Showing posts with label #NGOPIDIJAKARTA. Show all posts
Showing posts with label #NGOPIDIJAKARTA. Show all posts

Tuesday, February 19, 2019

Ngopi di : the coffee theory - Jl Jaksa / Jakarta


coffee move on

Dua bulan terakhir, traveloro banyak menghabiskan waktu daytime di seputaran Menteng – Sarinah dan sekitarnya. Karena kebetulan saya ikut kelas knitting yang berlangsung tiap Selasa siang. Mau ngga mau ya jadi akamsi Menteng lah, mulai dari Jalan kaki sampai depan Bank Indonesia, mampir ke total buah untuk beli sambal bu Rudy ( penting eiym), jajan jajan di Jalan Sabang, sampai nyoba ngopi selain di starbucks skyline Sarinah, well, karena bukannya ku bosan, tapi ku bertekad untuk mencoba explorasi rasa-rasa kopi di kafe dengan owner local. Itulah mengapa kami memutuskan ngopi di The Coffee Theory Jaksa.

Awalnya cuma lewat aja pas kami mau staycation dan sejekap membuat saya teringat seseorang yang saya kenal (alm) Ajie yang adalah sahabatnya Abdul & The Coffee Theory, dari situ saya tahu kalau kafe ini miliknya. Kalau boleh cerita dikit soal Ajie, dia adalah teman chat YM saya awal masa kuliah dulu, kami bertukar cerita soal banyak hal, misalnya saja MU grup bola kesukaannya, atau pada saat Abdul baru awal karier, Ajie juga sering bercerita bagaimana marketing selalu rugi, sekalipun saat itu saya ngga ngerti karena baru awal kuliah dan nyambi kerja shift sebagai admin kantor. Sampai suatu hari saya dapat notif di friendster dari keluarga Ajie, memberi tahu bahwa Ajie meninggal karena sakit, dari ratusan IM yang kami pertukarkan, sakit adalah hal yang tidak pernah Ajie ceritakan ke saya. Dan sekalipun saya pernah ketemu Abdul di back stage dan menanyakan soal Ajie, Abdul ngga sempat kasih tahu saya dimana Ajie dikuburkan (iyalah dia lagi ribet banget) Wes dalam hati saya berucap, saya akan mampir ke situ.

Ajaibnya Tuhan dengan kecepatanNYA menjawab doa-doa saya, belakangan ini. Lalu tibalah waktu saya berkesempatan datang ke sini, sehabis menyelesaikan kelas Knitting yang makin mumet aja.. segelas kopi mungkin bisa jadi penawarnya. Dan benar, setengah cangkir pun rasanya udah cukup untuk menyejukan kepala saya…


Ya seenak itu kopinya, sampai saya lupa loh moto-moto banyak.. cuma beberapa foto aja sih.. padahal pas kami datang kayak gak terlalu rame pengunjung,, tapi ya itu saking keasyikan ngopi sambil ngobrol, akhirnya lupa foto-foto. Tempatnya adem sih, sekalipun view di luar yang nyaris tanpa pohon pohon hijau, terik dan puanassss…

Gak terlalu yakin konsep interior kafe nya apa, tebakan saya minimalis/industrialis. O ya.. kafe ini bersatu dengan kantor gitu, jadi ya sembari ngopi ada orang lalu lalang keluar masuk kantor dan bercakap-cakap  kadang memecah kenyamanan kami saat ngobrol. Tapi kopinya enak, scoring lidah saya 7.2/10. Lokasinya pun gampang banget dicari, karena siapa yang gak tahu Jalan Jaksa?? Dan selain di Jaksa, mereka juga punya beberapa lokasi lain di sekitaran Jakarta.
XX

Traveloro

Friday, December 28, 2018

ngopi di: Dancing Goat Coffee&Co



Suatu sore, sepulangnya kami dari main di taman, dan lewati jalan sepanjang pinggir Tol Kebon Jeruk, tanpa sengaja, saya melihat coffee shop di ruko Grand Puri Niaga yang tidak jauh dari Pola Bugar Sport Club. Dan langsung tertarik mau coba ngopi disini... dan begitulah saya jika sudah penasaran, saya pasti datang! Jadi, sekalipun sempat batal, sore ini, kami berkesempatan untuk pergi ngopi disini, diantar oleh online ojek kesayangan kami. Gojek.

 
Ceiling Lantai 2

(tampak luar lantai 1)
 

Siapapun yang melihat exterior Dancing Goat, pasti langsung terkesan dan penasaran bakalan seperti apa interiornya?? karena membuat interior ciamik dengan bangunan model ruko, sekalipun bertingkat adalah sebuah tantangan besar menurut saya. beda hal jika coffe shop ini ada di mall atau di bangunan sendiri, akan lebih mudah mengatur interior cafe nya... dan dancing goat berhasil membuat mata saya takjub, karena pas masuk ke dalam, selain aroma khas kopi yang menyapa, interior industiralist betul-betul memanjakan mata kami. seperti bangunan bekas pabrik atau yang bangunan yang belum selesai pengerjaannya, adanya batu bata yang sengaja di eskpose, bohlam lampu dan fitting yang di cat hitam yang mengantung dengan 'polosnya', dan meja & kursi perpaduan kayu & besi warna hitam memperjelas itu semua. Tangga dan elemen lain di tata sedemikian rupa untuk mendukung kesan industrial ini. kesan ruko cafe langsung hilang.



Dancing Goat menawarkan berbagai jenis minuman, dan bagi saya pribadi, karena saya pecinta kopi hitam/ black coffee/ americano, jadilah saya menutup mata dari menu selain kopi hitam. Setelah bertanya pada barista, kopi pilihan saya jatuh ke Halu Pink Banana manual brew. Karena pilihan kopi single origin saat itu hanya sumatra & halu pink ini. Jujur & agak menyombong, saya bilang ke mas baristanya, Mas Dio, saya bosan dengan kopi SUMATRA. bukan bosen in a bad way. bosan nya karena sudah sering ngopi Sumatera dan ingin mencoba jenis kopi lain, yang asing di lidah saya. sekalipun mas Dio dengan ramahnya suggest saya untuk pilih kopi Sumatera karena acidity nya masih 'normal' kalau Halu Pink, dia Bilang acidity nya lumayan. Well, bring it on! saya kebetulan suka kopi Arabica, jadi no way on earth bakalan nolak yang asam asam gini.. Selesai bayar, saya diberi nomer meja yang juga industrialis, yaitu berupa besi bercat hitam dengan angka dan logo dancing goat diatasnya. indah tapi BERAT. karena saya harus membawa no. orderan saya ke lantai dua.


Sekitar 10 menit berselang, mas Dio naik dengan membawa struk baru berserta uang 5k, sebelum sempat saya bertanya, dia bilang bahwa Halu Pink pesanan saya, tidak butuh extra charge 5k seperti yang awal disampaikan. duh.. baiknya... dan beberapa waktu berikutnya, menu pesanan saya datang, saya memang hampir selalu memesankan Sa kentang goreng ( potato fries ) jika kami ngopi. dengan beberapa pertimbangan, diataranya, itulah satu satunya menu yang #vegan ( jadi both sa & saya bisa menikmatinya) dan yang paling utama adalah karena Sa suka sekali kentang goreng. well, anak kecil mana sih yang engga suka?? tambah lagi kentang goreng nya Dancing Goat sangat fresh. saya sendiri mencobanya dan kayak gak mau berhenti makan sampai kentangnya habis. garing diluar empuk di dalam, engga keras ya kentangnya, sepadan lah dengan harganya. Itu sebetulnya kentang goreng disajikan dengan (kayaknya) homemade mayonaise ya.. karena ada kayak potongan timun kyuri dan juga serbuk daun herb nya. jadi saya bisa bilang ini homemade mayoo. Kalau saus tomatnya itu saya yang tambahkan, karena Sa suka saus tomat. 



Disini ada ECD Bank BCA, dan gak tahu kenapa, saya ga bisa bayar pakai debit, karena mas nya bilang ini khusus untuk BCA, mesin EDC bank lain lagi rusak, beruntungnya saya bawa duit cash walaupun pas pas-an, masih dapat kembalian kok.. hehee.. plus pulangnya, membawa senang karena habis memanjakan lidah dengan kopi enak.. Seperti biasa Sa saya bekali dengan buku gambar dan pensil warna agar dia anteng duduk diam berlama-lama disini. Dan saya bisa update blog traveloro.

xx
traveloro.

Tuesday, November 6, 2018

Ngopi di : @kopimentjos56 - Salemba



Belakangan ini, Traveloro lagi cukup sering keluar rumah yang agak jauhan. Salah satu sebabnya adalah karena pembayaran go-ride menggunakan go-pay pada aplikasi Gojek sedang discount 90% (hehe maklum ya namanya travel irit) senangnya juga, cuaca lagi asyik banget,, rintik tapi ringan, buat perjalanan yang harusnya panas terik jadi adem nan magis.. 



terletak di Jalan Salemba Tengah, kedai kopi ini memilih nama yang terbilang cukup unik menurut saya. Pertama, karena KM56 ini sekilas ditelinga terdengar seperti kilo-meter 56, sebuah lokasi, yang kalau bagi saya sih, kayak lagi duduk di mini bus travel menuju Bandung dan supir akan bilang "kita berhenti di KM 57" , atau di Jogja itu, biasa menyebut lokasi daerah dengan kata " nganu posisine iku nang KM 56 lho" dan kedua, siapa yang bakal sangka kalau KM56 adalah kedai kopi sebelum mendengar kepanjangan nya Kopi Mentjos 56.





Sebetulnya, sebelum ngopi di sini, traveloro terlebih dulu bermain di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dan rasa laparnya Sa lah, yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk mampir ngopi di KM 56.  Karena, kedai kopi asyik ini membolehkan pengunjungnya untuk membeli makanan dari luar, bahkan boleh dimakan di didalam! keren banget gak sih.. saya sampai ter-takjub banget dengan konsep mereka. Sedangkan kafe / kedai kopi lain, umumnya membuat tulisan di depan pintu "TIDAK MEMBAWA MINUMAN/MAKANAN DARI LUAR" KM56 justru sebaliknya.. membuat saya berpikir kalau si owner pasti orangnya legowo & tulus, dengan ilmu iklhas yang udah tinggi.. atau mungkin udah lulus kali ya.. hehehe ini nih, Sa pesan nasi goreng telur dadar di pak nasi goreng depan kedai, dan iyak enaa banget nasi gorengnyaa.. saya sampai secara khusus menyampaikan pujian pada bapaknya, ( sekalipun pas pulangnya saya memesan menu yang persis sama dengan Sa, tanpa ayam tanpa telur atau hewani lain, cukup nasi goreng, dan pagi harinya saya mendapatkan tenggorokan saya radang!) jadi nyesel, sepertinya si bapak lupa ( karena udah kebiasaan meracik bumbu) jadi nasi goreng saya tetap diberi micin,, dan radang adalah buktinya.. ))




Menu kopi nya lengkap banget, emang niat banget mau menyajikan kopi dengan berbagai rasa dan cara.. tapi tetep sih, saya mah setia dengan kopi item manual brew yang bisa milih mau single origin dari daerah mana, pilihan saya? Gayo tentunya! Sesuatu yang lucu muncul lagi saat teman saya, juga memilih kopi single origin Gayo dengan tehnik v60. jadi, Literally kopi kita sama, sama sama Gayo, sama sama tanpa gula, cuma bedanya, saya memilih Gayo saya disajikan dengan tehnik French Press. Oh dan Sa, selain nasi goreng, dia juga saya pesankan french Fries & Chicken Wings dengan harga 35k. cukup banyak porsinya. tiga perut berbahagia.




Ngopi kali ini happy sekali,, Sa seperti biasa, kesana kemari, mencoba duduk ditiap kursi yang ada di dalam, interior simple dan hommie.. menari dan berjoged seirama dengan lagu-lagu yang diputar. ah pokoknya senang banget disini.. dan makanan di luar kedai juga banyak banget, kayaknya enak-enak semua,, jam bukanya juga cihuyy mulai dari jam 11 Pagi - 24 Malam jadi pengin kesini lagiii,, kita betah lama lama disini.. terutama karena area no smoking nya sepi.. karena kebanyakan pengunjung memilih untuk duduk di area merokok yang kebetulan memang lebih luas dan lega dibandingkan area no smoking nya.. 


love
traveloro

xx




Thursday, November 1, 2018

Ngopi di : Kahwa Coffe House - Petamburan



Ngopi itu sejatinya, bagi kami adalah sebuah kegiatan yang melibatkan bukan cuma lidah, tapi juga hati.. karena jauh sebelum Sa lahir ke dunia, dia memang sudah biasa drenched in coffee. walaupun dulu saya terbiasa minum Cappuccino-nya Starbucks yang adalah campuran antara kopi dan susu, lalu selanjutnya mulai ala-ala mesan decaf americano, alih alih mengurangi jumlah kafein, saya malah kecewa setelahnya begitu tahu bahwa decaf adalah Joke bagi pecinta & penikmat kopi.. gimana tidak?? decaf sendiri adalah proses pengurangan kafein didalam kopi, entah itu lewat air atau proses kimia, serem gak sih?? aman gak sih?? silakan mampir ke artikel ini karena saya pun tercerahkan dengan artikel tersebut! makasih ya mas / mbaknya buat edukasi soal decaf coffee...



Dan, perkenalan pertama saya dengan Kahwa Coffee House inipun, terbilang unik. Lokasi kantor tempat saya bekerja yang berdekatan dengan coffe house ini lah  yang 'memaksa' kaki untuk jalan ke sini, karena lidah penasaran saya.. pertama kali masuk, pas jam makan siang, waktu itu, saya di sambut dengan harum kopi yang langsung memeluk indera penciuman saya.. lembut dan manis.. dan interior yang cukup homie, membuat saya terbuai semakin dalam ketika menyeruput kopi hangat pesanan saya,, hati berbisik.. " ah saya harus sering kesini". dan Yah itu lah yang terjadi sampai saya pindah kantor.  


Hari ini, setelah tahunan berlalu, dan ratusan gelas kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa warung kopi di Jakarta dan sekitarnya, saya dan Sa, memutuskan untuk kembali ke sini. Demi mengembalikan dan menciptakan kenangan manis dan indah bersama Sa, tentu saja. Setelah membuka pintu, kembali,saya disambut dengan aroma kopi yang saya kenal, senyum saya diikuti senyum Sa, karena berhasil merayu saya untuk memesan makanan yang dia mau.


Entah kenapa saya pesan Iced Americano, padahal kepala baru saja terguyur hujan rintik separuh perjalanan,  dan juga sinus lagi kurang enak, tapi setelah dipikir ulang, itu adalah pilihan yang tepat, karena saya lebih suka minikmati kopi "house blend" ( robusta dan arabica) dengan es. Kahwa kehabisan kopi single origin yang manual brew.. jadi saya tidak kecewa dengan iced americano saya,, oh dan Sa, saya pesankan kentang goreng kesukaan dia,, yang selalu berhasil membuatnya duduk anteng untuk waktu tertentu demi memastikan kentang gorengnya aman masuk ke perut sampai habis tak bersisa.. 



Demi menjaga ketenangan pengunjung lain, dan niat mau berlama-lama 'duduk bengong' disini, saya putuskan untuk membawa serta Siti yang ketika di hubungkan dengan wifi, akan menimbulkan kebahagiaan dan duduk tenang Sa, menonton lagu nursery rhythms dan lagu anak-anak indonesia lewat youtube. sekalipun, sesekali, Sa masih asyik dengan buku gambar dan alat mewarnai nya. at least dia ngga lari-lari mengelilingi kafe dan membuat kegaduhan di sekitar.



Dari beberapa coffee shop/ warung kopi/ kedai kopi, saya bisa bilang, Kahwa Coffe House ini, terlahir dari jiwa 'cinta kopi' yang juga saya bisa rasakan, baik dari kopi maupun interior cafe nya. betul-betul sungguh cerminan dari itu. marilah kesampingkan industri kopi yang marak beberapa tahun terakhir, atau simpan dulu pikiran nongkrong di coffee shop untuk hangout atau status di socmed, pergilah kesini dan rasakan sendiri, bagaimana kopi dan interior sederhana mampu membuat kita betah berlama-lama duduk ngobrol atau baca novel, menghabiskan waktu dengan orang tersayang, dan melupakan gadget, selama kopi didalam gelas masih ada.. hehe


xx,

Traveloro.





Tuesday, September 25, 2018

Ngopi di: Olly's Cafe & Cake - Kedoya


Belum pernah cerita ke siapa-siapa, tapi diam-diam, saya suka tempat ini. Bermula di kuliah tahun ke 5 ( saya kuliah 8tahun), sering bolak-balik lewat Tol Kebon Jeruk karena dapat event di Tangerang dan juga di daerah Grogol. Selama berbulan-bulan lewat tol, ada satu cafe yang membuat saya tersenyum setiap  kali saya melihatnya.


Adalah Olly's Cafe & Cake, yang terletak di pinggir tol kebon jeruk, selurusan dengan kantor LION AIR, juga Restoran A&W, ruko yang dijadikan cafe ini, menarik perhatian saya karena tulisannya mirip dengan nama OLIVE OYL yang jika disingkat menjadi Olly's. Dan plang nama kafenya merah pula, mirip-mirip baju nya Olive. saya gak tahu ya, ownernya suka Olive Oyl atau tidak, tapi dengan referensi itu, timbul rasa ingin tahu, apa sih yang dijual di dalamnya??


Selesai beberapa event dan uang cukup lumayan waktu itu, saya mampir kesini, untuk take away Tiramisu yg Slice. makkkkkkk... enaknyaa... lidah saya seketika kayak lagi makan awan rasa kopi dan coklat yang lembut sekali... dan mereka pun mengklaim kalau produk roti&kue mereka memang rendah gula, sehat iya enak iya banget!!! dan begitulah, setiap kali saya ada duit lebih ( ya gak sering juga sih.. ) saya pastikan kaki saya melangkah ke dalam Cafe ini untuk satu slice Tiramisu Cake.



Dan, kali ini, saya berkesempatan mengajak Sa, ngopi cantik disini. engga fancy ya, karena emang signature nya bukan kopi, lebih ke Cake & Bakery, tapi, saya harus bilang bahwa menu mereka sangat lengkap, cake aneka ukuran, cake slice, roti dengan berbagai bentuk dan rasa, ada juga roti tawar, roti gandum, juga makanan berat hingga salad-salad. Kalau minuman, gak kalah menarik, ada berbagai menu minuman yang bisa di pilih jika ingin santai disini, kalau saya tetep kopi item panas dan minta tidak di gula-i. Karena, pas banget siang itu Sa habis makan siang, jadinya saya cuma pesankan Sa satu porsi french fries, yang habis dalam hitungan menit. 


Oh ya, Traveloro sarankan untuk datang kesini diluar jam makan siang, karena pasti penuh dengan orang kantoran yang ingin makan siang, bahkan ketika di luar ada meja kosong, plus tidak ada yang merokok, kan ngga enak jika harus kepanasan karena matahari yang terik. kami gak sempat banyak memfoto interiornya, gak spesial sih menurut saya, meja dan kursi ala cafe di film hollywood gitu, smoking area di luar cafe, tapi, rasa cake nya itu, kayak terkenang terus sampai ke hati ( ciyeee, K) dan bahkan banyak yang datang hanya untuk beli roti dan juga mengambil cake pesanan saja. Jadi, menurut saya, kadang interior cafe itu gak terlalu penting, asalkan nyaman, dan juga makanan yang di jual enak plus sehat ( karena rendah gula) pasti ramai kayak Olly's ini.


Kekurangannya cuma satu, buat rakyat jelata seperti kami ini, karena jika ingin kesini, harus naik taksi atau ojek, atau ya tentu saja kendaraan pribadi, karena lokasinya tidak dilewati angkutan umum. selebihnya, purfect bangett, tunggu kami balik kesini lagi ya Olly's 


xx,

Traveloro


Tuesday, August 21, 2018

Ngopi di : @kopigawe Binus - Palmerah


Kopi Gawe. Sebelum benar-benar mampir ngopi disini. TRAVELORO udah lebih dulu naksir dan lumayan penasaran sama kopi ini. kebetulan beberapa kali kami lewati warung kopi ini, yang kalau mau mampir segan sekali, karena berlokasi di daerah macet sepanjang hari. 


Dulu banget, kayak dijaman saya mulai kuliah, di sekitaran kampur Binus, Rawa Belong, cuma ada kopi Starbucks yang letaknya di dalam gedung kampus. dan sekarang setelah kopi udah kayak hobi dan life style-nya anak muda, jadilah warung kopi, tempat ngopi banyak bermunculan, dengan berbagai kelas, dan signature masing-masing. dan kalau di Binus sekarang, selurusan kampus BINUS, banyak sekali warung kopi, nah salah satunya, kopi Gawe ini..



Dan, setelah berbulan-bulan cuma lewati dan ngegantungin rasa penasaran kami, akhirnya pas kebetulan kemarin recipe kacamata saya selesai di kerjakan, dan kebetulan Optik Melawai nya dekat dengan lokasi Kopi Gawe, dan Sa juga ditawari ngopi, mau, akhirnya mampir deh kami ke KOPI GAWE. 


Interior nya simple, hanya ada beberapa meja dan bangku untuk duduk, dengan dinding bergambar mural yang sederhana dan sarat makna.. menu kopi disinipun, dinamai cukup unik. misalnya saja "Es Kopi Susu Si Bos", 'Kopi Hitam Bosku' ada juga menu non kopi seperti "Merah Bosku", "Hijau Bosku" dll.


Pilihan kami, tentulah, Es Kopi Susu Si Bos ( scoring saya 7,5/10) . dan pas banget hari itu lagi ada promo Kemerdekaan, jadi cukup membayar 15k, udah dapetin segelas Es Kopi berisi 1 shot espresso + fresh milk + Palm Sugar. rasa kopinya, fresh sekali. Yang saya sukai adalah penggunaan Palm Sugar. yang emang kebetulan banget, sehari-hari selalu kami konsumsi ( kami sudah tidak konsumsi gula putih,, selalu pakai palm sugar/coconut sugar ) karena terbukti lebih sehat dan juga mampu menjauhkan kami dari penyakit Diabetes. eniwey,,, wifinya juga kenceng, pas banget bisa dipakai untuk update ke sosmed juga order gojek untuk pulang ke rumah. 

Setelah sampai di rumah, dan sibuk googling, barulah saya tahu kalau Kopi GAWE ini udah ada beberapa cabang di Jakarta. kalau ditanya ada menu makanannya atau nggak, mungkin kopi gawe ngga menyediakan ( belum menyediakan) menu makanan. 100% hanya minuman dengan persentasi minuman kopi dan non-kopi sama besar kayak firty-fifty sih.. range harga cocok di kantong mahasiswa, dan rasa kopi sekelas kopi di cafe. 


Ambiance nya cocok banget buat sambil ngerjain tugas, atau nyantai bengong atau quality time with your loved one seperti saya dan Sasa. lagu-lagu yang diputar easy listening, gak ada booster seat atau baby chair ( yaiyalaah kan ini buat para mahasiswa), area non-smoking semua (yg smoking bisa di luar sekaligus lahan parkir). kursinya pun memanjang tanpa sandaran tapi masih OK, Karena Sasa udah bisa duduk sendiri. 


( untuk lihat interior kopi Gawe bisa di seach di googling yaa,,)

Saturday, July 28, 2018

Ngopi di : @ goedkoopjkt - Jl. Perjuangan - Kebon Jeruk

Saya tahu Goedkoop itu dari sewaktu mulai ngekost di daerah Slipi,, ada goedkoop di BenHil situ.. dan dulu sih udah pernah juga kesana,, well, karena kali ini berkesempatan ngopi sama Sa, berdua, dan di Goedkoop yang Jl. Perjuangan ( selurusan sama RS. Siloam Kb. Jeruk dan RCTI ) jadi i will share this moment to yAll...



Goodkoep adalah konsep ngopi ala Belanda ( namanya aja Goedkoop; warung kopi Belanda) ini sih menurut saya wujud ke-rendah/hati-an ownernya aja, namainnya 'Warung Kopi' supaya lebih merakyat kali ya,, mereka mencetuskan warung kopi ini karena ambisi menghadirkan coffee culture dengan harga yang terjangkau ( kalo ini saya harus setuju karena harganya masih affordable jika dibandingkan dengan cafe sekelas) 



First Impression saya tentang warung Kopi ( yg di cabang Kebon Jeruk) adalah HOMIE.. emang saya kalo ngopi suka milih tempat yang homie,, harus yang serasa ngopi di teras rumah kek ato di ruang tamu-nya rumah sendiri.. interiornya sederhana dan Belanda banget, ada pajangan keramik porcelin khas Belanda, trus sepatu porceline yang khas sana juga.. nih lihat Sa lagi asyik ngegambar.. hampir bisa dipastikan kemanapun pergi yang butuh stay agak lama di satu tempat, saya pasti bawa peralatan gambarnya buku gambar dan crayon atau spidol. Dengan maksud supaya dia bisa anteng di kursi, dan saya bisa menikmati segelas kopi tanpa interupsi. haha..



Seperti biasa, yang pertama saya pesan adalah kopi americano untuk saya [ Yang jadi antusias setelah nanya sama barista, dan dikasih tahu kalau ini adalah Arabica Blend dari Toraja dan Bali scoring saya 7,8/10 dan kebetulan banget ada roti di daftar menu, yang bisa saya pesan-kan untuk Sa. sayangnya, setelah tanya, roti hanya bisa di bakar, ga bisa di kukus, padahal Sa cenderung suka roti yg di kukus daripada roti bakar. eh tapi kemakan juga sih sama saya,, 




Kunjungan ke-2, weekend yang lalu, saya pesan Affogato atau Kopi Espresso + Ice Cream Vanilla,, dengan pertimbangan karena pas dirumah saya udah ngopi item tanpa gula ( itungannya nge-americano juga kan tuh ) jadi mau mesan yang rodok beda deh, pengin tahu juga rasanya kek mana... eh enaaa.. kayak kopi yg emang saya suka dicampur es krim vanilla yang juga kebetulan kesukaan saya hahaha.. scoring saya untuk affogato-nya cukup 8/10 iyees enaaa... mau lagii.. dan seperti biasa Sa aku pesankan roti bakar topping banana, ini dari pas pertama kali kesini pun, aku pesannya yg topping banana, karena apa? karena Sa suka banana..



Waktu traveloro kesana, sore hari, ada 2 keluarga yang juga lagi disana, bersama anak2 balita,, lebih tua dari Sa,, mereka keliatan nyaman banget duduk di pojok deket kitchen.. sambil foto-foto,, ah tempat ini asik banget sih... terbukti bukan cuma saya dan Sa yang menikmati interior simple tapi elegan dan rasa kopi yang ciamik. kita pilih duduk dekat pintu keluar/masuk, dan di pojoknya ada standing fan yang jadul tapi indah dan instagramable bangett... komplit dengan dinding ubin strip putih-hitam gini.. 



Kekurangannya cuma satu: yaitu, sayangnya Goedkoop tidak menyediakan baby chair, jadi agak ngeri ngedudukin Sa di kursi biasa, cuma takut kebentur meja marmer-nya yang lumayan lah klo kebentur sakitnya pasti banget-bangetan.. tapi untungnya sih dua kali ngopi disini,, ga ada kejadian kebentur siy.. hehe

kelebihannya; pilihan menunya banyak banget, gak cuma kopi ya,, tapi ada aneka teh, main course, Salad&Soup, All day Breakfast, pokoknya banyak,, coba deh lihat sendiri disini. udah gitu bersebelahan banget sama foodhall ( dulu nya Ranch Market nih ) jadi enak kalo habis belanja daging ayam kampung giling atau bahan makanan lain buat Sa, bisa mampir ngopi deh.. dan karenanya, toilet nya pun harus naik, adanya di lantai 2. tapi gak masalah sih..



tips traveloro:
okay. setelah 2 kali ke sini ( goedkoop Kebon Jeruk):
  • kalau datang sore dan teduh ( cuaca ngga hujan) dan gak lagi rame / alias gak ada yang ngerokok,, coba deh duduk di luar ( area smoking) ada payung gede2 -- nan indah banget apalagi ngopi sama kesayangan.
  • jika pesan espresso, coba deh minta air mineral tambahan,, mba/mas barista akan dengan senang hati ngasih... baik banget ku sukaaa...
  • untuk range harga menurut saya lumayan gak bikin kantong jebol. kayak 30k sih untuk minuman dan makanan nya juga harganya terjangkau pisannn...
  • wifi kenceng gak pake di lock, jadi enak tinggal connect aja.. 
  • kalau bawa bayi tanggung, aku pikir bawa aja car seat gitu ato bawa masuk stroller kedalam, biar si bayi tetap nyaman.. klo Sa kebetulan karena udah cukup tinggi, jadi mulut dia masih pas klo di dudukan di kursi biasa, gak tengelem banget dibawah meja.. 

Saturday, June 23, 2018

Ngopi di : @kulacoffee.id - Meruya Utara ( Klinik Bamed )



"And i never thought that i'm so strong
i stuck on you and wait so long
but when love comes it can't be wrong
don't ever give up just try and try to get what you want
cause love will find the way"
[ suara latar belakang suatu senja saat ngopi di Kula sama Sa... ]


Kopi, KOPI dan KOPI Lagi.........


Alasan kenapa saya suka sekali kopi adalah,, em kenapa yaa.. kayaknya sih kalo dijabarin bakalan kepanjangan dan membosankan untuk dibaca ( apalagi kalau yang baca tidak suka kopi, as much i do!). intinya aja ya?? intinya, saya menemukan kebahagiaan jika aliran darah saya sudah di-susupi kafein, secara spesifik, kafein dari kopi.


Dan, jadi candu di transisi antara nge-beer dan skripsi. Masih. Saya masih suka beer dan kangen sama rasanya,, tapi,,Kopi mengalahkan itu. kalau Beer membuat saya enak tidur malam ( dan juga pules) maka kopi membuat saya terjaga dan pules sesuai mood. Ada beberapa kopi yang bahkan sama sekali gak ganggu waktu tidur. kalau biasa saya tidur jam 11 malam, sekalipun ngopi 3 gelas, jam 11 malam tetap aja tidur, gak ada cerita kopi bikin saya gak bisa tidur.. saking udah BFF banget darah saya sama yang namanya KAFEIN.


Lalu ada kedai kopi ini, di dekat rumah, berasa kayak harta karun tersembunyi karena, siapa sangka tempatnya yang besebelahan persis dengan apotik Bamed (Klinik Kecantikan Bamed) pas udah di samperi, ternyata nyaman banget.. sebetulnya saya paling naksir interior warung kopi / coffee shop yang bikin " serasa ngopi di ruang tamu " 



Ini, sofa entah ada semacam serbuk santai nya tau emang nyaman aja, kami jadi betah banget duduk disini sekalipun, kayak pengunjung lain pengin juga duduk sini. bodo amat, kita datang duluan, walaupun kopi udah mau abis,, tetep aja duduk disini. Segitu egoisnya demi untuk duduk sans di sofa kesayangan.




Traveloro pernah, pas datang dan kebetulan sepi, nyobain semua bangkunya. mulai dari kursi kayu, kursi kayu dengan bantalan, kursi kayu tinggi ( bisa berputar) ala bar, dan yah sorry aja yang paling nyaman buat kami adalah sofa itu.



Sebetulnya, minuman disini ada yang coffee dan juga non Coffee dan ada menu bite macem kebab atau beberapa makanan ringan lain yang sayangnya selalu gak ada pas kita kesini. Signature Kopi meraka adalah Es Kopi Keluarga [scoring saya 7.8/10 ] ( yang merupakan kopi + condense milk ) karena memang kata "KULA" sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Keluarga, sweet gak sih.. makanya saya dan Sa betah sekali ngopi disini walaupun cuma ngopi segelas berdua.. Eniwey, saya rekomendasikan Es Kopi Keluarga yang Coconut, jadi dia pakai coconut milk dan rasanya gurih pisan, kopi nya juga fresh sekaliii..