Saturday, November 9, 2019

Sat-Dine @ The Cafe ( Java Paragon Hotel) - Surabaya



Pekerjaan saya telah membawa saya ketempat-tempat keren di Surabaya, dan saya pikir cukup adil kalau saya ajak Sa, sesekali. Dan kali ini, kita dinner di The Cafe. Berlokasi di lantai dasar Hotel Java Paragon. 

Sebetulnya, saya gak pengin pengin banget makan disini, lebih pengin bobo cantik, tapi belum lama udah staycation di hotel lain, jadi kesini cukup Dinner aja, pas banget malam Minggu, pas banget hari libur Maulid-an, jadi sekolah saya pun libur, dan sedari bangun pagi sampai tidur malam, kami ber-Quality Time yang benaran berkualitas. 

Surabaya sedikit mendung (tapi gak hujan), jam dinner mulai jam 6PM, jadilah jam 5.30-an selesai Magrib, kami berangkat naik online taxi. Senang ya, lihat anak sendiri bisa behave selama makan,berasa yang saya ajarkan ke dia sedari bayi betulan dia lakukan sekarang. 


Menu buffet di the Cafe terbilang cukup variatif. yang saya suka adalah fresh corner nya.. karena pilihan saladnya, buanyaaak bangettt... ada yang sudah di mix, ada yang kita bisa pilih sendiri sayuran dan dressingnya.. dan pas awal datang aku lihat orang orang udah pada bawa-bawa piring besar berisi seafood (kepiting, cumi-cumi, kerang & ikan) yang dibakar dengan bumbu, kayaknya enak karena laris manis.. pas terakhir cuma lihat ikan yang dibakar ( cumi, kerang dan kepiting sudah habis..) 


Ga berapa lama saya datang, banyak meja yang juga sudah terisi penuh,, rata-rata dinner untuk merayakan ulangtahun keluarganya, karena pada bawa bday cake semua,, dan emang pas dari aku datang, tiap meja sudah ada reserve dan tertulis nama pemesan, seperti mejaku gini.. merasa gimana gitu kalau lihat nama sendiri ada di meja makan..  


Ehm,, aku cuma sempat fotokan corner roti-roti-an (menu pembuka). Harusnya sih ini yang dimakan dulu, tapi aku lebih pilih makan saladku dulu untuk menu pembuka, baru setelahnya makanan lain.. psst.. karena buffet aku ambil yang kira-kira bisa aku makan dan Sa aku ambilkan ayam ungkep yang aku kasih kecap manis sebagai cocolan dia, dia senang dan suka sekali.. plus pudding dan buah.. cake dia makan juga tapi gak seberapa banyak.. 


dan, dari banyak corner, yang hampir semuanya jadi antri-an karena emang enak-enak semua kan yaa.. aku tertarik juga sama corner masakan jepang gitu.. karena ada ramennya, dan juga bisa pilih broth (ini broth asli cuma nori aja sih sama soy sauce ala jepang gitu) rasanya almost plain dan ramen sekali yaa.. terharu banget, ku rindu ramen dan disini aku mendapatkannya Vegetarian pulak.. sebetulnya ada topping slice chicken gitu, tapi aku minta tidak dipakaikan topping because im vegetarian AF!!! Selain ramen, disini juga ada okonomiyaki, takoyaki dan kawan-kawan sejawat.. ada sushi juga lho.. 



Sayang banget aku gak sempat fotokan corner tradisionalnya, karena full antrian, disini pilihan menunya juga beragam, semuanya khas Indonesia, ada rujak cingur, pecel, lalu bubur madura, minuman herbal (Sinom & Beras Kencur), es campur, es macem2 sampai es krim beberapa rasa dan bahkan bisa pilih topping sendiri ( tersedia banyak sauce juga Madu, Nutella, Mapple Syrup, dll) aku minat banget sama es campurnya, karena isiannya rame, gak cuma buah, ada cincau, rumput laut dan masih banyak lainnya.. plus roti dan kolang kaling warna merah.. lalu disebelahnya itu roti biji-bijian yang aku kasih butter dan juga ada pudding roti yang rasanya meleleh di lidah.. enak banget deh.. 



Sebagai penutup,, setelah puas makan dan Sa juga kenyang (penting) kami order online taxi untuk pulang ke rumah.. sebelumnya foto dulu, buat kenang-kenangan.. hahaha.. selesai foto, ada yang ngajak ke Toilet untuk pee.. artinya dia kenyang dan betah!! Thank You The Cafe! you make our sat-night wonderful!! Untuk yang mau Dinner disini, mereka pasang rate Rp. 200.000/ orang ya..  (dan free untuk anak sampai usia 5th)


xx
Traveloro

Saturday, November 2, 2019

Staycation di: Verwood Hotel - Surabaya

drawers nya besar

Cuaca kota S yang cukup extreme (panasnya -- 35 feels like 45 C--) membuat kami berdua sempat tepar. Dan terkhusus Sa, sampai 2 kali ke dokter dan dokter yang kedua itu ada di RS Internasional yang biayanya gak usah diceritain deh.. INTInya karena dapat dokter senior yang bagus, obat yang dikasihkan juga memberi efek baik ke Sa, dia jadi makan tiap malam sebelum tidur, porsi makannya pun lumayan banget.. jadi balik lagi deh BB yang sempat turun itu..

berpose di lobby hotel

Nah, minggu setelahnya, tepatnya hari ini, kami putuskan untuk staycation, ceritanya aji mumpung, mumpung saya bisa, mumpung jadwal sekolah juga cuma sampai sore (biasanya sampai malam), mumpung ada kesehatan, dan mumpung gak ada kerjaan pas weekend.. jadilah saya putuskan untuk staycation di Verwood Hotel. Verwood adalah hotel bintang 4 dengan rate superior roomnya di harga 650k/night (include breakfast for 2) Pilih hotel ini, karena salah satunya sempat beberapa kali adain event kantor disini, dan tahu kalau service mereka lebih dari 100% (sekalipun respon untuk hal-hal tertentu kadang juga gak langsung, tapi mereka mengupayakan untuk bisa secepatnya menangani keluhan atau pertanyaan)

view sekeluar lift

Beruntungnya lagi, sekolah saya, yang kebetulan lagi diajar dosen tamu, membubarkan kelas lebih awal, jadi yah bisa mulai check in jam 4.30-sore.. terus terang yang saya incar dari nginep disini adalah breakfast nya.. karena saya udah tahu, lidah saya udah duluan dapat bocoran, tentang rasa hidangan disini.. dan rasanya tidak mengecewakan, tentang hal ini, beberapa rekan bilang kalau rasa masakan disini memang juara. Sekalipun saya cuma 'makan tumbuh-tumbuhan' karena hidangannya enak, saya jadi betah deh..


menggambar dimanapun (-__-)

dapat superior room di lantai 4 dan kebetulan twin bed. gak masalah sih, Sa juga biasa tidur sendiri. terus kita lansgung taro' tas masing-masing (iyak.. S juga bawa tas nya sendiri), di tempat yang tersedia. disini kataku interiornya cukup standard hotel pada umumnya, dan somehow penataannya apik banget deh, jadi memanfaatkan ruang yang ada dengan maksmal, dan juga masih ada space untuk Sa lari-larian.


hair dryer penyelamat (selesai breakfast langsung check out)
 untuk kuliah kelas pagi pulaaaaaaaaaaak

amenities (ada cottonbuds nya)


Pas di Lobby tadi, sempat tanya sama bagian reception, boleh gof*** atau gimana.. mereka bilang boleh,, cuma batas Lobi Hotel saja. lalu pas sampai kamar dan ketemu buku menu, dan lihat harganya yang lumayan (around $5/menu) awalnya cuma pengin gof* kopi jadi gof*** dinner sekalian. biar ringkes, aku gunain dua-dua nya, Go & Gr** jadi sekalian turun ke Lobi sekalian semua pesanan datang berbarengan.. Sa juga kelihatan antusias sekali stay disini sambil nonton TV (soalnya dirumah emang gak ada TV..)


Sebelum langit gelap, kita udah balik lagi ke kamar dengan membawa serta makanan yang kita pesan via online.. dan langit Surabaya nampak begitu indah dari view yang kelihatan dari kaca jendela kamar kami..

before

after


Dan selesai makan,,,,,,,,,,, dia minta berendem di bathub, saya ingat betapa dia senangnya berendam dulu waktu masih tinggal di Jakarta.. kayaknya hampir tiap hari minta berendem,, dan saya kayak dapat bonus karena beneran gak tahu kalau superior room dilengkapi dengan bathub.. dan dia menghabiskan hampir 1/2 jam nya didalam situ... dan dia sangat heppy gak lama setelah itu balik nonton lalu terlelap jam 8an.. 

Sa tidur, saya masih terjaga dengan membaca novel yang belum juga selesai saya baca; Never the Twain (novel salah asuhan yang sudah di terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris) padahal novel itu udah bertahun tahun saya miliki, belum kelar juga bacanya sampai hari ini.. omong-omong saya juga sambil nonton FOX dan FOX CRIME sebuah kesenangan sendiri buat saya kalau berhasil nembak siapa bad guy di film, sekalian mengasah naluri psikolog berdasarkan apa yang sudah saya dapatkan di sekolah.. lalu 4 jam setelahnya, saya juga ikutan terlelap.

esok hari nya, saya terbangun jam 4, sejak ada Sa, itu adalah jam bangun saya, lalu, lanjut nonton, kali ini nonton The Intern lewat Hp, ini adalah film request-an Pak Prof dosen untuk ditonton sebelum kelas selanjutnya (yang adalah nanti jam 9 pagi) cukup menggambarkan tentang apa yang beliau ajarkan di kelas, kemarin (sabtu). selesai nonton dan bangunin Sa, kita turun sama-sama ke Lantai 2 untuk Sarapan.. puas sarapan (dan juga kenyang) kami balik ke kamar dan packing.. huhuhu.. padahal masing mau leyeh leyeh do nothing berduaan.. lalu keinget udah janji dengan prof dosen untuk mulai kelas jam 9 ( sebelumnya beliau menawarkan mulai kelas jam 8pagi) mandi - packing (yang tak seberapa itu), lalu turun dan berangkat sekolah.. Sa saya tinggal dirumah bersama mbak kesayangannya..   

"over all, kita suka.. betah dan kalau ada rejeki mah, mau lagi staycation disini.. menurutku yang paling utama disini adalah pelayanannya dan masakannya yang mouthwatering dan juga kebersihan lobi, kamar, lorong dan lift,serta toilet (diluar kamar) yang menjadi fav. kami!"


(bonus photo)  

kulkas dan coffee set, minibar as per requested

lobby hotel. saat nunggu babang go &gr datang membawa bahagia


BREAKFAST @Buffet Terakota (Verwood lt. 2)




all-yummy-Vegetarian breakfast so YUUUUMY

BOWL of BLUEBERRY Yougurt 


Thursday, October 3, 2019

Review Hotel : Bali Reski - Seminyak



WE'RE EXTEND !!!
and YES! SEMINYAK was our destination because near the airport (and also because we had early morning flight) and the main reason was I wanted to get Tanned even more. Ubud gives me a slight tan and I need to be tan more before back to Surabaya.


day before, when we still @ Ubud, i go surfing booking.com to book our room. and i got the best deal from Bali Reski Hotel. the room rate was around $35/night. and to be honest this is my first time Visiting Bali without going to the beaches... yeah because we're reaching Seminyak late ( around 3pm) and we're extremely starving that time we ordered lunch from Gof*** and honestly i didn't had a chance to capture our room just because we ( me and baby)  busy at the pool for hours. literally hours. and i got tanned just like i wanted (thanks to my tanning oil*) 

right after we finished our lunch

pool sides, chit chat places 

on the way to our room (after hours in the water)
















after dark we're going to souvenir shop. Khrisna. and this was the pict that i capture during our wait for online taxi to came...Bali Reski also has a Warung at the front. i bet the food they serve were delicious, because they serve by the heart. 

the warung

where they serve the breafast 

Warung's exterior. kindda COOL



for me, i highlighted 2 things here during our stay :
the hospitality was excellent ( the staff was so kind and informative, room was pretty clean, and the aircon work so well, the pool was clean, there's plenty of towel for us to used)

but, these also things that they need to be fix. such as our room, the water, i mean the tap water just hot, and also the shower water. the closet didn't work properly. but the other was excellence

(and note) this is the best place for someone or family to stay. why? because of our wallet (That full of card and document) was outside the room (on the sofa next) and i just forget but when we're back there to check the wallet's still there.. no one pick it no one steal it!! thank you, LORD.. 

and for breakfast, we skip it because we're on the way to the airport at 4.30AM in the morning.. sayonara Seminyak, sayonara Bali Reski, Sayonara BALI ISLAND.. we're back for sure........

crossing Java Island : Bali




Sempat dibilang jahat karena tidak ajak Sa ke Jakarta untuk nyekar 8th-an mamake..  Padahal sebenarnya sebulan jauh sebelum itu saya sudah mengantongi IJIN day-off selama 3 hari dari boss saya (maacie ya bossque yang cantik dan baik hati). Tentu saja boss saya bolak-balik nanya.. emang kamu mau kemana sih.. lama-lama gitu,,? tentu aja saya bilang "mau ke Bali, ajak anak saya bu.." dan beliaupun akhire bilang "ya udah kamu pergilah.. tapi syarat dan ketentuan berlaku ya, kamis harus masuk.. kan kamu bisa pergi dari hari Minggu (whaaaaaat Minggu kan aku masih kudu sekolah dulu, ada kelas dari pagi..--- eh tapi jujur itu yang terusnya menumbuhkan ide saya untuk ngambil flight ke BALI hari Minggu di jam sore) dan untuk penerbangan pulang, saya extend sehari, karena pindah dari Ubud ke Seminyak, cause im desperately need to REST and RELAX 


Kenapa UBUD?? jawabannya simple, karena saya belum pernah.. Sa juga pasti senang senang aja selama itu ada saya.. dan tentu saja sedikit sogokan berupa susu dan candy... flight kami berjalan mulus tanpa turbulence, kayaknya cuma 35menitan deh,, dan di Ngurah Rai, kami tenang karena sudah minta airport pickup sama owner Villa kami di Ubud 


Sampai Ubud tengah malam disambut guyuran hujan, adem banget.. meni Sa tidur dari pas dijalan ya,, dan Villa nya itu ada di tengah sawah (Dalam arti yang sebenarnya), jadi sambil gendong dimalam gelap dan hujan, bener-bener pengalaman yang tidak terlupakan, tau kan persawahaan itu jalannya cuma setapak dan sliperry juga,, untung aja bisa menjaga keseimbangan badan, karena salah langkah kami bakalan nyusruk ke Sawah..




Sampai dan diberi sedikit room tour sama Bli owner.. dan dia juga tanya mau sarapan jam berapa, dan info menu sarapannya juga.. dan kami tidur terlelap di empuknya kasur dan dinginnya udara UBUD. sempet kecewa pas tahu kalau kamar kami, gak ada Aircon, tapi begitu lepas sepatu, dan bertelanjang kaki, baru deh tahu dinginnya lantai. Sempat Bli tanya besok mau kemana, saya jawab mau istirahat aja di Villa.. 



Bangun pagi setelah sarapan omellete (isi bayam dan tomat cincang) singkat cerita, Bli tidak punya gayung untuk mandi (sa gak suka mandi pakai shower) sebagai gantinya, Bli bilang bahwa 2 menit jalan lurus kebawah, ada air terjun mini dan mata air alami yang biasa dicari orang seperti holly water dan kita beruntung bahwa area itu masih punya nya Bli, jadi sekalipun lumayan jauh dari Villa, air terjun dan mata air ini private, dan Sa bisa mandi disana. lalu coba turun kebawah, masih persawahan sih.. tapi berundak dan yang cukup PR adalah gimana caranya ajak Sa turun dengan digendong, kondisi tanah basah dan lumut juga berat badan Sa yang lumayan dengan panjang badan yang udah gak bisa dilipat macam bayi dulu... tapi bisa sih dengan sedikit usaha dan banyak keringat (hueheheh...) terus dia mandi deh dengan asyiknya dipancuran itu.. niat awal mau istirahat dan sepeda-an (macem Julia Robert di film Eat, Pray, Love gitu kan ya,, ) taunya apa coba....siangan dikit, karena laper, kami minta di drop ke Ubud Center.... ciye.. terus makan siang di salah satu warung.. yang menunya enak-enak (tapi juga) mahal-mahal.. dan strolling around Pasar Seni Ubud, karena Sa insist beli sandal buat mba nya dirumah setelah dapet ya senyum aja dengan muka cemong penuh gellato yang lagi dia makan..  malamnya untuk dinner kita pesan di Villa dan dibuatkan Veggie Curry oleh istrinya Bli, rasanya TDF sekalipun later i got diare karena si kuah nan inak itu berbahan dasar santan



Pagi-pagi ada yang komplain gak mau mandi kalau gak ke pancuran air lagi... dan emang jadwal kita hari ini cukup padat. Goa Gajah - Tirta Gangga - mampir pantai sepanjang karangasem (kalau sempat) DAN kelakon juga semua itu.. first stop kita Kimia Farma, disitu saya beli obat untuk mengatasi diare dan kami ke Goa Gajah setelahnya. disitu, rasa magis kental terasa menghampiri raga, ada semacam aura yang membuat saya merasa tempat ini sakral sekali.. saya sempat goosebump saat masuk ke salah satu goa yang ada benda peninggalan dewa dewa,, ditempat ini juga ada tulisan yang intinya, kalau perempuan dengan kondisi lagi period, gak diperbolehkan masuk ke areal yang sudah dibatasi,, berani melanggar ya tanggung sendiri akibatnya yah.. untunglah pas kemarin kesana, aku gak lagi period, bisa explore lebih dan berkeringat secukupnya.. 



right before the big fish come out and kiss her 

Tirta gangga adalah lain hal,, dan disini saya bahkan sempat berenang bersama ikan-ikan didalam kolam pancur.. gak terbayangkan tapi terjadi juga sih.. ternyata saya cukup berani berbusana renang dan dilihatin banyak mata.. sempat lama di sini, Sa bahkan mengalami adegan cukup membuat jantungnya berdegup keras sampai dia tersungkur dan menangis.. saat dia kasih makan ikan, dan salah satu ikan besarnya loncat dari permukaan air, nyaris mencium pipinya (mirip adegan dolphin kiss penunjung seaworld di film-film). Juga karena disini cukup lama, kami memutuskan makan di kafe tirta gangga, pajaknya 21% dan saya inget nominalnya Rp.51.000 wagelaseeh.. bangkrut kakk!!! perjalanan Pulang kami sempat mampir ke 2 lokasi lain, masih di seputaran wilayah karangasem, Bali. dan sempat juga lho lewatin Padang Bai, wah........ pikiran langsung melayang,,,,,,, seandainya dulu saya ambil sekolah diving di Padang Bai yah.. saya pasti gak bakalan sekolah di Surabaya, apalagi dapet kerjaan yang bisa mengantarkan traveloro ke Bali-Ubud-Seminyak (terimakasih Tuhan eniwey sepanjang jalan pergi-pulang pas lewat perbukitan kita melihat kawanan monyet dikiri-kanan jalan... Sa jerit jerit dan semangat banget lihatnya, this is her first time lihat Monyet.. 


say hello to the Villa @Ubud

hari ketiga, kami sempat keteteran packing dan lost track time... karena Bli yang bakalan antar kami ke Seminyak mengalami kendala di kendaraannya, sehingga jam cek out jadi keteteran lebih dari 2 jam.. ditunggu-tunggu bli gak kunjung datang, saya sampai bolak balik mandi-berjemur-mandi-berjemur, untuk bilas tanning oil yang saya apply selama berjemur... dan tibalah di Seminyak dengan waktu perjalanan 2 jam, lumayan padat jalanan Ubud - Seminyak. Nginap di Bali Reski Hotel dan puas puasin tanning karena ini adalah matahari terakhir sebelum beraktivitas kembali.. 




Sa keren,, dia mau berenang sendiri, gak mau dipegang atau di jagain....... kita sampai berjam-jam dalam air dan cuma naik untuk makan siang yang kami pesan lewat aplikasi gofood. mulai gelap, kami naik dan bilas.. jalan lah kami ke Krisna. untuk beli Oleh-oleh dan ada niat juga paketin oleh-oleh ke keluarga di Jakarta. di Krisna, kasirnya lucu sih.. terpisah antara kasir kartu dan kasir tunai.. dan karena tunai gak banyak.. saya sampai mengembalikan tas rajut incaran karena males untuk antre panjang di kasir non tunai



untuk menutup malam ini, kita mampir ke Made;s Warung di Seminyak. ah.. rindu.. its been a while since my last visit.. ga berubah.. masih tetap indah.. Sa pesan gelato strawberry dan saya pesan kopi.. keduanya enak..dan tambah enak lagi karena kami menikmatinya sambil melihat penampilan tari Bali.. di panggungnya Warung.. sampai hotel.. Sa tidur.. saya packing dan gak bisa tidur, takut ketinggalan pesawat......



xx
Traveloro














** untuk yang mau ke Ubud, harus nabung lama........ karena pajak restonya 21% ( iyak sebesar itu) *bangkrut in an instant* belum lagi yah.. kemana-mana jauh, harus sewa kendaraan minimal sepeda atau motor. Kita cukup beruntung Bli Santana (villa owner) berikan harga terbaik untuk tour seharian & layanan drop off - Pick up yang luar biasa, bahkan pak Supir nya mau-mauan gendong Sa selama tour ( tour lumayan jauh, mendaki banyak tangga, dan padat [ Gua Gajah - Tirta Gangga - Lunch - Taman Soekasada Ujung - Pantai Wates Yeh Malet] 

Wednesday, October 2, 2019

Review Villa: Thani Villa - Ubud

View Depan Villa jam 7 WITA ( masih kelihatan kabut)

Omong-omong soal Ubud.. dibenak saya selalu membayangkan Julia Robert di film Eat, Pray, Love. namun, Ubud kali ini minus bersepeda, dan plus anak.. the love of my life, Sa Prajna, my Monkey. Disini, Ubud versi saya mencakup semua hal, Eat (a lot), Pray (a little), Love (MOREE).

Setelah naksir banyak hal tentang Ubud yang utamanya adalah = hijaunya hamparan Paddy field, dan jatuh hati pada tampilan Thani Villa (again saya book lewat situs booking.com) jadilah saya jatuhkan pilihan ke Thani Villa, yang ternyata setelah disana, baru percaya kalau lokasinya itu jauh dari UBUD CENTRE **yang mana akhirnya butuh 100k (PP) untuk menghantarkan kita lunch dan JJS kesana. 

Pesawat malam menghantarkan kami dari Surabaya ke Denpasar, dan perjalanan selanjutnya ditempuh dengan jasa *AIRPORT PICKUP* yang ditawarkan owner Thani Villa. Manisnya si Owner jemput kami dengan mengajak serta isterinya. Jadi pas datang, dan Bli bantu angkat ransel saya, dia bilang "maaf saya ajak istri saya.." dijalan, mampir ke minimart untuk beli susu& isi data internet (iya tamu dikasih internet yang mumpuni untuk tetap bisa terhubung dengan dunia luar/ pekerjaan dll, meskipun rasanya susah mendapat sinyal selama di Villa.

hasil foto Sa. dekorasi di ruang tidur

Sampai Villa udah tengah malam menjelang dini hari, hujan tercampur dengan embun yang membuat jalan setapak di sawah menuju ke Villa jadi tantangan tersendiri untuk saya ( Sa tidur, saya gendong sambil dipayungi Bli, sambil jinjing sandal Sa juga, sementara Istri Bli, bantu membawa sisa barang yang lain). sampai disana, setelah beberes sekenanya saya ikutan tertidur. kita stay disini 29 Sept - 2Okt 2019.

dapur. letak nya disebelah kiri Villa

Room Rate di Thani 800k/night. tapi dengan kenyamanan dan Fasilitas yang ada, saya rasa semuanya worth-it banget.. itu sudah include breakfast, yang harus saya akui, sangat amat simple ( Vegetarian Breakie) tapi enak dan juga Sa suka, sekalipun itu Vegetarian dan ada sayur-sayuran juga.. dan untuk dinner bisa request dan di charge biaya 35k ( atau sekitar $2.. masih masuk akal dan rasanya juga juarakk). 

omellete for breakie, plus mix fruits, juice and milk

Banana Pancake for breakie day 2

Nasi Goreng. Vegetarian. Sa seporsi habis!!! 
di Kitchen ada kulkas 2 pintu, kompor canggih, teko untuk rebus air, thermos untuk simpan air hangat, alat makan dan alat masak, bisa banget sebenernya kalau mau masak sendiri, karena umumnya yang stay di UBUD untuk meditasi dan relaksasi, bahkan dari hasil obrol-obrol sama Bli, pernah ada beberapa tamu yang stay di Thani Villa selama 3 bulan!! emang sih Villa nya sangat amat nyaman, rasanya mau kasih ratting lebih dari bintang 5, karena emang sebagus itu sih.. dan untuk stay selama itu, mereka masak-masak sendiri, dan bisa banget... karena fasilitas yang disediakan juga lengkap. 


Nah, untuk kamar, ranjangnya idaman saya banget.. dibuat ala-ala ranjang jaman kolonial Belanda yang ada tirai penutup semacam kelambu, yang bisa difungsikan kalau malam, kalau takut kena gigitan nyamuk.. atau buat tambah pengalaman lah, minimal pernah tidur di ranjang romantis namun fungsional ini.. lampunya kataku so-so pencahayaan emang kayaknya sengaja gak dibuat terlalu terang, mungkin mau memberi efek ala ala pedesaan yang minim cahaya... (mungkin loh ya... )


di teras nan luas, ada meja makan, di tengah tengah dan ada juga kursi bersantai lengkap dengan beberapa novel impor ( novel berbahasa Inggris), kalau kalau mau santai sore sambil baca novel. kalau saya disini karena ada tamu lain (baca: para kucing) dan bertebaran bulu kucing, saya gak terlalu pakai kursi ini, tapi sempat berjemur disini karena sinar matahari sampai kekursi, biar aman, aku alasi dulu dudukannya pakai handuk yang disediakan hotel (fyi, hotel siapin 4 handuk bersih).
Oh, dan handuk ini pun, karena cukup panjang, aku pakai juga buat alas berjemur ditaman Villa, sekalipun masih kena gigitan semut in the process. 

pintu kamar. antik sekali ya!
Sekalipun pintu terlihat kuno, karena memang iya, tapi pintu juga canggih! dilengkapi dengan selot dibeberapa titik dan tentu saja kunci. kan gak lucu kalau sepulang jalan-jalan, sampai Villa, barang-barang kita raib! Sekalipun aman, better keep pintu terkunci.. walaupun ini sering lupa saya lakukan.. maklumi lah ke pikunan saya...


Dressing Room. natural & beratapkan langit

Dressing room isinya lengkap dan etnic natural semua. ada toilet, ada wastafel dengan baru besar sebagai wadahnya, ada kaca besar, dan ada shower plus sabun&shampoo juga. Karena gak beratap alias langsung kena ekspos matahari, saya juga sempat curi curi berjemur disini, sekalipun akhirnya pegal karena berdiri, akhirnya yah puas berjemur di taman Villa yang membuat (bisa dibilang ) persentasi tanning saya sukses 20%, dan tanning selanjutnya yang lebih puas terlaksana di SEMINYAK. 

our piece of heaven 

Over all traveloro suka sekali dan BETAH stay di Thani Villa. ownernya sangat amat baik, informatif dan helpful banget, bahkan karena tahu saya suka kopi, Bli selalu siapin kopi hitam plus isi penuh thermos air (in case gw mau bikin lagi.. terbaik emang) fasilitas jempolan, gak ada wifi tapi diberikan sim card untuk internetan, no AC tapi UBUD sudah cukup dingin (cukup membuat selimutan every single night), dapurnya asyik, kompor gas nya canggih... sempat kecewa pas tahu kolam renang nya belum dibuat, dan Thani Villa yang dilengkapi kolam renang sudah full book sampai pertengahan tahun depan katanya.. eh bahkan Bli Sentana ini mencarikan driver untuk mengantarkan kita kemana-mana, dengan best deal harga.. suksma ya Bli!! long life and we will come back SOOOOOOOOON!!