Showing posts with label #berdua. Show all posts
Showing posts with label #berdua. Show all posts

Monday, April 1, 2019

ngopi hemat di : Starbucks




Pertemuan pertama saya dengan waralaba kopi dari Amrik ini terbilang cukup umum, karena dulu, jauh sebelum ngopi menjadi gaya hidup, kopi sudah menjadi nafas kami, anak-anak mamake. Dan ya, jadi pergi ke Mall dekat rumah bersama rekan kuliah dan ngobrol sambil ngopi itu ya lumrah aja, pada saat itu, 2007, coffeeshop yang gampang dijumpai di mall ya kalau ngga starbuks ya jco atau excelso. Tapi emang, membayar puluhan ribu untuk segelas kopi, ya biasa aja, pikir saya, emang karena kelas dan jenis kopinya beda, kok. Kopi enak emang mahal, kalo kata bapake.

Beberapa tahun berlalu, dengan anggapan ‘ngopi mahal’ di starbucks, bagi saya tetap lumrah, alias umum! Kalau mau mengehemat silakan pergi ke coffeeshop tetangga yang harganya lumayan hemat, soal rasa dan kenyamanan, tiap orang punya preferensi yang berbeda, dan untuk saya pribadi, sbux yang identik dengan interior minimalis/industrialis dan lambang dewi sheren hijau, menyatu dengan jiwa bebas dan serabutan saya. Menyamankan.  


kesini sama Sa ngerjain tugas atau sambi kerja

Starbucks terjauh yang pernah saya kunjungi adalah Starbucks Kuala Namu Airport, Sumatera Utara, saat menunggu jadwal pesawat saya tiba, saat itu, saya emang sengaja tiba lebih awal dibandara, karena letak airport yg cukup jauh dari kota, dan seringnya saya ketinggalan pesawat, membuat saya merasa ‘aman’ saat sudah di bandara beberapa jam sebelum jam keberangkatan, sekalian bisa maem maem lucuk, atau ngopi ngopi cantik..

cookie daypart break enak semua

Selain di airport, saya juga pernah coba ngopi di sbux Stasiun Gambir, awalnya, saya ngga tau nih, kalau sbux ada di stasiun, sampai saya follow sosmednya starbucks, dan sedang ada promo hemat sekian persen khusus pembelian sbux di outlet stasiun terdekat, dan gambir salah satunya. Hihii.. menang banyak. Nyaman? selalu!

tumbler pemberian kawan dari Jepang
Dan, sejak makin banyaknya coffeeshop lokal dengan konsep serupa dan harga yang ‘minim’, coffee shop kesayangan saya ini terus berinovasi untuk menjaga para customer dan bahkan menjaring customer baru. Banyak sekali promo-promo menarik yang dihadirkan untuk menjaga eksitensi starbucks sebagai pelopor Ngopi terang-terangan di Café ini. Contohnya banyak diskon jika beli pakai sbux card, promo LINE buy one get one free, promo half price dihari tertentu, atau promo ½ harga atau bahkan gratis bagi pemegang Starbucks Tumbler dan Oh by the way, starbucks sejak dulu sudah berdedikasi untuk menjaga kelestarian alam loh, buktinya, mereka selalu encourage customer untuk beli tumbler, mengratiskan atau memberi setengah harga untuk customer yang punya tumbler starbucks tiap tanggal 22 tiap bulan. Dan untuk pemegang tumbler, anytime, bakalan dapat potongan harga 5k-an dalam program #BYOT atau #BringYourOwnTumbler Quite Cool doesn’t it?


Vegan Cookie ( to die for ) 
Ok, dan belakangan ini, kayak 4 bulan belakangan, Stabucks menyediakan F&B yang jika dibeli sepaket kita bakal mendapatkan potongan harga, kayak kalau pagi sampai jam maksi itu ada breakfast time, yang mana kalau beli paket minuman dan makanan bakalan dikasih harga spesial, ada juga promo makan siang, yang sama, memberi harga spesial untuk paket minum dan makan tertentu, nah yang selalu saya incer adalah -daypart coffee break- mereka yang mulai dari jam 3 – toko tutup, yang mana pilihan makanan itu  menggugah mata saya, bagaimana tidak? Ada Vegan Cookie yang mereka jual! Dan saya sebagai Vegan menyambutnya dengan girang hati. Sambil berharap Vegan cookie ini jadi menu tetap, bukan cuma menu seasonal. Semoga ya, J

kindda day at Starbucks

Ini nih, tips ngopi hemat di starbucks versi saya:
-   beli dan aktifkan sbux card! Ini udah kayak bisnis sampingan-nya beberapa orang kreatif di toko online. Menjual sbux card, dan mendapatkan keutungan. Disain card nya juga cakep cakep,, saya sendiri punya 3 card, yang salah satunya adalah kartu generasi pertama sejak card ini diterbitkan tahun 2013 kalo gak salah. #banggak. Nah, jika punya sbux card, kadang kayak beli aja gak bayar, karena ada free star yang didapat dari akumulasi pembelian apa aja di sbux.
-   aktif di socmed nya starbucks, karena biasanya informasi ttg promo bisa didapatkan dengan mudah  lewat socmed, terutama nih, official account Sbux. Tapi disini, kita harus modal mobile data, karena proses redeem vouchernya itu perlu koneksi internet.
-   Bawa sendiri tumbler sbux mu! bagi saya ini bukan semata untuk keuntungan secara materi sih, kayak kalau pakai gelas plastik sbux kan keren ya kak dinamain trus diposting ke socmed, eh tapi kakk… plastic cup itu butuh waktu ratusan tahun sampai benar-benar hancur. Jadi kalau sayang lingkungan, better kita beli tumblernya deh, mungkin mahal di awal, tapi setelahnya, kita bisa menjadi lebih bijak karena membantu mengurangi sampah plastik DAN bisa promo half price, atau potongan #BYOT tiap kali transaksi. Cakep kaan..
-   Memilih menu paket F&B yang tersedia. Ini variatif juga kok. Dan kayak yang sebelumnya udah ku mention diatas,, emang saya sih ngincer yang daypart coffee break ini yak.. Tall Americano + vegan cookies cukup membayar 33k, atau suatu saat Tall Americano + Seven seed cookies dengan hanya 29k! lidah girang, perut kenyang dan badan sehat..
-   Ngajak teman, karena gak jarang sbux berpromo buy one get one kalau pergi sendirian, gandeng aja mba atau mas yang lagi queue dikasir, siapa tahu bisa jadi teman selajutnya, atau bahkan berjodoh??
-   Bawa pulang gula. Ini sudah saya lakukan sejak ngekos di Jakpus dulu, bawa pulang gula dan gulanya bisa buat masak, bahkan manis-in puddingnya Sa.. #ngakudosa deh jadinya, tp bener loh, sekali ngopi lalu bawa beberapa gula ke rumah,, gak masalah kan.. karena aku ngopi pahit, jadi jatah gula ta bawa pulang buat main masak-masakan.
-   Berteman dengan barista. Dijamin, minumanmu akan gratis…tis..tis…

Selamat mencoba
traveloro

Thursday, March 7, 2019

Ngopi di : Rolag Kopi - Karah/ Surabaya





29 tahun saya melewati Nyepi di Jakarta, dan satu kali coba melewati Nyepi di Bali, dan tahun ini, Tuhan kasih kami berkah untuk merasakan Nyepi di Surabaya. Hal yang baru selalu menarik, betul atau nggak? Betul ya kayaknya, dan menarik ini lebih ke WOW
nobar PERSEBAYA - PERSIB (ruameee reeeeeek)
Tahunan tanggal merah itu kayaknya saya banyak di rumahnya daripada diluar, perkara macet dijalan dan ramai di mall membuat saya malas kemana-mana saat Liburan Nyepi. Lebih baik dirumah, stok cemilan dan take away kopi dan streaming film di Siti.
 
WANI!
Siangnya, masuklah chat dari sepupu saya, dan timbul ide nih, untuk ngopi bareng, dan begitu saya tanya, ngopi dimana ya yang enak?? dengan pasti dia menjawab “ Rolag Coffee mbak..!” baiklaah.. rolag coffee it is.. saya googling pun feel saya cocok nih tempatnya, lalu kami bersiap-siap untuk pergi kesana. Eniwey,, pas dijalan, lanchaar jaya, no macet selain lampu merah dan belokan/penyempitan Jalan.
meja kasir
Sampai disana saya kaget bukan main,,, ruameeeee reeek! Ternyata café ini menyelenggarakan acara nonton bareng PERSEBAYA vs PERSIB nih. Saya sampai lama banget scanning tempat duduk, dan beneran gak ada yg kosong, FULL HOUSE. Mau order duluan juga di kasir ngantri banget,, hhahaha… baru kali ini saya sadar kalo tingkat ‘nyaman’ di coffee shop itu beda-beda. Soalnya mungkin saya bakalan pulang deh kalau rame begini, tapi urung pulang, karena tempatnya asyik dan Sa sendiri kadung lari sana-sini sambil ketawa tiwi..
rodok lenggang after the match ended
Mungkin 15 menit berlalu dan para penunjung bubar, karena acara bolanya sudah habis, nah inilah kesempatan kami untuk cari duduk yang nyaman, kami sempat pindah beberapa kali untuk memastikan dapat duduk yang asyik. Disini sebetulnya hampir semua bangku terbuat dari kayu, seingat saya tidak ada kursi/ bangku empuk, sofa pun gak ada. Tapi ramenya jempolan. 
Dengan konsep industrialist, outdoor coffee shop ini betulan membuat saya amazed, lokasinya yang persis sebelah kali Rolak membuat pemandangan amat indah menjelang gelap, dan yah kami bahkan sempat lihat beberapa pemancing dan ada juga yang menjual hasil pacingan di pinggir Kali, ikannya besar-besar. Dan Rolag sendiri ada beberapa cabang diantaranya di Kayoon 6, Khairil Anwar, dan A. Yani – Sidoarjo. Dan yang kami datangi adalah yang di Karah.
 Seperti biasa kami pesan kopi dan kentang goreng, tuh lihat Sa udah bisa pesan dan bilang sendiri ke mas-nya.. saya pun santai sambil knitting dan Sa sambil nonton video Pink Panther. Trusnya, lama menunggu sampai mungkin 1 jam sampai pesanan kami datang. Kalau gak dikejar-kejar, mungkin pesanan kami bakalan tiba lebih dari 1 jam, dan ya tetap sabar karena terlanjur penasaran sama rasa kopinya.. 
Pesanan yang pertama datang adalah kopi, saya merasa langsung ceria, sebuah plunger pot berbahan dasar stainless dan gelas kosong beserta 2 buah gula kemasan. Saya pesan robusta ( karena paginya sudah ngopi Arabica – Kalosi Toraja di rumah) dan untuk itu, saya hanya membayar Rp. 10.909 (sebelum PPN) kopinya enak, pahit legam, rasanya sedikit over burnt dengan scoring 7/10 saya rasa saya bakalan mampir lagi sih ke sini. Kalau tahu dan kentang, mba yang habiskan, dan sisanya bawa pulang. Sepupu saya? Pergi untuk mengantar ‘teman perempuannya’ ke Sidoarjo, hehehe…
Untuk tempatnya full outdoor artinya kita harus rela berbagi asap rokok dengan para smokers, tenang aja mereka menyediakan kipas angin hampir di setiap tiang café kok, sementara untuk suasana nyaman dan santai yang ditawarkan membuat tempat ini terbilang ramah anak-anak, dan juga selain Sa, ada juga keluarga yang bawa nak bayinya kesini,, rata-rata yang datang kesini sepengamatan saya adalah 40% keluarga dan 60% sisanya anak muda usia 20 – 35th, dank arena pilihan menunya cukup variatif dan affordable dan jam buka yang cukup panjang, ROLAG KOPI ini bisa jadi alternatif untuk menghabiskan akhir pekan atau sekedar menonton live music di hari tertentu.
Anyway, kami sangat menyarankan pengaturan yang lebih baik pada pesanan dan pengantarannya, jangan sampai orderan terkacau satu dengan lainnya,, karena gak lucu banget kan kalau harus ngejar dan manggilin mas mas waiters terus-terusan untuk menyanyakan pesanan kita. Yang lain juga saya lihat santai-santai aja tunggu pesanannya datang, bahkan ada beberapa pengunjung yang saya lihat membawa makanan dari luar ( mungkin  tahu kalau pesan disini lama datangnya?) dan datang kesini hanya untuk kopinya.

Xx
Traveloro

Friday, March 1, 2019

Misa Jumat Pertama di SMTB, Surabaya


Tinggal di Surabaya itu, serasa BERLIBUR SETIAP HARI. Bukannya apa-apa, karena terbiasa tinggal di Jakarta dan berkompromi dengan macetnya selama puluhan tahun. di Surabaya ini, tempat yang jauh sekalipun, gak butuh waktu lama untuk dicapai. Jadi sekalipun tetap melakukan aktivitas harian, tapi tetep rasa liburan karena gak pernah menghadapi kemacetan yang bikin senewen.
Karena serasa liburan ini, saya sampai lupa hari, karena sehari rasanya panjang banget, di perjalanan mungkin cuma 10 menit paling macet 15 menit, 20 menit kalau jaraknya rodok jauh atau pas kebetulan pulang di jam bubarannya orang kantoran. Jadi setelahnya pas dirumah ya kayak bingung mau ngapain lagi,, hahha… sungguh butuh penyesuaian sepertinya… kaget dengan kelenggangan yang ditawarkan Surabaya.
Tapi, memang, ikut misa Jumper di Gereja Surabaya udah saya rencanakan dari jauh hari, semakin saya yakin ingin petgi saat Senin yang lalu, kami, saya, dapat berita mengembirakan bertubi-tubi dalam satu hari, saya merasa sangat beruntung dan terberkati. Karna selain lulus tes saya juga ditelpon untuk datang panggilan kerja di Sidoarjo.
Satu hal yang lucu dari Sidoarjo adalah, jaraknya sekitar 30km dari rumah. Waaaksss.. dan interview dimulai jam 9 pagi. Saya berpikir 30km itu jauh yaa.. coba deh Tanya sama orang orang yang lama tinggal di Surabaya, jarak 5KM pun mereka bilang jauh,, gak tahu kalau di Jakarta jarak 3KM aja bisa makan waktu ber jam-jam karena macet. Jadi kalo orang Jakarta janjian gak bakalan bilang jarak, palingan “1 jam lah sampe lokasi” dan kalau orang Surabaya pasti bakalan bilang “dimana tempatnya,, ah jauh itu 5KM” hahahaa… berangkat ke Darjo jam 6.45 dan jam 7.45 udah sampai lokasi, itu udah + macet nunggu kereta lewat, macet ada penyempitan Jalan, dan sempet kesasar juga pa Gojeknya. Hebat yaa.. 
 Pas banget tanggal 1 Maret, awal bulan, di Hari Jumat, kita pergi ke Gereja SMTB. Gereja Santa Maria Tak Bernoda –Paroki Ngagel. Mulai misa jam 6, dan sama seperti Gereja Theresia Menteng, sebelum misa dimulai diawali dengan sama-sama membaca doa Malaikat Tuhan. Baru setelahnya Misa berlangsung. Kami tiba 30 menit sebelum misa, dan masih dapat kursi yang cukup dekat dengan Altar. Jika JUMPER di Jakarta 90% diisi oleh orangtua, maka HEBAT nya JUMPER di SMTB ini hampir mirip misa tiap Minggu, banyak yang datang sekeluarga, banyak juga anak mudanya.
wadah kolekte
 Keunikan yang mata saya tangkap adalah wadah kolekte ( persembahan) yang gak umum. Alih-alih menggunakan kantong beludru bergagang, Gereja ini memilih menggunakan baki plastik yang diletakan di ujung meja tiap baris kursi. Apa yang terjadi dengan kata-kata "JIka engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu" (Mat 6:3)  karena dengan wadah seperti ini, berapapun yang kita beri, akan terlihat bukan hanya oleh tangan kiri kita tapi oleh semua orang yang duduk disamping kiri-kanan depan belakang. Hehe jiper aja kalo cuma kasih sedikit. Tapi bagus juga jika menganut jangan ada rahasia diantara kita
Keunikan lain ada di kipas angin yang super jadul, dan membuat saya super loveeeee… beneran jadul ya, karena baling balingnya hanya 2, pokoknya kalau yang unik dan jadul gitu, rasanya pengin bawa pulang aja.. dikursi juga disediakan Puji Syukur dan sangat memudahkan kami yang memang benar-benar baru di Gereja ini, gak perlu cari-cari letaknya, karena langsung disediakan di kursi masing masing. 
Misa nya terbilang cepat, sekali lagi, mirip misa di Gereja Theresia Menteng, kurang lebih satu jam. Selesai Misa, Sa langsung lari ke patung Bunda Maria & Tuhan Yesus untuk menyalakan lilin dan juga berdoa. Sekalipun selama misa Sa gak bisa diem, banyak ngoceh, tapi dia sama sekali ngga tiba-tiba minta keluar untuk ke toilet. Sampai di rumah, saya lalu googling tentang gereja ini dan saya kaget bahwa SMTB ini menjadi salah satu lokasi Tragedi Teror Bom yang belum lama ini terjadi di Surabaya. 



xx,

Traveloro