi Flores Bajawa ( arabica) kali pertama ngopi single origin dari Flores, ya disini. Dan barista nya nanya, mau manual brewing dengan teknik apa, saya bilang french press, please. Dan beberapa menit kemudian, kopi itu datang, dengan penyajian seperti ini. Please, aku mau foto dulu, tangan udah gatal ingin jepret-jepret dan lidah juga udah gak sabaran pengin nyicip kopi ini. oya, scoring kopi ini di lidah awam saya adalah 8.8/10 TINGGI KAN?? emang seenak itu sih rasa nya. Walaupun Sa bilang ini teh, dan sempat gak mau coba, tapi pas di sendokin, dia mau terus-terusan, sekalipun favorit nya masih kopi Gayo.



Traveloro memilih duduk di sofa dekat toilet, biar gampang misale Sa mau Pipis ( maklum dia udah lulus TT sejak usia setaun). Nyaman dan utamanya Sa juga bisa senderan atau bahkan tiduran kalau-kalau dia lelah. Dan juga, ada stop kontak di dekat kaki ( kursi bagian samping bawah) yang bisa saya manfaatkan untuk cas hp yang kebetulan lowbat, dan juga ada space yang cukup dengan table sebelahnya yang bisa saya gunakan untuk meletakan ransel dkk. lihat-lihat menu lagi, dan ada satu menu yang membuat saya penasaran, ingin pesan. dan harganya pun tidak terlalu mahal, cukup 25k.



Yang membuat saya agak 'nyes' adalah, KEJUJURAN nya mbak waiters, saat saya panggil dia untuk memesan, menu incaran, dia bilang 'tapi ini dibuat dulu, kakak harus nunggu kurang lebih 30 menitan' saya langsung jawab, 'ok, gapapa, saya tunggu' toh saya pun lagi menunggu sahabat-sahabat saya yang lagi otw nyamperin saya disini. saya salah, karena mengira share&bites pesanan saya ini selalu available ( kan klo di starbucks gitu ya, semua makanannya udah matang, jika pesan baru di microwave lagi 1 menit), ternyata fresh from the OVEN, nilai plus lagi deh buat Strada. Trus pas menunya sampai, ih menggugah selera banget, saya sih gak laper-laper banget karena paginya sudah sarapan roti bakar dan roti isi telur celpok, tapi pas lihat spinach cheese ini jadi pengin langsung melahapnya hingga habis. Sa juga sama 'lapar' nya seperti saya, tuh lihat tangannya yang mau nyomot.. Sa habis salad dan dressingnya ( thousand island kayaknya sih) karena rasanya asam segar gitu.. dan puff nya juga dia lumayan makan,, tomat dan timunpun di gigit-kunyah-telan. trus pas dipotong, isiannya full bayam, kata ku ini isinya mevvah pisan, biasakan (ditempat lain) isinya cuma 'bintang tamu' tuh.



akhir kata, menurut traveloro, Strada Coffee ini, tempatnya super nyaman, child friendly ( anak-anak betah banget duduk sendiri,,) kopinya enak ( bukan katanya lagi, karena kami udah coba sendiri), homie banget, ambience nya dapet juga, karena lagu-lagu yang diputar easy-listening. Kafe ini juga ada cabang, di Jambi. Mereka juga menjual beragam jenis kopi mulai dari yang bean sampai yang ground, untuk lebih jelasnya silakan klik. Yang jelas, kafe ini bisa banget dikunjungi kapan saja, cukup 100k udah bisa dapat beberapa F&B kok.. wifi nya juga lumayan cepat.

Saturday, May 12, 2018

Weekend ke: Europe On Screen 2018



Berlokasi di Galeri Seni Kunstkring, di Menteng, Europe On Screen yang kami datangi adalah penutupan dari serangkaian EOS 2018 yang berlangsung di beberapa Kota di Indonesia. Traveloro gak cuma berdua kali ini, nih.. karena sejujurnya saya memang diajakin nonton ini sama temen-temen kuliah saya,, Setelah beberapa hari sebelumnya janjian,, kami sepakat untuk datang lebih awal dikit biar bisa book a seat alias nge-tag-in tempat duduk...




Dan entah kebetulan atau gimana, film yang ditayangkan adalah film berjudul "Father & Daughter" yang sukses bikin emosi keaduk-adukk.... pas sepanjang nonton saya membathin ini apa kisah nyata apa gimana ya.. karena akting aktor-aktrisnya natural banget,, dan  menyasar sampai ke ulu hati banget filmnya,,, sekalipun yaaah pas sepanjang film, saya dan teman berbisik tentang 'siapa bad guy nya" dan nebak-nebak endingnya.. #Biasalahperempuan




Eniwey,, karena sampai lokasi jam 6.30PM, saya sempat ajak Sa untuk Potty dulu di dalam restorannya,, interior restonya gilaaak artsy banget.... dan mostly pengunjung emang expat gitu ya,, eh trus kita selfie di toileet super bersih dan wangi nya... hahaha.. mumpung sepi nih toiletnya, karena memang setiap kali sebelum nonton film/ bioskop gitu, aku biasain Sa untuk ke toilet dulu,, biar gak ngompol pas lagi nonton ( pernah kejadian soalnya.. hahaha) 



Sebetulnya si bangku banyak pilihan dan model, ada sofa juga, ada lesehan bahkan persis didepan layar,, tapi aku pilih kursi besi ini yang ada senderan biar gak capek banget duduk diem sejam setelah.. Malam semakin gelap dan dingin, ini kan acara nontonya persis di halaman kan yaa,, jadinya sekalipun Sa udah pakai baju panjang, masih saya pakaikan jaket flannel nya doi biar tambah hangat, gak lama habis minum susu dia tidur terpulas sekalipun sesekali saya kipasin karena para nyamuk yang membandel dan gerah juga sih,,




Romantis banget ya khaaan... yang dipikiran saya sih gitu,, malam mingguan sama si none, plus bisa catch up sama temen-temen yang udah tahunan gak ketemu,, trus nonton beratapkan langit Jakarta disertai semilir angin yang membawa harum aroma kopi sampai ke hidung saya... jadi di bagian sebelah kanan layar ada penjual makanan yang bisa di pesan selama film.. sekalipun Sa teriak.. hmm bau kopi ibu..." saya ngga beli deh.. hahhaha,, mikir nya ribet klo mesen, karena dekat kami duduk gak ada meja,, next time kita kesini ngopi ya nakkkkkk.........



Selepas selesai film, kami sempatkan untuk foto bersama di depan galeri,, dan disini saya merasakan susahnya memesan ojek online. padahal dari pas Sa mulai pules tidur, dan film masih setengah jalan, saya udah order gojek, tapi gak hadir juga abangnya,, sampai film habis, udah bolak balik ngorder gojek pun masih bermasalah, sampai akhirnya teman saya pesan grabcar, akhirnya traveloro ngikut deh kulineran di Jl. Sabang, dan sampai di sana, Sa bangun dan kelaparan minta makan.. hahaha..



BTW ini back pack bawaan saya pas pergi nonton, gak terlalu padet isinya, kaan? karena saya cuma bawa susu UHT Mimi 2 kotak, kipas tangan, pasmina lebar ( buat selimutin Sa selama perjalanan atau pas ketiduran-- kepake banget sih), tissue basah, saputangan, dan dompet, dan buku bacaan dia, dan tumbler isi air mineral untuk minum kami berdua.. berangkat naik Gojek dan pulang naik GrabCAR, hati happy dan once again, our weekend well spend ❤❤


Sunday, April 29, 2018

Weekend ke: @INA CRAFT

sekalipun jadi Stay at Home Mum, saya mengusahakan setiap hari dalam seminggu menjadi hari-hari yang asyik buat Sasa.. biar dia selalu heppy.. karena kalau dia heppy ngasih sugesti apapun, APAPUN pasti lebih ngena lebih masuk daripada kalau dia lagi bad MOOD trus di suggestikan.. bubar jalan deh suggestinya.. 


kayak mungkin kalau weekdays kami biasa ke Taman, atau ke Pasar... pas weekend dia lihat sepupunya jalan, dia pingin ikutan, end up nangis gak udah-udah.. akhirnya saya buru-buru googling, bersyukur ada satu website yang mewadahi event-event selama setahun penuh,,  nih kalian bisa cek sendiri ya.. lengkap banget... dan kebetulan pas tanggal ini,, ada 2 event yang bisa dan mungkin kami datangi,, yang pertama ini event kebudayaan SumBar berlokasi di TIM ( Taman Ismail Marzuki ) dan satu lagi adalah INA CRAFT berlokasi di JCC. dua-dua nya saya pertimbangkan dengan cukup seimbang.. tapi saya pikir kalau ke acara INA CRAFT gak terlalu jauh banget dari rumah,, dan bisa di tempuh pakai angkot.. Dan Syukurlah, Sa tipikal anak yang entengan banget,, bisa naik kendaraan umum, angkot sekalipun, kami berdua bahkan bisa tidur sepanjang perjalanan.. traveloro turun di Palmerah dan lanjut naik gojek ke JCC. 




Saat masuk ke dalam,, langsung disambut dengan booth dari Daerah Lamongan & Banyuwangi. Sebagai arek, saya bangga betul, walaupun di pintu masuk lain, yah booth dari daerah lain juga siy.. hehehe.. at least, pas saya masuk langsung seger mata dengan batik batik cantik dan pernik2 unik dari daerah JAWA TIMUR.. IM PROUD AREK!! 


Tapi tau kan JCC itu ada beberapa bagian,, nah pas masuk ke dalam gedung yang ber AC,, pas banget di pintu masuknya, ada pernak-pernik dari DKI Jakarta. wih.. mata Sa langsung tertuju pada mainan 'Ondel-Ondel' kayu kecil ( kayak 15cm mungkin) sepasang 100k. dan udah di book! kalau mau ya harus PO kayak mingguan gitu.. udah jiper duluan... untung aja Sa mood nya bagus,, Happy banget,,, jadi dia langsung lari ke booth lain..




Nah di booth Pasuruan ini,,, saya naksir kain batik,, beberapa, tapi harganya,, bikin migrain,, bukan apa-apa sih,, kalo dulu mungkin saya gak pakai mikir lagi langsung aja beli.. tapi prioritas berubah sejak ada Sa di hidup saya.. jadinya cuma bisa fotoin booth nya aja sambil berharap entah tahun depan balik ke INA CRAFT atau traveloro bisa berkunjung ke Pasuruan dan hunting batik batik cantik disana.. *lipat tangan* semoga kelakon...


di booth nya Jawa Tengah, kami ada adopsi perkakas dari kayu mahoni. gak kepikiran awalnya, tapi akhirnya setelah menawar dan kedip-kedip,, satu tepat brosur berbentuk robot dan sulit kayu bisa kami bawa pulang dengan harga miring.. penjualnya juga ramah pisan,, bikin saya gak tega ninggalin booth tanpa beli.. untung aja ada tempat brosur itu,, soalnya klo sutil kayu ato sendok garpu dari kayu,, kita udah punya BANYAK!!!




Ini Hasil Selfie setelah belanja perkakas kayu mahoni tadi,, pada ngeh kan traveloro hanya bawa tas slempang dengan kresek di ikat ke tas jadi gak nenteng-nenteng dan juga bisa pegang Sa,, ( kalo gak gitu bisa kemana-mana anaknyaa. banyak mainan lucu juga soalnya disini...) Merupakan kebanggan bagi saya sendiri,, karena Sa udah lulus toilet training diusianya yang baru setahun. jadi kalau pergi ke tempat yang gak terlalu jauh dari rumah dengan durasi yang lumayan singkat, bisa bawa tas slempang super imut ini.. bahkan Sa sempet mampir toilet sini untuk Potty heheh...



Tiba di booth nya ACEH BESAR, ujug-ujug saya kangen ke Aceh, kangen sama keindahan alamnya, kangen mau snorkel di Sabang nya,, duh duhh... semoga lekas kesana kali ya ajak Sa... Well, Ya, karena saya cukup aneh dan selalu cintai sesuatu yang unik dan etnik,, tas-tas rajut Aceh ini sangat amat TO BUY sih... modelnya beragam, trus rajut nya pun cantik pisan, apalagi kalau pada sempet beli yang rajutan 'pintu aceh' youre lucky! me too dong! saya juga lucky karena bisa berkali-kali belanja tas langsung di toko Suvenir 'Putro Aceh' di Kota Langsa dan Banda Aceh.. whehehe soalnya kalau udah di acara-acara kayak gini,, wis mesti MAHALLL.. harganya pun berlipat gandah.. tapi sesuai lah,, jadi gak perlu repot-repot order tiket pesawat ke Banda Aceh hanya untuk belanja tas.. Kopi Gayo dari Aceh juga TO BUY! Rasanya Juaraakkkkkkk... ( pstt.. itu kopi kesukaan Sa loh.. hihihi ) 


Kaki Traveloro sangat amat kuat menjelajahi setiap booth yang ada disana.. beli sih engga ya.. lihat-lihat dulu lah.. siapa tau ada yang ditaksir.... atau minimal ngumpulin kartu namanya dulu ( #Lol) karena sejujurnya emang banyak yg ditaksir,, kayak sarung batal bordiran 'ondel-ondel' yang harga per-piece nya 350k dan pas di booth BALI sama Lombok saya naksir banget sama tas rattan round yang keren banaget sih.. tapi harganya bwoookkk... mihil... pas lihat price tag nya,, saya di tegur sama yang jaga booth dengan kata-kata " ya sesuai lah, kan di impor dari Lombok, kak" okay dengan kata-kata itu saya jadi tahu, ini orang bisa banget ya baca lirikan mata saya..atau tatapan mata saya terlalu judging ya... 


Well, INA CRAFT 2018 indah banget. pengalaman pertama saya ngajak Sa ke event/bazzar sih.. seru.. isi di tas cuma dompet, hp, susu Ultra Mimi dan tissue Basah, tok... dan meskipun Sa seneng jalan dan lari-lari keliling booth,, kadang saking khawatirnya dia nyenggol lukisan ato patung atau karya seni lainnya,, saya gendong juga,, tapi overall,, saya bisa bilang kalo INA CRAFT ini sangat recommended sekali buat habisin weekend ( dan gratis pulak!) dan ramah anak-anak.. 


Sayangnya, pedagang makanan sebelah JCC udah gak bisa liar, semuanya udah di koordinir di food court yang bayarnya pakai Jackcard ato semacamnya lah ya,, dengan harga yang lebih mahal dari biasa,, ini saya gak tahu ya bakalan permanen seperti ini atau hanya karena persiapan ASEAN GAMES aja jadi dibagusin bangunan para tukang jualan ini..


Saturday, February 3, 2018

SEHARIAN DI BANDUNG



Jalan-jalan pertama kita keluar Jakarta adalah ke Anyer (Banten) sebetulnya waktu usia Sa masih belum setahun, tapi karena itu adalah outing kelurga besar dan semuanya ikutan pergi dan kita berkendara pribadi kesana, jadi saya rasa itu adalah pre-travel-loro,, alias, Cuma latihan. Jadi pertama kali yang benaran jalan keluar kota dan cuma berduaan adalah ke BANDUNG.

BANDUNG sendiri bagi saya bukan hal baru, karena saya cukup sering menghabiskan weekend kesini dan kadang PP juga sehari, tapi saya selalu suka dengan suasana Bandung yang kadang hangat tapi berangin sejuk. Dan dengan pertimbangan jarak tempuh yang cukup cepat, akhirnya saya berani NEKAD membawa serta Sa kesini.

Saat itu, saya beli tiket kereta api lewat tokopedia, yang kata adik saya, harga tiketnya bisa lebih murah dibandingkan harga di website resmi nya KAI. Dan iya sih, dapat cashback juga yang bisa buat saya belikan pulsa HP. Hihi.. total harga tiket kereta yang saya bayarkan pada saat itu adalah 80k ( bayi dibawah 3th masih free alias gratiss tiss.. tiss ) 


Ke Bandung naik kereta, menjadi pengalaman baru dan pertama kalinya untuk kami berdua ( biasa saya naik travel atau kendaraan pribadi atau juga shuttle buss dari Soetha atau pesawat) dan pengalaman itu cukup nyaman dan menyenangkan bagi kami berdua. Dan membuat saya planning next traveloro pakai kereta juga deh.. bahkan karena sampai di Gambir lebih awal, kami sempat ngopi dulu di starbucks 

Dari Jakarta kayaknya stasiun yang mungkin, Cuma Gambir, seinget saya sih,, atau bisa check langsung di web resminya PT. KAI dan banyak banget pilihan jam berangkatnya, karena St. Gambir kayak 25KM away from home, jadi saya gak mau ngambil yang jam subuh banget lah,, takutnya Sa masih tidur dan jadi rusak mood karena masih tidur udah di gotong-gotong dan di gantiin baju, jadi kami naik kereta jam 9 dan ETA nya jam 12-an. Karena setahu saya weekend di Bandung hectic banget, super macet, jadi saya pilih pergi hari Jumat. Pas sampai disana, pas banget waktunya Sholat Jumat, jadi saya sempat selonjoran dulu di depan Stasiun Bandung.

Selama di Bandung, saya mengandalkan jasa Go-Jek. Nah ini penting, cek juga daerah yang mau di kunjungi tersedia jasa ojek online atau nggak. kalau nggak, cari tahu soal penyewaan kendaraan ( baik motor ataupun mobil) kalau budget mepet, pastikan kalian bisa bawa motor, atau cari kenalan yang mau ngasih free-tour selama disana. Dan cek juga angkutan umum ke tempat wisata yang akan dikunjungi disana, kalau angkutan umum gak ada, ya balik lagi ke ojek online atau sewa kendaraan. Jangan ragu untuk meneliti lebih dulu jauh-jauh hari tentang akomodasi selama di sana ya,, sekarang udah banyak kok blog/website yang bahas soal travel kemana-mana, jangan segan tanya! Biar gak nyengir-nyengir sendiri dan berakhir tersesat di daerah asing.. fufufu jangan sampai yaah..



OK. Karena Bandung adalah SURGANYA BELANJA FASHION. Tujuan utama saya emang Factory Outlet di Dago. Gak tahu, walaupun di jakarta juga udah banyak FO FO yang jualin baju keluaran Bandung, saya dengan senang strolling around disana, alias jalan kaki. Dan Yak! Beruntungnya saya karena Sa udah bisa dan lancar banget jalan, dan moodnya juga lagi bagus ( kayaknya emang ini anak suka jalan juga kayak ibunya) dia mau jalan sendiri ( tidak digendong) selama keliling Dago dari satu FO ke FO lainnya. Dan Oh ya.. saya juga bawa bekal untuk Sa makan disana. So, this time saya gak mikirin mau kulineran apa dan dimana. But, i’ll try next time full kulineran di Bandung ( jika ada umur dan rejeki tentunya )



Puas memanjakan mata dengan FO di Dago, kita naik ke Dago Atas, dan kali ini untuk memanjakan lidah dengan kopi. Kebetulan saya suka ngopi dan saya suka view saat ngopi di Dago Atas ( Dago Pakar) selalu ngebayangin ngopi di atas bukit jadi aktivitas tiap hari ( sementara ngimpi dulu, siapa tahu besok-besok jadi kenyataan, kan yaa...) kami disana sampai jam 5an, setelah mengabiskan 2 gelas kopi hitam ( untuk saya) dan kentang goreng beserta pisang bakar. Lalu, turun untuk memesan travel pulang Jakarta, yang menjadi pertimbangan saat itu adalah, mendapatkan lokasi turun terdekat dari rumah, itulah makanya kenapa saya engga pesan tiket kereta pulang, hanya ber-kereta saat pergi saja. Dan untuk Bandung – Jakarta, saya putuskan untuk pakai jasanya Baraya Travel jurusan Surapati2 – Kebon Jeruk harganya pun terbilang murah, setengah harga tiket kereta, karena saya ambil jam keberangkatan termalam ( 20:30 ) yang katanya selalu diskon menjadi 45k.  


Setelah tiket pulang ada di tangan, saya mlipir makan di #CekeranMidun yang gak jauh dari terminal Baraya, dan sampai disana saya dapet 3 waiting list, HA-HA.. tempatnya sih gak besar ya, dan gak ada parkiran juga, tapi i must admit rasanya juara banget.. banyak menu yang sudah sold out meskipun masih sore, terpaksa lah, saya pesankan Sa ceker ( yang tidak pedas) dan gak disangka-sangka Sa suka banget, hahah padahal ceker ayam Cuma kulit sama lemak doang gak ada dagingnya acan.. tapi syukurlah dia suka, nasi juga dia makan habis seporsi. DAN dari ngobrol-ngobrol sama penumpang lain  saya jadi tahu jika, Baraya Travel keberangkatan paling pagi ( awal) dan paling malam (akhir) selalu mendiskon harga tiketnya. Jadi tergiur naik Baraya subuh nih jika ke Bandung lagi #Ibubanyakmaunya

Beberapa tips saat traveloro:

  • Siapkan baju ganti secukupnya untuk ibu, dan baju ganti sebanyak2nya untuk Balitamu. Karena balita kan tahu sendiri, suka main, suka lari, ngobok2 air kolam, keringetan, atau ketumpahan air, jadi better bawa spare baju ganti yang cukup. Dengan catatan yang kaos-kaos aja jadi gak menuhin ransel ya.
  • Jika anak belum lulus TT (Toilet Training) pastikan bawa diapers yang cukup juga, lihat juga suhu di daerah yang mau dikunjungi. Jika dingin (  lebih dingin dari suhu biasa sehari-hari di rumah) bawa diapers lebihan untuk hari pertama & pejalanan saja, dan jika planning untuk stay for few days, beli sisa diapersnya di minimart terdekat hotel tempat kalian bakalan Stay. Kecuali diapers yang dipakai adalah sepesial dan travel ke pedalaman yang susah diapers, bawa banyakan ya..
  • Pastikan kesehatan terjaga selama travel. Jika memungkinkan, bawa obat-obatan yang sering kalian pakai. Kalau saya cukup: Vicks Vaporub dan telon untuk si bayi.
  • Paling tidak, bawalah tumbler sendiri, jadi di perjalanan bisa leluasa minum tanpa perlu mengandalkan tukang jualan atau warung sekitar. Jika isinya habis, refil lah di ruang ibu&bayi ( ini di stasiun juga ada kok dan ruangannya bersih aku udah cek sendiri) jika ruang itu gak ada, refil lah di warung sekitar, bayar jika memang perlu. Kalau dikasih gratis, jangan lupa bilang makasih.
  • Jika naik travel / kereta pada malam hari.
o   naik travel ( bis kecil seukuran elf gitu loh): pilihlah seat di paling belakang ( jika memungkinkan) jangan seat yang sebelah supir, karena cahaya lampu dari kendaraan lain dedepan akan sangat mungkin mengganggu bayi untuk tidur nyenyak & pulas.
o   Naik kereta. Tidak seperti pesawat, lampu kereta kayaknya nggak bisa dimatiin ( begitu juga AC) jadi bawalah penutup mata untuk si bayi. Boleh kacamata hitam atau penutup mata sejenisnya demi menjaga bayi agak tidur nyenyak sepanjang malam.


ngopi di @Kopi Ireng, Dago Pakar, Bandung




Cewek kok suka ngopi?? Kayaknya itu pertanyaan otak konvensional nya laki-laki jaman dulu ketika lihat perempuan ngopi.. tapi gak dulu-dulu banget juga sih,, soalnya pas ke Aceh ( dan stay cukup lama disana) dan kita ( saya dan sahabat perempuan yang asli Aceh) ngopi atau - nongkrong di warung kopi -  habis tarawih, ya sekitaran jam 9an malam mungkin yaa,, itu kita pasti dilihat-in sinis dan dengan mata-mata yang wonder, mungkin di benak mereka bertanya ‘kok yo cewek2 masih keliaran dan di warung kopi pula..’ fyi, sepanjang Jalan di Aceh ( mulai Aceh Timur hingga Banda Aceh) itu gampang banget ditemui warung/kedai kopi. Dan jika kalian belum pernah coba kopi Gayo, try some deh! PASTI KETAGIHAN! Kopi Gayo ada yang Robusta juga kok,, gak Cuma Arabica aja..

(source: instagram @Lampoh Kupi- Langsa) 

Saya pribadi udah gila kopi sejak di akhir masa skripsi yang ngejar bimbingan beneran kurang dari sebulan harus naik sidang [ kalo nggak ya bay-bye DO ] ngerti kopi sih dari bayi merah, karena mama saya doyan banget ngopi dan udah ‘cekokin—in a GOOD way- anak-anaknya kopi itam pahit dari pas kami baru lahir, dan bokap juga tipe bapak-bapak yang hampir gak kelihatan ngopi instan sih, dia selalu beli kopi Lampung yg baru digiling ketika dibeli. Kalo kopi bubuknya habis,beliau akan mendapatkan dosis cafeine nya dari teh hitam yang diseduh di dalam poci tanah liat.



Okay, ceritanya pas menghadiri pernikahan teman yang kebetulan banget nih di selenggarakan di Bandung, saya dan beberapa teman dari jakarta gak mau Cuma dateng undangan trus pulang, Jauh-jauh 3jam perjalanan, makan-haha~hihi 20 menit trus pulang lagi.. jadinya ngopilah kita di salah satu coffee shop di Dago Pakar, dan coffee shop itu bernama “ Kopi Ireng” tempatnya asyik  pisan, kesan ku pas pertama kali lihat coffee shop ini adalah ‘adem’ interiornya gak mewah, exteriornya pun demikian, membawa rasa ‘ngopi di teras rumah sendiri’ dengan view perbukitan berselimutkan kabut tipis, ah cantik niaan, GW BETAH!! Saat itu saya pesan cappuccino, sempet foto-foto juga sedikit ( minta di fotoin sih lebih tepatnya)



Pulang ke Jakarta, dengan rasa kopi yang membekas di lidah saya dan view yang tertanam di otak saya, dalam hati berdoa juga, someday gw akan balik kesana lagi sama orang yang gw sayang. By any chance, DOA itu dikabulkan sama Tuhan, walaupun butuh waktu 6th untuk terwujud. 2 Feb 2018 menjadi tanggal dimana saya balik lagi ke Kopi Ireng membawa serta Sa. And we had so much fun, there.



Ditemani rintik hujan kami menikmati minuman masing-masing. Saat itu saya pesan kopi hitam; Flores Bajawa dengan Vietnam drip dan juga cemilan untuk Sa. Fyi lagi, Sa juga suka ngopi loh,, #girang karena dari bayi merah udah ta kenalin kopi item, waktu itu Kopi Tanah Karo kalo gak salah, dan dia suka. Sekarang Sa kalau dengar kata kopi, dia akan selalu bilang –Kopi Gayo- rupanya dia sangat amat suka kopi Gayo. Haha.. 

 

Beginilah beberapa view di Kopi Ireng, cantik banget yaa ---homie pulak! lengkapnya silakan googling atau lihat web resminya ya.. kisaran harganya sih cukup bersahabat ya menurut saya, dan juga pilihan kopinya banyak single origin, robusta, arabica, ILLY, Luwak, wine coffee pun ada. Jangan berpikiran picik dengan bilang “sok banget sih ngopi di kafe, nghabisin duit 50k, apa bedanya sama kopi **** (sebut merk kopi instan) 5k udah dapet 2gelas.. sama-sama kopi..” kata-kata itu saya anggap adalah omongan orang culas yang ngga tahu bedanya kopi instan dan kopi Asli. Gini deh,, kopi kan ada masa tanam, ada masa penjemuran, proses sorting, roasting dan lainnya sampai kopi itu matang dan siap di giling brewing dan tersaji di gelas kita. Dan proses itu gak Cuma sehari atau sebulan, kita juga berkontribusi menyejahterakan petani kopi (dan juga) kualitas kopi dengan membeli kopi asli di warung/kafe/kedai sekalipun! Apalagi jika kopinya dibuat oleh barista yang udah expert. Rasanya pasti beda JAUUUUUUUUH dari kopi instan. 


Yang pasti kalau ada umur dan rejeki, traveloro akan balik lagi, ngopi lagi, bengong-bengong ketawa tiwi di Kopi Ireng, Bandung. dan jika memungkinkan sih, kesini nya malam hari, penarasan dengan suasana romantis melankolis yang terpampang di kala malam.

~~SEKIAN