Saturday, March 9, 2019

JJP ke : Taman Flora - Surabaya


Anrean Rusa
Semalam, setelah menutup percakapan dengan si Capt tentang apa yang akan saya lakukan esok hari, saya lalu tertidur dan terbangun dengan membaca text dari mba yg memberi tahu bahwa hp nya tidak bisa digunakan.. jadilah hari ini selain ke toko stationary, saya, kami, bakalan mampir ke toko Hp untuk membelikan mba Hp baru. Untungnya kami terbiasa Jalan kaki, Dan jalannya sampai keterusan ngelewati Taman Flora dan akhirnya tanpa keraguan, mampirlah kami kemari.


Ini cukup nyebrang aja kok dari toko Hp di Manyar. Eits.. buat yang belum tahu, kalau mau nyebrang disini harus modal NEKAD karena kalau nunggu, mereka gak akan pernah berhenti dan kasih kita kesempatan untuk nyebrang jadi kalo gak nekad ya sampai ganti bulan juga gak bakalan sampai di sebrang jalan.. ehehe


Berlokasi di Jalan Manyar, taman ini sungguh menarik perhatian karena lokasinya itu loh yang dekat banget sama terminal Bratang. Mungkin cuma 150-step dari terminal, kalian bisa sampai di Taman ini dengan menyelinap diantara pepohonan rindangnya. Karena, kami mengalami kendala menemukan pintu masuknya. Jadi terpaksa nyelip nyelip.. ( untung udah slim :P ) oke, satu kata pertama yang muncul di otak saya adalah ADEM. Jadi sekalipun namanya taman, akan lebih pantas kalau kita menyebutnya hutan kota, karena emang seadem dan serindang itu pohon-pohonnya.


Satu yang saya sesali disini adalah, toiletnya. Bayangkan aja, lagi butuh banget buang air lalu pas ke toilet duduk ( Karena toilet jongkoknya occupied) ada oknum yang meninggalkan jejak di dalam toilet, saya langsung enggan.. untung Sa juga bisa tahan pipis! Anak pinter <3 . saya sampai mikir kok ada ya manusia kayak gitu, memang toilet nya tidak bisa di flush ya tapi ada bak penampungan air, kenapa gak disiram sih, bikin ilfeel taukkk!!


Oke selanjutnya disini juga ada semacam ruangan untuk akses internet,, keren… awalnya dari jauh saya pikir.. rumah ini isinya buku-buku bacaan ternyata, pas masuk, ada beberapa computer yang sudah occupied sama anak-anak yang main games. Kita harus isi buku tamu 2x, pertama yang manual, lalu kemudian yang online juga.. habis itu youtuban deh, Sa ta setelin video dan saya lihat hal lain di internet.. nyamannya ruangan ini tersedia dengan AC yang mumpuni, jadi adeem rek..rekk…

feed the deer

Karena merasa udah capek dan rasanya kok panas.. kami putuskan untuk ke WTC lagi-lagi mau cari HP untuk mba pakai.. udah pesan gojek dan meninggalkan taman, lalu Sa byebye ke taman, kami baru tahu klo taman ini ada RUSA dan burung-burung.. sedih sih karena mereka harus dikandang dan kayak mau gak mau menghisap debu kendaraan bermotor yang massive,,  

Darah penasaran saya mendidih,, bangkitlah keinginan untuk kesini lagi jika ada waktu dan pas cuaca bagus.. kok datang juga hari itu,,, kali ini udah lebih pinter karena order gojek ( kemarin jalan kaki), dan pak-nya udah tahu turun dimana, jadi pas banget.. pas banget kita kesana untuk kedua kalinya,, lagi ada acara kontes ayam se Indonesia.. keren nya rek Suroboyoku rek,,,,,


Oh ya, di pintu masuk yang sebenarnya ( Soale kemarin lewat reruputan samping) ada bapak-bapak penjual kacang panjang untuk pakan rusa yang dibanderol dengan harga 1k/ikat, ada juga makanan ikan yang dibanderol 500-perak. Lumayan murah menurut saya, dan jumlahnya pas.. awalnya saya beli seikat.. lalu beli lagi karena Sa terlihat antusias sekali melihat rusa ( ini pertama kalinya Sa lihat rusa.. semoga dia gak kehilangan konsep menyayangi binatang setelah melihat aktivitas ini..

ada burung juga

Kelar dari situ sih… kemudian kita cari makan di semacam foodcourt yang disediakan dan pssst,,, mie ayam    disini enak sekaliii.. sekalipun ndak pakek ayam.. mie ini lumayan berkesan dilidah dan di hati saya..
Update: will definitely go back to see swing and all..
traveloro

Thursday, March 7, 2019

Ngopi di : Rolag Kopi - Karah/ Surabaya





29 tahun saya melewati Nyepi di Jakarta, dan satu kali coba melewati Nyepi di Bali, dan tahun ini, Tuhan kasih kami berkah untuk merasakan Nyepi di Surabaya. Hal yang baru selalu menarik, betul atau nggak? Betul ya kayaknya, dan menarik ini lebih ke WOW
nobar PERSEBAYA - PERSIB (ruameee reeeeeek)
Tahunan tanggal merah itu kayaknya saya banyak di rumahnya daripada diluar, perkara macet dijalan dan ramai di mall membuat saya malas kemana-mana saat Liburan Nyepi. Lebih baik dirumah, stok cemilan dan take away kopi dan streaming film di Siti.
 
WANI!
Siangnya, masuklah chat dari sepupu saya, dan timbul ide nih, untuk ngopi bareng, dan begitu saya tanya, ngopi dimana ya yang enak?? dengan pasti dia menjawab “ Rolag Coffee mbak..!” baiklaah.. rolag coffee it is.. saya googling pun feel saya cocok nih tempatnya, lalu kami bersiap-siap untuk pergi kesana. Eniwey,, pas dijalan, lanchaar jaya, no macet selain lampu merah dan belokan/penyempitan Jalan.
meja kasir
Sampai disana saya kaget bukan main,,, ruameeeee reeek! Ternyata café ini menyelenggarakan acara nonton bareng PERSEBAYA vs PERSIB nih. Saya sampai lama banget scanning tempat duduk, dan beneran gak ada yg kosong, FULL HOUSE. Mau order duluan juga di kasir ngantri banget,, hhahaha… baru kali ini saya sadar kalo tingkat ‘nyaman’ di coffee shop itu beda-beda. Soalnya mungkin saya bakalan pulang deh kalau rame begini, tapi urung pulang, karena tempatnya asyik dan Sa sendiri kadung lari sana-sini sambil ketawa tiwi..
rodok lenggang after the match ended
Mungkin 15 menit berlalu dan para penunjung bubar, karena acara bolanya sudah habis, nah inilah kesempatan kami untuk cari duduk yang nyaman, kami sempat pindah beberapa kali untuk memastikan dapat duduk yang asyik. Disini sebetulnya hampir semua bangku terbuat dari kayu, seingat saya tidak ada kursi/ bangku empuk, sofa pun gak ada. Tapi ramenya jempolan. 
Dengan konsep industrialist, outdoor coffee shop ini betulan membuat saya amazed, lokasinya yang persis sebelah kali Rolak membuat pemandangan amat indah menjelang gelap, dan yah kami bahkan sempat lihat beberapa pemancing dan ada juga yang menjual hasil pacingan di pinggir Kali, ikannya besar-besar. Dan Rolag sendiri ada beberapa cabang diantaranya di Kayoon 6, Khairil Anwar, dan A. Yani – Sidoarjo. Dan yang kami datangi adalah yang di Karah.
 Seperti biasa kami pesan kopi dan kentang goreng, tuh lihat Sa udah bisa pesan dan bilang sendiri ke mas-nya.. saya pun santai sambil knitting dan Sa sambil nonton video Pink Panther. Trusnya, lama menunggu sampai mungkin 1 jam sampai pesanan kami datang. Kalau gak dikejar-kejar, mungkin pesanan kami bakalan tiba lebih dari 1 jam, dan ya tetap sabar karena terlanjur penasaran sama rasa kopinya.. 
Pesanan yang pertama datang adalah kopi, saya merasa langsung ceria, sebuah plunger pot berbahan dasar stainless dan gelas kosong beserta 2 buah gula kemasan. Saya pesan robusta ( karena paginya sudah ngopi Arabica – Kalosi Toraja di rumah) dan untuk itu, saya hanya membayar Rp. 10.909 (sebelum PPN) kopinya enak, pahit legam, rasanya sedikit over burnt dengan scoring 7/10 saya rasa saya bakalan mampir lagi sih ke sini. Kalau tahu dan kentang, mba yang habiskan, dan sisanya bawa pulang. Sepupu saya? Pergi untuk mengantar ‘teman perempuannya’ ke Sidoarjo, hehehe…
Untuk tempatnya full outdoor artinya kita harus rela berbagi asap rokok dengan para smokers, tenang aja mereka menyediakan kipas angin hampir di setiap tiang café kok, sementara untuk suasana nyaman dan santai yang ditawarkan membuat tempat ini terbilang ramah anak-anak, dan juga selain Sa, ada juga keluarga yang bawa nak bayinya kesini,, rata-rata yang datang kesini sepengamatan saya adalah 40% keluarga dan 60% sisanya anak muda usia 20 – 35th, dank arena pilihan menunya cukup variatif dan affordable dan jam buka yang cukup panjang, ROLAG KOPI ini bisa jadi alternatif untuk menghabiskan akhir pekan atau sekedar menonton live music di hari tertentu.
Anyway, kami sangat menyarankan pengaturan yang lebih baik pada pesanan dan pengantarannya, jangan sampai orderan terkacau satu dengan lainnya,, karena gak lucu banget kan kalau harus ngejar dan manggilin mas mas waiters terus-terusan untuk menyanyakan pesanan kita. Yang lain juga saya lihat santai-santai aja tunggu pesanannya datang, bahkan ada beberapa pengunjung yang saya lihat membawa makanan dari luar ( mungkin  tahu kalau pesan disini lama datangnya?) dan datang kesini hanya untuk kopinya.

Xx
Traveloro

Friday, March 1, 2019

Misa Jumat Pertama di SMTB, Surabaya


Tinggal di Surabaya itu, serasa BERLIBUR SETIAP HARI. Bukannya apa-apa, karena terbiasa tinggal di Jakarta dan berkompromi dengan macetnya selama puluhan tahun. di Surabaya ini, tempat yang jauh sekalipun, gak butuh waktu lama untuk dicapai. Jadi sekalipun tetap melakukan aktivitas harian, tapi tetep rasa liburan karena gak pernah menghadapi kemacetan yang bikin senewen.
Karena serasa liburan ini, saya sampai lupa hari, karena sehari rasanya panjang banget, di perjalanan mungkin cuma 10 menit paling macet 15 menit, 20 menit kalau jaraknya rodok jauh atau pas kebetulan pulang di jam bubarannya orang kantoran. Jadi setelahnya pas dirumah ya kayak bingung mau ngapain lagi,, hahha… sungguh butuh penyesuaian sepertinya… kaget dengan kelenggangan yang ditawarkan Surabaya.
Tapi, memang, ikut misa Jumper di Gereja Surabaya udah saya rencanakan dari jauh hari, semakin saya yakin ingin petgi saat Senin yang lalu, kami, saya, dapat berita mengembirakan bertubi-tubi dalam satu hari, saya merasa sangat beruntung dan terberkati. Karna selain lulus tes saya juga ditelpon untuk datang panggilan kerja di Sidoarjo.
Satu hal yang lucu dari Sidoarjo adalah, jaraknya sekitar 30km dari rumah. Waaaksss.. dan interview dimulai jam 9 pagi. Saya berpikir 30km itu jauh yaa.. coba deh Tanya sama orang orang yang lama tinggal di Surabaya, jarak 5KM pun mereka bilang jauh,, gak tahu kalau di Jakarta jarak 3KM aja bisa makan waktu ber jam-jam karena macet. Jadi kalo orang Jakarta janjian gak bakalan bilang jarak, palingan “1 jam lah sampe lokasi” dan kalau orang Surabaya pasti bakalan bilang “dimana tempatnya,, ah jauh itu 5KM” hahahaa… berangkat ke Darjo jam 6.45 dan jam 7.45 udah sampai lokasi, itu udah + macet nunggu kereta lewat, macet ada penyempitan Jalan, dan sempet kesasar juga pa Gojeknya. Hebat yaa.. 
 Pas banget tanggal 1 Maret, awal bulan, di Hari Jumat, kita pergi ke Gereja SMTB. Gereja Santa Maria Tak Bernoda –Paroki Ngagel. Mulai misa jam 6, dan sama seperti Gereja Theresia Menteng, sebelum misa dimulai diawali dengan sama-sama membaca doa Malaikat Tuhan. Baru setelahnya Misa berlangsung. Kami tiba 30 menit sebelum misa, dan masih dapat kursi yang cukup dekat dengan Altar. Jika JUMPER di Jakarta 90% diisi oleh orangtua, maka HEBAT nya JUMPER di SMTB ini hampir mirip misa tiap Minggu, banyak yang datang sekeluarga, banyak juga anak mudanya.
wadah kolekte
 Keunikan yang mata saya tangkap adalah wadah kolekte ( persembahan) yang gak umum. Alih-alih menggunakan kantong beludru bergagang, Gereja ini memilih menggunakan baki plastik yang diletakan di ujung meja tiap baris kursi. Apa yang terjadi dengan kata-kata "JIka engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu" (Mat 6:3)  karena dengan wadah seperti ini, berapapun yang kita beri, akan terlihat bukan hanya oleh tangan kiri kita tapi oleh semua orang yang duduk disamping kiri-kanan depan belakang. Hehe jiper aja kalo cuma kasih sedikit. Tapi bagus juga jika menganut jangan ada rahasia diantara kita
Keunikan lain ada di kipas angin yang super jadul, dan membuat saya super loveeeee… beneran jadul ya, karena baling balingnya hanya 2, pokoknya kalau yang unik dan jadul gitu, rasanya pengin bawa pulang aja.. dikursi juga disediakan Puji Syukur dan sangat memudahkan kami yang memang benar-benar baru di Gereja ini, gak perlu cari-cari letaknya, karena langsung disediakan di kursi masing masing. 
Misa nya terbilang cepat, sekali lagi, mirip misa di Gereja Theresia Menteng, kurang lebih satu jam. Selesai Misa, Sa langsung lari ke patung Bunda Maria & Tuhan Yesus untuk menyalakan lilin dan juga berdoa. Sekalipun selama misa Sa gak bisa diem, banyak ngoceh, tapi dia sama sekali ngga tiba-tiba minta keluar untuk ke toilet. Sampai di rumah, saya lalu googling tentang gereja ini dan saya kaget bahwa SMTB ini menjadi salah satu lokasi Tragedi Teror Bom yang belum lama ini terjadi di Surabaya. 



xx,

Traveloro