Tuesday, August 21, 2018

Ngopi di : @kopigawe Binus - Palmerah


Kopi Gawe. Sebelum benar-benar mampir ngopi disini. TRAVELORO udah lebih dulu naksir dan lumayan penasaran sama kopi ini. kebetulan beberapa kali kami lewati warung kopi ini, yang kalau mau mampir segan sekali, karena berlokasi di daerah macet sepanjang hari. 


Dulu banget, kayak dijaman saya mulai kuliah, di sekitaran kampur Binus, Rawa Belong, cuma ada kopi Starbucks yang letaknya di dalam gedung kampus. dan sekarang setelah kopi udah kayak hobi dan life style-nya anak muda, jadilah warung kopi, tempat ngopi banyak bermunculan, dengan berbagai kelas, dan signature masing-masing. dan kalau di Binus sekarang, selurusan kampus BINUS, banyak sekali warung kopi, nah salah satunya, kopi Gawe ini..



Dan, setelah berbulan-bulan cuma lewati dan ngegantungin rasa penasaran kami, akhirnya pas kebetulan kemarin recipe kacamata saya selesai di kerjakan, dan kebetulan Optik Melawai nya dekat dengan lokasi Kopi Gawe, dan Sa juga ditawari ngopi, mau, akhirnya mampir deh kami ke KOPI GAWE. 


Interior nya simple, hanya ada beberapa meja dan bangku untuk duduk, dengan dinding bergambar mural yang sederhana dan sarat makna.. menu kopi disinipun, dinamai cukup unik. misalnya saja "Es Kopi Susu Si Bos", 'Kopi Hitam Bosku' ada juga menu non kopi seperti "Merah Bosku", "Hijau Bosku" dll.


Pilihan kami, tentulah, Es Kopi Susu Si Bos ( scoring saya 7,5/10) . dan pas banget hari itu lagi ada promo Kemerdekaan, jadi cukup membayar 15k, udah dapetin segelas Es Kopi berisi 1 shot espresso + fresh milk + Palm Sugar. rasa kopinya, fresh sekali. Yang saya sukai adalah penggunaan Palm Sugar. yang emang kebetulan banget, sehari-hari selalu kami konsumsi ( kami sudah tidak konsumsi gula putih,, selalu pakai palm sugar/coconut sugar ) karena terbukti lebih sehat dan juga mampu menjauhkan kami dari penyakit Diabetes. eniwey,,, wifinya juga kenceng, pas banget bisa dipakai untuk update ke sosmed juga order gojek untuk pulang ke rumah. 

Setelah sampai di rumah, dan sibuk googling, barulah saya tahu kalau Kopi GAWE ini udah ada beberapa cabang di Jakarta. kalau ditanya ada menu makanannya atau nggak, mungkin kopi gawe ngga menyediakan ( belum menyediakan) menu makanan. 100% hanya minuman dengan persentasi minuman kopi dan non-kopi sama besar kayak firty-fifty sih.. range harga cocok di kantong mahasiswa, dan rasa kopi sekelas kopi di cafe. 


Ambiance nya cocok banget buat sambil ngerjain tugas, atau nyantai bengong atau quality time with your loved one seperti saya dan Sasa. lagu-lagu yang diputar easy listening, gak ada booster seat atau baby chair ( yaiyalaah kan ini buat para mahasiswa), area non-smoking semua (yg smoking bisa di luar sekaligus lahan parkir). kursinya pun memanjang tanpa sandaran tapi masih OK, Karena Sasa udah bisa duduk sendiri. 


( untuk lihat interior kopi Gawe bisa di seach di googling yaa,,)

Tuesday, August 14, 2018

Traveloro Packing: Her Belonging

" Udah packing belum?" ini pertanyaan yang lagi nge-hits banget di rumah.. ahahha... ya well, untuk beberapa tahun terakhir, udah jadi agenda rutin buat kelurga kami untuk melakukan semacam "family gathering" sekalipun ya sekalipun, dalam setahun kayaknya hampir setiap hari deh kita sekeluarga besar, para ipar, sepupu dan keponakan, bertemu. tapi ya tetep aja kayaknya kurang #Lol karena tradisi dari mama gitu sih...  Mungkin karena mama anak rantau, dulunya di Jakarta sendirian, dan dia merasa kesepian karena jauh dari keluarga besarnya di Surabaya - JATIM. Jadi, sebisa mungkin gak ada anaknya yang jauh dari rumah,,, dan emang iya sih, kita gak pernah bisa jauh dari rumah,, tapi, spesial khusus bagi saya, butuh waktu lama sekali untuk memaknai kata ;rumah; dan ;keluarga; hehe... sekarang pun, sekalipun tiap tiap kami pergi dari rumah, punya kehidupan dan keluarga sendiri, tapi tiap kali ada kesempatan pasti deh ngumpul, mau ulangtahun, hari raya, hari libur, hari kejepit, hari makan sambel iwak pe sedunia ( dirayakan sesering mungkin saat weekend) dan hari-hari lainnya, kita pasti ngumpul.. hehehe 


Okay, karena ditanyain mulu, akhirnya siang tadi saya mulai packing, engga resmi banget sih, karena sesungguhnya ini hanya menambahkan beberapa item dari tas 'renang' nya Sa. Jadi, Minggu yang lalu janjian sama temen, untuk renang banget bawa anak-anak, lha kok anaknya sakit, dan Sa malahan demam juga efek tumbuh gigi 4 biji, jadi di tunda lah, tapi si tas masih duduk manis, belum di bongkar.. dan Inilah bawaan dia untuk 3 hari:




WHATS ON; THE PICTURE: ( diurutkan dari kiri - kanan atas lalu kebawah ya..)
  1. CELANA JEANS. 1 Piece. buat dipakai pas pulang. hehehe...
  2. BAJU LENGAN PANJANG 2 Piece. dengan pertimbangan, karena tujuan family gathering kali ini adalah daerah dingin, jadi saya bawakan baju lengan panjang.
  3. TOILETRIES. yang isinya: sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, minyak telon, sisir, parfume, transpulmin,  Ceradan Hydra. khusus Ceradan, saya inisiatif bawa, karena Sa tinggi alergi yaa.. hehehe.. takut tiba-tiba ruam, digaruk dan berdarahan.. mudah mudahan sih engga.... Toiletries ini saya tempatkan di tas plastik ( anti air) jadi handy banget, engga akan ngebasahin barang bawaan lain, kalau kalau isinya tumpah. #sepeletapipenting
  4. HANDUK SPORT (warna kuning). Handuknya dipakai buat berdua sih, sama saya juga. handuk sport ini cepet kering kok kalau keangin-angin. dan besarnya pas, engga menuh-menuhi tas. 
  5. BAJU RENANG ( Warna biru corak gajah). karena di lokasi ada kolam renang, sekalian tes, apakah Sa udah berani nyemplung. 
  6. TAS BIRU. Isinya DALAMAN nya Sa. 5 piece Kaus dalam, dan 10 piece panties. udah lulus toilet training, mak! girang bukan main.
  7. KAOS KAKI. 2 piece. warna pink dan abu-abu. untuk mencegah kedinginan kalau pas tidur malam, ini habis di foto, kaus kakinya masih masuk ke dalam tas biru, ya.. hehe
  8. LEGGING. 3 piece. biar irit tempat, saya akhirnya bawa legging ini, legging favorite Sa. ini ditumpuk trus menggulungnya, dan nanti di selipin ke sisi tas. 
  9. BAJU TIDUR. ( warna ungu) 1 Piece. sengaja saya bawain, biar tidur tetap adem, bahannya katun, tipis seperti bahan kain Bali, tapi kalau cuaca dinginpun, engga bakalan kedinginan, karena seratnya rapat. ( mirip kain tenunan)
  10. BAJU LENGAN PENDEK. 3 piece. engga ada pertimbangan khusus sih,, sebenernya, saya pergi ke Mall terdekat pun, selalu bawa baju ganti lebihan untuk Sa. karena anak ini aktif banget, bisa aja bajunya basah kena air atau ketumpahan sesuatu.
  11. KEMEJA FLANNEL. 1 Piece. biar anget aja sih. hahaha... dan gak makan tempat karena flannel cenderung tipis, tapi ya karena seratnya rapat, jadi lumayan hangat. gitu.
  12. terakhir, SELIMUT. Atau biasa Sa sebut 'Cibong' dulu, sebelum bisa bilang selimut, dia bliangnya cibong,, karena semut pun dulu dia panggil 'cibu' dan selimut jadi 'cibong'. ini yg 2 side blanket, super anget, bisa dua sisi, sama sama lembut. ( sebagai alas foto; berwarna ungu)
  13. ini emang gak kefoto, tapi saya juga bawa beberapa piece gantungan baju kecil. untuk angin-anginin baju kotor yang basah, supaya gak bau pas di tempatin di plastik baju kotor.

Tentu aja selain barang-barang diatas, saya selalu bawa plastik bekas, ukuran besar dan kecil untuk tempat baju kotor.. dan juga saya bawa beberapa peralatan makan & juga bahan makanan Sa, mungkin kalau sempat, saya share juga ya setelah ini, pada postingan selanjutnya. 


Trimakasih,, 


Salam HANGAT buat semua dimanapun berada..... luv luv

Monday, July 30, 2018

whats in: Hers Bag

Jadi setelah beberapa kali 'keluar rumah' yang agak jauhan.. untuk di compare yaa,, bawaan kami yang seharian di Bandung dan Weekend di kereta,, lebih banyak yang pas Ke Bandung.. gilaaa emang... hahaha




Karena pas ke Bandung adalah pengalaman perdana, edisi trial ya.. aku bawa untuk Sa:

  • beberapa piece diapers ( buat jaga jaga aja klo anaknya ketiduran pas perjalanan pulang, kecapean pules tau tau ngompol.. ini kan pas pulang aku juga naik travel duduk paling belakang which is jadi susah klo mau ke toilet sekalipun travel pasti berenti di rest area)
  • bekal. ini aku juga cerita bahwa Sa tinggi alergi, gak bisa makan sembarang,, jadi aku bawa bekal. 2 lunch box tepatnya, untuk Sa dan untuk ku sendiri. dan emang gak praktis sih, sejak saya bertekat menggunakan disposable plastic/paper seminim mungkin. jadi saya bawa 2 lunch box. itu lumayan makan tempat di tas ransel saya. tapi saya pikir, ada baiknya mengajarkan Sa untuk mencintai lingkungan sejak dini, yaitu,, memakai wadah makan & minuman jadi bisa di pakai berulang kali.. dan naikin mood dia juga kan karena pakai lunch box karakter yang dia suka.
  • tumbler.  bawa 2 juga. satu Sa satu saya. penting banget emang memilih ransel yang tepat untuk traveloro, biar ringkes, enak gak pegal dan lain sebagainya.
  • buku gambar dan crayon 1 set. ini jelas untuk Sa. tapi gak terpakai.. jadi merasa, nyesel juga, karena berat-beratin banget,,jadi besok2 kalo pergi di perjalanan cuma sebentar 3 jam ato di bawah itu, dan PP ( ngga nginep) juga itinerary nya FULL aku akan tinggalkan si crayon dan buku gambar di rumah.
  • beberapa baju/sweater. to be honest, jadi waktu tiba di Sambir gak berapa lama Sa gumoh, persis di saat lagi nunggu antre-an kopi di starbucks. ya udah itu ganti flannel dengan baju lengan panjang, baju dan kaos dalam aman. sampai di Bandung masih OK. Pas naik ke Kopi Ireng, dia kmringet padahal kondisi hujan gerimis, jadi baju luaran ta buka, sisa kaos dan kaos dalem. pas sore di jalan mau ke Cekeran Midun, aku gantikan baju dan celana dan juga ta pakein diapers nya. 
  • susu UHT Ultra Mimi. 4 kotak. ini, aku bawa sekiranya Sa pengin susu tapi ribet banget banget kan klo mesti nyari2 mini mart untuk beli, dan belum tentu juga susu merk ini ada. jadinya aku inisiatif bawa dari rumah. dan keminum sih. seneng rasanya. 
  • selain bawa bekal, aku juga bawa cemilan, berupa #tahubaso buat sendiri. ini juga kemakan sih. jadi aku ngga bawa cemilan macem chiki ato lainnya. sama sekali engga. 
  • gendongan. ini juga gak kepake. karena ternyata Sa mau jalan sendiri sepanjang dari stasiun trus juga pas sampai di Bandung bahkan pas di FO Dago, dia MAU JALAN SENDIRI. padahal gendongannya cukup makan tempat. 
  • plastik kresek ukuran besar & kecil. nah pemilihan tas ini emang krusial juga sih. pas banget aku milihnya tas Kliping Seoul yang banyak saku, jadi bisa taro plastik kresek di salah satunya, dan juga gak susah ngubek2 isi tas karena gampang banget ambilnya. ini plastik bekas buat sampah diapers, dan juga baju kotor. pas banget Sasa gumoh kan jadi plastik sangat bermanfaat banget.
Nah,, pas ke Semarang - Jepara, aku bawa untuk Sa:
  • crayon & buku gambar. crayon nya yg washable beli di Miniso. ini aku suka banget, karena bisa hilang nodanya jika dicuci, jadi gampang bersihinnya. gak terlalu kepake sih, pas di perjalanan ( JKT- SMG 7jam + SMG- JPRA 3jam) karena mostly anaknya tidur. tapi pas sampai di rumah budhe Cha, ini kepake,, bahkan di kasih lagi seperangkat crayon dan buku gambar sama budhe.. jadi doble happy. 
  • Diapers ( khusus untuk di perjalanan & saat tidur malam) jadi aku bawa kayak 4pcs gitu. ga mau banyak2 karena buat apa. toh dia juga udah lulus Toilet Training, juga pun, dia bisa bilang kalau mau Potty dan Poo. 
  • baju atasan lengan panjang 3, lengan pendek 2 dan kaos dalam 5pc. kepake banget.. karena doi gampang keringetan. 
  • celana bawahan 4 & celana dalam 4pc. 
  • baju dan celana untuk ibadah Minggu. yang nyaman & sopan, sekalian di pakai sampai naik kereta balik ke Jakarta.
  • Gurih Ya Original. kerasa iklan ya? engga juga sih, karena emang aku bawa ini, buat 'jimat' kalau-kalau si None ini kelaparan dan juga harus nyari warung nasi terdekat tapi lauknya gak sesuai selera dia/ sesuai selera dia tapi bikin dia alergi.. gak KEPAKE karena pas di Jepara sesuai selera dia dan jg lahap makannya ( minta makan teross doi ) dan trusnya LUPA KALAU BAWA GURIH-YA jadinya gak keluar dari tas sampai pulang ke Jakarta.
  • sendok& garpu sendiri. kan kalo bertamu ke rumah orang belum tentu punya sendok bayi. jadi bawa sendiri. tapi gak kepake juga karena saya LUPA NGELUARIN karena LUPA kalau SAYA BAWA CUTLERY sendiri.
  • handuk sports. 1 aja buat berdua. hehe, biar ringkes.
  • jaket tebal. ini berangkat dari pengalaman pas ke Bandung. tiris pisaaaan euy di dalam kereta. jadinya saya bawakan jaket super tebal untuk Sa. biar gak menuh2-in tas banget, aku pakaikan ke dia. 
  • Selimut. Sa kalau tidur pasti carii. jadi aku bawa selimut untuk dia. yang tipis aja. selimut kecil berlabel 'Emirates' oleh-oleh dari kakak.
  • kaos kaki lebih. kalau2 pas tidur kedinginan dan harus lepas sepatu.
  • Telon-parfum. itu aja. malah toiletries nya gak kebawa. mau mampir ke minimart juga lupa. wasalaam maaf ibu banyak lupanya nak.
  • sepatu. klo dulu travel sendiri, suka bawa beberapa untuk ganti2.. sekarang cukup masing masing bawa 1 pasang, yang di pakai di kaki.
  • cemilan aku beli donut di St. Senen dan jg pas di St. Semarang Poncol. untuk Sa. tapi setiap sebelum berangkat aku pastikan dia dalam keadaan kenyang klo gak rewel sepanjang jalan. 
  • susu ULTRA MIMI aku bawa 6. kayaknya kurang sih. tapi pas hari terakhir aku jatahin banget minumnya. 
  • plastik kresek. kecil dan besar. untuk sampah atao diapers bekas dan juga untuk baju kotor. 
  • mainan. aku bawa sapi2 kesukaan dia. sama buku2 kecil seukuran tangan dia. kepake banget. bahkan di tambahi sama budhe Cha pas sampai di rumahnya. 



Sekian sharing nya... sampai berjumpa di sharing berikutnya,, whats in ( bawaan saya)

Saturday, July 28, 2018

Ngopi di : @ goedkoopjkt - Jl. Perjuangan - Kebon Jeruk

Saya tahu Goedkoop itu dari sewaktu mulai ngekost di daerah Slipi,, ada goedkoop di BenHil situ.. dan dulu sih udah pernah juga kesana,, well, karena kali ini berkesempatan ngopi sama Sa, berdua, dan di Goedkoop yang Jl. Perjuangan ( selurusan sama RS. Siloam Kb. Jeruk dan RCTI ) jadi i will share this moment to yAll...



Goodkoep adalah konsep ngopi ala Belanda ( namanya aja Goedkoop; warung kopi Belanda) ini sih menurut saya wujud ke-rendah/hati-an ownernya aja, namainnya 'Warung Kopi' supaya lebih merakyat kali ya,, mereka mencetuskan warung kopi ini karena ambisi menghadirkan coffee culture dengan harga yang terjangkau ( kalo ini saya harus setuju karena harganya masih affordable jika dibandingkan dengan cafe sekelas) 



First Impression saya tentang warung Kopi ( yg di cabang Kebon Jeruk) adalah HOMIE.. emang saya kalo ngopi suka milih tempat yang homie,, harus yang serasa ngopi di teras rumah kek ato di ruang tamu-nya rumah sendiri.. interiornya sederhana dan Belanda banget, ada pajangan keramik porcelin khas Belanda, trus sepatu porceline yang khas sana juga.. nih lihat Sa lagi asyik ngegambar.. hampir bisa dipastikan kemanapun pergi yang butuh stay agak lama di satu tempat, saya pasti bawa peralatan gambarnya buku gambar dan crayon atau spidol. Dengan maksud supaya dia bisa anteng di kursi, dan saya bisa menikmati segelas kopi tanpa interupsi. haha..



Seperti biasa, yang pertama saya pesan adalah kopi americano untuk saya [ Yang jadi antusias setelah nanya sama barista, dan dikasih tahu kalau ini adalah Arabica Blend dari Toraja dan Bali scoring saya 7,8/10 dan kebetulan banget ada roti di daftar menu, yang bisa saya pesan-kan untuk Sa. sayangnya, setelah tanya, roti hanya bisa di bakar, ga bisa di kukus, padahal Sa cenderung suka roti yg di kukus daripada roti bakar. eh tapi kemakan juga sih sama saya,, 




Kunjungan ke-2, weekend yang lalu, saya pesan Affogato atau Kopi Espresso + Ice Cream Vanilla,, dengan pertimbangan karena pas dirumah saya udah ngopi item tanpa gula ( itungannya nge-americano juga kan tuh ) jadi mau mesan yang rodok beda deh, pengin tahu juga rasanya kek mana... eh enaaa.. kayak kopi yg emang saya suka dicampur es krim vanilla yang juga kebetulan kesukaan saya hahaha.. scoring saya untuk affogato-nya cukup 8/10 iyees enaaa... mau lagii.. dan seperti biasa Sa aku pesankan roti bakar topping banana, ini dari pas pertama kali kesini pun, aku pesannya yg topping banana, karena apa? karena Sa suka banana..



Waktu traveloro kesana, sore hari, ada 2 keluarga yang juga lagi disana, bersama anak2 balita,, lebih tua dari Sa,, mereka keliatan nyaman banget duduk di pojok deket kitchen.. sambil foto-foto,, ah tempat ini asik banget sih... terbukti bukan cuma saya dan Sa yang menikmati interior simple tapi elegan dan rasa kopi yang ciamik. kita pilih duduk dekat pintu keluar/masuk, dan di pojoknya ada standing fan yang jadul tapi indah dan instagramable bangett... komplit dengan dinding ubin strip putih-hitam gini.. 



Kekurangannya cuma satu: yaitu, sayangnya Goedkoop tidak menyediakan baby chair, jadi agak ngeri ngedudukin Sa di kursi biasa, cuma takut kebentur meja marmer-nya yang lumayan lah klo kebentur sakitnya pasti banget-bangetan.. tapi untungnya sih dua kali ngopi disini,, ga ada kejadian kebentur siy.. hehe

kelebihannya; pilihan menunya banyak banget, gak cuma kopi ya,, tapi ada aneka teh, main course, Salad&Soup, All day Breakfast, pokoknya banyak,, coba deh lihat sendiri disini. udah gitu bersebelahan banget sama foodhall ( dulu nya Ranch Market nih ) jadi enak kalo habis belanja daging ayam kampung giling atau bahan makanan lain buat Sa, bisa mampir ngopi deh.. dan karenanya, toilet nya pun harus naik, adanya di lantai 2. tapi gak masalah sih..



tips traveloro:
okay. setelah 2 kali ke sini ( goedkoop Kebon Jeruk):
  • kalau datang sore dan teduh ( cuaca ngga hujan) dan gak lagi rame / alias gak ada yang ngerokok,, coba deh duduk di luar ( area smoking) ada payung gede2 -- nan indah banget apalagi ngopi sama kesayangan.
  • jika pesan espresso, coba deh minta air mineral tambahan,, mba/mas barista akan dengan senang hati ngasih... baik banget ku sukaaa...
  • untuk range harga menurut saya lumayan gak bikin kantong jebol. kayak 30k sih untuk minuman dan makanan nya juga harganya terjangkau pisannn...
  • wifi kenceng gak pake di lock, jadi enak tinggal connect aja.. 
  • kalau bawa bayi tanggung, aku pikir bawa aja car seat gitu ato bawa masuk stroller kedalam, biar si bayi tetap nyaman.. klo Sa kebetulan karena udah cukup tinggi, jadi mulut dia masih pas klo di dudukan di kursi biasa, gak tengelem banget dibawah meja.. 

Saturday, June 23, 2018

Ngopi di : @kulacoffee.id - Meruya Utara ( Klinik Bamed )



"And i never thought that i'm so strong
i stuck on you and wait so long
but when love comes it can't be wrong
don't ever give up just try and try to get what you want
cause love will find the way"
[ suara latar belakang suatu senja saat ngopi di Kula sama Sa... ]


Kopi, KOPI dan KOPI Lagi.........


Alasan kenapa saya suka sekali kopi adalah,, em kenapa yaa.. kayaknya sih kalo dijabarin bakalan kepanjangan dan membosankan untuk dibaca ( apalagi kalau yang baca tidak suka kopi, as much i do!). intinya aja ya?? intinya, saya menemukan kebahagiaan jika aliran darah saya sudah di-susupi kafein, secara spesifik, kafein dari kopi.


Dan, jadi candu di transisi antara nge-beer dan skripsi. Masih. Saya masih suka beer dan kangen sama rasanya,, tapi,,Kopi mengalahkan itu. kalau Beer membuat saya enak tidur malam ( dan juga pules) maka kopi membuat saya terjaga dan pules sesuai mood. Ada beberapa kopi yang bahkan sama sekali gak ganggu waktu tidur. kalau biasa saya tidur jam 11 malam, sekalipun ngopi 3 gelas, jam 11 malam tetap aja tidur, gak ada cerita kopi bikin saya gak bisa tidur.. saking udah BFF banget darah saya sama yang namanya KAFEIN.


Lalu ada kedai kopi ini, di dekat rumah, berasa kayak harta karun tersembunyi karena, siapa sangka tempatnya yang besebelahan persis dengan apotik Bamed (Klinik Kecantikan Bamed) pas udah di samperi, ternyata nyaman banget.. sebetulnya saya paling naksir interior warung kopi / coffee shop yang bikin " serasa ngopi di ruang tamu " 



Ini, sofa entah ada semacam serbuk santai nya tau emang nyaman aja, kami jadi betah banget duduk disini sekalipun, kayak pengunjung lain pengin juga duduk sini. bodo amat, kita datang duluan, walaupun kopi udah mau abis,, tetep aja duduk disini. Segitu egoisnya demi untuk duduk sans di sofa kesayangan.




Traveloro pernah, pas datang dan kebetulan sepi, nyobain semua bangkunya. mulai dari kursi kayu, kursi kayu dengan bantalan, kursi kayu tinggi ( bisa berputar) ala bar, dan yah sorry aja yang paling nyaman buat kami adalah sofa itu.



Sebetulnya, minuman disini ada yang coffee dan juga non Coffee dan ada menu bite macem kebab atau beberapa makanan ringan lain yang sayangnya selalu gak ada pas kita kesini. Signature Kopi meraka adalah Es Kopi Keluarga [scoring saya 7.8/10 ] ( yang merupakan kopi + condense milk ) karena memang kata "KULA" sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Keluarga, sweet gak sih.. makanya saya dan Sa betah sekali ngopi disini walaupun cuma ngopi segelas berdua.. Eniwey, saya rekomendasikan Es Kopi Keluarga yang Coconut, jadi dia pakai coconut milk dan rasanya gurih pisan, kopi nya juga fresh sekaliii.. 





Thursday, May 31, 2018

WEEKEND DI KERETA




Kalau boleh jujur, wish list traveloro short gateway sih ke Bromo/Ijen atau Teluk Kiluan lihat Dolphin Parade, eh gak di duga-duga kami malahan ke Semarang-Jepara untuk nengokin sahabat saya yang baru saja melahirkan. Cerita nya pun terbilang unik, bagi saya, dan bagi dia tentu saja. Selain itu, ada 2 teman lagi ( semuanya emak-emak ketje yang udah punya anak satu). Awal aku kenal mereka ini, lewat instagram, gak sangka banget, resolusi akhir tahun yang beberapa tahun lalu ku ucap ( target tuh, dalam setahun punya berapa teman baru.. yang beneran baru yah, bukan yang seperguruan,seperkampusan ]walaupun beda jurusan/fakultas dan angkatan[) jadi kenyataan. Aku punya teman2 dan sahabat baru yang baik dan tulus berteman sama traveloro.




Lagi-lagi, saya akan blak-blakan bilang, bahwa tiket kereta PP ( Jakarta- Semarang Poncol, Semarang Tawang – Jakarta) saya dapatkan di tokopedia. Aku dapat cashback 45k yang bisa aku gunakan untuk isi pulsa HP, cara booking dan bayarpun udah sangat simpel, menurutku, aku sendiri pakai VA ( Virtual Account) BRIVA. Untuk tiket PP, menggunakan kereta Ekonomi, traveloro hanya membayar 280k ( dikurangi 45k cashback). Cukup lumayan, mengingat waktu order yang mepet hari keberangkatan dan juga pertengahan bulan puasa dan pas banget long weekend jadi berbarengan sama orang-orang yg ingin pergi liburan. Kalau pas pergi ke Bandung itu adalah pengalaman pertama saya naik kereta, nah, ke Semarang ini juga perdana saya naik kereta, biasa saya naik pesawat atau jalur darat dengan kendaraan pribadi. Memang kehadiran Sa betul-betul merubah segala aspek hidup saya ( IN A GOOD WAY). dan tiketnya juga, udah canggih, tinggal scan QR code atau masukan booking code, lalu tiket akan terprint secara otomatis.



Traveloro berangkat ke St. Senen naik gojek, kita naik kereta malam, yang nanti tiba subuh di St. Poncol. Nah, karena sudah banyak banget perbaikan dan perubahan di stasiun, saya sendiri jadi amaze banget, super rapih, tertib, boleh check in max 1 jam sebelum keberangkatan, dan diperiksa ID CARD Asli per-orang, persis sama jika kita naik pesawat. saya tiba jam 9pm sementara kereta kami tiba jam 11pm, kondisi stasiun lagi super padat, both orang dan barang ya,, akhirnya saya ngide mau masuk duluan, dengan alasan ‘ke nursery room’ sekalipun Sa udah gak ASI lagi sejak usia 18Mos. Eh diijinin loh,, malah di kawal sama satpam sampai ke depan Nursery Room nya. Saya baru kali ini ke ruang ibu&bayi di stasiun, dan saya bisa bilang ruangannya asik banget, bersih, AC dingin, ada kulkas, ada Galon, lengkap deh.



Nah, karena Sa trus bosen, keluarlah saya, dan nge donut dulu sekalian beli kopi hitam untuk bekal melek saya selama 7jam perjalanan. Eh, pas udah duduk di kereta, saya kaget banget, karena ternyata kereta ekonomi yang saya naiki ini duduknya berhadapan, saya kan agak jangkung gitu ya,, jadi dengkul saya terhimpit dan menghimpit kaki mbak2 depan saya, untung aja, Sa cukup santai ( baca: bobo) selama perjalanan, dan untungnya lagi, bangku di sebelah saya kosong, jadi saya bisa angkat kaki, tekuk kaki saya dengan memangku Sa yang pulas tertidur.




Sabtu setiba di Stasiun Poncol, saya nge tes lagi, ke Nursery Roomnya, ukurannya Cuma 2 x 3 meter kalo gak salah, dan tergabung sama ruang kesehatan, terpisah pintu saja, disitu cukup dingin, ada kulkas, sofa empuk, meja untuk ganti diapers, dan AC lumayan dingin lah.. trus kami nunggu Travel kami menjemput untuk lanjut perjalanan ke Jepara. Kami pakai jasa AlloyTravel. Dengan ongkos 70k sampai Mlonggo ( kalau Semarang – Jepara ongkosnya 50k ). Jarak Semarang ke Jepara itu 3 jam jika jalanan lancar. Dan karena ini masih pagi, saya pilih seat yang persis sebelah supir, cukup lega, Sa bisa duduk sendiri dan ransel saya bisa di letakan bawah kaki.



Tiba di Mlonggo jam 12-an mungkin ya, dan akhirnya ketemu baby Satya, si Ganteng yang buat saya selalu kangen. Dan kami planning untuk sleep over alias nginep haha, karena kami beneran perdana ke Jepara juga nih, saya nyengir aja perkiraan saya itu semarang – jepara kayak Jakarta – Bandung lah kan sama 3 jam juga, ternyata JAUHAN Semarang – Jepara kemana-mana, RENCANA sih mau main ke Pantai Empu Rancang, gak jauh lagi dari Jambu-Mlonggo, emang kurang lama sih kami mainnya,,



Minggu Pagi, Alloy Travel menjemput traveloro di Bangjo Mlonggo, dan yup, kami pun memilih seat yang persis sebelah supir, masih pagi, pemandangan indah persawahaan pasti memanjakan mata kami. Nah, lucunya, 45menit sebelum sampai POLL nya alloy yang di JL. Pemuda, Sa tidur aja gitu, dan langsung pules. Saya ada bilang ya, kalau traveloro mengandalkan gojek selama perjalanan, di Bandung pun demikian.



Dari Poll Alloy, saya terpaksa banget bangunin Sa, karena ransel saya full dan ada satu dust bag gedhe berisi oleh-oleh dari mba chaca, dan juga satu tas slempang yang harus saya bawa bersamaan dengan menggendong Sa. Entahlah, menurut saya, gendong anak saat tertidur itu jadi lebih berat. Kalau di Semarang ini, saya udah tahu mau kemana aja, dan ngapain, harus di padatkan jadwalnya mengingat kereta pulang ke Jakarta adalah jam 7PM.



Lawang Sewu gak terlalu jauh sebenernya bisa di tempuh dengan jalan kaki karena Cuma selurusan jalan, ya nggak ada 1km juga sih dari Poll travel. Fyi, ongkos gojek aja Cuma 2k, murce banget kan, itu saya pakai gopay, selain lebih hemat, dan juga praktis dong, gak perlu rogoh kantong atau ribet-ribet buka dompet. Tapi karena barang bawaan segambreng dan kaki lelah banget habis nekuk 3 jam perjalanan tadi, akhirnya gojek jadi pilihan tepat untuk kami.



Hal pertama saat sampai di pintu masuk /loket adalah pertanyaan “ada tempat penitipan tas gak” dan ada, tapi LOKASINYA JAUH BANGET musti muterin Gedung dulu karena posisi penitipan tas ini di pintu keluar dan juga cuma berupa pos satpam gitu, bukan penitipan besar berloker-loker, dan ya kebayang ya ribetnya nenteng dustbag, ransel sambil ngegandeng bocah, tapi saya lakonin juga sih, karena Sa terlihat antusias sekali lihat bangunan tua dan juga kereta-keretaan. Di tempat penitipan tas, segala barang-barang kita di catat di look book dan juga kita HARUS NITIPIN ID CARD ASLI. Disini, saya agak ragu pas ngasih ID CARD karena saya pelupa dan takut ID jadi tercecer, dan ntar gak bisa cek in kereta pulang B.E.R.A.B.E!!!


Kami disini gak lama sih, karena anaknya lari kesana kemari, saya sibuk nyari moment dan lokasi yang cantik untuk foto berdua dia, dan juga kan, kita harus nyuwun ke orang, minta tolong fotokan. Haha.. ngerepotin yang diperlukan kalau kalian mau traveloro seperti kami. Harus berani minta tolong sama orang baru, dan lihat-lihat juga orangnya, tau tau pas kita lagi bergaya, camera atau hp kita di gondol lari ( film MR. Bean banget haha). BTW, habis dari Lawang Sewu, perjalanan kami lanjutkan naik 5km away, ke Strada, berlokasi di Jl. S. Parman, dan ongkos gojek cukup 4k. Murce murce bergembira. Habis ngopi-ngopi cantik, kami lalu mampir ke rumahnya mba Eni untuk beristirahat sejenak.



Rencana saya selanjutnya adalah gereja sore di Katedral Semarang yang gak jauh dari Stasiun Tawang. Saya lupa loh mampir ke Jl. Pandanaran, padahal mau iseng-iseng icip lumpia gitu,, dan Gereja Katedral ini pun lokasinya diujung jalan Pandanaran juga.. emang harus balik sih ke Semarang dan Jepara, yang lama gitu biar bisa ngajak Sa nongkrong di Simpang Lima. Semoga ada rejeki dan usia biar balik kesana agak lamaan..



Dan sampai di Tawang, saya kaget lagi, beginilah banyaknya bawaan saya, hahaha.. dan tambah berat karena ditambahkan oleh-oleh sama cik Evi dan juga mba Eni, ini bikin saya bingung kek mana ntar bawanya pas cek in, soalnya Sa masih melek, dan juga ngrengek mau main dulu di area playground yang tersedia di depan ruang tunggu.. hadeeh..



Seperti biasa, aku cek ruang menyusuinya, sumuk yaa.. gak terlalu besar juga, dan merupakan gabungan dari ruang kesehatan juga seperti yang di Poncol. Trus kami ke Dunkin Donut lagi, Sa makan donatnya ( saya emang ada semacam perjanjian sama dia, donut boleh Cuma every weekend aja, makanya pasti dia akan minta jatah donutnya sekalipun gak lagi di rumah), pas pulang, saya agak was-was, oh Tuhan, batin saya bergolak, muka penumpang kereta di gerbong ini lanang semua, traveloro adalah perempuan seorang, disitu saya niat banget melek sepanjang jalan dengan kondisi baterai HP tinggal seperempat, dan AC persis diatas kepala saya yang kadang netes, disini pun saya di beri tips untuk tidak memilih seat nomer 13C. Ok saya akan ingat saran si bapak. Tapi justru karena seat gak laku, Sa bisa bobo slonjoran sementara saya dengerin lagu sambil ngelirik tas yang ditaro agak jauh dari seat kami.

Saran Traveloro:
  • Jika berpergian bersama balita/batita/bayi. Pilihlah tiket dijam-jam dia biasa tidur, untuk menghindari rewel, jeritan, dan sebagainya. Jangan lupa bawa penutup mata atau kalau lupa ya silakan berpegal ria menutupi matanya sepanjang perjalanan ( ini saya banget)
  • Demi kepraktisan, saya sama sekali gak melonggok WC kereta, sama sekali gak tahu blas kotor atau bersih, traveloro pun ada kekurangannya, apalagi Sa juga masih batita, nah kalo saya tinggal seat dan nganterin Sa pipis, pas balik-balik ransel saya hilang, duh nangis aku rek, bukannya apa-apa, itu ransel satu-satunya, ntar jadi susah pergi-pergian klo ranselnya hilang.



Monday, May 28, 2018

ngopi di @ Strada Coffee, Semarang


Jadi, weekend ini traveloro habiskan di Semarang-Jepara. Sangat spesial memang. Selengkapnya, saya akan ceritakan disini. Seperti diketahui, kami emang cinta kopi.. jadi, selain membahas jalan-jalan, traveloro (semoga) akan sering bahas ngopi-ngopi dan hal lain juga deh yang dilakukan berdua.



Hal pertama yang di cari saat selesai memesan tiket PP ke SMG adalah googling warung kopi enak di sana. karena kan sayang banget kalau sampai gak nyicipi kopi,, dari beberapa artikel,, nama coffee shop ini disebut, yang pertama kali tertangkap di mata saya adalah suasana nya yang nyantai tapi keren, gak terlalu kaku atau terlalu anak muda banget ya.. jadi pas banget kalau usia saya gini nongkrong situ karena pas banget sampai di SMG jam 9.40am, (dan hasil googling strada ini mulai buka jam 10am) saya pun memutuskan untuk mampir ke Lawang Sewu dulu, baru ke sini setelahnya. Sekalipun jarak nya Cuma 5km dari Lawang Sewu ( lebih tepatnya sih 3.3km) yang mana saat itu, Minggu Pagi cukup 9 menit sampai di LOKASI, teman saya bilang itu agak jauh lho mba,, [ saya lupa takaran 'jauh' nya Jakarta berbeda dengan 'jauh'nya Semarang] dan teman yang satu sepakat bilang, ngopi di starbucks DP Mall aja lebih dekat..



pikir saya daripada jadi 'akamsi' nya starbucks,,, lebih baik mencoba kopi enak di Semarang, di tempat lain. Dan saat masuk ke dalam kafe ini, saat itu ada 2 meja yang sudah diduduki, satu meja terisi 4 orang sekeluarga, dan meja di depannya terisi oleh sepasang muda-mudi, hehe.. ini kebayang dong gimana enaknya tempat ini, ya mungkin mereka kesini ngga cuma untuk ngopi ya,, tapi jam bukanya jam 10 pagi, saya tiba disana jam 10.29 dan kafe ini sudah ada pengunjung ( considering Bulan Puasa juga..) saya dibuat amaze dengan keadaan ini. Dan keyakinan semakin tinggi, pasti kopi-kopi disini juara!


Saya pesan kopi Flores Bajawa, ini ke 2 kalinya, saya ngopi Flores Bajawa ( arabica) kali pertama ngopi single origin dari Flores, ya disini. Dan barista nya nanya, mau manual brewing dengan teknik apa, saya bilang french press, please. Dan beberapa menit kemudian, kopi itu datang, dengan penyajian seperti ini. Please, aku mau foto dulu, tangan udah gatal ingin jepret-jepret dan lidah juga udah gak sabaran pengin nyicip kopi ini. oya, scoring kopi ini di lidah awam saya adalah 8.8/10 TINGGI KAN?? emang seenak itu sih rasa nya. Walaupun Sa bilang ini teh, dan sempat gak mau coba, tapi pas di sendokin, dia mau terus-terusan, sekalipun favorit nya masih kopi Gayo.



Traveloro memilih duduk di sofa dekat toilet, biar gampang misale Sa mau Pipis ( maklum dia udah lulus TT sejak usia setaun). Nyaman dan utamanya Sa juga bisa senderan atau bahkan tiduran kalau-kalau dia lelah. Dan juga, ada stop kontak di dekat kaki ( kursi bagian samping bawah) yang bisa saya manfaatkan untuk cas hp yang kebetulan lowbat, dan juga ada space yang cukup dengan table sebelahnya yang bisa saya gunakan untuk meletakan ransel dkk. lihat-lihat menu lagi, dan ada satu menu yang membuat saya penasaran, ingin pesan. dan harganya pun tidak terlalu mahal, cukup 25k.



Yang membuat saya agak 'nyes' adalah, KEJUJURAN nya mbak waiters, saat saya panggil dia untuk memesan, menu incaran, dia bilang 'tapi ini dibuat dulu, kakak harus nunggu kurang lebih 30 menitan' saya langsung jawab, 'ok, gapapa, saya tunggu' toh saya pun lagi menunggu sahabat-sahabat saya yang lagi otw nyamperin saya disini. saya salah, karena mengira share&bites pesanan saya ini selalu available ( kan klo di starbucks gitu ya, semua makanannya udah matang, jika pesan baru di microwave lagi 1 menit), ternyata fresh from the OVEN, nilai plus lagi deh buat Strada. Trus pas menunya sampai, ih menggugah selera banget, saya sih gak laper-laper banget karena paginya sudah sarapan roti bakar dan roti isi telur celpok, tapi pas lihat spinach cheese ini jadi pengin langsung melahapnya hingga habis. Sa juga sama 'lapar' nya seperti saya, tuh lihat tangannya yang mau nyomot.. Sa habis salad dan dressingnya ( thousand island kayaknya sih) karena rasanya asam segar gitu.. dan puff nya juga dia lumayan makan,, tomat dan timunpun di gigit-kunyah-telan. trus pas dipotong, isiannya full bayam, kata ku ini isinya mevvah pisan, biasakan (ditempat lain) isinya cuma 'bintang tamu' tuh.



akhir kata, menurut traveloro, Strada Coffee ini, tempatnya super nyaman, child friendly ( anak-anak betah banget duduk sendiri,,) kopinya enak ( bukan katanya lagi, karena kami udah coba sendiri), homie banget, ambience nya dapet juga, karena lagu-lagu yang diputar easy-listening. Kafe ini juga ada cabang, di Jambi. Mereka juga menjual beragam jenis kopi mulai dari yang bean sampai yang ground, untuk lebih jelasnya silakan klik. Yang jelas, kafe ini bisa banget dikunjungi kapan saja, cukup 100k udah bisa dapat beberapa F&B kok.. wifi nya juga lumayan cepat.