Showing posts with label #travelorongopi. Show all posts
Showing posts with label #travelorongopi. Show all posts

Sunday, September 15, 2019

ngopi di : Liberia eatery cafe - Surabaya


Sudah lama aku naksir banget sama kafe ini.. Sudah lama juga rasanya, niat ini aku simpan, niat untuk menyesap kopi hangat yang disajikan dengan pemandangan surga kecil versi kami, dan ketika itu terlaksana, rasanya, duh.......... gak mau kemana-mana lagi!!

salah satu book shelf-nya

Setelah semester yang lalu sekolahku hampir sama sekali gak beli buku, dan karena ini juga kami dipaksa ambil 3 mata kuliah semester 3, dengan harapan semester 3 nanti lebih santai dan punya waktu cukup untuk mulai menyusun thesis.. jadilah saya berangkat ke toko buku Uranus yang mana, kagetnya saya, menyediakan buku-buku psikologi (juga buku kedokteran) yang bisa dibilang cukup lengkap dan komplit. saya dapat buku PPDGJ (panduan gangguan jiwa) yang selama ini saya cari-cari, juga dapat 2 buku lain yang sangat dibutuhkan untuk semester ini.. 

pose disalah satu sudut

Pas menoleh ke cafe sebelah toko buku kok lumayan sepi ya... soalnya biasa rame banget, males aja klo ngopi ditempat yang terlalu crowd (gue sih gitu.....) ya karena pas banget nih Minggu, pulang sekolah belum terlalu malam, dan bisa sekalian quality time sama Sa, jadilah kami putuskan untuk ngongkong dulu disini.. 

Buka pintu cafe, sapaan lembut aroma kopi mengelitik hidungku.. kami segera pilih duduk yang cukup strategis, dekat kasir dan juga dekat toilet, dan yang paling asyik, dekat rak buku tinggi yang mana isinya bisa kita pinjam untuk kita baca sembali ngopi atau ngemil.. 


Sebelum duduk, kami pesan menu dikasir, karena Sa cukup yakin bahwa dia lapar dan mau makan kentang pakai keju.. jadilah akhirnya kami pesan cappuccino for me dan potato wedges cocol keju dan saus tomat untuk Sa.  


Disini, banyak banget literatur bagus yang bisa dibaca. Sa aku ambilkan buku Petter Rabbit nya Beatrix Potter yang kebetulan ada di rak itu, sepintas lihat interiornya, aku langsung tahu bahwa owner emang pecinta buku kelas gilaaaaaaa! dari koleksinya sudah kelihatan bahwa buku-buku itu bukan cuma sekedar 'pajangan' pemanis interior cafe semata, Nat Geo, buku impor, you name it, pasti ada disini.. Semua buku juga disampul rapi dan ada kata-kata yang intinya, boleh baca, tapi dipelihara.. karena buku itu sumber ilmu.. 


Terakhir, overall.. kami happy sekali bisa punya kesempatan ngopi dan ber quality time yang menyenangkan dan syahdu disini..... karena jujur sejak naksir kafe ini dari lama, tapi tiap kali mau kesini ada aja halangan yang bikin batal dan postpone,, nah, pas akhirnya kami kesini, aku lho senangnya bukan main...... senang sekali... Sa juga senang karena cukup banyak buku anak-anak yang bisa dibaca selama kita disini.. 

Tulisan ini khusus untuk owner yang 'gue banget' suka baca dan suka ngopi.. semoga diberikan pencerahan untuk membuka kafe selanjutnya yang berkonsep library cafe gini.. aku tunggu lhooooo..


xx
traveloro

Saturday, August 31, 2019

hangout: @Hungerbelt - Spazio (Surabaya)

Dari dulu hampir setiap kali meeting diluar saya pasti pilih coffee shop, dimanapun itu, kayak di bandara sekalipun, pasti di coffee shop karena tempat dan aroma itu membuat saya bahagia, wis pasti presentasi ataupun dealing lancar jaya setiap kali.. terimakasih kopi untuk aroma-mu yang begitu bersahaja..



Lalu bermukim sementara di Surabaya, sekonyong-konyong membuat saya bertekuk lutut dengan lalu lintas dan tata kota yang apik,, dan banyaknya coffee shop beraneka segment, saya jadi semakin sayang deh dan betah disini, dan kebetulan pekerjaan saya yang cukup fleksible ( note: fleksibel in my term artinya gak cuma dibalik meja, kadang dibalik debu dan terik matahari gak cuma ketemu orang penting, kadang juga ketemu ular.. seru kan..) 

Sampailah saya pada acara yang cukup unik ini, diadakan nya di cafe (yang kebetulan di dalam cafe ada kedai kopi-nya), nah.. ya udah keterusan deh,, betah dan nyaman banget disini tuh.. nama tempatnya "Hungerbelt" yang terletak di Spazio ( Surabaya Barat) [ sekalipun saya masih gak ngerti term-nya Surabaya Barat, Surabaya Timur,d..s..t..] 


Beberapa saat sebelum event terlaksana, saya duluan masuk ke ruko ruko di sebelahnya yang ada Hokky buah.. dan emang siy dari luar, kafe ini kelihatannya menarik banget.. apalagi kalau bukan karena interiornya yang kalau kelihatan dari luar, mengadopsi disain industrialis.. udah pasti jadi list nongkrong jika ada waktu.. karena interior Industrialis ini umumnya akan memutar lagu lagu Jazz ( pokoknya gue banget dah..)  


Ketepatan dengan acara ini, saya jadi bisa sekalian kerja sekalian nongkrong,, pas banget juga sekolahan masih libur.. beneran serba pas, cuma aja kalau mau kesini dari kost, kayaknya usaha banget,, karena macetnya itu,, 13KM rasa 1 jam setengah.. macetnya, berasa lagi di Jakarta deh.. Dan begitu sampai,, rasanya segala keruwetan terurai dengan segelas cappuccino hangat buatan mas barista yang ramah.. 

Sudah beberapa kali pada kesempatan yang berbeda, saya memesan hot cappuccino di situ, dan aseli, rasanya tidak pernah mengecewakan, walau pas order pertama kali, mood saya hancur karena late art nya rusak akibat dibawa jalan 4 meter jauhnya dari tempat barista ke kursi saya.. Di Hungerbelt tiap malam Sabtu & Minggu ini tuh yaa.. Selalu ada live music nya di outdoor, kebayang kan.. beratapkan langit Surabaya dengan sinaran bulan dan lampu kendaraan yang lalu lalang nan seksi yakin deh sendirianpun disini bakalan membuatmu bahagia.. 

Untuk yang belum pernah ke Hungerbelt, disini mereka udah pakai sistem, jadi beli-beli pakai kartu elektronik yang diberikan pas kita masuk, order dari tenant manapun disini, akan dikasih semacam alarm yang bakalan berbunyi dan bergetar jika makanan / minuman mu sudah bisa di pick up.. kerennya lagi, dan semua yang kamu beli udah terekam di e-card mu, jadi gak ada cerita lupa pesan apa tadi ya,, 

Disini yang kurang disini menurutku cuma satu, adalah toiletnya.. jadi dipojokan sebelah dalam dekat arena main anak, ada toilet untuk laki-laki dan perempuan, yang masing-masing dapat 1 bilik. Namun masalahnya adalah, ruang bilik yang dipaksakan muat untuk 1 closet jongkok, 1 tong sampah buat sanitary napkins, dan i tong sampah untuk tissue. dan pas pintu dibuka atau ditutup ya mepet banget sama closetnya.. badan harus berusaha keras untuk gak terjepit in between.. selebihnya semuanya OK dan sangat ku sukaiiiiiiiiiiii.. 


Sebagai tambahan nilai plus dari saya, pernah sekali waktu saking lupanya saya pindah duduk dari sofa ke kursi kayu dekat area main anak disini, dan lupa kalau ipad saya masih ada di sofa, lalu.. udah berjam-jam yang lewat dan saya juga udah pack tas siap pulang, lalu kemudian seseorang datang menghampiri saya dengan menyodorkan ipad saya ketangan saya.. duh langsung nyes banget.. mungkin kalau ini adalah tempat lain juga bakalan lain ceritanya,, tapi disini, kayak 5jam ipad lupa taro, dan masih ada, utuh.. dan penemunya pun fair enough untuk menyerahkan kembali ke saya.. 

happy weekend everybody.. uh and i LOVE you HUNGERBELT


-MONK-  

Tuesday, November 6, 2018

Ngopi di : @kopimentjos56 - Salemba



Belakangan ini, Traveloro lagi cukup sering keluar rumah yang agak jauhan. Salah satu sebabnya adalah karena pembayaran go-ride menggunakan go-pay pada aplikasi Gojek sedang discount 90% (hehe maklum ya namanya travel irit) senangnya juga, cuaca lagi asyik banget,, rintik tapi ringan, buat perjalanan yang harusnya panas terik jadi adem nan magis.. 



terletak di Jalan Salemba Tengah, kedai kopi ini memilih nama yang terbilang cukup unik menurut saya. Pertama, karena KM56 ini sekilas ditelinga terdengar seperti kilo-meter 56, sebuah lokasi, yang kalau bagi saya sih, kayak lagi duduk di mini bus travel menuju Bandung dan supir akan bilang "kita berhenti di KM 57" , atau di Jogja itu, biasa menyebut lokasi daerah dengan kata " nganu posisine iku nang KM 56 lho" dan kedua, siapa yang bakal sangka kalau KM56 adalah kedai kopi sebelum mendengar kepanjangan nya Kopi Mentjos 56.





Sebetulnya, sebelum ngopi di sini, traveloro terlebih dulu bermain di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dan rasa laparnya Sa lah, yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk mampir ngopi di KM 56.  Karena, kedai kopi asyik ini membolehkan pengunjungnya untuk membeli makanan dari luar, bahkan boleh dimakan di didalam! keren banget gak sih.. saya sampai ter-takjub banget dengan konsep mereka. Sedangkan kafe / kedai kopi lain, umumnya membuat tulisan di depan pintu "TIDAK MEMBAWA MINUMAN/MAKANAN DARI LUAR" KM56 justru sebaliknya.. membuat saya berpikir kalau si owner pasti orangnya legowo & tulus, dengan ilmu iklhas yang udah tinggi.. atau mungkin udah lulus kali ya.. hehehe ini nih, Sa pesan nasi goreng telur dadar di pak nasi goreng depan kedai, dan iyak enaa banget nasi gorengnyaa.. saya sampai secara khusus menyampaikan pujian pada bapaknya, ( sekalipun pas pulangnya saya memesan menu yang persis sama dengan Sa, tanpa ayam tanpa telur atau hewani lain, cukup nasi goreng, dan pagi harinya saya mendapatkan tenggorokan saya radang!) jadi nyesel, sepertinya si bapak lupa ( karena udah kebiasaan meracik bumbu) jadi nasi goreng saya tetap diberi micin,, dan radang adalah buktinya.. ))




Menu kopi nya lengkap banget, emang niat banget mau menyajikan kopi dengan berbagai rasa dan cara.. tapi tetep sih, saya mah setia dengan kopi item manual brew yang bisa milih mau single origin dari daerah mana, pilihan saya? Gayo tentunya! Sesuatu yang lucu muncul lagi saat teman saya, juga memilih kopi single origin Gayo dengan tehnik v60. jadi, Literally kopi kita sama, sama sama Gayo, sama sama tanpa gula, cuma bedanya, saya memilih Gayo saya disajikan dengan tehnik French Press. Oh dan Sa, selain nasi goreng, dia juga saya pesankan french Fries & Chicken Wings dengan harga 35k. cukup banyak porsinya. tiga perut berbahagia.




Ngopi kali ini happy sekali,, Sa seperti biasa, kesana kemari, mencoba duduk ditiap kursi yang ada di dalam, interior simple dan hommie.. menari dan berjoged seirama dengan lagu-lagu yang diputar. ah pokoknya senang banget disini.. dan makanan di luar kedai juga banyak banget, kayaknya enak-enak semua,, jam bukanya juga cihuyy mulai dari jam 11 Pagi - 24 Malam jadi pengin kesini lagiii,, kita betah lama lama disini.. terutama karena area no smoking nya sepi.. karena kebanyakan pengunjung memilih untuk duduk di area merokok yang kebetulan memang lebih luas dan lega dibandingkan area no smoking nya.. 


love
traveloro

xx




Thursday, November 1, 2018

Ngopi di : Kahwa Coffe House - Petamburan



Ngopi itu sejatinya, bagi kami adalah sebuah kegiatan yang melibatkan bukan cuma lidah, tapi juga hati.. karena jauh sebelum Sa lahir ke dunia, dia memang sudah biasa drenched in coffee. walaupun dulu saya terbiasa minum Cappuccino-nya Starbucks yang adalah campuran antara kopi dan susu, lalu selanjutnya mulai ala-ala mesan decaf americano, alih alih mengurangi jumlah kafein, saya malah kecewa setelahnya begitu tahu bahwa decaf adalah Joke bagi pecinta & penikmat kopi.. gimana tidak?? decaf sendiri adalah proses pengurangan kafein didalam kopi, entah itu lewat air atau proses kimia, serem gak sih?? aman gak sih?? silakan mampir ke artikel ini karena saya pun tercerahkan dengan artikel tersebut! makasih ya mas / mbaknya buat edukasi soal decaf coffee...



Dan, perkenalan pertama saya dengan Kahwa Coffee House inipun, terbilang unik. Lokasi kantor tempat saya bekerja yang berdekatan dengan coffe house ini lah  yang 'memaksa' kaki untuk jalan ke sini, karena lidah penasaran saya.. pertama kali masuk, pas jam makan siang, waktu itu, saya di sambut dengan harum kopi yang langsung memeluk indera penciuman saya.. lembut dan manis.. dan interior yang cukup homie, membuat saya terbuai semakin dalam ketika menyeruput kopi hangat pesanan saya,, hati berbisik.. " ah saya harus sering kesini". dan Yah itu lah yang terjadi sampai saya pindah kantor.  


Hari ini, setelah tahunan berlalu, dan ratusan gelas kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa warung kopi di Jakarta dan sekitarnya, saya dan Sa, memutuskan untuk kembali ke sini. Demi mengembalikan dan menciptakan kenangan manis dan indah bersama Sa, tentu saja. Setelah membuka pintu, kembali,saya disambut dengan aroma kopi yang saya kenal, senyum saya diikuti senyum Sa, karena berhasil merayu saya untuk memesan makanan yang dia mau.


Entah kenapa saya pesan Iced Americano, padahal kepala baru saja terguyur hujan rintik separuh perjalanan,  dan juga sinus lagi kurang enak, tapi setelah dipikir ulang, itu adalah pilihan yang tepat, karena saya lebih suka minikmati kopi "house blend" ( robusta dan arabica) dengan es. Kahwa kehabisan kopi single origin yang manual brew.. jadi saya tidak kecewa dengan iced americano saya,, oh dan Sa, saya pesankan kentang goreng kesukaan dia,, yang selalu berhasil membuatnya duduk anteng untuk waktu tertentu demi memastikan kentang gorengnya aman masuk ke perut sampai habis tak bersisa.. 



Demi menjaga ketenangan pengunjung lain, dan niat mau berlama-lama 'duduk bengong' disini, saya putuskan untuk membawa serta Siti yang ketika di hubungkan dengan wifi, akan menimbulkan kebahagiaan dan duduk tenang Sa, menonton lagu nursery rhythms dan lagu anak-anak indonesia lewat youtube. sekalipun, sesekali, Sa masih asyik dengan buku gambar dan alat mewarnai nya. at least dia ngga lari-lari mengelilingi kafe dan membuat kegaduhan di sekitar.



Dari beberapa coffee shop/ warung kopi/ kedai kopi, saya bisa bilang, Kahwa Coffe House ini, terlahir dari jiwa 'cinta kopi' yang juga saya bisa rasakan, baik dari kopi maupun interior cafe nya. betul-betul sungguh cerminan dari itu. marilah kesampingkan industri kopi yang marak beberapa tahun terakhir, atau simpan dulu pikiran nongkrong di coffee shop untuk hangout atau status di socmed, pergilah kesini dan rasakan sendiri, bagaimana kopi dan interior sederhana mampu membuat kita betah berlama-lama duduk ngobrol atau baca novel, menghabiskan waktu dengan orang tersayang, dan melupakan gadget, selama kopi didalam gelas masih ada.. hehe


xx,

Traveloro.





Tuesday, September 25, 2018

Ngopi di: Olly's Cafe & Cake - Kedoya


Belum pernah cerita ke siapa-siapa, tapi diam-diam, saya suka tempat ini. Bermula di kuliah tahun ke 5 ( saya kuliah 8tahun), sering bolak-balik lewat Tol Kebon Jeruk karena dapat event di Tangerang dan juga di daerah Grogol. Selama berbulan-bulan lewat tol, ada satu cafe yang membuat saya tersenyum setiap  kali saya melihatnya.


Adalah Olly's Cafe & Cake, yang terletak di pinggir tol kebon jeruk, selurusan dengan kantor LION AIR, juga Restoran A&W, ruko yang dijadikan cafe ini, menarik perhatian saya karena tulisannya mirip dengan nama OLIVE OYL yang jika disingkat menjadi Olly's. Dan plang nama kafenya merah pula, mirip-mirip baju nya Olive. saya gak tahu ya, ownernya suka Olive Oyl atau tidak, tapi dengan referensi itu, timbul rasa ingin tahu, apa sih yang dijual di dalamnya??


Selesai beberapa event dan uang cukup lumayan waktu itu, saya mampir kesini, untuk take away Tiramisu yg Slice. makkkkkkk... enaknyaa... lidah saya seketika kayak lagi makan awan rasa kopi dan coklat yang lembut sekali... dan mereka pun mengklaim kalau produk roti&kue mereka memang rendah gula, sehat iya enak iya banget!!! dan begitulah, setiap kali saya ada duit lebih ( ya gak sering juga sih.. ) saya pastikan kaki saya melangkah ke dalam Cafe ini untuk satu slice Tiramisu Cake.



Dan, kali ini, saya berkesempatan mengajak Sa, ngopi cantik disini. engga fancy ya, karena emang signature nya bukan kopi, lebih ke Cake & Bakery, tapi, saya harus bilang bahwa menu mereka sangat lengkap, cake aneka ukuran, cake slice, roti dengan berbagai bentuk dan rasa, ada juga roti tawar, roti gandum, juga makanan berat hingga salad-salad. Kalau minuman, gak kalah menarik, ada berbagai menu minuman yang bisa di pilih jika ingin santai disini, kalau saya tetep kopi item panas dan minta tidak di gula-i. Karena, pas banget siang itu Sa habis makan siang, jadinya saya cuma pesankan Sa satu porsi french fries, yang habis dalam hitungan menit. 


Oh ya, Traveloro sarankan untuk datang kesini diluar jam makan siang, karena pasti penuh dengan orang kantoran yang ingin makan siang, bahkan ketika di luar ada meja kosong, plus tidak ada yang merokok, kan ngga enak jika harus kepanasan karena matahari yang terik. kami gak sempat banyak memfoto interiornya, gak spesial sih menurut saya, meja dan kursi ala cafe di film hollywood gitu, smoking area di luar cafe, tapi, rasa cake nya itu, kayak terkenang terus sampai ke hati ( ciyeee, K) dan bahkan banyak yang datang hanya untuk beli roti dan juga mengambil cake pesanan saja. Jadi, menurut saya, kadang interior cafe itu gak terlalu penting, asalkan nyaman, dan juga makanan yang di jual enak plus sehat ( karena rendah gula) pasti ramai kayak Olly's ini.


Kekurangannya cuma satu, buat rakyat jelata seperti kami ini, karena jika ingin kesini, harus naik taksi atau ojek, atau ya tentu saja kendaraan pribadi, karena lokasinya tidak dilewati angkutan umum. selebihnya, purfect bangett, tunggu kami balik kesini lagi ya Olly's 


xx,

Traveloro