Showing posts with label #KELUARGAMANIACKOPI. Show all posts
Showing posts with label #KELUARGAMANIACKOPI. Show all posts

Sunday, August 9, 2020

stop by: Bengawan Solo - POM Bensin Wiyung ( Surabaya)

Hari ini akan menjadi hari yang panjang. Setelah semalam, mata bisa terpejam lewat pukul 1 dini hari ( atau mungkin lebih). Mataku hanya bisa terpejam selama beberapa saat, dan kemudian 'body alarm'-ku membangunkan ku untuk langsung beranjak dari kasur dan mulai beraktivitas! 



Sejak totally jadi stay at home mum (again!) [ walaupun masih suka keliaran juga sesekali buat ketemu orang terkait kerjaan ataupun antar kaka les. dan tentunya ke pasar dan supermarket buat groceries-an] bangun pagi adalah sebuah keniscayaan. Tapi belakangan setelah Sa aku masukin sekolah TK, dan awalnya kayak gak ikhlas gitu masuk sekolah jam 1/2 8 pagi dan via online, ---entah dari mana datangnya si motivasi itu..--- pokoknya tiap hari, gak perduli semalam apapun aku tidur (atau bahkan cuma 30 menit merem) aku bakalan bangun sebelum subuh!


DAN hari ini tuh, setelah masak simple buat bekal diperjalanan, kami lalu berangkat ke kampus(ku). Perjalanan yang cukup jauh kali ini, membuatku harus berhenti sejenak, buat meluruskan kaki dan mengisi bensin kendaraan. Tibalah kami di SPBU Wiyung yang gak besar-besar amat, tapi lengkap, ada ATM Gallery, ada Donat 24 jam dan ada BENGAWAN SOLO KOPI yang juga 24 jam. Sebelumnya, aku udah lihat warung kopi ini, disini, dari tahun lalu.. Tapi ya buat apa mampir ( pikirku dulu) toh perginya selalu bareng oranglain dan selalu dengan kegiatan lain yang gak membuat ku gak bisa bebas mampir-mampir.. Jadinya.. pas kebetulan lewat sini, dan perginya pun berdua Sa. ku putuskan untuk mampir beli kopi to go.



Tempatnya cukup luas ya.. aku jadi inget bengawan solo coffee di pombensin Penjernihan (yang juga 24jam) bedanya, disini, smoking room & non smoking tidak dipisah. digabung dalam 1 ruangan hanya berbeda area saja (dan tidak ada sekat sama sekali-- hanya pilar pilar kayu kecil yang menurut mata awamku, cuma sebagai bagian dari dekorasi interior-nya ajah). Dan yah tanpa pikir panjang (walaupun udah tahunan gak ngopi disini) aku pesen cookies & cream, demi masa lalu bersama sahabat yang menggenalkan ku dengan coffee shop ini. 


 Aku pesan segelas iced cookies n cream fav kalau di bengawan solo (selain cappucinno nya tentu saja!) ukuran sedang, yang dibanderol dengan harga 39k (kalau gak salah inget), gak lama itu kita melanjutkan perjalan (karena tujuan masih jauh.. hehehe) terus fyi, di pom bensin ini juga ada Dunkin Donut, padahal gak yang seberapa besar juga pom bensin-nya, tapi mungkin karena 24 hour jadi selalu rame.. gak sabar buat balik lagi kesini secepatnya.. tentu saja kalau COVID-19 sudah hilang dari muka bumi.. 



x0x0,

monk

Sunday, September 15, 2019

ngopi di : Liberia eatery cafe - Surabaya


Sudah lama aku naksir banget sama kafe ini.. Sudah lama juga rasanya, niat ini aku simpan, niat untuk menyesap kopi hangat yang disajikan dengan pemandangan surga kecil versi kami, dan ketika itu terlaksana, rasanya, duh.......... gak mau kemana-mana lagi!!

salah satu book shelf-nya

Setelah semester yang lalu sekolahku hampir sama sekali gak beli buku, dan karena ini juga kami dipaksa ambil 3 mata kuliah semester 3, dengan harapan semester 3 nanti lebih santai dan punya waktu cukup untuk mulai menyusun thesis.. jadilah saya berangkat ke toko buku Uranus yang mana, kagetnya saya, menyediakan buku-buku psikologi (juga buku kedokteran) yang bisa dibilang cukup lengkap dan komplit. saya dapat buku PPDGJ (panduan gangguan jiwa) yang selama ini saya cari-cari, juga dapat 2 buku lain yang sangat dibutuhkan untuk semester ini.. 

pose disalah satu sudut

Pas menoleh ke cafe sebelah toko buku kok lumayan sepi ya... soalnya biasa rame banget, males aja klo ngopi ditempat yang terlalu crowd (gue sih gitu.....) ya karena pas banget nih Minggu, pulang sekolah belum terlalu malam, dan bisa sekalian quality time sama Sa, jadilah kami putuskan untuk ngongkong dulu disini.. 

Buka pintu cafe, sapaan lembut aroma kopi mengelitik hidungku.. kami segera pilih duduk yang cukup strategis, dekat kasir dan juga dekat toilet, dan yang paling asyik, dekat rak buku tinggi yang mana isinya bisa kita pinjam untuk kita baca sembali ngopi atau ngemil.. 


Sebelum duduk, kami pesan menu dikasir, karena Sa cukup yakin bahwa dia lapar dan mau makan kentang pakai keju.. jadilah akhirnya kami pesan cappuccino for me dan potato wedges cocol keju dan saus tomat untuk Sa.  


Disini, banyak banget literatur bagus yang bisa dibaca. Sa aku ambilkan buku Petter Rabbit nya Beatrix Potter yang kebetulan ada di rak itu, sepintas lihat interiornya, aku langsung tahu bahwa owner emang pecinta buku kelas gilaaaaaaa! dari koleksinya sudah kelihatan bahwa buku-buku itu bukan cuma sekedar 'pajangan' pemanis interior cafe semata, Nat Geo, buku impor, you name it, pasti ada disini.. Semua buku juga disampul rapi dan ada kata-kata yang intinya, boleh baca, tapi dipelihara.. karena buku itu sumber ilmu.. 


Terakhir, overall.. kami happy sekali bisa punya kesempatan ngopi dan ber quality time yang menyenangkan dan syahdu disini..... karena jujur sejak naksir kafe ini dari lama, tapi tiap kali mau kesini ada aja halangan yang bikin batal dan postpone,, nah, pas akhirnya kami kesini, aku lho senangnya bukan main...... senang sekali... Sa juga senang karena cukup banyak buku anak-anak yang bisa dibaca selama kita disini.. 

Tulisan ini khusus untuk owner yang 'gue banget' suka baca dan suka ngopi.. semoga diberikan pencerahan untuk membuka kafe selanjutnya yang berkonsep library cafe gini.. aku tunggu lhooooo..


xx
traveloro

Saturday, August 31, 2019

hangout: @Hungerbelt - Spazio (Surabaya)

Dari dulu hampir setiap kali meeting diluar saya pasti pilih coffee shop, dimanapun itu, kayak di bandara sekalipun, pasti di coffee shop karena tempat dan aroma itu membuat saya bahagia, wis pasti presentasi ataupun dealing lancar jaya setiap kali.. terimakasih kopi untuk aroma-mu yang begitu bersahaja..



Lalu bermukim sementara di Surabaya, sekonyong-konyong membuat saya bertekuk lutut dengan lalu lintas dan tata kota yang apik,, dan banyaknya coffee shop beraneka segment, saya jadi semakin sayang deh dan betah disini, dan kebetulan pekerjaan saya yang cukup fleksible ( note: fleksibel in my term artinya gak cuma dibalik meja, kadang dibalik debu dan terik matahari gak cuma ketemu orang penting, kadang juga ketemu ular.. seru kan..) 

Sampailah saya pada acara yang cukup unik ini, diadakan nya di cafe (yang kebetulan di dalam cafe ada kedai kopi-nya), nah.. ya udah keterusan deh,, betah dan nyaman banget disini tuh.. nama tempatnya "Hungerbelt" yang terletak di Spazio ( Surabaya Barat) [ sekalipun saya masih gak ngerti term-nya Surabaya Barat, Surabaya Timur,d..s..t..] 


Beberapa saat sebelum event terlaksana, saya duluan masuk ke ruko ruko di sebelahnya yang ada Hokky buah.. dan emang siy dari luar, kafe ini kelihatannya menarik banget.. apalagi kalau bukan karena interiornya yang kalau kelihatan dari luar, mengadopsi disain industrialis.. udah pasti jadi list nongkrong jika ada waktu.. karena interior Industrialis ini umumnya akan memutar lagu lagu Jazz ( pokoknya gue banget dah..)  


Ketepatan dengan acara ini, saya jadi bisa sekalian kerja sekalian nongkrong,, pas banget juga sekolahan masih libur.. beneran serba pas, cuma aja kalau mau kesini dari kost, kayaknya usaha banget,, karena macetnya itu,, 13KM rasa 1 jam setengah.. macetnya, berasa lagi di Jakarta deh.. Dan begitu sampai,, rasanya segala keruwetan terurai dengan segelas cappuccino hangat buatan mas barista yang ramah.. 

Sudah beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, saya memesan hot cappuccino di situ, dan aseli, rasanya tidak pernah mengecewakan, walau pas order pertama kali, mood saya hancur karena late art nya rusak akibat dibawa jalan 4 meter jauhnya dari tempat barista ke kursi saya.. Di Hungerbelt tiap malam Sabtu & Minggu ini tuh yaa.. Selalu ada live music nya di outdoor, kebayang kan.. beratapkan langit Surabaya dengan sinaran bulan dan lampu kendaraan yang lalu lalang nan seksi yakin deh sendirianpun disini bakalan membuatmu bahagia.. 

Untuk yang belum pernah ke Hungerbelt, disini mereka udah pakai sistem, jadi beli-beli pakai kartu elektronik yang diberikan pas kita masuk, order dari tenant manapun disini, akan dikasih semacam alarm yang bakalan berbunyi dan bergetar jika makanan / minuman mu sudah bisa di pick up.. kerennya lagi, dan semua yang kamu beli udah terekam di e-card mu, jadi gak ada cerita lupa pesan apa tadi ya,, 

Disini yang kurang disini menurutku cuma satu, adalah toiletnya.. jadi dipojokan sebelah dalam dekat arena main anak, ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, yang masing-masing dapat 1 bilik. Namun masalahnya adalah, ruang bilik yang dipaksakan muat untuk 1 closet jongkok, 1 tong sampah buat sanitary napkins, dan i tong sampah untuk tissue. dan pas pintu dibuka atau ditutup ya mepet banget sama closetnya.. badan harus berusaha keras untuk gak terjepit in between.. selebihnya semuanya OK dan sangat ku sukaiiiiiiiiiiii.. 


Sebagai tambahan nilai plus dari saya, pernah sekali waktu saking lupanya saya pindah duduk dari sofa ke kursi kayu dekat area main anak disini, dan lupa kalau ipad saya masih ada di sofa, lalu.. udah berjam-jam yang lewat dan saya juga udah pack tas siap pulang, lalu kemudian seseorang datang menghampiri saya dengan menyodorkan ipad saya ketangan saya.. duh langsung nyes banget.. mungkin kalau ini adalah tempat lain juga bakalan lain ceritanya,, tapi disini, kayak 5jam ipad lupa taro, dan masih ada, utuh.. dan penemunya pun fair enough untuk menyerahkan kembali ke saya.. 

happy weekend everybody.. uh and i LOVE you HUNGERBELT


-MONK-  

Monday, April 1, 2019

ngopi hemat di : Starbucks




Pertemuan pertama saya dengan waralaba kopi dari Amrik ini terbilang cukup umum, karena dulu, jauh sebelum ngopi menjadi gaya hidup, kopi sudah menjadi nafas kami, anak-anak mamake. Dan ya, jadi pergi ke Mall dekat rumah bersama rekan kuliah dan ngobrol sambil ngopi itu ya lumrah aja, pada saat itu, 2007, coffeeshop yang gampang dijumpai di mall ya kalau ngga starbuks ya jco atau excelso. Tapi emang, membayar puluhan ribu untuk segelas kopi, ya biasa aja, pikir saya, emang karena kelas dan jenis kopinya beda, kok. Kopi enak emang mahal, kalo kata bapake.

Beberapa tahun berlalu, dengan anggapan ‘ngopi mahal’ di starbucks, bagi saya tetap lumrah, alias umum! Kalau mau mengehemat silakan pergi ke coffeeshop tetangga yang harganya lumayan hemat, soal rasa dan kenyamanan, tiap orang punya preferensi yang berbeda, dan untuk saya pribadi, sbux yang identik dengan interior minimalis/industrialis dan lambang dewi sheren hijau, menyatu dengan jiwa bebas dan serabutan saya. Menyamankan.  


kesini sama Sa ngerjain tugas atau sambi kerja

Starbucks terjauh yang pernah saya kunjungi adalah Starbucks Kuala Namu Airport, Sumatera Utara, saat menunggu jadwal pesawat saya tiba, saat itu, saya emang sengaja tiba lebih awal dibandara, karena letak airport yg cukup jauh dari kota, dan seringnya saya ketinggalan pesawat, membuat saya merasa ‘aman’ saat sudah di bandara beberapa jam sebelum jam keberangkatan, sekalian bisa maem maem lucuk, atau ngopi ngopi cantik..

cookie daypart break enak semua

Selain di airport, saya juga pernah coba ngopi di sbux Stasiun Gambir, awalnya, saya ngga tau nih, kalau sbux ada di stasiun, sampai saya follow sosmednya starbucks, dan sedang ada promo hemat sekian persen khusus pembelian sbux di outlet stasiun terdekat, dan gambir salah satunya. Hihii.. menang banyak. Nyaman? selalu!

tumbler pemberian kawan dari Jepang
Dan, sejak makin banyaknya coffeeshop lokal dengan konsep serupa dan harga yang ‘minim’, coffee shop kesayangan saya ini terus berinovasi untuk menjaga para customer dan bahkan menjaring customer baru. Banyak sekali promo-promo menarik yang dihadirkan untuk menjaga eksitensi starbucks sebagai pelopor Ngopi terang-terangan di Café ini. Contohnya banyak diskon jika beli pakai sbux card, promo LINE buy one get one free, promo half price dihari tertentu, atau promo ½ harga atau bahkan gratis bagi pemegang Starbucks Tumbler dan Oh by the way, starbucks sejak dulu sudah berdedikasi untuk menjaga kelestarian alam loh, buktinya, mereka selalu encourage customer untuk beli tumbler, mengratiskan atau memberi setengah harga untuk customer yang punya tumbler starbucks tiap tanggal 22 tiap bulan. Dan untuk pemegang tumbler, anytime, bakalan dapat potongan harga 5k-an dalam program #BYOT atau #BringYourOwnTumbler Quite Cool doesn’t it?


Vegan Cookie ( to die for ) 
Ok, dan belakangan ini, kayak 4 bulan belakangan, Stabucks menyediakan F&B yang jika dibeli sepaket kita bakal mendapatkan potongan harga, kayak kalau pagi sampai jam maksi itu ada breakfast time, yang mana kalau beli paket minuman dan makanan bakalan dikasih harga spesial, ada juga promo makan siang, yang sama, memberi harga spesial untuk paket minum dan makan tertentu, nah yang selalu saya incer adalah -daypart coffee break- mereka yang mulai dari jam 3 – toko tutup, yang mana pilihan makanan itu  menggugah mata saya, bagaimana tidak? Ada Vegan Cookie yang mereka jual! Dan saya sebagai Vegan menyambutnya dengan girang hati. Sambil berharap Vegan cookie ini jadi menu tetap, bukan cuma menu seasonal. Semoga ya, J

kindda day at Starbucks

Ini nih, tips ngopi hemat di starbucks versi saya:
-   beli dan aktifkan sbux card! Ini udah kayak bisnis sampingan-nya beberapa orang kreatif di toko online. Menjual sbux card, dan mendapatkan keutungan. Disain card nya juga cakep cakep,, saya sendiri punya 3 card, yang salah satunya adalah kartu generasi pertama sejak card ini diterbitkan tahun 2013 kalo gak salah. #banggak. Nah, jika punya sbux card, kadang kayak beli aja gak bayar, karena ada free star yang didapat dari akumulasi pembelian apa aja di sbux.
-   aktif di socmed nya starbucks, karena biasanya informasi ttg promo bisa didapatkan dengan mudah  lewat socmed, terutama nih, official account Sbux. Tapi disini, kita harus modal mobile data, karena proses redeem vouchernya itu perlu koneksi internet.
-   Bawa sendiri tumbler sbux mu! bagi saya ini bukan semata untuk keuntungan secara materi sih, kayak kalau pakai gelas plastik sbux kan keren ya kak dinamain trus diposting ke socmed, eh tapi kakk… plastic cup itu butuh waktu ratusan tahun sampai benar-benar hancur. Jadi kalau sayang lingkungan, better kita beli tumblernya deh, mungkin mahal di awal, tapi setelahnya, kita bisa menjadi lebih bijak karena membantu mengurangi sampah plastik DAN bisa promo half price, atau potongan #BYOT tiap kali transaksi. Cakep kaan..
-   Memilih menu paket F&B yang tersedia. Ini variatif juga kok. Dan kayak yang sebelumnya udah ku mention diatas,, emang saya sih ngincer yang daypart coffee break ini yak.. Tall Americano + vegan cookies cukup membayar 33k, atau suatu saat Tall Americano + Seven seed cookies dengan hanya 29k! lidah girang, perut kenyang dan badan sehat..
-   Ngajak teman, karena gak jarang sbux berpromo buy one get one kalau pergi sendirian, gandeng aja mba atau mas yang lagi queue dikasir, siapa tahu bisa jadi teman selajutnya, atau bahkan berjodoh??
-   Bawa pulang gula. Ini sudah saya lakukan sejak ngekos di Jakpus dulu, bawa pulang gula dan gulanya bisa buat masak, bahkan manis-in puddingnya Sa.. #ngakudosa deh jadinya, tp bener loh, sekali ngopi lalu bawa beberapa gula ke rumah,, gak masalah kan.. karena aku ngopi pahit, jadi jatah gula ta bawa pulang buat main masak-masakan.
-   Berteman dengan barista. Dijamin, minumanmu akan gratis…tis..tis…

Selamat mencoba
traveloro

Thursday, March 7, 2019

Ngopi di : Rolag Kopi - Karah/ Surabaya





29 tahun saya melewati Nyepi di Jakarta, dan satu kali coba melewati Nyepi di Bali, dan tahun ini, Tuhan kasih kami berkah untuk merasakan Nyepi di Surabaya. Hal yang baru selalu menarik, betul atau nggak? Betul ya kayaknya, dan menarik ini lebih ke WOW
nobar PERSEBAYA - PERSIB (ruameee reeeeeek)
Tahunan tanggal merah itu kayaknya saya banyak di rumahnya daripada diluar, perkara macet dijalan dan ramai di mall membuat saya malas kemana-mana saat Liburan Nyepi. Lebih baik dirumah, stok cemilan dan take away kopi dan streaming film di Siti.
 
WANI!
Siangnya, masuklah chat dari sepupu saya, dan timbul ide nih, untuk ngopi bareng, dan begitu saya tanya, ngopi dimana ya yang enak?? dengan pasti dia menjawab “ Rolag Coffee mbak..!” baiklaah.. rolag coffee it is.. saya googling pun feel saya cocok nih tempatnya, lalu kami bersiap-siap untuk pergi kesana. Eniwey,, pas dijalan, lanchaar jaya, no macet selain lampu merah dan belokan/penyempitan Jalan.
meja kasir
Sampai disana saya kaget bukan main,,, ruameeeee reeek! Ternyata café ini menyelenggarakan acara nonton bareng PERSEBAYA vs PERSIB nih. Saya sampai lama banget scanning tempat duduk, dan beneran gak ada yg kosong, FULL HOUSE. Mau order duluan juga di kasir ngantri banget,, hhahaha… baru kali ini saya sadar kalo tingkat ‘nyaman’ di coffee shop itu beda-beda. Soalnya mungkin saya bakalan pulang deh kalau rame begini, tapi urung pulang, karena tempatnya asyik dan Sa sendiri kadung lari sana-sini sambil ketawa tiwi..
rodok lenggang after the match ended
Mungkin 15 menit berlalu dan para penunjung bubar, karena acara bolanya sudah habis, nah inilah kesempatan kami untuk cari duduk yang nyaman, kami sempat pindah beberapa kali untuk memastikan dapat duduk yang asyik. Disini sebetulnya hampir semua bangku terbuat dari kayu, seingat saya tidak ada kursi/ bangku empuk, sofa pun gak ada. Tapi ramenya jempolan. 
Dengan konsep industrialist, outdoor coffee shop ini betulan membuat saya amazed, lokasinya yang persis sebelah kali Rolak membuat pemandangan amat indah menjelang gelap, dan yah kami bahkan sempat lihat beberapa pemancing dan ada juga yang menjual hasil pacingan di pinggir Kali, ikannya besar-besar. Dan Rolag sendiri ada beberapa cabang diantaranya di Kayoon 6, Khairil Anwar, dan A. Yani – Sidoarjo. Dan yang kami datangi adalah yang di Karah.
 Seperti biasa kami pesan kopi dan kentang goreng, tuh lihat Sa udah bisa pesan dan bilang sendiri ke mas-nya.. saya pun santai sambil knitting dan Sa sambil nonton video Pink Panther. Trusnya, lama menunggu sampai mungkin 1 jam sampai pesanan kami datang. Kalau gak dikejar-kejar, mungkin pesanan kami bakalan tiba lebih dari 1 jam, dan ya tetap sabar karena terlanjur penasaran sama rasa kopinya.. 
Pesanan yang pertama datang adalah kopi, saya merasa langsung ceria, sebuah plunger pot berbahan dasar stainless dan gelas kosong beserta 2 buah gula kemasan. Saya pesan robusta ( karena paginya sudah ngopi Arabica – Kalosi Toraja di rumah) dan untuk itu, saya hanya membayar Rp. 10.909 (sebelum PPN) kopinya enak, pahit legam, rasanya sedikit over burnt dengan scoring 7/10 saya rasa saya bakalan mampir lagi sih ke sini. Kalau tahu dan kentang, mba yang habiskan, dan sisanya bawa pulang. Sepupu saya? Pergi untuk mengantar ‘teman perempuannya’ ke Sidoarjo, hehehe…
Untuk tempatnya full outdoor artinya kita harus rela berbagi asap rokok dengan para smokers, tenang aja mereka menyediakan kipas angin hampir di setiap tiang café kok, sementara untuk suasana nyaman dan santai yang ditawarkan membuat tempat ini terbilang ramah anak-anak, dan juga selain Sa, ada juga keluarga yang bawa nak bayinya kesini,, rata-rata yang datang kesini sepengamatan saya adalah 40% keluarga dan 60% sisanya anak muda usia 20 – 35th, dank arena pilihan menunya cukup variatif dan affordable dan jam buka yang cukup panjang, ROLAG KOPI ini bisa jadi alternatif untuk menghabiskan akhir pekan atau sekedar menonton live music di hari tertentu.
Anyway, kami sangat menyarankan pengaturan yang lebih baik pada pesanan dan pengantarannya, jangan sampai orderan terkacau satu dengan lainnya,, karena gak lucu banget kan kalau harus ngejar dan manggilin mas mas waiters terus-terusan untuk menyanyakan pesanan kita. Yang lain juga saya lihat santai-santai aja tunggu pesanannya datang, bahkan ada beberapa pengunjung yang saya lihat membawa makanan dari luar ( mungkin  tahu kalau pesan disini lama datangnya?) dan datang kesini hanya untuk kopinya.

Xx
Traveloro

Thursday, February 28, 2019

Ngopi di : Historica Coffee & Pastry - Surabaya




Pertama tama, mau nyombong dulu boleh ya.. hihii… akhirnya saya engga lagi jadi akamsi Sbux, bukan berarti saya gak bakalan mengunjungi Sbux di Surabaya sih.. tapi lebih kepengin explore warung kopi nya Surabaya, yang cukup variatif dari segi harga dan juga lokasinya.
meja kasirnya. cantik ya
Sebelumnya, saya udah cerita tentang pengalaman traveloro ke Mirota, nah keluar dari Mirota, Sa nangis-nangis dan bilang pengin ngopi, ndilalaaah,, maunya sih jadi ibuk tangguh yang gak melulu nurutin maunya anak,, tapi apadaya keinginan dia juga merupakan isi hati kecil saya, karena kayak udah jarang saya ngopi, apalagi pas di Surabaya ini yah,, kebanyakan ketemu teh, karena saudara kami tea person, saya sendiri baru officially minum kopi item lagi pas hari minggu, sebelum gereja mulai, haha untung aja di gereja disediakan welcome drink ( bikin sendiri) ada teh hangat seduhan, dan rupanya ada white coffee dan black coffee juga di dalam toples. Yeeeeah.. anyway akhirnya kami bisa bernegosiasi cihuy dan sepakat untuk pergi ngopi dikemudian hari.
saya naksir dengan kursi bar nya.. pengin punya satu kayak gini
Awal-awal,, karena Jalan cuma sekitaran Gubeng – Darmo saya pikir, warung kopi disini mirip di Aceh sana, buanyaaak dan rata-rata ada di ruko atau bangunan sendiri atau menyatu sama warung makan/ warkop lah yaaa.. dalam arti ngopi yang tradisional, cuma di seduh air hangat/ air mendidih, gak pakai alat manual brewing macem-macem, dan kopinya sudah bubuk-an, bukan freshly ground saat dipesan ala kafe. Dan setelah 2 mingguan disini dan wilayah jelajah makin jauh ( Gojek & Grab menjadi saksi) yang mana ke Tunjungan Plaza cuma 3km ( persis jarak dari rumah di Jakarta ke Mall Puri) dan pas banget mampir TP, saya melihat kedai Kopi Kulo di seberang TP 1 ( kalau ngga salah) dan pulangnya saya papas an sama kafe Coffee Toffee dan kemudian starbucks & excelso yang indahnya, ada di bangunan sendiri ( bukan menyatu dengan MALL). Lalu tergeraklah jari saya untuk surfing “tempat ngopi di Surabaya” dan Historica Coffee & Pastry ini salah satunya. 
ada yang girang banget pas kafenya udah buka
Setelah yakin banget ya, sama Om Google kalo kedai nya buka jam 8 pagi, saya langsung lah order online taxi jam 8.30-an mungkin, dan saya lupa kalau Surabaya tak semacet Jakarta, jarak 8km bisa ditempuh dengan hanya berkendara selama kurleb 20menit, itupun udah kepotong lampu merah dan pakek nyasar karena pa ojek gak tahu lokasinya, eh pas sampai, emang sih belum jam 9 tepat, guess what?? Kafenya bahkan masih tutup, saya sampai mikir apa ke tempat lain dulu ya,, lalu pas nanya sama pa penjaga, diberi tahulah bahwa kafe akan buka jam 9 pagi, oke lah nunggu aja kita duduk di bench tepat di luar kafe. 
interiornya sungguh ngademin mata kami
Secinta itu sama kopi enak sampai datang ke kafe bahkan sebelum kafenya dibuka. Pas masuknya, saya girang, well, Sa juga, karena interiornya Industrialist yang disajikan dengan cantiknya disini. Paduan warna monokrom, expose brick bercat putih berpadu dengan tembok yang dicat abu memberi kesan tembok yang hanya disemen, kursi kayu dengan besi bercat hitam, lantai berwarna hitam dan hitam putih, ceiling indah yang sederhana, dekorasi pendukung lain yang membuat mata kami sangat nyaman.. 

Gak berama lama selesai order, para pengunjung berdatangan, ada kaka cantik dan lainnya bapak-bapak berkemeja yang nampaknya datang untuk meeting, lalu kemudian, pesanan kami tiba, sekalipun Historica ini punya menu dari lite bite sampai main course, kami tetap memesan pesanan ‘aman’ ala kami jika ke coffee shop. adalah hot americano untuk saya dan French fries untuk Sa. Sebetulnya ada satu menu yang ingin saya coba yakni Pancake, Nampak menggoda kalau lihat fotonya dari ipad di meja order/ meja kasir, tapi Sa insist mau kentang goreng, baiklah… kemudian kami berdua sepakat untuk memilih duduk di sofa empuk nan nyaman dengan pemandangan depan, kiri dan kanan yang indah membentuk harmoni industrialis yang sempurna.
Kesempurnaan itu membuat kami lupa waktu! Cepat banget tau-tau udah jam 11 lebih, dan kami harus ke lokasi janjian selanjutnya ( janjian sama ibu kos). Kopi saya sampai keburu dingin dan kemudian dihabiskan Sa. Kalau kentang mah, 10 menit habis order juga udah ludes sama Sa. Eniwey setelah mampir ke toilet ( yang juga sangat industrialist ( meja wastafelnya aja dari mesin jahit bekas,, kreatif amat deh arsitek interiornya!)) dari kejauhan saya lihat Sa lagi ngobrol sama Cece cantik, si owner Café! Wah.. mimpi apa semalam bisa disamperin dan ngobrol sama owner coffee shop ini.. asli baik hati banget, cantik ramah pulaak… Sa dipuji terus dibilang cantik kayak Barbie ( padahal pas kemarin kemarin dikira cowok )
view sebelah kiri kami. outdoornya gak kalah cantik

Dan saking termanjakan dengan interior yang indah, saya sampai lupa cerewet pas pesan kopi, pokoknya Americano, wes! Padahal biasa nya saya pasti Tanya kopinya dari mana, robusta atau Arabica, original atau honey blend, single origin atau house blend. Tapi pas tegukan pertama, pahitnya lumayan kuat bertahan lama di lidah, membuat saya yakin pasti ini adalah kopi robusta house blend, dan diberi 1 pack gula putih Ansell, gula yang biasa saya pakai juga di rumah, ya, dirumah kami pakai ansell yang palm sugar. Terlihat sekali kalau pengelola ingin memberikan yang terbaik dan premium. 
view sebelah kanan kami. mau gelar tenda rasanya
Kentang goreng mungkin standar ya, tapi saya harus acung jempol karena barista nya langsung menyediakan saus tomat ke meja kami begitu kentang pesanan datang, dan selain itu dia  juga sigap menangkat piring yang sudah kosong. Jadi jangan kaget ya jika lihat di bill kalian dibebankan biaya service tax sebesar 6%. Karena emang pelayanannya sebagus itu, sih.. 
semua kursi mau dia coba dudukin.. hehe
Over all, ngopi di Historica Coffee & Pastry ini sangat perlu, traveloro puas banget dan heppy dengan rasa kopi dan kenyamanan yang disediakan disini. Untuk range harga kopi, standart harga ngopi di café bahkan lebih murah dibanding ngopi di starbucks, untuk menu lain, ya cukup reasonable lah.. dengan interior industrialist menyatu hangat dengan jiwa bebas yang pengunjung miliki, dan sebagai tambahan, lagu lagu yang diputar adalah lagu JAZZ kedemenan saya!!! Akkk kayak mau nongkrong bengong bengong cantik lama lama disini, betah tah tah…


Xx
traveloro

Tuesday, February 19, 2019

Ngopi di : the coffee theory - Jl Jaksa / Jakarta


coffee move on

Dua bulan terakhir, traveloro banyak menghabiskan waktu daytime di seputaran Menteng – Sarinah dan sekitarnya. Karena kebetulan saya ikut kelas knitting yang berlangsung tiap Selasa siang. Mau ngga mau ya jadi akamsi Menteng lah, mulai dari Jalan kaki sampai depan Bank Indonesia, mampir ke total buah untuk beli sambal bu Rudy ( penting eiym), jajan jajan di Jalan Sabang, sampai nyoba ngopi selain di starbucks skyline Sarinah, well, karena bukannya ku bosan, tapi ku bertekad untuk mencoba explorasi rasa-rasa kopi di kafe dengan owner local. Itulah mengapa kami memutuskan ngopi di The Coffee Theory Jaksa.

Awalnya cuma lewat aja pas kami mau staycation dan sejekap membuat saya teringat seseorang yang saya kenal (alm) Ajie yang adalah sahabatnya Abdul & The Coffee Theory, dari situ saya tahu kalau kafe ini miliknya. Kalau boleh cerita dikit soal Ajie, dia adalah teman chat YM saya awal masa kuliah dulu, kami bertukar cerita soal banyak hal, misalnya saja MU grup bola kesukaannya, atau pada saat Abdul baru awal karier, Ajie juga sering bercerita bagaimana marketing selalu rugi, sekalipun saat itu saya ngga ngerti karena baru awal kuliah dan nyambi kerja shift sebagai admin kantor. Sampai suatu hari saya dapat notif di friendster dari keluarga Ajie, memberi tahu bahwa Ajie meninggal karena sakit, dari ratusan IM yang kami pertukarkan, sakit adalah hal yang tidak pernah Ajie ceritakan ke saya. Dan sekalipun saya pernah ketemu Abdul di back stage dan menanyakan soal Ajie, Abdul ngga sempat kasih tahu saya dimana Ajie dikuburkan (iyalah dia lagi ribet banget) Wes dalam hati saya berucap, saya akan mampir ke situ.

Ajaibnya Tuhan dengan kecepatanNYA menjawab doa-doa saya, belakangan ini. Lalu tibalah waktu saya berkesempatan datang ke sini, sehabis menyelesaikan kelas Knitting yang makin mumet aja.. segelas kopi mungkin bisa jadi penawarnya. Dan benar, setengah cangkir pun rasanya udah cukup untuk menyejukan kepala saya…


Ya seenak itu kopinya, sampai saya lupa loh moto-moto banyak.. cuma beberapa foto aja sih.. padahal pas kami datang kayak gak terlalu rame pengunjung,, tapi ya itu saking keasyikan ngopi sambil ngobrol, akhirnya lupa foto-foto. Tempatnya adem sih, sekalipun view di luar yang nyaris tanpa pohon pohon hijau, terik dan puanassss…

Gak terlalu yakin konsep interior kafe nya apa, tebakan saya minimalis/industrialis. O ya.. kafe ini bersatu dengan kantor gitu, jadi ya sembari ngopi ada orang lalu lalang keluar masuk kantor dan bercakap-cakap  kadang memecah kenyamanan kami saat ngobrol. Tapi kopinya enak, scoring lidah saya 7.2/10. Lokasinya pun gampang banget dicari, karena siapa yang gak tahu Jalan Jaksa?? Dan selain di Jaksa, mereka juga punya beberapa lokasi lain di sekitaran Jakarta.
XX

Traveloro

Friday, December 28, 2018

ngopi di: Dancing Goat Coffee&Co



Suatu sore, sepulangnya kami dari main di taman, dan lewati jalan sepanjang pinggir Tol Kebon Jeruk, tanpa sengaja, saya melihat coffee shop di ruko Grand Puri Niaga yang tidak jauh dari Pola Bugar Sport Club. Dan langsung tertarik mau coba ngopi disini... dan begitulah saya jika sudah penasaran, saya pasti datang! Jadi, sekalipun sempat batal, sore ini, kami berkesempatan untuk pergi ngopi disini, diantar oleh online ojek kesayangan kami. Gojek.

 
Ceiling Lantai 2

(tampak luar lantai 1)
 

Siapapun yang melihat exterior Dancing Goat, pasti langsung terkesan dan penasaran bakalan seperti apa interiornya?? karena membuat interior ciamik dengan bangunan model ruko, sekalipun bertingkat adalah sebuah tantangan besar menurut saya. beda hal jika coffe shop ini ada di mall atau di bangunan sendiri, akan lebih mudah mengatur interior cafe nya... dan dancing goat berhasil membuat mata saya takjub, karena pas masuk ke dalam, selain aroma khas kopi yang menyapa, interior industiralist betul-betul memanjakan mata kami. seperti bangunan bekas pabrik atau yang bangunan yang belum selesai pengerjaannya, adanya batu bata yang sengaja di eskpose, bohlam lampu dan fitting yang di cat hitam yang mengantung dengan 'polosnya', dan meja & kursi perpaduan kayu & besi warna hitam memperjelas itu semua. Tangga dan elemen lain di tata sedemikian rupa untuk mendukung kesan industrial ini. kesan ruko cafe langsung hilang.



Dancing Goat menawarkan berbagai jenis minuman, dan bagi saya pribadi, karena saya pecinta kopi hitam/ black coffee/ americano, jadilah saya menutup mata dari menu selain kopi hitam. Setelah bertanya pada barista, kopi pilihan saya jatuh ke Halu Pink Banana manual brew. Karena pilihan kopi single origin saat itu hanya sumatra & halu pink ini. Jujur & agak menyombong, saya bilang ke mas baristanya, Mas Dio, saya bosan dengan kopi SUMATRA. bukan bosen in a bad way. bosan nya karena sudah sering ngopi Sumatera dan ingin mencoba jenis kopi lain, yang asing di lidah saya. sekalipun mas Dio dengan ramahnya suggest saya untuk pilih kopi Sumatera karena acidity nya masih 'normal' kalau Halu Pink, dia Bilang acidity nya lumayan. Well, bring it on! saya kebetulan suka kopi Arabica, jadi no way on earth bakalan nolak yang asam asam gini.. Selesai bayar, saya diberi nomer meja yang juga industrialis, yaitu berupa besi bercat hitam dengan angka dan logo dancing goat diatasnya. indah tapi BERAT. karena saya harus membawa no. orderan saya ke lantai dua.


Sekitar 10 menit berselang, mas Dio naik dengan membawa struk baru berserta uang 5k, sebelum sempat saya bertanya, dia bilang bahwa Halu Pink pesanan saya, tidak butuh extra charge 5k seperti yang awal disampaikan. duh.. baiknya... dan beberapa waktu berikutnya, menu pesanan saya datang, saya memang hampir selalu memesankan Sa kentang goreng ( potato fries ) jika kami ngopi. dengan beberapa pertimbangan, diataranya, itulah satu satunya menu yang #vegan ( jadi both sa & saya bisa menikmatinya) dan yang paling utama adalah karena Sa suka sekali kentang goreng. well, anak kecil mana sih yang engga suka?? tambah lagi kentang goreng nya Dancing Goat sangat fresh. saya sendiri mencobanya dan kayak gak mau berhenti makan sampai kentangnya habis. garing diluar empuk di dalam, engga keras ya kentangnya, sepadan lah dengan harganya. Itu sebetulnya kentang goreng disajikan dengan (kayaknya) homemade mayonaise ya.. karena ada kayak potongan timun kyuri dan juga serbuk daun herb nya. jadi saya bisa bilang ini homemade mayoo. Kalau saus tomatnya itu saya yang tambahkan, karena Sa suka saus tomat. 



Disini ada ECD Bank BCA, dan gak tahu kenapa, saya ga bisa bayar pakai debit, karena mas nya bilang ini khusus untuk BCA, mesin EDC bank lain lagi rusak, beruntungnya saya bawa duit cash walaupun pas pas-an, masih dapat kembalian kok.. hehee.. plus pulangnya, membawa senang karena habis memanjakan lidah dengan kopi enak.. Seperti biasa Sa saya bekali dengan buku gambar dan pensil warna agar dia anteng duduk diam berlama-lama disini. Dan saya bisa update blog traveloro.

xx
traveloro.

Thursday, November 1, 2018

Ngopi di : Kahwa Coffe House - Petamburan



Ngopi itu sejatinya, bagi kami adalah sebuah kegiatan yang melibatkan bukan cuma lidah, tapi juga hati.. karena jauh sebelum Sa lahir ke dunia, dia memang sudah biasa drenched in coffee. walaupun dulu saya terbiasa minum Cappuccino-nya Starbucks yang adalah campuran antara kopi dan susu, lalu selanjutnya mulai ala-ala mesan decaf americano, alih alih mengurangi jumlah kafein, saya malah kecewa setelahnya begitu tahu bahwa decaf adalah Joke bagi pecinta & penikmat kopi.. gimana tidak?? decaf sendiri adalah proses pengurangan kafein didalam kopi, entah itu lewat air atau proses kimia, serem gak sih?? aman gak sih?? silakan mampir ke artikel ini karena saya pun tercerahkan dengan artikel tersebut! makasih ya mas / mbaknya buat edukasi soal decaf coffee...



Dan, perkenalan pertama saya dengan Kahwa Coffee House inipun, terbilang unik. Lokasi kantor tempat saya bekerja yang berdekatan dengan coffe house ini lah  yang 'memaksa' kaki untuk jalan ke sini, karena lidah penasaran saya.. pertama kali masuk, pas jam makan siang, waktu itu, saya di sambut dengan harum kopi yang langsung memeluk indera penciuman saya.. lembut dan manis.. dan interior yang cukup homie, membuat saya terbuai semakin dalam ketika menyeruput kopi hangat pesanan saya,, hati berbisik.. " ah saya harus sering kesini". dan Yah itu lah yang terjadi sampai saya pindah kantor.  


Hari ini, setelah tahunan berlalu, dan ratusan gelas kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa warung kopi di Jakarta dan sekitarnya, saya dan Sa, memutuskan untuk kembali ke sini. Demi mengembalikan dan menciptakan kenangan manis dan indah bersama Sa, tentu saja. Setelah membuka pintu, kembali,saya disambut dengan aroma kopi yang saya kenal, senyum saya diikuti senyum Sa, karena berhasil merayu saya untuk memesan makanan yang dia mau.


Entah kenapa saya pesan Iced Americano, padahal kepala baru saja terguyur hujan rintik separuh perjalanan,  dan juga sinus lagi kurang enak, tapi setelah dipikir ulang, itu adalah pilihan yang tepat, karena saya lebih suka minikmati kopi "house blend" ( robusta dan arabica) dengan es. Kahwa kehabisan kopi single origin yang manual brew.. jadi saya tidak kecewa dengan iced americano saya,, oh dan Sa, saya pesankan kentang goreng kesukaan dia,, yang selalu berhasil membuatnya duduk anteng untuk waktu tertentu demi memastikan kentang gorengnya aman masuk ke perut sampai habis tak bersisa.. 



Demi menjaga ketenangan pengunjung lain, dan niat mau berlama-lama 'duduk bengong' disini, saya putuskan untuk membawa serta Siti yang ketika di hubungkan dengan wifi, akan menimbulkan kebahagiaan dan duduk tenang Sa, menonton lagu nursery rhythms dan lagu anak-anak indonesia lewat youtube. sekalipun, sesekali, Sa masih asyik dengan buku gambar dan alat mewarnai nya. at least dia ngga lari-lari mengelilingi kafe dan membuat kegaduhan di sekitar.



Dari beberapa coffee shop/ warung kopi/ kedai kopi, saya bisa bilang, Kahwa Coffe House ini, terlahir dari jiwa 'cinta kopi' yang juga saya bisa rasakan, baik dari kopi maupun interior cafe nya. betul-betul sungguh cerminan dari itu. marilah kesampingkan industri kopi yang marak beberapa tahun terakhir, atau simpan dulu pikiran nongkrong di coffee shop untuk hangout atau status di socmed, pergilah kesini dan rasakan sendiri, bagaimana kopi dan interior sederhana mampu membuat kita betah berlama-lama duduk ngobrol atau baca novel, menghabiskan waktu dengan orang tersayang, dan melupakan gadget, selama kopi didalam gelas masih ada.. hehe


xx,

Traveloro.