Sunday, October 18, 2020

ONE CALL AWAY: AIRTERJUN/ COBAN

Punya gak satu orang ‘one call away’ yang secara harafiah akan hadir atau ada saat kita butuhkan. Well, my –one call away—kali ini membuat ku bisa mengunjungi air terjun di Pacet – Jawa Timur dan di Malang - Jawa Timur.

-          Air terjun Coban Canggu (Padusan - Pacet)

Ini adalah air terjun yang pertama kali traveloro kunjungi di Jawa Timur, dan kesininya juga engga sengaja.. huehehehhe.. kesini karena, disetirin my one call away, seorang teman yang baik dan ngerti saya banget, walaupun dia sendiri juga sibuk, dan bolak balik terima telpon disepanjang jalan. 9 oktober 2020 dipagi hari, saya berangkat ke Kampus, setelah sebelumnya mengantar Sa ke Nanny nya… merapikan beberapa pages tulisan dalam proposal Tesis ku, Perjalanan kali ini memang bukan yang di rencana-in banget, semuanya serba dadakan dan to be clear berangkat pagi dari Nginden (Surabaya) ke Air terjun (Pacet) dan kembali ke Kampus lagi Cuma butuh waktu 5 jam. Itu juga sudah bengong half meditation di air terjun nya kurleb 45menit, cepet ya…. Hebat sih karena kawan ini terbiasa nyetir Sby – Pacet, sudah hapal lalu lintas nya, juga medan jalan yang harus dilalui, atau sebaliknya, dihindari.

Coban Canggu sendiri, menurutku hampir seperti air terjun yang tidak terjamah, too bad… padahal betul betul indah disini… air yang dingin, khas pegunungan, trek jalan yang masih manusiawi dan sedikit menegangkan serta air terjun tinggi nan indah diakhir trek itu seperti sebuah kesulitan yang diakhiri keindahan. Cerah lagi deh otak kalau gini ceritanya. To be honest, aku pengin banget kesini lagi tapi perlu cari tebengan karena trek jalan pakai mobil ataupun motor sangat bikin jantung sehat, buat yang jantungnya kuat aja lah.. aku mah pasti motoran kesini juga bakalan melorot sih motornya ditengah tengah tanjakan, ,heheheh no kidding..

selain indah, airnya pun MENYEGARKAN

Setelah parkir mobil, dan membayar (karena ditodong mas mas parkir –local people) kami langsung jalan sendiri sendiri (karena kita berdua lagi mumet masalah kuliah dan kerjaan masing masing) menuju air terjun, ada beberapa signboard untuk memudahkan perjalanan (supaya gak kesasar dan arah jalannya jelas). Diawal ada batu undakan mirip tangga (ya emang tangga sih..) karena trek pertama sedikit menurun, dan bebelok kemudian sedikit menanjak dan diakhiri dengan langkah besar diantara batu besar yang dialiri air bening nan segar, ingin rasanya lepas sepatu,. Tapi takut batunya cukup licin, kemungkinan terpeleset pun tinggi.. akhirnya bersepatulah sampai diakhir trek dan percikan air terjun setinggi itu memberi kesegaran di sekitarku. Tidak bicara, aku hanya terdiam, duduk, semi meditasi dihadapan air terjun ini, ah indah sekali.

segelintir manusia yang hadir membersamai alam

Aku yakin, perjalanan dadakan ini merupakan rencana semesta. Disana pun ada beberapa manusia yang juga sedang menyatukan hati dengan alam, bedanya, mereka besama pasangan masing masing, ada yang saling berfoto, makan siang, ada juga yang mandi half naked *tutup mata, tenang, di Indonesia, laki-laki topless di airterjun adalah pemandangan yang biasa saja, dan nggak tabu ya... ) kalau aku… aku hanya membawa otakku yang penuh dan pelan-pelan melepas penuh ini bersama hembusan nafas dan mampu menghirup kesegaran yang kemudian melegakan kepalaku. Bimbingan tesis, im ready!  


-          Air terjun coban Talun ( Kaki Gn Arjuno - Batu)

Tidak berselang beberapa hari kemudian, 12 Oktober 2020 tepatnya, sahabat bucuk ku datang berkunjung ke Surabaya dan menyodorkan itinerary 3 hari full jalan jalan Pasuruan – Malang – Surabaya, yang mau gak mau saya IYA kan karena dia sedang patah hati, dan bukan patah hati biasa, karena dia gagal menikah (untuk ke dua kalinya)! mirisnya, untuk Sa, this is her first time lihat air terjun, dan dia sangat bahagia.. jadi ku pikir it’s a WIN WIN, pertama karena Sa suka, dan kedua karena air terjun Coban Talun ini ada di list itinerary beliau.  kalau ke Coban Canggu tadi adalah one call away-nya aku, maka sebaliknya, aku adalah one call away-nya si sahabat bucuk ini. sebut saja Gadiz.

le toilet, that surprisingly work

Bertolak dari Surabaya pagi hari,, dan bahkan sempat mampir di rest area untuk mampir ke Starbucks agar perjalanan pagi ini bersemangat dan tanpa ngantuk. Perlu digaris bawahi bahwa jalan tol Surabaya – Malang (jalan tol baru) cenderung sepi dipagi hari terlebih kami berangkat di hari Senin, dimana biasanya, kendaraan dari arah Malang yang memadati ruas jalan tol arah ke Surabaya.

Mungkin karena covid-19, setibanya kami disana (setelah nyasar kira-kira 12 KM---fyuuuuuuuh) tempatnya sepi sekali. Hanya ada 2 mobil lain yang sedang terparkir. Tempat wisata dan para penjual makanan pun terlihat tidak beraktivitas. Oh ya.. saya pribadi, lebih suka ke pantai daripada perbukitan atau pegunungan gini sih.. karena dinginnya itu… bikin mager (malas gerak).

IG stories Sahabat bucuk

Untuk saya yang belum lama ini pergi ke Coban Canggu dengan trek yang ‘mudah aja’ saya yakin betul Coban Talun pun demikian, tapi siapa sangka trek nya  lebih –SANGAT –AMAT –MENANTANG – SEKALI, trek yang benar benar membuat saya kehabisan nafas. Padahal pas awal jalan, dengan sombongnya saya bertanya, kenapa ya sampai ada pak ojek disini, (kebetulan bolak balik sliweran menawarkan jasa sampai ke Coban-nya), padahal trek nya OK lho (masih sombong), walaupun mulai selembar selembar nafasnya… sempat juga numpang buang air di toilet darurat (biasanya cuaca dingin emang mempengaruhi sistem ekskresi kita) yang dilihat lihat, aesthetic sekali. Sa juga kebetulan mau jalan didepanku, mendahuluiku, dan tidak mau digendong (*emang anak pengertian). Setelah berdoa berdoa sepanjang jalan dan wondering dalam hati ‘kapan ye sampainya… kok gak sampai sampai… ‘ hari ini jujur step di fitbitku hitting 10k lebih. Karena trek jalannya itu beneran menantang dan melelahkan kalau dihitung mungkin mencapai 1,5mile pulang pergi. Sepanjang trek yang naik turun itu, kami ketemu binatang unik khas pegunungan dan beberapa monkey (monkey beneran) yang sliweran aja seolah mendampingi kita dan memaksa kita selalu berjaga-jaga sepanjang perjalanan.

Setelah kaki lelah dan mulai malas melangkah, terdengarlah suara air memecah telinga ku.. tanda bahwa air terjun sudah didepan mata, muncul lagi semangat itu..dan.. jika kemarin saat ke Coban Canggu otakku sedang penuh, kali ini ke Coban Talun, hatiku sedang tidak baik-baik saja, sebabnya.. kemarin sore Hp ku pecah, hp merah yang sudah menemani ku selama 2tahun, dan pecahnya pun, pas selesai bimbingan pengajuan judul untuk kemudian seminar proposal Tesis, dan lanjut malamnya bertukar pesan dengan professor pembimbing mengenai kelengkapan sem-pro. Dan semua itu ku lakukan via whatapps web di laptop (*cry).

Mata kemudian tertuju pada warung dekat air terjun, tidak aesthetic tapi aku lapar, setelah puas memandangi air terjun nan indah, ku dan Sa melangkah ke warung untuk makan indomie telur dan ngopi gooday freeze sambil menunggu sahabat bucuk selesai ngonten (biasalah anak jaksel ketemu airterjun, sampai mau bikin hashtag #WorkFromWaterFall). Selesai makan, kami kembali melanjutkan perjalanan, trek yang sama…… untuk kembali ke parkiran dan, apa yang terjadi baru ¼ perjalanan dan aku give up.. makan indomie kuah dan minum kopi lalu naik trek tanjakan terjal adalah kombinasi yang sangat failed. Akhirnya, ku dan Sa duduk di bale-bale kayu (yang most likely tempat biasa pak ojek mengangkut penumpang) dan menyetop begitu pak ojek tiba, aku dan Sa kemudian naik ojek. Alam memang selalu punya cara untuk membuat manusia tetap rendah hati. Dan sesalku kemudian, naik ojeknya ternyata cepat sekali sampainya, dan ternyata ku dan Sa sudah berjalan 3/4 itupun aku tidak menyesal sekalipun ongkos ojeknya tidak di korting (padahal udah ditawar and minta harga mahasiswa J)

Diantar kedua air terjun itu, kedua duanya mempunyai makna tersendiri buat kami. Dan kami menunggu kesempatan untuk bisa mengunjungi Air Terjun lain di Jawa Timur, karena banyak sekali air terjun di Jawa Timur, dan 2 air terjun ini hanyalah permulaan buat kami berdua.

 

Cheers

Traveloro

Sunday, August 9, 2020

stop by: Bengawan Solo - POM Bensin Wiyung ( Surabaya)

Hari ini akan menjadi hari yang panjang. Setelah semalam, mata bisa terpejam lewat pukul 1 dini hari ( atau mungkin lebih). Mataku hanya bisa terpejam selama beberapa saat, dan kemudian 'body alarm'-ku membangunkan ku untuk langsung beranjak dari kasur dan mulai beraktivitas! 



Sejak totally jadi stay at home mum (again!) [ walaupun masih suka keliaran juga sesekali buat ketemu orang terkait kerjaan ataupun antar kaka les. dan tentunya ke pasar dan supermarket buat groceries-an] bangun pagi adalah sebuah keniscayaan. Tapi belakangan setelah Sa aku masukin sekolah TK, dan awalnya kayak gak ikhlas gitu masuk sekolah jam 1/2 8 pagi dan via online, ---entah dari mana datangnya si motivasi itu..--- pokoknya tiap hari, gak perduli semalam apapun aku tidur (atau bahkan cuma 30 menit merem) aku bakalan bangun sebelum subuh!


DAN hari ini tuh, setelah masak simple buat bekal diperjalanan, kami lalu berangkat ke kampus(ku). Perjalanan yang cukup jauh kali ini, membuatku harus berhenti sejenak, buat meluruskan kaki dan mengisi bensin kendaraan. Tibalah kami di SPBU Wiyung yang gak besar-besar amat, tapi lengkap, ada ATM Gallery, ada Donat 24 jam dan ada BENGAWAN SOLO KOPI yang juga 24 jam. Sebelumnya, aku udah lihat warung kopi ini, disini, dari tahun lalu.. Tapi ya buat apa mampir ( pikirku dulu) toh perginya selalu bareng oranglain dan selalu dengan kegiatan lain yang gak membuat ku gak bisa bebas mampir-mampir.. Jadinya.. pas kebetulan lewat sini, dan perginya pun berdua Sa. ku putuskan untuk mampir beli kopi to go.



Tempatnya cukup luas ya.. aku jadi inget bengawan solo coffee di pombensin Penjernihan (yang juga 24jam) bedanya, disini, smoking room & non smoking tidak dipisah. digabung dalam 1 ruangan hanya berbeda area saja (dan tidak ada sekat sama sekali-- hanya pilar pilar kayu kecil yang menurut mata awamku, cuma sebagai bagian dari dekorasi interior-nya ajah). Dan yah tanpa pikir panjang (walaupun udah tahunan gak ngopi disini) aku pesen cookies & cream, demi masa lalu bersama sahabat yang menggenalkan ku dengan coffee shop ini. 


 Aku pesan segelas iced cookies n cream fav kalau di bengawan solo (selain cappucinno nya tentu saja!) ukuran sedang, yang dibanderol dengan harga 39k (kalau gak salah inget), gak lama itu kita melanjutkan perjalan (karena tujuan masih jauh.. hehehe) terus fyi, di pom bensin ini juga ada Dunkin Donut, padahal gak yang seberapa besar juga pom bensin-nya, tapi mungkin karena 24 hour jadi selalu rame.. gak sabar buat balik lagi kesini secepatnya.. tentu saja kalau COVID-19 sudah hilang dari muka bumi.. 



x0x0,

monk

Friday, July 31, 2020

ke Malang lagi...

PEEK - A - booo


 Sejak COVID-19 merebak di Indonesia, khususnya di Surabaya, banyak rencana kami yang persiapkan gak bisa kelakon sama sekali bahkan batal (***nangis di pojokan) lha terus nya, segala aktivitas kami yang cukup boring (na-ni-nu.. disini disitu....) bener - bener bikin saya meniatkan hati dan menyiapkan waktu buat ber-libur-- sebentar saja ke MALANG!!! Kenapa Malang?? karena sangat dekat dengan Surabaya, kemudian (gak butuh rapid test karna via darat) kebetulan beberapa bulan belakang saya terlibat satu penelitian dengan teman & 2 dosen di sekolah, dan kebetulan lagi judul tesis saya 2x ganti (makin mumet kan,, jadi otak ini ngajakinnya liburan melulu...)

gunung Arjuno-Penanggungan-Welirang

Kita prepare sih gak seberapa banyak.. tapi udah lebih siap daripada trip ke Malang tahun lalu (gak bakal salah bawa jaket, gak bakal lupa bawa toiletries, extra selimut buat Sa.. cemilan buat diperjalanan, dan kaus kaki extra + masker berlebih buat cadangan aja) we stayed at the very same hotel (eh hostel sih) dan dapet discount COVID yang lumayan.. dan karena sudah tahu service nya Helios Hotel/Kampung Tourist Hostel, ku jadi yakin untuk stay a night disini.


Alun-Alun Malang

Yang kusukai dari Malang, adalah, daerah yang tata kota-nya baik, hampir mirip Surabaya soal kebersihannya, dan arus kendaraan yang cukup ramai (hanya ramai, tidak padat), dan makanan yang menggugah selera siapapun, harga juga relatif murah menurutku, yah pas lah dikantong kami.. gak se-mahal di Ubud-Bali (link ke Ubud) yang tax nya aja 21% sendiri (***nangis dipojokan lagi) 


view from the rooftop. 

Sampai di Helios,, kami dapat exact same Gazebo (gazzebo nomor 2) dan percaya ngga sih... sak hostel itu, cuma kami pengunjungnya (iya sesepi itu.. sedih jadinya) biasa yang dormitory room itu pasti penuh keisi sama expat yang mau naik ke Bromo, but pas kami kesana, sama sekali kosong melompong.. tapi salutnya sama penjaga hostel, mereka masih jaga, stand by di meja reception selama waktu jaganya, gak malas-malasan atau menghilang saat dibutuhkan ( kayak siapa tuh yaa.. hehehe) 

Take note aja nih, pas kedua kalinya kami ke Malang, hal-hal yang agak menyebalkan: 

1. jalanan one way jauh.. jauh banget.. sampai muterin-nya sendiri butuh waktu cukup lama. Ini adalah PR yang sama di kota padat : Kota Bandung, Kota Malang, dan beberapa daerah di Bali. ( as i know, daerah lain mungkin juga ada penerapan one way, tapi kami belum pernah kesana jadi tidak seberapa paham)

2. restorannya/warung enak-nya jarang, sampai beberapa kali makan di warung yang sama, karena susah cari makan (atau aku yang ga tau..) coba pakai googlemaps, gak ketemu warung yang dicari, malah nyasar, apakah googlemaps nya yang ngga update atau gimana ya?? dan akhirnya ke resto seafood gitu, ngantri makanannya luamaa juga (memang kondisi saat itu lagi rame, lagi pandemi juga mungkin menjadi sebab banyak warung yang ngga buka, jadi warung yang buka diserbu abis-abisan sama pelancong) sampe kami kelaparan.

KOI POND


3. coffee shop inceran persis diseberang warung, tutupnya cepet amat.. bikin (lagi-lagi gak bisa mampir deh) tapi di Hotel, ada kolam Koi nan megah dan bersih yang bisa dijadikan tempat asyik untuk menyesap kopi hitam pahit yang disediakan hotel saat breakfast. Selain itu, kolam Koi pun bisa dinikmati dari lantai atas, dari balkon kamar hotel, buat kami yang stay di hostel ya harus turun ke lantai dasar, karena pemiliknya dengan baik hati mengijinkan monkey untuk memberi makan ikan koi pas sarapan. seru sekali!!!

4. MCd Sarinah nya kurang OK pelayanannya. cuma pesan take away apple pie 1 biji, 20 menit belum kelar.. bikin saya telat balik ke Surabaya... 


dan good things nya:

1. kami bisa strolling di Taman yang indah. banyak burung semi-liar (burung liar yang dipelihara dan dibuatkan rumah, rumahnya tersebar di sekitar taman) not sure itu burung tekukur atau merpati atau keduanya.tapi sungguhan, itu tamannya jadi indah sekali, mirip di eropa gitu... bawa jagung kering aja udah jadi primadona, buat para burung antre mendekat.. hehehe

2. ada toko kopi (kopi bubuk dan biji kopi) di pasar dekat hotel, suka banget.. jualannya kopi asli, bukan kopi sobek. 

3. Pemandangan sepanjang jalan (baik jalan pulang ataupun perginya...) selalu indah disuguhi pemandangan gunung (Arjuno, Welirang, Penanggungan) bila cuaca serah.. kelihatan juga gunung Semeru. 


xx
monk&monkey


Friday, May 8, 2020

khayalku (jadi nyata part 1)

gak tahu sejak kapan, saya hobi membuat virtual list ( kalau inget ya aku tulis.. tapi sekalipun gak aku tulisPUN aku hapal apa aja wish ku.. mimpiku 'kalau aku punya anak nanti.. aku mau this that.. blablabla.. sejenisnya ) dan satu BIG WISHku adalah memasukan anakku ke kelas ballet. mimpi yang sudah ada bahkan saat aku masih duduk di bangku SMP. Setelah bermukim di Surabaya, aku langsung ngincer salah satu dance class ( ballet was the one of their best selling-- karena emang udah goes international, dan banyak cabang..) iya MAR**PI. tapi karena kemarenan masih bingung siapa yang bakalan nungguin dia, jadinya mimpi itu aku postpone. 

Kla Satriani & Prajna sedang berduet.. 

Kesininya, karena dia juga udah gak sekolah. timbul niat untuk masukin dia les. yang terpikir (Selain les ballet) adalah les musik dan vocal. karena anakku ini tipe anak yang enerjic, expressive dan suka gerak... jadi ya pas lah untuk menyalurkan waktu luang dia ke musik / vocal atau ballet.. terlebih pas kemarin balik ke Jakarta, dan lihat aku main gitar, dia juga ambil ukulele dan duduk dihadapanku sambil memainkan ukulele itu layaknya udah jago,, bangku nya dia sendiri yang gotong supaya bisa duduk berhadapan..


future maestro

Dan kebetulan, di rumah Kakak juga ada drum, dan ya anak itu dengan polosnya memukul-mukul drum itu pakai stick yang ada.. gak ada minder atau ragu.. pukul kabeh... dengan PD nya.. dan seperti biasa, dia memang selalu membuatku wonder dengan tingkah lakunya.. 

Pas bulan lalu, aku beli gitar akustik, sempat kepikiran buat beliin dia ukulele juga.. terus mikir-mikir.. kenapa gak daftarin dia aja kursus musik. dan yang ku pilih les piano. mulai deh cari cari tempat les musik yang provide les piano. Setelah googling tanya kanan kiri dan dapat bisikan bisikan.. akhirnya aku putuskan untuk ke tempat les itu, untuk daftar ( sebelumnya tentu aku sudah tanya tanya via text tentang waktu les, biaya dan sebagainnya). Dan letaknya dari rumah yang cukup dekat membuatku tenang. Kalau ku mulai kerja lagi, ada mbaknya yang bisa antar dia Les ( tapi sih semoga aku bisa selalu antar dia les nantinya... karena aku juga penasaran sama progress nya.. ) 


Sayangnya, karena PSBB, kelas sementara ditiadakan.. owner  kemudian menginformasikan bahwa kelas akan dimulai Juni 2020 yang akan datang.. hari ini dia kasih baby trial main.. melihat expresi wajah gembira dan sumringahnya saat jari jari mungilnya menekan tuts piano.. rasanya duniaku yang sedang berantakan jadi gak berarti.. oh ya.. baby jadi murid termuda di tempat les itu, karena teman teman lainnya usia diatas 5th. 


sampai dirumah, kami mengobrol pengalaman main piano nya tadi.. baby bilang  mau les piano (psst... dia bahkan minta langsung dibelikan piano) sejenak aku bersyukur.. kali ini aku benar-benar menanyakan pendapatnya, tidak egois menentukan pilihanku sendiri.. terima kasih anakku.. 



(update tentang les piano baby akan aku posting setelah kursusnya mulai berjalan ya.. nantikan!)

xx
traveloro

Sunday, April 26, 2020

Ambil hikmahnya…



Hello 2020! Telat banget gak sih kalau saya baru posting bulan 4. Mohon maaf, sementara waktu menepi bukan karena sibuk, tapi lebih memberikan porsi waktu yang lebih buat bertumbuh dalam segala hal, utamanya lebih banyak waktu buat si anak (yang lagi gak mau sekolah.. since Feb), bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, dan juga berkembang menjadi anak sekolah-an yang agak smart (dikit) [ dengan jalan; get away from social media.. I was deleted my instagram Nov-2019, also facebook at the same moment. Dan twitter long before IG & FB. ]
Here, I wrote down our highlighted moment by month

December
First week been busy for our (me and my Uni Friends) first International conference at Solo, and lately I found my journal was quite good so they published it ( I got my 1st ISSN number for the research),and the other week I’ve been busy write down my wish for my new age.. one of it was… (and still is ) get the scholarship for doctoral program ( cross my finger..) and im lucky that we both can go to Jakarta for celebrating Christmas eve.

January
I maybe didn’t write all goals. But I pray for it and God answer it (not in an instant but still.. HE ABLE to make it happen) And anyway,, I got quite GOOD GPA, thanks to Sa’s Nanny because she can take care of her while im busy making all my paper finished!! I love you mbak anggie.. on 21st Jan..we go Kertosono by train, because one of  my uncle passed away.. Sa’s so thrill to meet her Grandparent (my father’s side) for the first time…

February
Long list.. been busy lately about work and also school. driving on the highway to Kertosono & Kediri [I reach 120km/hour] ..(new achievement unlocked)  and also we moved to bigger space. One thing I learn in Feb, gossip and bad mouth from someone is poisonous, but hey im STILL alive.. you can say bad words about me but hey.. see if I care..

March
Everyday is a new challenges for me as a mom. Sa’s been so moody lately. I often come late to the office.. she cry and beg me not to work, she ask me to be “Mak” that sell household stuff nearby.. yeah let just see where God want me to be. Everynight I have to tell her again ‘all the hard work I’ve been its for her.. and just her” ah.. I love you, Nak!

April
COVID-19 is the worst nightmare for everyone. And it make Surabaya do the PSBB ( local LOCKDOWN) and at the end of the month I stop working. Turn out being with Sa all the time was God’s answer and im happy to see her as much as before…also i want to do YOGA more often, now that i have plenty of free time..

now i see how magic is OUR GOD, in my Officially tirty (plus ONE) I can see things differently.. not only with my ego, but also with my brain and my wisdom..

Cheers to the rest month in 2020! I love you twenty-twenty!!!

xoxo,
--Monk

Thursday, December 5, 2019

a day (actually couple day @ Surakarta) --Solo



after all the hectic & racing heart beat

this is appreciation post  to my self. long story short.. me and some of my class friends at Uni had a chance to go to Surakarta - Solo, as a participant and also a presenter to our 1st international seminar (psychology). the seminar taking place at Solo, Surakarta, about hours to go by BUS, faster if we go by train, and just a half hour from Surabaya if you choose the Plane. 



this day finally came, we are ( me and my friends) so thrill and nervous at the same time to be presenting our article, our research in front of fellow post grad student and some of them are came from the best & reputable Uni around Indonesia, some of them are professor from some countries. 

lovely Grey Backpack

Because i have work, so i choose to go Solo by night bus, after long ride, the bus stop at the rest area or somehow someplace to stretched our leg (literally)  and i didn't take my Monkey with me just because i thought i really need to focus on my presentation, this is my first international presentation ( i need to speak and answer the question in English/ up until today, cant believe that i can do it, i can speak English fluently and confidently. Never cross my mind that the article of copywriter will be the my way to got my first ISSN Proceeding journal. 

Becak (traditional transportation @ Solo)

that night bus drop us to the terminal near Solo Balapan Station and we manage to have online taxi that brought US to UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Seminar day 1, the information from the committee was mix up so we just about to wash our face, some of us were busy manage to bath at Uni's bathroom/rest room, prepare to present our article, not long after the committee says that the presetation for Psychology will be start tomorrow morning. such a HUGE relieve. i still feel this feeling until today. hehe :) 



After the pre-registration for tomorrow presentation, we hurry back to check in to our HOTEL. Solo/Surakarta is a small city, so for us to go from one place to another is easy, near and less traffic. im happy that i got a room for my self. IDK, maybe my uni friends think that im the eldest one (sad but true) so they just give me this huge room for me, while they're share a room for 2. we were booked 5 room in total, 3 for the girls and 2 for the boys. 1 room contain 2 single bed, standard 3 star hotel. we've been staying there for 2 days. 



Choosing Riyadi Palace Hotel is our best decision because the room rate is cheap *yeah.. even with this cheap price i got disappointed over their food that taste so sweetttttt (to my Suroboyoan tongue) i think i will got diabetic if i stayed there for a week *heheh JK.. not that sweet, tho.. but i might say that this kind of food, was not my favorite part of being stayed in Solo < the fact that i didnt bring Monkey with me.. also 1st reason that i DIDNT feel comfortable> but it is just me, who feel that, cause all my friends were good with the food and all, so its all just OK . 

full of rain here, December @ Solo


after the check in, we rest for a while.. we change.. we shower and get dress to finally strolling around Surakarta. first stop was some traditional Mall, that sell BATIK. everything literally batik. you name it, they have it,, all batik stuff and all the batik pattern that you think about, will be there, definitely. we bought SOLO BATIK LINEN for our lecture & the dean. after that we change the destination to some modern MALL, to grab some lunch or early dinner, or both. because at night we all plan to sinau (study--role play presentation) in our room. so if we hungry we better have powerful lunch/ early dinner or just lunch and take away for the dinner later. 



going back to the hotel from the MALL, is indeed easy route. i think i can found the right track if i brought my own bike here. easy route, smooth traffic and rainy, what a compliment.. oh for the powerful lunch i had spicy but overly sweet Pecel Ndeso. but because i didnt know what to eat, and Pecel was the only Vegetarian food i found, so i eat that sweet-spicy pecel. no offense but, i prefer to eat Pecel madiun or nganjuk. that because, i was not a fan of this 'SWEET ALL OVER DISH' -part. 

nice view from the room *where my presentation taking place*

going back to my room, monkey call me, actually her Nanny that been calling me, giving me the update of her. i talk to her for half an hour, precisely she ask me to came back, how pretty her nanny tie her hair, asking my day and did i study well or not, did i actually goes for study or for fun.. shes funny.. as always . i tell her that tomorrow i will be back home, soon after i finished my presentation here at Surakarta, and i promised her i will take the first train to Surabaya. i didnt bought the ticket yet, but im sure i will get the ticker rightaway. after the call, i feel sad, i miss her. so so much that i cant help but looking the picture of her, missing her a lot and i just spent the other hour to watch her video on my phone. i wanted to be with her but i cant. i cant right now because i have this seminar. i cant take her here for the same reason. i need to focus on my seminar, my presentation. 


the D day finally here. i remember i study until 3 AM in the morning and fall asleep later. 5am i wake up by the knock on the door, its my friend asking things, and so i got shower, dry my hair, and go downstairs to have my breakfast. again i hate this sweet friend noodle, fried rice and they even serve sweet pickle, like, can u imagine.. LOL. anyway.. the taxi driver take us to the Uni where the presentation taking place. we got the schedule right away. and so we prepare our presentation and my heart start to racing, my blood drop to the floor i guess. i lost my balance when the committee calling my friends name. the whole class consist of 7-9 presenter, 3 of them was me and my friends from UNTAG Surabaya, other was from the Uni itself & Muhammadiyah Sidoarjo. i might say im, we're lucky that (again im always consider my self as a lucky person inthe universe) after i finish my presentation, we can go out and waiting for our certificate. actually this certificate are the reason we here in the first place, that because oral presentation/ seminar were require to do Thesis (that we can take on 4th semester-- now were on 2nd semester --imagine that) 


be the person you wanted to be. be the one that you will proud of when you looking back. you did good! 

xx,

MONK

Saturday, November 9, 2019

Sat-Dine @ The Cafe ( Java Paragon Hotel) - Surabaya



Pekerjaan saya telah membawa saya ketempat-tempat keren di Surabaya, dan saya pikir cukup adil kalau saya ajak Sa, sesekali. Dan kali ini, kita dinner di The Cafe. Berlokasi di lantai dasar Hotel Java Paragon. 

Sebetulnya, saya gak pengin pengin banget makan disini, lebih pengin bobo cantik, tapi belum lama udah staycation di hotel lain, jadi kesini cukup Dinner aja, pas banget malam Minggu, pas banget hari libur Maulid-an, jadi sekolah saya pun libur, dan sedari bangun pagi sampai tidur malam, kami ber-Quality Time yang benaran berkualitas. 

Surabaya sedikit mendung (tapi gak hujan), jam dinner mulai jam 6PM, jadilah jam 5.30-an selesai Magrib, kami berangkat naik online taxi. Senang ya, lihat anak sendiri bisa behave selama makan,berasa yang saya ajarkan ke dia sedari bayi betulan dia lakukan sekarang. 


Menu buffet di the Cafe terbilang cukup variatif. yang saya suka adalah fresh corner nya.. karena pilihan saladnya, buanyaaak bangettt... ada yang sudah di mix, ada yang kita bisa pilih sendiri sayuran dan dressingnya.. dan pas awal datang aku lihat orang orang udah pada bawa-bawa piring besar berisi seafood (kepiting, cumi-cumi, kerang & ikan) yang dibakar dengan bumbu, kayaknya enak karena laris manis.. pas terakhir cuma lihat ikan yang dibakar ( cumi, kerang dan kepiting sudah habis..) 


Ga berapa lama saya datang, banyak meja yang juga sudah terisi penuh,, rata-rata dinner untuk merayakan ulangtahun keluarganya, karena pada bawa bday cake semua,, dan emang pas dari aku datang, tiap meja sudah ada reserve dan tertulis nama pemesan, seperti mejaku gini.. merasa gimana gitu kalau lihat nama sendiri ada di meja makan..  


Ehm,, aku cuma sempat fotokan corner roti-roti-an (menu pembuka). Harusnya sih ini yang dimakan dulu, tapi aku lebih pilih makan saladku dulu untuk menu pembuka, baru setelahnya makanan lain.. psst.. karena buffet aku ambil yang kira-kira bisa aku makan dan Sa aku ambilkan ayam ungkep yang aku kasih kecap manis sebagai cocolan dia, dia senang dan suka sekali.. plus pudding dan buah.. cake dia makan juga tapi gak seberapa banyak.. 


dan, dari banyak corner, yang hampir semuanya jadi antri-an karena emang enak-enak semua kan yaa.. aku tertarik juga sama corner masakan jepang gitu.. karena ada ramennya, dan juga bisa pilih broth (ini broth asli cuma nori aja sih sama soy sauce ala jepang gitu) rasanya almost plain dan ramen sekali yaa.. terharu banget, ku rindu ramen dan disini aku mendapatkannya Vegetarian pulak.. sebetulnya ada topping slice chicken gitu, tapi aku minta tidak dipakaikan topping because im vegetarian AF!!! Selain ramen, disini juga ada okonomiyaki, takoyaki dan kawan-kawan sejawat.. ada sushi juga lho.. 



Sayang banget aku gak sempat fotokan corner tradisionalnya, karena full antrian, disini pilihan menunya juga beragam, semuanya khas Indonesia, ada rujak cingur, pecel, lalu bubur madura, minuman herbal (Sinom & Beras Kencur), es campur, es macem2 sampai es krim beberapa rasa dan bahkan bisa pilih topping sendiri ( tersedia banyak sauce juga Madu, Nutella, Mapple Syrup, dll) aku minat banget sama es campurnya, karena isiannya rame, gak cuma buah, ada cincau, rumput laut dan masih banyak lainnya.. plus roti dan kolang kaling warna merah.. lalu disebelahnya itu roti biji-bijian yang aku kasih butter dan juga ada pudding roti yang rasanya meleleh di lidah.. enak banget deh.. 



Sebagai penutup,, setelah puas makan dan Sa juga kenyang (penting) kami order online taxi untuk pulang ke rumah.. sebelumnya foto dulu, buat kenang-kenangan.. hahaha.. selesai foto, ada yang ngajak ke Toilet untuk pee.. artinya dia kenyang dan betah!! Thank You The Cafe! you make our sat-night wonderful!! Untuk yang mau Dinner disini, mereka pasang rate Rp. 200.000/ orang ya..  (dan free untuk anak sampai usia 5th)


xx
Traveloro