Thursday, October 4, 2018

ke Museum: MUNASAIN, Bogor


Sudah seminggu lamanya, atau lebih tepatnya dua minggu kebelakang, Sa selalu looping lagu 'Naik Kereta Api' dan dengan penegasan kata KE BANDUNG. Dan jadi bolak balik nanya, 'kapan ke Bandung ibu?' atau lain waktu bilang "ke Bandung yuk bu," atau langsung nodong "aku mau ke Bandung ibu, naik kereta" tapi pas saya cek, rate harga tiket kereta belum sesuai dengan kantong kami, lagi mahal. Jadi sebagai ganti, saya ajak Sa untuk ngeKereta ke Bogor. kali ini, benar-benar berdua, dan dengan kondisi yang Sasa masih sangat semangat untuk bisa diajak jalan jauh, udah truly gantung gendongan hehe,, syenang...




Setelah cukup dadakan membuat planning ke Bogor ini, saya sempatkan untuk membuat makanan sebagai bekal di perjalanan, sekalian saya tes, apakah dia suka dengan menu barunya, jadi Rabu siang saya buat #LemperSehat  yang mana buatnya sengaja saya wrap dengan aluminium foil supaya handy dan awet panasnya sampai di lokasi piknik ala-ala kami. Kamis paginya, kami berangkat naik kereta. Untuk menyiasati macet dan padat di kereta, sengaja saya pilih jam senggang yaitu jam setelah orang kantoran berangkat dan pulang pun, saya pilih jam senggang sebelum jam nya orang kantoran pulang. mepet ya? sangat! tapi kami cukup senang dan terutama Sa bahagia bukan main begitu bangun tidur saya ajak mandi dan bisikan "ayo naik kereta"




Kami naik dari Stasiun Palmerah. Stasiun yang menurut saya udah cakep banget beberapa tahun terakhir karena pembangunan dan juga terbilang cukup terawat ya, eniwey, ini Stasiun yang paling dekat dan masuk akal menurut saya, karena jika berangkat dari Stasiun Rawa Buaya kami harus transit di Duri dan transit lagi, itulah mengapa kami prefer berangkat dari St. Palmerah. St Palmerah dan transit di St. Tanah Abang, lalu kereta kami melanju hingga St. Bogor. kayak 1,5 jam perjalanan, kami pun tiba di bogor saat matahari lagi terik teriknya tepat diatas kepala kami.



Berbekal hasil googling, traveloro akhirnya punya tujuan, yaitu ke Museum MUNASAIN di Bogor. Entah karena saya kurang gaul atau emang baru tahu aja, bahwa BOGOR punya tempat kece selain Kebun Raya Bogor ( Bogor Botanical Garden) yang mana lokasi kedua nya pun ternyata berdekatan. kemana aja saya yah, padahal tahun lalu ada ajak Sa ke KRB sama sekali gak lihat tulisan MUSEUM ini.. dan oh ya googling saya end up disini, sungkem buat penulis artikelnya :) 



Dari Stasiun, kami melanjutkan perjalanan menggunakan apps ojek online kesayangan Indonesia, GOJEK. hehe.. karena malas nya naik angkot yang semrawut dan lama banget nge-tem nya. Bogor panas, Kak! Kalau gak cepet jalan bisa gosong di tempat ( hehehe becanda kok) Gojek ini membawa kami sampai ke halaman Museum. Sedih tapi kecewa juga, museum nya sangat sepi. sempat berfikir, apa karena kami datang di hari kerja, jadi pengunjung saat itu adalah traveloro dan Mas Bule gitu, 2 orang, heran ya kenapa BULE suka budaya, suka mengunjungi museum tapi orang kita, malah prefer ke Mall atau tempat hits lainnya, padahal ke Museum banyak sekali manfaatnya, kan?




Museum ini sebelumnya adalah salah satu pusat penilitian Herbarium Bogoriens e atau biasa disebut Museum Etonobotani. Karena koleksi nya terus bertambah dari waktu ke waktu, maka berubah nama menjadi Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia. isinya? beraneka ragam kekayaan alam asli Indonesia. Perkembangan HOLTIKULTURA, Perjalanan era dunia dari jaman prasejarah, bibit tanaman dan rempah rempah super lengkap dan bahkan ada harimau sumatera dan beruang madu yang dipajang disini..


Terdiri dari 2 lantai, dan cukup membayar Rp. 5.000,-/ orang maka kita bisa menjelajahi Indonesia melalui kekayaan alam nya dari ujung paling barat hingga ujung paling timur Negara Kepulauan Indonesia Raya. Terus terang, kedatangan traveloro kali ini bukanlah yang satu-satunya, saya pastikan, akan sering balik kesini, melihat isinya lebih dalam, dan menjelajahi pelan pelan setiap inchi dan detail semua hal yang dipamerkan disini. ada satu yang sangat menarik perhatian saya, yaitu alat penjepit / pemberat untuk mengeringkan daun tanpa merusaknya. terbuat dari pasir yang dimasukan kedalam karung goni/rami dan dijahit kedua ujungnya ( sayang banget saya gak foto, tapi menurut saya, itu canggih sekali, sekalipun itu alat kuno dan jadul, kayak berfikir, ini ilmuan jaman dulu kok udah kepikiran aja ya melakukan dan membuat teknologi sekeren ini..)

















Kami amat sangat menikmati waktu selama disini, walaupun Sa beberapa kali, terlihat ketakutan karena melihat Harimau, Beruang Madu dan Kura-kura yang di pamerkan disini. Tentunya, traveloro merasa museum ini bagus untuk mengedukasi anak-anak kita ( dan juga kita sendiri ) bahwa kekayaan alam indonesia sangat beragam, sangat banyak, dan mumpuni. Dan ini betulan yah, selama ini saya cuma kepikiran kelak Sa besar, jadi Dokter Gigi, tapi sejak melihat museum ini, saya jadi berfikir, kalau Sa besar, kinda Cool gak sih kalau dia jadi Ilmuan.

xx
Traveloro

Friday, September 28, 2018

JJS ke: GBK - Senayan



Merayakan kemampuan Sa bisa jalan, yang tertunda selama lebih dari SATU TAHUN. Ndak telat banget kan??? Saya ini, perempuan dan ibu dengan banyak mimpi. Salah satu dari yang banyak itu adalah, mengajak Sa JJS ke GBK ( Gelora Bung Karno ) yang sejak nge-kost dari tempat 'GYM' saya. yah maunya sih gym di indoor ya, anti panas, anti lengket dan anti gosong, tapi pas didatangi, gym gym sekarang mostly menggunakan pembayaran dengan CC yang mana saya tidak memilikinya, jadi malas deh, masa iya musti pinjem CC temen. Kok ya kayaknya gak praktis banget.. Karena pernah ada kejadian, teman saya sudah berhenti nge-gym tapi tagihannya tetap ke-auto debit setiap bulan ke CC nya. wah, saya langsung merasa terselamatkan dari beban rasa bersalah yang mungkin tibul juga jika saya menggunakan CC temen hanya demi untuk nge-Gym di tempat fitness kenamaan.



bubur GBK  ( source: instagram/claoed .c2015)

Awalnya, saya pengin ajak Sa kesini, bulan July 2017. pas dia sudah bisa jalan, dan lagi lucu-lucu nya ukuran kaki dia, namun, pas itu, belum ada sepatu running yang enak, belum nemu yang cocok dan harga yang bersahabat di kantong saya. dan pikir-pikir, saat itu, Sa masih moody jalan. Kalau mood nya kurang ens, dia bakalan minta gendong, jadi lah ku tunda tapi dalam hati masih pengin sekali ngajak dia ke GBK sore-sore untuk jalan kaki atau lari-lari kecil. semacam menularkan kebiasaan ibunya dulu, gitu. Sambil berharap juga, tukang bubur terenak di pintu 8/9 masih jualan. asli rasanya  juara sekali bubur ayam itu..




Eh. tapi, saya hampir lupa, saya udah pernah beberapa kali ajak Sa ke SENAYAN sini. Tapi kali itu untuk alasan lain, kayak pas ke INA CRAFT atau pas lewat doang sih, gak mampir, hehe.. So, kepergian kali ini emang secara spesifik pengin JJS ke GBK. Tapi sayang deh, SU GBK ( Stadion Utama Gelora Bung Karno) belum terbuka untuk umum, karena sekalipun ASIAN GAMES nya udah kelar, masih ada ASIAN PARA GAMES. Kali ini kami harus cukup puas dengan mengelilingi GBK dari luar.. kayak udah 4km lebih sih traveloro jalan santai diluarnya, itu aja, kalau Sa gak saya paksa untuk gendong, dia akan lari terus minta dikejar padahal emaknya udah ngos-ngosan dan capek banget,, 




Kelakon juga, pas kelar ASEAN GAMES, membawa Sa JJS kesini. Tempat penuh kenangan, jadi tambah bagus deh, semua terlihat lebih teratur dan terawat dengan baik, semoga aja nih, GBK dan kompleks Senayan ini selalu seindah dan se-apik ini sampai tahun tahun berikutnya, bukan cuma pas ASEAN GAMES aja, bagusnya. Jadi, kami-kami kan betah lama-lama duduk menikmati tiupan angin nan sejuk diiringi cuitan burung-burung dan suara air kolam dari kejauhan.



Terakhir keluar memutuskan pulang lewat pintu JCC. Pas banget ada event Rumah KPR. Dan tahu apa yang Sa katakan? dia mengajak saya masuk, ke dalam pameran itu. HAHA. engga pernah sampai terpikir anak ini bakalan se-iya itu kalau lihat event depan matanya, kalau aja event nya agak nyambung sama apa yang sering dilihatnya atau yang dia suka, udah pasti kami masuk, deh.. disini kan yang penting dia happy, saya pasti ikutan heppy.. jadinya, aku bujuk rayu dia dengan foto di dekat tempat event, ya kayak gitu jadinya.. sedikit nyeleneh gak sih gaya dia??



Begitulah pengalaman pertama traveloro ke GBK berdua. Senang, bahagia, gembira dan sehat sebagai bonusnya ( engga kok engga encok.. cuma sehat hehehe ). 


xx,

traveloro.

Tuesday, September 25, 2018

Ngopi di: Olly's Cafe & Cake - Kedoya


Belum pernah cerita ke siapa-siapa, tapi diam-diam, saya suka tempat ini. Bermula di kuliah tahun ke 5 ( saya kuliah 8tahun), sering bolak-balik lewat Tol Kebon Jeruk karena dapat event di Tangerang dan juga di daerah Grogol. Selama berbulan-bulan lewat tol, ada satu cafe yang membuat saya tersenyum setiap  kali saya melihatnya.


Adalah Olly's Cafe & Cake, yang terletak di pinggir tol kebon jeruk, selurusan dengan kantor LION AIR, juga Restoran A&W, ruko yang dijadikan cafe ini, menarik perhatian saya karena tulisannya mirip dengan nama OLIVE OYL yang jika disingkat menjadi Olly's. Dan plang nama kafenya merah pula, mirip-mirip baju nya Olive. saya gak tahu ya, ownernya suka Olive Oyl atau tidak, tapi dengan referensi itu, timbul rasa ingin tahu, apa sih yang dijual di dalamnya??


Selesai beberapa event dan uang cukup lumayan waktu itu, saya mampir kesini, untuk take away Tiramisu yg Slice. makkkkkkk... enaknyaa... lidah saya seketika kayak lagi makan awan rasa kopi dan coklat yang lembut sekali... dan mereka pun mengklaim kalau produk roti&kue mereka memang rendah gula, sehat iya enak iya banget!!! dan begitulah, setiap kali saya ada duit lebih ( ya gak sering juga sih.. ) saya pastikan kaki saya melangkah ke dalam Cafe ini untuk satu slice Tiramisu Cake.



Dan, kali ini, saya berkesempatan mengajak Sa, ngopi cantik disini. engga fancy ya, karena emang signature nya bukan kopi, lebih ke Cake & Bakery, tapi, saya harus bilang bahwa menu mereka sangat lengkap, cake aneka ukuran, cake slice, roti dengan berbagai bentuk dan rasa, ada juga roti tawar, roti gandum, juga makanan berat hingga salad-salad. Kalau minuman, gak kalah menarik, ada berbagai menu minuman yang bisa di pilih jika ingin santai disini, kalau saya tetep kopi item panas dan minta tidak di gula-i. Karena, pas banget siang itu Sa habis makan siang, jadinya saya cuma pesankan Sa satu porsi french fries, yang habis dalam hitungan menit. 


Oh ya, Traveloro sarankan untuk datang kesini diluar jam makan siang, karena pasti penuh dengan orang kantoran yang ingin makan siang, bahkan ketika di luar ada meja kosong, plus tidak ada yang merokok, kan ngga enak jika harus kepanasan karena matahari yang terik. kami gak sempat banyak memfoto interiornya, gak spesial sih menurut saya, meja dan kursi ala cafe di film hollywood gitu, smoking area di luar cafe, tapi, rasa cake nya itu, kayak terkenang terus sampai ke hati ( ciyeee, K) dan bahkan banyak yang datang hanya untuk beli roti dan juga mengambil cake pesanan saja. Jadi, menurut saya, kadang interior cafe itu gak terlalu penting, asalkan nyaman, dan juga makanan yang di jual enak plus sehat ( karena rendah gula) pasti ramai kayak Olly's ini.


Kekurangannya cuma satu, buat rakyat jelata seperti kami ini, karena jika ingin kesini, harus naik taksi atau ojek, atau ya tentu saja kendaraan pribadi, karena lokasinya tidak dilewati angkutan umum. selebihnya, purfect bangett, tunggu kami balik kesini lagi ya Olly's 


xx,

Traveloro


Tuesday, August 21, 2018

Ngopi di : @kopigawe Binus - Palmerah


Kopi Gawe. Sebelum benar-benar mampir ngopi disini. TRAVELORO udah lebih dulu naksir dan lumayan penasaran sama kopi ini. kebetulan beberapa kali kami lewati warung kopi ini, yang kalau mau mampir segan sekali, karena berlokasi di daerah macet sepanjang hari. 


Dulu banget, kayak dijaman saya mulai kuliah, di sekitaran kampur Binus, Rawa Belong, cuma ada kopi Starbucks yang letaknya di dalam gedung kampus. dan sekarang setelah kopi udah kayak hobi dan life style-nya anak muda, jadilah warung kopi, tempat ngopi banyak bermunculan, dengan berbagai kelas, dan signature masing-masing. dan kalau di Binus sekarang, selurusan kampus BINUS, banyak sekali warung kopi, nah salah satunya, kopi Gawe ini..



Dan, setelah berbulan-bulan cuma lewati dan ngegantungin rasa penasaran kami, akhirnya pas kebetulan kemarin recipe kacamata saya selesai di kerjakan, dan kebetulan Optik Melawai nya dekat dengan lokasi Kopi Gawe, dan Sa juga ditawari ngopi, mau, akhirnya mampir deh kami ke KOPI GAWE. 


Interior nya simple, hanya ada beberapa meja dan bangku untuk duduk, dengan dinding bergambar mural yang sederhana dan sarat makna.. menu kopi disinipun, dinamai cukup unik. misalnya saja "Es Kopi Susu Si Bos", 'Kopi Hitam Bosku' ada juga menu non kopi seperti "Merah Bosku", "Hijau Bosku" dll.


Pilihan kami, tentulah, Es Kopi Susu Si Bos ( scoring saya 7,5/10) . dan pas banget hari itu lagi ada promo Kemerdekaan, jadi cukup membayar 15k, udah dapetin segelas Es Kopi berisi 1 shot espresso + fresh milk + Palm Sugar. rasa kopinya, fresh sekali. Yang saya sukai adalah penggunaan Palm Sugar. yang emang kebetulan banget, sehari-hari selalu kami konsumsi ( kami sudah tidak konsumsi gula putih,, selalu pakai palm sugar/coconut sugar ) karena terbukti lebih sehat dan juga mampu menjauhkan kami dari penyakit Diabetes. eniwey,,, wifinya juga kenceng, pas banget bisa dipakai untuk update ke sosmed juga order gojek untuk pulang ke rumah. 

Setelah sampai di rumah, dan sibuk googling, barulah saya tahu kalau Kopi GAWE ini udah ada beberapa cabang di Jakarta. kalau ditanya ada menu makanannya atau nggak, mungkin kopi gawe ngga menyediakan ( belum menyediakan) menu makanan. 100% hanya minuman dengan persentasi minuman kopi dan non-kopi sama besar kayak firty-fifty sih.. range harga cocok di kantong mahasiswa, dan rasa kopi sekelas kopi di cafe. 


Ambiance nya cocok banget buat sambil ngerjain tugas, atau nyantai bengong atau quality time with your loved one seperti saya dan Sasa. lagu-lagu yang diputar easy listening, gak ada booster seat atau baby chair ( yaiyalaah kan ini buat para mahasiswa), area non-smoking semua (yg smoking bisa di luar sekaligus lahan parkir). kursinya pun memanjang tanpa sandaran tapi masih OK, Karena Sasa udah bisa duduk sendiri. 


( untuk lihat interior kopi Gawe bisa di seach di googling yaa,,)

Tuesday, August 14, 2018

Traveloro Packing: Her Belonging

" Udah packing belum?" ini pertanyaan yang lagi nge-hits banget di rumah.. ahahha... ya well, untuk beberapa tahun terakhir, udah jadi agenda rutin buat kelurga kami untuk melakukan semacam "family gathering" sekalipun ya sekalipun, dalam setahun kayaknya hampir setiap hari deh kita sekeluarga besar, para ipar, sepupu dan keponakan, bertemu. tapi ya tetep aja kayaknya kurang #Lol karena tradisi dari mama gitu sih...  Mungkin karena mama anak rantau, dulunya di Jakarta sendirian, dan dia merasa kesepian karena jauh dari keluarga besarnya di Surabaya - JATIM. Jadi, sebisa mungkin gak ada anaknya yang jauh dari rumah,,, dan emang iya sih, kita gak pernah bisa jauh dari rumah,, tapi, spesial khusus bagi saya, butuh waktu lama sekali untuk memaknai kata ;rumah; dan ;keluarga; hehe... sekarang pun, sekalipun tiap tiap kami pergi dari rumah, punya kehidupan dan keluarga sendiri, tapi tiap kali ada kesempatan pasti deh ngumpul, mau ulangtahun, hari raya, hari libur, hari kejepit, hari makan sambel iwak pe sedunia ( dirayakan sesering mungkin saat weekend) dan hari-hari lainnya, kita pasti ngumpul.. hehehe 


Okay, karena ditanyain mulu, akhirnya siang tadi saya mulai packing, engga resmi banget sih, karena sesungguhnya ini hanya menambahkan beberapa item dari tas 'renang' nya Sa. Jadi, Minggu yang lalu janjian sama temen, untuk renang banget bawa anak-anak, lha kok anaknya sakit, dan Sa malahan demam juga efek tumbuh gigi 4 biji, jadi di tunda lah, tapi si tas masih duduk manis, belum di bongkar.. dan Inilah bawaan dia untuk 3 hari:




WHATS ON; THE PICTURE: ( diurutkan dari kiri - kanan atas lalu kebawah ya..)
  1. CELANA JEANS. 1 Piece. buat dipakai pas pulang. hehehe...
  2. BAJU LENGAN PANJANG 2 Piece. dengan pertimbangan, karena tujuan family gathering kali ini adalah daerah dingin, jadi saya bawakan baju lengan panjang.
  3. TOILETRIES. yang isinya: sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, minyak telon, sisir, parfume, transpulmin,  Ceradan Hydra. khusus Ceradan, saya inisiatif bawa, karena Sa tinggi alergi yaa.. hehehe.. takut tiba-tiba ruam, digaruk dan berdarahan.. mudah mudahan sih engga.... Toiletries ini saya tempatkan di tas plastik ( anti air) jadi handy banget, engga akan ngebasahin barang bawaan lain, kalau kalau isinya tumpah. #sepeletapipenting
  4. HANDUK SPORT (warna kuning). Handuknya dipakai buat berdua sih, sama saya juga. handuk sport ini cepet kering kok kalau keangin-angin. dan besarnya pas, engga menuh-menuhi tas. 
  5. BAJU RENANG ( Warna biru corak gajah). karena di lokasi ada kolam renang, sekalian tes, apakah Sa udah berani nyemplung. 
  6. TAS BIRU. Isinya DALAMAN nya Sa. 5 piece Kaus dalam, dan 10 piece panties. udah lulus toilet training, mak! girang bukan main.
  7. KAOS KAKI. 2 piece. warna pink dan abu-abu. untuk mencegah kedinginan kalau pas tidur malam, ini habis di foto, kaus kakinya masih masuk ke dalam tas biru, ya.. hehe
  8. LEGGING. 3 piece. biar irit tempat, saya akhirnya bawa legging ini, legging favorite Sa. ini ditumpuk trus menggulungnya, dan nanti di selipin ke sisi tas. 
  9. BAJU TIDUR. ( warna ungu) 1 Piece. sengaja saya bawain, biar tidur tetap adem, bahannya katun, tipis seperti bahan kain Bali, tapi kalau cuaca dinginpun, engga bakalan kedinginan, karena seratnya rapat. ( mirip kain tenunan)
  10. BAJU LENGAN PENDEK. 3 piece. engga ada pertimbangan khusus sih,, sebenernya, saya pergi ke Mall terdekat pun, selalu bawa baju ganti lebihan untuk Sa. karena anak ini aktif banget, bisa aja bajunya basah kena air atau ketumpahan sesuatu.
  11. KEMEJA FLANNEL. 1 Piece. biar anget aja sih. hahaha... dan gak makan tempat karena flannel cenderung tipis, tapi ya karena seratnya rapat, jadi lumayan hangat. gitu.
  12. terakhir, SELIMUT. Atau biasa Sa sebut 'Cibong' dulu, sebelum bisa bilang selimut, dia bliangnya cibong,, karena semut pun dulu dia panggil 'cibu' dan selimut jadi 'cibong'. ini yg 2 side blanket, super anget, bisa dua sisi, sama sama lembut. ( sebagai alas foto; berwarna ungu)
  13. ini emang gak kefoto, tapi saya juga bawa beberapa piece gantungan baju kecil. untuk angin-anginin baju kotor yang basah, supaya gak bau pas di tempatin di plastik baju kotor.

Tentu aja selain barang-barang diatas, saya selalu bawa plastik bekas, ukuran besar dan kecil untuk tempat baju kotor.. dan juga saya bawa beberapa peralatan makan & juga bahan makanan Sa, mungkin kalau sempat, saya share juga ya setelah ini, pada postingan selanjutnya. 


Trimakasih,, 


Salam HANGAT buat semua dimanapun berada..... luv luv

Monday, July 30, 2018

whats in: Hers Bag

Jadi setelah beberapa kali 'keluar rumah' yang agak jauhan.. untuk di compare yaa,, bawaan kami yang seharian di Bandung dan Weekend di kereta,, lebih banyak yang pas Ke Bandung.. gilaaa emang... hahaha




Karena pas ke Bandung adalah pengalaman perdana, edisi trial ya.. aku bawa untuk Sa:

  • beberapa piece diapers ( buat jaga jaga aja klo anaknya ketiduran pas perjalanan pulang, kecapean pules tau tau ngompol.. ini kan pas pulang aku juga naik travel duduk paling belakang which is jadi susah klo mau ke toilet sekalipun travel pasti berenti di rest area)
  • bekal. ini aku juga cerita bahwa Sa tinggi alergi, gak bisa makan sembarang,, jadi aku bawa bekal. 2 lunch box tepatnya, untuk Sa dan untuk ku sendiri. dan emang gak praktis sih, sejak saya bertekat menggunakan disposable plastic/paper seminim mungkin. jadi saya bawa 2 lunch box. itu lumayan makan tempat di tas ransel saya. tapi saya pikir, ada baiknya mengajarkan Sa untuk mencintai lingkungan sejak dini, yaitu,, memakai wadah makan & minuman jadi bisa di pakai berulang kali.. dan naikin mood dia juga kan karena pakai lunch box karakter yang dia suka.
  • tumbler.  bawa 2 juga. satu Sa satu saya. penting banget emang memilih ransel yang tepat untuk traveloro, biar ringkes, enak gak pegal dan lain sebagainya.
  • buku gambar dan crayon 1 set. ini jelas untuk Sa. tapi gak terpakai.. jadi merasa, nyesel juga, karena berat-beratin banget,,jadi besok2 kalo pergi di perjalanan cuma sebentar 3 jam ato di bawah itu, dan PP ( ngga nginep) juga itinerary nya FULL aku akan tinggalkan si crayon dan buku gambar di rumah.
  • beberapa baju/sweater. to be honest, jadi waktu tiba di Sambir gak berapa lama Sa gumoh, persis di saat lagi nunggu antre-an kopi di starbucks. ya udah itu ganti flannel dengan baju lengan panjang, baju dan kaos dalam aman. sampai di Bandung masih OK. Pas naik ke Kopi Ireng, dia kmringet padahal kondisi hujan gerimis, jadi baju luaran ta buka, sisa kaos dan kaos dalem. pas sore di jalan mau ke Cekeran Midun, aku gantikan baju dan celana dan juga ta pakein diapers nya. 
  • susu UHT Ultra Mimi. 4 kotak. ini, aku bawa sekiranya Sa pengin susu tapi ribet banget banget kan klo mesti nyari2 mini mart untuk beli, dan belum tentu juga susu merk ini ada. jadinya aku inisiatif bawa dari rumah. dan keminum sih. seneng rasanya. 
  • selain bawa bekal, aku juga bawa cemilan, berupa #tahubaso buat sendiri. ini juga kemakan sih. jadi aku ngga bawa cemilan macem chiki ato lainnya. sama sekali engga. 
  • gendongan. ini juga gak kepake. karena ternyata Sa mau jalan sendiri sepanjang dari stasiun trus juga pas sampai di Bandung bahkan pas di FO Dago, dia MAU JALAN SENDIRI. padahal gendongannya cukup makan tempat. 
  • plastik kresek ukuran besar & kecil. nah pemilihan tas ini emang krusial juga sih. pas banget aku milihnya tas Kliping Seoul yang banyak saku, jadi bisa taro plastik kresek di salah satunya, dan juga gak susah ngubek2 isi tas karena gampang banget ambilnya. ini plastik bekas buat sampah diapers, dan juga baju kotor. pas banget Sasa gumoh kan jadi plastik sangat bermanfaat banget.
Nah,, pas ke Semarang - Jepara, aku bawa untuk Sa:
  • crayon & buku gambar. crayon nya yg washable beli di Miniso. ini aku suka banget, karena bisa hilang nodanya jika dicuci, jadi gampang bersihinnya. gak terlalu kepake sih, pas di perjalanan ( JKT- SMG 7jam + SMG- JPRA 3jam) karena mostly anaknya tidur. tapi pas sampai di rumah budhe Cha, ini kepake,, bahkan di kasih lagi seperangkat crayon dan buku gambar sama budhe.. jadi doble happy. 
  • Diapers ( khusus untuk di perjalanan & saat tidur malam) jadi aku bawa kayak 4pcs gitu. ga mau banyak2 karena buat apa. toh dia juga udah lulus Toilet Training, juga pun, dia bisa bilang kalau mau Potty dan Poo. 
  • baju atasan lengan panjang 3, lengan pendek 2 dan kaos dalam 5pc. kepake banget.. karena doi gampang keringetan. 
  • celana bawahan 4 & celana dalam 4pc. 
  • baju dan celana untuk ibadah Minggu. yang nyaman & sopan, sekalian di pakai sampai naik kereta balik ke Jakarta.
  • Gurih Ya Original. kerasa iklan ya? engga juga sih, karena emang aku bawa ini, buat 'jimat' kalau-kalau si None ini kelaparan dan juga harus nyari warung nasi terdekat tapi lauknya gak sesuai selera dia/ sesuai selera dia tapi bikin dia alergi.. gak KEPAKE karena pas di Jepara sesuai selera dia dan jg lahap makannya ( minta makan teross doi ) dan trusnya LUPA KALAU BAWA GURIH-YA jadinya gak keluar dari tas sampai pulang ke Jakarta.
  • sendok& garpu sendiri. kan kalo bertamu ke rumah orang belum tentu punya sendok bayi. jadi bawa sendiri. tapi gak kepake juga karena saya LUPA NGELUARIN karena LUPA kalau SAYA BAWA CUTLERY sendiri.
  • handuk sports. 1 aja buat berdua. hehe, biar ringkes.
  • jaket tebal. ini berangkat dari pengalaman pas ke Bandung. tiris pisaaaan euy di dalam kereta. jadinya saya bawakan jaket super tebal untuk Sa. biar gak menuh2-in tas banget, aku pakaikan ke dia. 
  • Selimut. Sa kalau tidur pasti carii. jadi aku bawa selimut untuk dia. yang tipis aja. selimut kecil berlabel 'Emirates' oleh-oleh dari kakak.
  • kaos kaki lebih. kalau2 pas tidur kedinginan dan harus lepas sepatu.
  • Telon-parfum. itu aja. malah toiletries nya gak kebawa. mau mampir ke minimart juga lupa. wasalaam maaf ibu banyak lupanya nak.
  • sepatu. klo dulu travel sendiri, suka bawa beberapa untuk ganti2.. sekarang cukup masing masing bawa 1 pasang, yang di pakai di kaki.
  • cemilan aku beli donut di St. Senen dan jg pas di St. Semarang Poncol. untuk Sa. tapi setiap sebelum berangkat aku pastikan dia dalam keadaan kenyang klo gak rewel sepanjang jalan. 
  • susu ULTRA MIMI aku bawa 6. kayaknya kurang sih. tapi pas hari terakhir aku jatahin banget minumnya. 
  • plastik kresek. kecil dan besar. untuk sampah atao diapers bekas dan juga untuk baju kotor. 
  • mainan. aku bawa sapi2 kesukaan dia. sama buku2 kecil seukuran tangan dia. kepake banget. bahkan di tambahi sama budhe Cha pas sampai di rumahnya. 



Sekian sharing nya... sampai berjumpa di sharing berikutnya,, whats in ( bawaan saya)

Saturday, July 28, 2018

Ngopi di : @ goedkoopjkt - Jl. Perjuangan - Kebon Jeruk

Saya tahu Goedkoop itu dari sewaktu mulai ngekost di daerah Slipi,, ada goedkoop di BenHil situ.. dan dulu sih udah pernah juga kesana,, well, karena kali ini berkesempatan ngopi sama Sa, berdua, dan di Goedkoop yang Jl. Perjuangan ( selurusan sama RS. Siloam Kb. Jeruk dan RCTI ) jadi i will share this moment to yAll...



Goodkoep adalah konsep ngopi ala Belanda ( namanya aja Goedkoop; warung kopi Belanda) ini sih menurut saya wujud ke-rendah/hati-an ownernya aja, namainnya 'Warung Kopi' supaya lebih merakyat kali ya,, mereka mencetuskan warung kopi ini karena ambisi menghadirkan coffee culture dengan harga yang terjangkau ( kalo ini saya harus setuju karena harganya masih affordable jika dibandingkan dengan cafe sekelas) 



First Impression saya tentang warung Kopi ( yg di cabang Kebon Jeruk) adalah HOMIE.. emang saya kalo ngopi suka milih tempat yang homie,, harus yang serasa ngopi di teras rumah kek ato di ruang tamu-nya rumah sendiri.. interiornya sederhana dan Belanda banget, ada pajangan keramik porcelin khas Belanda, trus sepatu porceline yang khas sana juga.. nih lihat Sa lagi asyik ngegambar.. hampir bisa dipastikan kemanapun pergi yang butuh stay agak lama di satu tempat, saya pasti bawa peralatan gambarnya buku gambar dan crayon atau spidol. Dengan maksud supaya dia bisa anteng di kursi, dan saya bisa menikmati segelas kopi tanpa interupsi. haha..



Seperti biasa, yang pertama saya pesan adalah kopi americano untuk saya [ Yang jadi antusias setelah nanya sama barista, dan dikasih tahu kalau ini adalah Arabica Blend dari Toraja dan Bali scoring saya 7,8/10 dan kebetulan banget ada roti di daftar menu, yang bisa saya pesan-kan untuk Sa. sayangnya, setelah tanya, roti hanya bisa di bakar, ga bisa di kukus, padahal Sa cenderung suka roti yg di kukus daripada roti bakar. eh tapi kemakan juga sih sama saya,, 




Kunjungan ke-2, weekend yang lalu, saya pesan Affogato atau Kopi Espresso + Ice Cream Vanilla,, dengan pertimbangan karena pas dirumah saya udah ngopi item tanpa gula ( itungannya nge-americano juga kan tuh ) jadi mau mesan yang rodok beda deh, pengin tahu juga rasanya kek mana... eh enaaa.. kayak kopi yg emang saya suka dicampur es krim vanilla yang juga kebetulan kesukaan saya hahaha.. scoring saya untuk affogato-nya cukup 8/10 iyees enaaa... mau lagii.. dan seperti biasa Sa aku pesankan roti bakar topping banana, ini dari pas pertama kali kesini pun, aku pesannya yg topping banana, karena apa? karena Sa suka banana..



Waktu traveloro kesana, sore hari, ada 2 keluarga yang juga lagi disana, bersama anak2 balita,, lebih tua dari Sa,, mereka keliatan nyaman banget duduk di pojok deket kitchen.. sambil foto-foto,, ah tempat ini asik banget sih... terbukti bukan cuma saya dan Sa yang menikmati interior simple tapi elegan dan rasa kopi yang ciamik. kita pilih duduk dekat pintu keluar/masuk, dan di pojoknya ada standing fan yang jadul tapi indah dan instagramable bangett... komplit dengan dinding ubin strip putih-hitam gini.. 



Kekurangannya cuma satu: yaitu, sayangnya Goedkoop tidak menyediakan baby chair, jadi agak ngeri ngedudukin Sa di kursi biasa, cuma takut kebentur meja marmer-nya yang lumayan lah klo kebentur sakitnya pasti banget-bangetan.. tapi untungnya sih dua kali ngopi disini,, ga ada kejadian kebentur siy.. hehe

kelebihannya; pilihan menunya banyak banget, gak cuma kopi ya,, tapi ada aneka teh, main course, Salad&Soup, All day Breakfast, pokoknya banyak,, coba deh lihat sendiri disini. udah gitu bersebelahan banget sama foodhall ( dulu nya Ranch Market nih ) jadi enak kalo habis belanja daging ayam kampung giling atau bahan makanan lain buat Sa, bisa mampir ngopi deh.. dan karenanya, toilet nya pun harus naik, adanya di lantai 2. tapi gak masalah sih..



tips traveloro:
okay. setelah 2 kali ke sini ( goedkoop Kebon Jeruk):
  • kalau datang sore dan teduh ( cuaca ngga hujan) dan gak lagi rame / alias gak ada yang ngerokok,, coba deh duduk di luar ( area smoking) ada payung gede2 -- nan indah banget apalagi ngopi sama kesayangan.
  • jika pesan espresso, coba deh minta air mineral tambahan,, mba/mas barista akan dengan senang hati ngasih... baik banget ku sukaaa...
  • untuk range harga menurut saya lumayan gak bikin kantong jebol. kayak 30k sih untuk minuman dan makanan nya juga harganya terjangkau pisannn...
  • wifi kenceng gak pake di lock, jadi enak tinggal connect aja.. 
  • kalau bawa bayi tanggung, aku pikir bawa aja car seat gitu ato bawa masuk stroller kedalam, biar si bayi tetap nyaman.. klo Sa kebetulan karena udah cukup tinggi, jadi mulut dia masih pas klo di dudukan di kursi biasa, gak tengelem banget dibawah meja..